200 baris pertama.
ISTANBUL MASA PENDUDUKAN
ANGKATAN LAUT PASUKAN SEKUTU BERADA DI BOSPHORUS
MUSTAFA KEMAL kEMBALI DARI GARIS DEPAN WILAYAH SURIAH
Tampaknya ini sangat serius, Pak.
Apa semua ini?
Mereka akan pergi secepat mereka datang.
Ada lagi yang bisa kubawakan untukmu, Pak?
Aku mencari orang ini.
Kenal dia?
Tidak. Tapi akan kutanyakan.
Aku lewat.
Aku juga.
Aku menaikkan taruhan.
Kawan-kawan.
Entah kita bermain adil. jika tidak, kau curang lagi.
Akan kuhancurkan tempat ini.
Ayolah, Pemuda. Darimana kau tahu itu?
Aku pertaruhkan semuanya.
Uang bicara sebagai teman.
Bagaimana bisa kau pertaruhkan uangmu hanya sebanyak itu?
Baiklah.
Hitung ini juga.
Pistolku bisa beli apa saja di sini.
Kau memang brengsek. Berdiri.
Pergi ke sana!
Apa aku terlihat bocah bagi kalian?
Apa yang terjadi?
Ini perampokan.
Setidaknya ini perampokan yang jelas, Nico.
Tangkap tempat cerutumu!
Kau takkan lolos di sini, Ali.
Kau akan menerima balasannya.
Jika kita bertemu suatu saat, Nico.
Sial. Minggir.
Maafkan aku Sali. Maaf.
Ayo. Teruskanlah./ Tak penting lagi melanjukannya.
Itu dia.
Bismillah.
Maaf. Pasukan Inggris mengejarku. Jika mereka bertanya, tunjuk ke sana.
Ambil ini. Terima kasih.
Baiklah.
Dia ke arah itu.
KEDIAMAN MANTAN WAZIR AGUNG
Negara kita ialah persimpangan yang penting. Tevfik Pasha akan memilih mosi percaya.
...dari Parlemen hanya akan mempercepat pendudukan musuh.
Kau benar, Pasha.
Kami sangat menyadari itu.
Sejak aku tiba di Istanbul...
...aku sudah bicara dengan para utusan.
Ajudanku juga aktif melobi.
Menurut pendapat umum, tampak sulit bagi Tevfik Pasha untuk memilih percaya.
Ini sangat penting untuk membebaskan negara kita...
...dari kuasa Wazir Agung lagi.
Jujur, aku jadi Wazir Agung lagi. Tapi itu tidak cukup.
Juga aku membutuhkanmu menjadi Menteri pertahanan di kabinetku...
...untuk memerdekakan Negara kita.
Akan kulaksanakan tugas wajib yang kau beri padaku...
...dengan sepenuhnya teliti dan memerhatikan jika itu membantu, Pasha.
Dengan izinmu, akan aku kendalikan situasi setempat itu.
Semoga Allah menolong rakyat negara ini.
Ini menggangguku.
Senyuman yang indah.
Selain itu, di Selimiye setiap hari kacau dengan rasa hambar.
Mengerikan.
Sejak kalian tiba di selat Bosphorus, kuharap sekutumu segara tiba.
Itu benar. Segera.
Dan juga seharusnya mereka akan gunakan senjata-senjata terakhir mereka.
Tentu saja./ Bagus.
Dengan begitu, kau bisa biarkan aku memiliki semua barangmu.
Dan memberimu gudang penimpanan yang lebih.
Perlu kukatakan, aku bekerja untukmu sejenak.
Bantuanmu bagian yang hebat.
Dengan izinmu. Aku permisi.
Kau lihat, 'kan?
Kita telah mengganggu istrimu karena membahas belanja.
Itu buruk.
Astaga. Apa yang terjadi?
Kaupikir siapa dirimu?
Ayo bangun.
Tenangkan dirimu.
Sekarang, bicara siapa kau? Bicaralah.
Namaku, Jerar.
Aku anak keluarga Smyrnian yang hijrah dari Perancis.
Aku pelaut tapi aku juga seorang akrobatik.
Apa maumu, Brengsek?
Kau sudah mencuri perahu.
Aku penjaga.
Katakan yang sebenarnya.
Kau sudah mengikutiku.
Dengar, aku seorang penjaga!
Sepertinya aku telah mengikutimu.
Sepertinya aku telah mengikutimu.
Itu benar. Aku diperintah oleh Guro dari Perancis.
Utusan itu mencarimu.
Guro?
Ya.
Sepertinya perintah Guro ini sudah kukerjakan.
Dia akan membayarku mahal untuk membawamu.
Baik kalau begitu.
Aku ada sedikit urusan di Kalamis. Setelah itu, kita akan pergi...
...dan kau akan dapat uangmu, 'kan?
Tidak mungkin. Kita semua tahu harus ada pilihan kedua.
Akan kuperoleh uangku dengan cara lain.
Kau memang pemberani, Bung.
Bisa ikut denganmu ke Kalamis? Biar kutebus kesalahanku.
Hanya jika kau bersikeras.
Kau memukulku dengan keras.
Jauh dari masa silamku yang suram, aku hanya milikmu.
Semoga dirimu masih merasakan getaran hatiku.
Di penghujung mimpiku, aku selalu melihatmu.
Apa yang terjadi?
Tak ada.
Ya, ada yang terjadi. Bagaimana bisa?
Sudah lama berlalu namun kau masih memikirkan si brengsek itu.
Aku tahu itu. Aku bisa merasakan dia baru di sini.
Turunlah. Tamu kita sedang menunggu.
MAJELIS AGUNG
Bagaimana hasilnya?
Sayangnya, kita berseberangan, Pasha.
Tuan-tuan, kemerdekaan takkan dimulai di Istanbul.
Kita harus mencari opsi lain.
ISTANBUL, MARET 1919 3 BULAN KEMUDIAN
Mevlit!/ Ya!
Ke mana saja setan-setan ini?
Di mana kau Mevlit?
Apakah kau juga kabur karena kapal-kapal itu tiba di Bosphorus?
Aku takut tak bisa menyelamatkanmu.
Istanbul akan menjadi milik kami secepatnya.
Juga kota Thrace.
Tetaplah tenang. Tak apa.
Mevlit di mana kau?
Hentikan. Aku di sini.
Mau pesan apa?
Tahtacizade Ali!
Apakah kau kembali ke Istanbul?
Begitu Angkatan Laut dibubarkan, Kau kehilangan pekerjaan.
Apa masalahmu dengan kerajaan Ustmaniyah?
Apa yang kau dapat saat musuh berada di Istanbul?
Mereka semua bukan musuh kami.
Kerajan Ustmaniyah sudah berakhir.
Benarkah?
Ya. Kini masa hebat Yunani sudah dimulai.
Istanbul akan menjadi Konstantinopel.
Brengsek. Enyahlah dari sini.
Enyahlah!
Ali, kekasihmu Defne juga di bawa 10 Km ke Yunani dengan ketakutan.
Mengerang dan merintih.
Maaf, Bung.
Burgazli, ini seharusnya menutupi sedikit kerugian.
Bagus sekali, Nak!
Sampai nanti. Sekali lagi maaf.
Kaukah itu, Ali?
Jika aku berakrobat, apakah aku akan mati?
Tidak. Aku tadi berkelahi lagi. Lihat ini. Pasukan Britania ada di mana-mana.
Kau tak sadar? Pasukan Britania ada di mana-mana.
Benarkah? Karena mereka, aku belum makan hari ini.
Tak ada toko terbuka.
Itu sebabnya aku memancing demi makan malam.
Lagipula, aku tak melihatmu. Kukira ada yang terjadi.
Apa ada masa yang takkan terjadi?
Bagaimana dengan itu?
Bisakah kita menyeberang?
Seperti biasa.
Ini sangat langka.
Aku menghabis bertahun-tahun dan tentu sudah amat berusaha.
Aku yakin ini hobi yang mahal.
Ya, Tuhan!
Sebagai Perwira berjelajah di Timur Tengah tapi aku tak pernah mabuk.
Kopi sangat enak di sini. Kopi enak karena dia.
Aku senang kau menikmatinya.
Jadi, bagaimana dengan senjata-senjatamu?
Aku menyimpannya di tempat lain.
300 mobil, 50 pistol, 500 bom, dan 20 granat.
Dengan menumpuk.
Bagaimana tadi?/ Hebat.
Aku bisa buat kau kaya kapan saja.
Tak perlu buru-buru.
Kita masih di sini.
Sedang apa para pengacau itu?
Apakah para bajingan itu menduduki negara ini?
Terima kasih.
Tangkap dia.
Diam!
Tangkap dia!
Sial, ini tak terisi peluru! Kabur!
Jerar!
Jerar!
Jerar!
Di mana kau?
Astaga. Akrobat macam apa itu?
Pergilah Ali. Aku akan menyusul.
Dasar brengsek!
Sudah cukup. Cepat. Masih banyak akan datang.
Baiklah.
Cepatlah!
Baiklah.
Lepas ikatannya.
Merunduk!
Dasar brengsek!
Sepertinya aku sudah berhutang nyawa.
No comments yet. Be the first to leave one.