200 baris pertama.
SERIAL INI HANYA HIBURAN DAN MUNGKIN MENGANDUNG CERITA YANG DIBUMBUI.
TIDAK BERMAKSUD MENCEMARKAN PROFESI, MEMPROMOSIKAN NILAI SEKSUAL TAK BERMORAL,
ATAU MENUMBUHKAN SIKAP NEGATIF TERHADAP GENDER ATAU KELOMPOK MANA PUN.
TIM PRODUKSI MOHON MAAF ATAS SEGALA KESALAHAN.
Cangkul? Mau apa kau?
Ponsel menjijikkan itu memang harus dihancurkan.
SEBELUMNYA
Menjauh dariku!
Maukah kau menikah denganku?
Aku mau.
Beo.
Aku harus pergi.
Tolong jaga Bos Klao, Pidpee, dan Muedmon.
Jon dan Pao juga.
Kau harus menyayangi Bos Klao.
Katanya dia mau pergi.
Lalu, dia minta aku menjagamu.
Bi, taruh saja bunganya di sini.
- Baik. - Terima kasih.
Paman, aku mau tanya.
Di mana motor Jiw?
Mungkin di rumahnya.
Bisa aku minta seseorang
membawakan motornya dan parkirkan di depan fotonya?
Itu barang kesayangannya.
Bi, aku mau bahas soal makan malam tamu nanti.
BOS KLAO - SI KECIL
KANT - KARN - KITT
PARA PAMAN DAN BIBI DARI DESA 918
KEPALA DESA - JAE PUANG
Kau baik-baik saja?
Aku baik.
Minum air dulu.
Terima kasih sudah bantu urus semuanya.
Aku dan keluarga Jiw hanya bisa duduk terpaku karena syok.
Tak bisa mengurus apa-apa.
Tidak apa-apa.
Aku sudah urus semuanya.
Ayo pulang, mandi dulu.
Istirahat dulu, lalu balik lagi sebelum doa pemakaman.
Bukannya kita harus bantu para bibi memasak?
Tidak usah.
Aku sudah beri mereka uang untuk urus semuanya.
Kemarin, Jiw muncul di mimpi kerabatnya.
Dia mau bubur nasi daging cincang.
Jiw muncul di mimpi semua orang.
Tapi dia tidak pernah muncul di mimpiku.
Karena dia paling sayang pada bosnya.
Dia tidak mau kau mengkhawatirkan dia.
Jiw.
Kau sudah tenang sekarang, 'kan?
Aku tak perlu mengkhawatirkanmu lagi, 'kan?
Sebelum ini, Jiw bilang ke semua orang
bahwa di pemakamannya,
dia tak mau ada yang pakai baju hitam
karena dia mau lihat semua orang bahagia.
Dia usil sampai akhir hayatnya.
Jadi,
jangan sedih terlalu lama.
Jalani hidup dengan bahagia.
Banyak tersenyum.
Seperti kata Jiw.
Kau sibuk mengurus pemakaman Jiw sejak pagi.
Kau pasti lelah, ya?
Terima kasih sudah membantuku.
Tanpamu, aku pasti sudah hancur.
Aku mencintaimu.
GEL SERIAWAN KHAOLAOR
PARA PAMAN DAN BIBI DARI DESA 918 BOS KLAO - SI KECIL
Jiw maunya doa pemakaman
satu malam saja, lalu langsung dikremasi,
agar tidak terlalu mahal.
Tapi aku mau menahannya selama tujuh hari penuh
karena aku masih belum bisa menerimanya.
Aku masih tidak mau menerima
bahwa Jiw sudah pergi.
Tapi…
hari terakhir akhirnya tiba juga.
Untuk semua kesalahanku padamu
dan perbuatanku yang menyakitimu,
aku minta maaf, Jiw.
Tolong maafkan aku.
Aku juga akan memaafkanmu.
Kalau memang benar ada kehidupan berikutnya,
kuharap kita bisa bertemu lagi.
Kuharap kau sehat dan kuat.
Tidak sakit,
tidak berpenyakit,
agar kau bisa terus bermain bersamaku selamanya,
dasar cacing pita sialan.
Tolong maafkan aku dan Si juga, Jiw.
Siapa?
Si.
Ada tamu untukmu.
- Ta-da, Si. - Ayah,
Ibu, Song.
Kok kalian ke sini?
Sudah berhari-hari kau tak pulang. Jadi, kami khawatir.
Dan beberapa hari lalu,
kau ke Bangkok, tapi tidak pulang.
Ada masalah? Kau marah pada kami?
Tidak.
Aku baik-baik saja, tidak ada masalah.
Habisnya, belakangan ini,
aku sibuk mengurus pemakaman Jiw,
pekerja Bos Klao.
Selain itu,
aku sibuk merencanakan proyek perumahan.
Ayo, silakan duduk.
Aku ke dalam dulu.
Oke.
Ini.
Air dan kerupuk beras.
- Kerupuk beras? - Ya.
Ada hubungannya dengan petasan?
Sama-sama berbunyi "dor, dar"!
- Kau suka itu, ya? - Ya.
- Terima kasih. - Mau coba buat suaranya?
- Tidak. - Baiklah.
Omong-omong, wajahmu tak asing.
Mirip penyanyi F siapa itulah.
- Ya, 'kan? - Mungkin sedikit.
Tapi orang itu tampan.
Maksudmu kau setampan itu juga?
SUJINTRA THANYAKANNAREERAT 100 JUTA BAHT
Kenapa berikan cek ini ke Ayah?
Dan nilainya 100 juta.
Itu maskawinnya, Ayah.
Tapi ini tanda tanganmu.
Klao pinjam uang darimu?
Dia tidak pinjam uang dariku.
Aku mau bayar maskawinnya sendiri.
Tunggu, Si.
Jadi, kau dan Klao serius akan menikah?
Ya, Bu.
Kami serius akan menikah.
Kenapa kau harus bayar maskawinnya sendiri?
Kau takut tak jadi menikah?
Tidak, Ayah.
Aku hanya tidak mau Bos Klao menanggung beban terlalu berat.
Menurunkan sewa lahan untuk kita saja sudah sangat besar artinya.
Jadi, aku putuskan bayar maskawinnya sendiri.
Tapi apa Klao setuju?
Dia kelihatannya tak begitu, Kak Si.
Nanti aku bicara lagi dengannya.
Dia sedang sibuk.
Tapi, Ibu dan Ayah, terima dulu saja.
Ibu rasa kalau Klao tahu soal ini,
dia tidak akan setuju.
Dia belum tahu, 'kan?
Nanti aku akan bicara lagi dengannya.
Aku hanya minta satu hal.
Ibu dan Ayah, tolong jangan minta maskawin yang mahal dari dia.
Sayang.
Kenapa kau berpikir hal konyol begitu?
Omong-omong,
kau sedang urus proyek perumahan?
Song sudah cerita soal itu, tapi tidak detail.
Kau berinvestasi di bisnis ini?
Ya. Masih tahap awal.
Mungkin butuh waktu lama.
Begitu aku berhasil, aku akan ajak kalian lihat.
Aku mau kalian berdua yang meresmikan proyeknya juga.
- Wah, seserius itu, ya? - Wah.
Begini saja.
Simpan uang ini untuk investasi di bisnismu.
Soal maskawinnya,
kau tidak perlu khawatir,
karena kami juga tidak mau apa-apa dari Klao.
Asal dia menyayangi dan menjagamu,
itu sudah cukup untuk kami.
Oke?
Terima kasih, Ibu dan Ayah.
Dan…
Klao ke mana?
Itu dia.
Pas sekali dia datang.
Itu dia.
Ada yang bilang orang tuamu dan Song datang ke rumah.
Ada masalah?
Putriku akan menikah.
Jadi, aku mau lihat sendiri apa dia hidup nyaman
atau apa dia tertipu dan jadi hidup susah.
Kalian mengagetkanku.
Kukira ada hal serius.
Bos Klao tidak menculikku.
Aku tinggal bersama dia dengan sukarela.
Wah.
Jadi…
Ayah, Ibu, dan Song, apa kalian yakin
mau tahu bagaimana hidup bersama Bos Klao sebenarnya?
Apa?
Siap?
Oke.
Kalian baik-baik saja?
Sayang.
- Bagaimana menurut Ayah? - Wah.
Ini dia.
Ini tempatku tinggal bersama Bos Klao.
Indah sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.