De eerste 200 regels.
Apa yang perlu kutulis?
Kau ingin tahu mengenai diriku?
DARI BUKU JE M'APPELLE AGNETA KARYA EMMA HAMBERG
Namaku Agneta.
Aku menyukai segala hal yang berkaitan dengan Prancis.
Kejunya, anggurnya, orang-orangnya, bagetnya.
Makaroninya.
Kejunya. Sudah kusebut?
Sekadar berjalan-jalan menyusuri desa-desa tua di Prancis.
Aku belum pernah ke Prancis.
Tak pernah kesampaian.
Begitulah hidup. Aku menghabiskan 25 tahun di Dinas Perhubungan.
Bukan di Paris. Tapi hidupku praktis.
Dinas Perhubungan. Agneta Strömberg. Bisa kubantu?
Suamiku, Magnus, menyukai hidup yang praktis.
Dia juga mulai hidup sehat.
Untungnya, dia punya teman berolahraga, Linda. Praktis.
Jadi, aku bebas.
Dia melarang segala hal yang berbau Prancis.
Satu-satunya hal yang kusukai.
Kedua anak kami sudah pindah. Kami tetap berkabar dengan kiriman uang.
Tugasku selesai.
Baiklah.
Jadi, kurasa aku perlu bersiap untuk pensiun
dan mati.
- Malam. - Malam.
Magnus kira aku lesu.
Tapi aku bersemangat.
Hanya saja, semangatku berbeda.
FRENCH ESTATES
Dinas Perhubungan. Agneta Strömberg. Bisa kubantu?
Kurasa tak banyak lagi yang bisa kuceritakan tentang diriku.
Aku tak puas dengan hidupku. Aku tak berharap banyak.
Agneta Strömberg. Bisa kubantu?
Agneta?
Aku dipecat.
Siapa yang menginginkan wanita yang hampir berusia 50 tahun
dengan resume yang cuma mencantumkan satu pekerjaan?
Mungkin kau mau?
Hal yang bisa kulakukan
cuma merawat anak laki-laki yang membutuhkan bantuan di Provence.
"Segera."
Aku bisa memasak.
"Mencuci baju.
Membersihkan rumah yang sangat besar.
Sangat penting:
Tiap hari Jumat pukul 17.00, duduk di bar."
Aku bisa melakukan ini.
Agneta, 49 tahun.
Mahir bebersih dan memasak.
Sanggup merawat anak kecil maupun remaja.
Terampil menghilangkan noda.
Seluruh pekerjaan rumah tangga bisa diubah menjadi resume yang sangat panjang.
Awalnya, kupikir, "Tidak, aku tak sanggup melakukan ini."
Lalu, aku berpikir tak ada alasan bagiku untuk tak melamar.
Jadi, Pak Fabien, ini resumeku yang sangat panjang.
Jangan lupa.
"Aku sangat menyukai
Prancis."
Astaga.
Astaga.
KAU DITERIMA. NAK EINAR PASTI SENANG. SELAMAT DATANG DI SAINT CARELLE! FABIEN
SEMOGA TERJEMAHANNYA JELAS
SAINT CARELLE PROVENCE
Wah.
Linda bilang mungkin ada lowongan di Badan Asuransi Sosial.
Tunggu.
Ada apa ini?
Selamat pagi.
Apa itu anggur?
Apa kau minum…
- Bau keju. - Tidak.
Maaf, Agneta.
Aku tak tahu…
Aku tak tahu kalau kau sangat terpukul karena kehilangan pekerjaan.
Kita pasangan. Kita akan melewati ini bersama.
Jangan khawatir.
Akan kita upayakan.
Kita akan mengupayakan ini bersama. Serahkan padaku. Biar kutangani.
Aku bisa sendiri, Magnus. Terima kasih.
- Kau tak sanggup. - Aku sanggup.
Sebenarnya, aku sudah…
Sebenarnya, aku sudah melamar
salah satu pekerjaan ini.
Ada seorang anak laki-laki asal Swedia di Provence
yang membutuhkan seorang au pair.
Aku diterima kerja.
Kau tak bisa…
Apa?
Au pair? Apa kau bercanda? Kau mau jadi au pair?
Di Prancis?
"Je m'appelle Agneta.
Aku au pair- mu."
Maaf. Yang benar saja, Agneta.
Kau pergi ke Prancis sendirian?
Ya.
Kau takut bepergian sendirian.
Kau tak berkunjung saat aku di Gothenburg selama dua tahun.
Usiaku baru 21 tahun.
Ya, benar. Tapi kini usiamu sudah hampir 50 tahun.
Kau tak bisa jadi au pair di usia 50 tahun!
Ada seorang anak kecil di Provence
yang perlu kurawat tanpa teknologi digital.
Aku bersemangat, Magnus.
Aku akan pergi ke Prancis.
Harus.
- Ini menurutku, Agneta. - Bagaimana?
Menurutku, sebaiknya kau pergi.
Tapi jangan hubungi aku jika kau sendirian di sebuah desa kecil
di Prancis dan menderita
setelah kehilangan atau kemalingan uang,
sedangkan kau sendirian dan tak bisa berbahasa Prancis.
- Aku mau lihat nasibmu. - Kita lihat saja.
- Lihat saja. - Lihat saja, Magnus.
- Lihat saja. - Ya, lihat saja.
- Kita lihat saja. - Ya.
- Kita lihat… - Lihat saja.
Kita lihat saja.
Tunggu! Tidak! Tas jinjingku!
- Halo? - Ya?
Selamat malam.
Sudah mau tutup. Silakan…
- Silakan duduk. - Tak perlu.
Duduklah. Akan kuambilkan kau minuman.
Ayo.
Tak apa-apa. Nah, begitu. Tunggu sebentar.
Silakan. Ini menunya.
Kau mau pesan apa?
Tidak.
Aku diterima kerja.
Aku tak paham.
- Fabien? - Fabien.
- Fabien. Kau orangnya? - Aku orangnya.
Baiklah. Namaku Agneta.
- Tak ada "anjeta" . - Bukan. Je…
Je m'appelle Agneta.
- Au pair. - Anjeta?
- Ya. - Anjeta!
Anjeta!
- Senangnya! Selamat datang! Apa kabar? - Tidak.
- Tak perlu. - Maaf.
Ikuti aku.
- Apa? - Kita jemput Bonibelle.
Ayo!
Bonibelle!
Anjeta sudah tiba!
Kau baik-baik saja?
Aku Bonibelle.
Ayo, Anjeta. Ayo.
Barry dan Judy.
Lucu, 'kan?
Einar menyayangi mereka.
Dia di sini.
Apa kabar, Pria Tua?
Kami mencarimu ke mana-mana.
Anjeta sudah tiba.
Agneta? Memangnya siapa Agneta?
Ada tamu?
Kau bisa berbahasa Swedia?
Fabien, bantu aku turun.
Senang sekali!
Sudah lama kami tak kedatangan tamu.
Silakan duduk.
Mari kita minum anggur.
Ceritakan semua tentang dirimu.
- Mari kita dengar. - Maaf, Pak.
Mereka berdua
mempekerjakanku sebagai au pair untuk seorang anak laki-laki.
Seharusnya aku bebersih dan memasak.
Mungkin kau tahu di mana aku bisa menemukan anak itu?
Sungguh?
Siapa nama anak yang perlu kau rawat itu?
Einar.
Aku tak membutuhkan bantuanmu.
Einar.
Aku segera kembali.
Einar!
Einar? Oh.
Di sini gelap sekali.
- Makanan? - Kau sedang apa?
Pergi!
Sudah pukul 22.00.
Seharusnya kau…
makan.
Kau sebut ini makanan?
Entah daging apa ini.
Tunggu dulu.
Aku dipekerjakan. Jadi, aku harus membawakanmu makanan.
Untuk sementara.
Jangan datang kemari karena kau dibayar.
Seharusnya kau datang kemari karena mau.
Apa kabar, Libidoku?
Apa kabar, Libidoku?
Sebutkan keinginanmu!
Kenapa kau tak menjawabku?
Apa kabar…
Aku akan langsung naik kereta besok pagi.
…Libidoku?
Silakan!
- Hai. - Kenapa kau tak memakai ponselmu?
No comments yet. Be the first to leave one.