147 baris pertama.
Ada orang yang sama sekali tidak berhenti untuk maju.
Terkadang mereka bersatu dengan keyakinan pribadi
dan berubah menjadi karma itu sendiri.
Mereka yang tadinya manusia, tapi sekarang sudah lebih dari manusia.
Dengan tatapan yang bukan berasal dari manusia,
mereka terus mengawasi segalanya.
KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI
Penjelajah terhebat, Peluit Putih.
Mereka dipersenjatai artefak Abyss yang mereka temukan sendiri.
Mereka memiliki julukan unik sesuai dengan perawakannya.
Di antara mereka, ada seseorang yang memiliki fisik tiada tanding.
Penguasa tak tergoyahkan, Ozen yang Bergeming.
Jadi, cerita tentang dia yang menarik gondola berisi 30 orang
atau mengangkat batu yang besarnya sampai sepuluh meter itu cerita nyata?
Itu hanya rumor.
Namun, ada satu hal yang pasti,
dia sering menjadi topik pembicaraan dalam 50 tahun terakhir ini.
- Lima puluh tahun? - Lima puluh tahun?
Berarti…
Dia sudah menjadi Peluit Putih sejak 50 tahun lalu?
Benar-benar penguasa tak tergoyahkan. Dia orang yang sangat hebat.
Namun…
Paman Habo, dia dipersenjatai artefak apa?
Itu rahasia.
Jangan pasang wajah begitu.
Peluit Putih itu kartu andalan kota ini.
Artefak mereka akan dirahasiakan selama peluit mereka belum kembali.
Ozen…
Dia tidak akan membicarakan tentang wadah itu, 'kan?
Aku jadi khawatir.
Seharusnya aku bersikeras untuk ikut mereka saja.
Tolong, ya, Reg.
Kalau sampai terjadi sesuatu, hanya kau yang bisa melindunginya.
Kubus apa ini?
Polanya sangat rumit.
Artefak kelas dua?
Namun, di buku kompilasi artefak, benda ini…
Benar, tidak tercatat.
Ini adalah benda yang dibeli Lyza sebelum sempat dilelang.
Aku yang membawanya ke sini.
Jangan-jangan, ini wadah penangkal kutukan?
Setengah benar.
Wadah Penangkal Kutukan.
Dari kedalaman menuju permukaan,
ketika ada makhluk hidup yang tidak berdaya diletakkan di dalam,
dia tidak akan terkena kutukan atau mati, itulah alasannya dinamai begitu.
Namun, kenyataannya bukan begitu.
Nyatanya orang itu masih bisa terkena kutukan dan mati.
Hanya saja, dia akan mulai bergerak.
Aku tahu semua itu berkat dirimu.
Kau itu terlahir mati.
Waktu Lyza melahirkanmu, kau sudah meninggal.
Karena cuma jadi beban, kulempar saja ke sini,
tapi kau malah bergerak.
Kemarin aku sedang merasa nostalgia, jadi, kutaruh daging makan malam ke situ.
Daging itu berlari ke sana kemari lalu kabur.
Setelah beberapa lama, daging itu berhenti bergerak.
Namun, setengahnya lagi masih bergerak.
Hei.
Berapa lama kau bisa bertahan?
Lagi pula, kau yang bergerak waktu itu dan daging yang kutaruh kemarin,
entah kenapa selalu menuju ke tengah Abyss.
Kenapa bisa begitu, ya?
Kalau kau pasti tahu jawabannya.
Kau itu tidak ada bedanya dengan daging itu.
Master, tolong hentikan.
Kenapa memberi tahu ini kepadaku?
Sudah saatnya kau mengetahui ini.
Aku membencimu.
Ada apa, Nak Aubade?
Pembicaraanmu memang sangat menarik.
Namun, tolong jangan sakiti Riko lebih dari ini.
Apa pun alasannya, kau terlalu kekanak-kanakan, Ozen!
Banyak yang bilang begitu padaku.
Hei, apa kau tahu dewa?
Kenapa mengungkit soal itu?
Orang-orang di sini tidak terlalu percaya pada dewa.
Kau tahu apa yang mereka percayai sebagai gantinya?
Jawabannya adalah tempat ini, Abyss itu sendiri.
Karena dasar Abyss tidak diketahui dan ditakuti,
sehingga ia dianggap dewa.
Kalau bisa pergi dan pulang dengan mudah,
nilai artefak dan kepercayaan Abyss akan mudah tergoyahkan.
Alasan Aubade tidak tercatat di kompilasi,
bukan karena tidak pernah ditemukan.
Namun, karena memang seharusnya tidak ada.
Apa-apaan kekuatannya itu?
Tanganku sampai gemetar?
Katanya kau kehilangan ingatan, ya?
Benar-benar melegakan.
Aku akan melenyapkanmu sebelum ingatanmu kembali.
Aku mau memeriksa teleskop dulu!
Marulk!
Jangan ke mana-mana.
Yang benar saja!
Tidak akan kubiarkan berakhir di sini!
Kami harus pergi meski harus pakai cara paksa!
Kalian boleh pergi.
Namun, setelah kalian tidak bisa bergerak lagi, ya.
Sama sekali tidak mempan.
Apa-apaan dia itu?
Tidak bisa dirusak maupun menipis.
Butuh berapa banyak benang untuk membuat ini, ya?
Biarlah.
Aku kembalikan.
Apa ini? Kau lebih ringan dari dugaanku.
Katanya kekokohan itu kelebihanmu?
Ayo kita buktikan.
Astaga, aku merusak lantainya.
Sakit…
Sekarang kau sudah melewati batas.
Ternyata kau lebih kokoh dari lantai, ya.
Masih bisa bertahan berapa kali lagi?
Hentikan!
Nanti Reg bisa hancur!
Jangan mengganggu.
Riko!
Sampai berdarah begini…
Maaf, Marulk!
Dia bukan lawan yang bisa dianggap enteng.
Kalau tidak serius, aku bisa terbunuh!
Apa yang mau kau tunjukkan?
Kalau kutembakkan seperti waktu itu, tempat ini bisa hangus terbakar.
Tarik napas…
Tekankan, tipiskan, tajamkan…
Padahal cuma boneka mesin, tapi bisa bernapas dan berkedip juga.
Kalau begitu, binatang buas jadi bisa memburumu.
Hei, kalau terkena ini, apa yang akan terjadi?
Mari kita buktikan.
Hebat juga.
Bisa tembus.
Aku belum pernah melihat senjata seperti itu.
Dasar gila!
Kau sudah gila, Ozen!
Lengan macam apa itu?
Apa yang kau pasangkan?
Ini, ya?
Ini namanya Susuk Seribu Manusia.
Kusuntikkan ke 120 titik di sekujur tubuhku.
Ini rahasia panjang umurku.
Seenaknya mengkritik orang lain, ternyata dirimu juga menyimpang, Ozen!
Aku hanya melakukan pencegahan.
Soalnya aku sudah tua.
Reg!
Reg!
Berisik sekali.
Kalau dia sebegitu berharganya, seharusnya disimpan saja.
No comments yet. Be the first to leave one.