182 baris pertama.
Hei, Josh.
Apa kabar?
Terima kasih.
Aku biasanya mendengarkan musikku.
Ini yang kulakukan di mobil.
Aku memiliki selera musik yang eklektik.
Tergantung suasana hati, apakah aku ingin terinspirasi,
atau hanya ingin...
berjoget.
Mainkan!
["A God Like You" oleh Kirk Franklin dimainkan]
Karena kadang kau harus berjoget sebelum lakukan sesuatu.
DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL
["A God Like You" oleh Kirk Franklin terus dimainkan]
CAP KEPRESIDENAN AMERIKA SERIKAT
Hei.
- Wah. - Ada kue buku.
Ambil gambar kue buku kita.
Astaga!
Wah.
- Bagaimana caranya? - Entah siapa pembuatnya.
Wah.
Jangan sentuh!
Jangan menyentuhnya, Bu!
MARIAN SHIELDS ROBINSON IBU
Ia akan menyentuhnya. Duduklah.
- Bu. - ...tangga ini.
- Ya. - Oh, bisa kulihat.
Aku tahu.
Kalian bisa berjalan lebih cepat.
Baik. Penting.
Wah.
DUA TAHUN SETELAH TINGGALKAN GEDUNG PUTIH
MANTAN IBU NEGARA MICHELLE OBAMA MELAKUKAN TUR
UNTUK PERILISAN MEMOARNYA BECOMING
Ini penuh sampai ke atas.
MELISSA WINTER KEPALA STAF
Aku bertemu keluargaku
dan merasa agak...
Emosional?
Bapa di Surga, terima kasih.
Terima kasih pada-Mu kami bisa sampai di sini.
Suatu kehormatan dapat peluang ini
dan kami tahu Engkau punya tujuan lebih besar.
- Kami berdoa atas nama-Mu... - ...amin.
Kau tak apa, Mel?
Mel menangis.
Baik. Aku takkan sentuh pakaianmu.
- Aku sayang kau. - Aku juga.
Bagus.
Tak perlu menahannya.
Kau tak harus... Menangislah.
- Aku tak bisa saat ini. - Baik. Tak apa.
Halo, Chicago!
Ia mengabdi pada negara kita
sebagai Ibu Negara ke-44 Amerika Serikat.
Ia membuat kita selalu merasa Gedung Putih seperti rumah kita,
rumah rakyat.
Ia tipikal gadis kampung halamanmu
dari South Side, Chicago.
Selamat datang, Michelle Obama!
Baik, Semua.
- Kita pulang. - Kita pulang.
Ya, terasa nikmat.
Aku harus mengatakan...
bisakah kita bahas soal meninggalkan Gedung Putih?
Saat naik helikopter, apakah kau berpikir, "Akhirnya
bebas"?
- Ya. - Ataukah terasa getir? Bagaimana?
Pertama, seharian itu hanya perjalanan,
karena banyak alasan.
Kejadian pada hari terakhir kami
adalah teman-teman Sasha dan Malia,
yang tumbuh di Gedung Putih,
mendatangiku malam itu, bicara, "Kami ingin menginap."
Kujawab, "Apa?
Kalian ingin menginap?"
"Ya, kami...
Kami akan rindu berada di sini.
Kami ingin sarapan terakhir kami."
Kau bisa menyantap apa pun di Gedung Putih,
maka mereka berkata,
"Aku ingin makan biskuit ayam goreng."
"Aku akan makan wafel."
Kami akan pindah,
lalu mereka bangun dan harus kuminta keluar.
"Bangun. Keluarga Trump akan datang.
Kalian harus bangun,
keluarlah."
Paham?
Wah.
Air mata jatuh, ada yang menangis, staf menangis,
aku pun menahan tangis.
Kataku, "Jika keluar sambil menangis,
mereka akan anggap karena alasan lain."
Ya, tentu.
Kubilang, "Kita harus tabah."
Itu hari yang sangat emosional.
Lalu kami naik Air Force One,
dan ketika aku naik pesawat,
sepertinya aku terisak...
Sungguh?
...selama 30 menit.
Kukira itu pelepasan delapan tahun
untuk coba melakukan semuanya dengan sempurna.
Suatu hari, kau keluarga normal.
Lalu ada pemilu,
dan hidupmu langsung berubah.
Serasa kami ditembak dari meriam.
Kami tak sempat menyesuaikan diri.
Menjadi Ibu Negara telah menjadi kehormatan terbesar dalam hidupku.
Namun, berapa banyak orang di posisi itu
saat seluruh perhatian tertuju kepadamu?
Setiap gerak yang kau buat,
setiap kedipan matamu, dianalisis.
Dunia menyaksikan setiap gerak-gerikmu.
Hidupmu bukan milikmu lagi.
Gagasan untuk melakukan tur
yaitu agar memiliki waktu untuk memikirkan...
dan mencari tahu yang baru saja terjadi padaku.
Itu semacam momen panik,
"Ya, ini benar-benar aku,
bebas tugas untuk kali pertama setelah sekian lama."
Kita siap.
Aku kini bisa pergi.
Lihat, ini tak normal.
Aku kini bisa keluar pintu.
Selamat pagi.
Selamat pagi. Terima kasih.
Terima kasih banyak. Selamat pagi.
Aku suka bukumu.
Terima kasih banyak.
Kembalilah!
Saat kami mulai bahas tur itu,
kubayangkan dahulu, "Bagaimana caranya?
Cara jangkau banyak orang dan anak-anak?"
Sebelum kau sadar, itu menjadi hal penting.
Kita akan tur cepat tiga hari ke Tacoma, Portland, dan Phoenix.
Sulit untuk...
Cari, siapkan...
mengatur perjalanan, dan semua itu untuk 21 moderator,
memerlukan banyak usaha.
Di sinilah rasanya... Aku tak tahu kerumitannya.
Akan lebih menarik untuk punya lebih banyak dan orang berbeda.
- Itu memperbagusnya. - Tak perlu penjelasan.
Kau tertarik pada para pria itu?
Seperti, Seth, James, Conan,
Justin Bieber?
Jujur, aku akan menontonnya.
Apa?
Namun, saat memikirkan seseorang, rasa penasaran dan semangat,
dan semacam...
Gayle, kau tahu?
Aku menjadi...
lebih nyaman mengatakan tidak,
lebih percaya diri mengiakan...
...dan lebih mau berkata...
yang ada di pikiranku.
...yang di pikiranku.
Katanya aku merupakan moderator pria pertama.
Kita benar-benar menguji ini, Conan.
Tahu cara melakukan wawancara...
- Itu keterampilan. - Benar.
- Colbert paling terampil. - Ya.
Ia akan masuk ke wilayah berbahaya.
Sebelum Gedung Putih, dia pernah buatkan kopi di ranjang pada Hari Ibu?
Tidak.
Kita akan membahas sebuah buku.
Sebuah buku. Bukankah itu sesuatu?
Semua hadir karena kau menulis...
Tak ada yang lakukan twerking.
Ya, tak ada.
- Kita sedang membaca. - Benar.
Apa yang aku alami di arena besar ini
adalah kekuatan mengumpulkan...
berbagi sejumlah pengalaman.
Astaga.
Aku bersemangat.
Aku tahu, lihat dia.
Astaga.
Benar, bukan?
Bagaimana kabar kalian?
No comments yet. Be the first to leave one.