The Hundred-Foot Journey

The Hundred-Foot Journey

Download Indonesian ondertitel

Release informatie

The Hundred-Foot Journey 2014 720p BluRay x264-Ganool
Een commentaar door hafhaf
Enjoy aja deh.

Tags

BluRay
x264
720p
720
ganool
Gepubliceerd op: 2014-11-17
Downloads: 82
Slechthorend: No

Voorbeeld van Indonesian ondertiteling

De eerste 200 regels.

Minggir, minggir, minggir!

Hassan! Tetaplah bersamaku.

Oh, bang.

Oh, ma!

Hassan!

Ayo!

Tunggu sebentar. Tunggu sebentar.

Aku akan ambil semuanya! Aku akan ambil semuanya!

Tunggu, mundur. mundur.

Kami lebih dulu. Ini milikku. Tidak.

Tidak, sebentar, bang, kumohon!

Dengar.

Kau mundur. Mundur. Mundur. Tidak, tidak. Tidak.

Siapa namamu?

Hassan Iqbal Kadam.

Tanggal lahir?

5 Juli 1990.

Tempat lahir?

Aku dilahirkan di Mumbai, India.

Oh! Oh! Oh!

Terjual!

Pada anak yang tahu.

Pekerjaanmu?

Aku seorang koki.

Maksudmu kau pembantu di dapur?

Tidak, koki.

Keluargaku memiliki restoran di India selama bertahun-tahun.

Kakek buyutku

melayani tentara pada masa penjajahan Inggris.

Tapi sekarang kami datang kemari mencoba peruntungan di Eropa.

Aku dan keluargaku.

Dan kau berencana tinggal di Eropa

sebagai koki?

Oh, ya.

Kau punya keahlian?

Ya.

Ibuku mengajariku.

Tapi tak ada bukti tertulis?

Hanya kertas minyak.

Samosa.

Tidak, terima kasih.

Sekolahku adalah restoran keluarga kami

di Mumbai...

Jangan bermain lagi, ok? Ayo, waktunya tidur.

Halo!

Selamat malam, Mama!

...dan ibuku adalah instrukturku.

Bulu babi yang lezat,

- tidakkah kau pikir? - Mmm.

Hidup memiliki rasa sendiri.

Tersembunyi di cangkang itu, mentah, hidup yang indah.

Ini pelajaran untuk seluruh rasa.

Tapi untuk memasak,

kau harus membunuh.

Kau membuat roh.

Kau membunuh untuk membuat roh.

Jiwa yang hidup di setiap bahan masakan.

Tapi sebagian besar, aku diajari

bagaimana caranya merasakan.

Bisakah kau merasakannya?

Suatu malam,

sekolahku berakhir.

Bagus sekali.

Hai. Selamat atas hasil pemilihannya, Menteri.

Mansur! Mansur!

Ayo pergi.

Hey, ada apa?

- Huh? - Bawa anak-anak!

Ada pemilihan sesuatu,

dan ada pihak yang menang...

- Ya ampun, Hassan... - ...ada yang kalah.

Hassan! Kita diserang!

- Pergi, Hassan! Cepat! - Kita diserang!

Oh, ya Tuhan.

Papa! Ayo, Papa, kita harus pergi!

Ayo pergi, Hassan!

Ayo! Ayo!

Mukhtar, Mukhtar!

- Mama... - Kami kehilangan segalanya.

Akhiya!

- Papa! - Akhiya!

Mama!

Akhiya!

- Mama! - Mama!

Segalanya.

Setelah ibuku terbunuh,

Papa memutuskan untuk membawa keluarganya ke London.

Aku berusaha melanjutkan pendidikanku secara mandiri.

Kami dapatkan rumah

tidak jauh dari Heathrow.

Ya, kami keluarga Kadam.

Saat kami melarikan diri dari Mumbai,

kami mendapat suaka di London.

Uh, kami di sana selama setahun.

Dan, uh, di sana terlalu dingin,

jadi kami putuskan membuka restoran di Eropa.

Di Eropa sebelah mana?

Di suatu tempat di Eropa.

Ok, Mahira,

kami hanya ingin yakin, kau tidak

dibawa ke Eropa untuk pernikahan yang sudah diatur.

Percaya padaku,

tidak ada yang diatur di keluarga ini.

Jadi apa alasan sebenarnya kau meninggalkan London?

Di Inggris, aku merasa sayuran tidak punya...

Tidak punya jiwa. Tak ada kehidupan.

Kau mengerti?

Baiklah.

Mungkin kami bisa temukan di sini.

Mungkin.

Berhentilah mengeluh.

Astaga...

Cobalah, dan beri nilai antara 1 sampai 10.

- Bisakah kuminta yang itu? - Tanpa garam.

Besar sekali.

Nikmat.

- Mmm. - Kuberi nilai 8.

Percaya padaku, aku pelajari ini di sekolah.

Ini bukan negara yang sama.

- Papa, telingaku berdengung. - Aisha, lihat.

Ok, itu ide yang bagus.

Uh, Swiss bisa jadi pembuka

dan Perancis jadi hidangan utama.

Lalu apa untuk cuci mulutnya?

Pertanyaan bagus.

- Papa! - Papa, Papa, kurangi kecepatan!

Tak bisa.

- Papa, kurangi kecepatan! - Tak bisa!

- Kurangi kecepatan, Papa! - Aku tak bisa!

Aku sudah injak rem dalam-dalam!

Kau harus kurangi kecepatan, Papa!

Astaga, lakukan sesuatu!

Remnya rusak!

Lihat! Ada traktir!

Papa!

Papa!

Papa!

Semuanya baik-baik saja?

Mukhtar? Aisha?

Aku tidak apa-apa.

Aku bukan mekanik, tapi kurasa

remnya harus diperbaiki.

Ayo keluar.

Ayo.

- Ayo. - Ayo.

Papa, ayo!

Aku masih hidup!

Kau tidak apa-apa?

Aku tak bisa lakukan ini lagi, Papa.

Apa yang kau coba lakukan? Membunuh kita semua?

Kita sudah menaiki mobil rongsokan itu selama berhari-hari.

Cukup untuk petualangan gila ini.

Kau tahu apa?

Kami lebih senang tinggal di bawah jalur penerbangan Heathrow.

Setidaknya kita punya rumah!

Dimanapun suatu keluarga, itulah rumah.

Oh, benarkah?

Dan di mana keluarga itu sekarang, Papa? Huh?

Jawab pertanyaanku. Dimana keluarga itu sekarang?

Perancis.

Perancis. Perancis!

Tepat sekali.

Papa, barangkali kau belum tahu,

orang Perancis bahkan tidak makan makanan India.

Mereka punya makanan sendiri.

Terkenal di seluruh dunia.

Ini akhir perjalanan.

Hassan, bicaralah pada ayahmu, huh?

Papa...

Oh.

Pasti ada seseorang di bawah sana

yang bisa memperbaiki rem.

- Apa yang mama bilang? - Huh?

Aku tahu kau bicara padanya.

Apa yang dia katakan padamu?

Dia bilang, "Cari mekanik yang bagus

"dan lanjutkan pencarianmu."

Mmm.

- Halo. - Aku menyukai mobilnya.

Uh... Tidak.

Uh...

- Ya? - Uh...

Rem.

Kau bisa bahasa Inggris?

- Kau? - Ya.

- Ok, bagus. - Namaku Marguerite.

Hassan.

- Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu. Um...

- Halo. - Halo.

- Ayahku. - Ok.

Kau punya, uh, tambang? Atau...

Ya. Ya, Aku punya, di bagasi.

Papa?

Papa?

Dorong, semuanya! Ayo!

Pelan-pelan!

Pelan-pelan.

Hey, pelan-pelan!

Ok, ke kanan sedikit.

Kau bisa parkir di sini.

More Indonesian subtitles for The Hundred-Foot Journey

Opmerkingen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left