White Spring

White Spring (白い春)

Download Indonesian ondertitel

Release informatie

Shiroi Haru 08 704x396
Een commentaar door domeh

Tags

other
Gepubliceerd op: 2009-11-05
Downloads: 28
Slechthorend: Yes

Voorbeeld van Indonesian ondertiteling

De eerste 200 regels.

- Takenaga-kun. - Iya!

- Nakamura-san. - Saya!

Nagata-kun.

Iya.

- Murakami-san. - Iya!

- Yasuda-kun. - Iya.

Ada apa?

Ulanganku mendapat nilai yang jelek.

Kau mendapat nilai nol?

Aku tidak mungkin mendapat nilai nol.

62. Bukannya ini sudah bagus?

Tidak. Biasanya, aku mendapat nilai 80.

Jadi kau ini anak yang pintar, ya.

Aku tidak begitu mengerti pelajaran perkalian.

Jangan khawatir.

Kau bisa mengajariku?

Aku tidak bisa.

Kau juga tidak tahu ya?

Bukan begitu.

Benarkah?

Tanyakanlah pada Ayahmu.

Selamat datang.

Aku pulang.

- Selamat datang. - Selamat datang.

- Ayah. - iya?

Ayah bisa tidak pelajaran mate-matika?

Ayah tidak sepandai kau, Sachi.

Sachi, nilai ulangan matematikamu selalu bagus, kan?

- Kau tahu... - Apa?

Apakah kau sudah mengajarkannya dengan baik?

Lagi-lagi kau mengaturku?

Sachi dapat belajar dengan baik, tidak perlu khawatir.

Kelihatannya dia tidak begitu mengerti pelajaran perkalian.

Dia baru saja mendapat nilai ulangan 62.

Jadi begitu ya.

Tunggu, bagaimana kau bisa tahu?

Cepat sana ajarkan dia!

Itu kan tugas guru, kau juga tahu kan.

Aku heran, apakah benar kau bisa diberikan tanggung jawab...

Aku rasa cukup satu orang saja yang mengajarkan Sachi.

Walaupun aku tidak cukup pandai...

Itu memang sudah menjadi kewajibanmu sebagai Ayah, kan...

Tidak apa-apa jika aku yang mengajarinya, kan?

Iya.

Sachi, ada waktu sebentar?

Apa?

Ulanganmu dapat nilai 62 ya?

Ulangannya susah sekali ya?

Jika lain kali kau lebih berusaha, kau pasti bisa.

Perkalian ya...

Ini pasti sulit untukmu ya, Sachi.

Kalau kau mau, malam ini Ayah bisa membantumu.

Bagaimana?

Apa?

Aku tidak suka denganmu Paman.

Kau membocorkan hasil ulanganku ke Ayah, kan?

Aku tidak mengerti, kenapa memberitahu Ayahmu saja aku jadi salah?

Sekarang sih itu sudah bukan masalah.

Sekarang kita musuhan.

Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Kenapa?

Dia memusuhiku.

Apakah ini salahku?

Pikirkanlah sesuatu...

Siapa yang perduli?

Dimusuhi...

Ini! Terima kasih banyak!

Kembali lagi, ya?

Jika pelanggannya banyak seperti ini, kurasa kita tidak akan mendapat masalah.

Masalahnya tidak akan terasa.

Kalau begini, bukankah lebih besar gaji jika kita bekerja?

Kalau begitu bagaimana mungkin bisa menjalankan usaha, ya?

Bagaimana pekerjaan kalian sekarang?

Sudah bagus!

Kalian sudah mengerti, kan?

Besok sudah harus ada 100 ribu.

Masih belum cukup.

Besok sudah harus terkumpul 100 ribu tampaknya tidak mungkin.

Kita minta bantuan Haruo saja. Mungkin dia ada jalan keluarnya untuk kita.

Apa yang bisa kita harapkan dari seorang pelayan tukang roti?

Mungkin dia sekarang memang tukang roti, tapi dulunya dia suka memukuli orang, kan?

Aku pulang.

Kau menjatuhkan ini.

Terima kasih.

Bilang saja...

Kenapa sih kau memaksa sekali?

Jangan bilang begitu dong...

Apa yang sedang kalian bisiki?

Sedang membicarakan tentang kencan.

Kalau keberadaanku disini mengganggu,

kalian boleh pergi sesuka kalian.

Terus bagaimana denganmu? Kalau kau tidak suka disini, kenapa kau tidak tinggal di toko roti itu saja?

Dengan begitu, kami bisa melakukan hal apapun yang menyenangkan.

Memangnya kalian sudah pernah melakukan "hal yang menyenangkan"?

Sudah pernah.

Tuh...Lihat kan?

Ayolah, tolong kasih tanggapan.

Itu tidak perlu.

Ada masalah?

Sachi memusuhiku.

Aku memusuhimu juga!

Ada apa denganmu?!

Baiklah, selanjutnya tambahkan 1300mL air.

Aku sudah tahu.

Tunggu tunggu...

Apakah kau sudah tahu temperatur yang bagus untuk airnya?

Siapa yang tahu...airnya kan sudah ada disana.

Kalau begini, kau tidak mungkin bisa menjadi tukang roti yang handal.

Siapa yang bilang ingin menjadi handal?

-Yamanaka-kun, bisakah kau membantuku sebentar?

Apakah kau meremehkan pekerjaan ini?

Tidak juga.

Aku hanya tidak suka pada orang yang berpikir kalau tukang roti adalah segala-galanya.

Mungkin itu memang cara hidupmu.

Tapi jika kau bekerja dengan sikap seperti itu, itu bisa menjadi masalah.

Teruskanlah, maka kau akan kembali kekehidupan lamamu.

Itu tidak mungkin terjadi.

Seriuslah ketika membuat roti.

Jika tidak, kau tidak berhak bekerja disini.

Tiba-tiba merasa hebat...Memangnya kau pikir, kau ini siapa?

Disini akulah pemiliknya.

Jadi pekerjamu tidak ada hak berbicara?

Begitulah.

Aku selalu bekerja sampai malam.

Sebenarnya, berapa lama jam kerja disini?

Toko buka jam 7...

Tapi, karena untuk penyiapannya, tidak ada jam kerja yang pasti.

Lagipula tidak masalah kan jika kau memang masih bisa mempekerjakannya?

Aku sudah putuskan.

Pekerjaanku selesai jika sudah sore.

Itu adalah hak pekerja, kan?

Terserahlah.

Kalau kau memang tidak mau berusaha, kalau begitu lakukanlah yang kau mau.

Baiklah, kalau begitu aku akan pulang jika sudah sore.

Terserah apa maumu.

- Aku pulang! - Selamat Datang!

Aku pulang.

Selamat datang.

Aku membuat ini di sekolah. Ini untuk Ayah.

Terima kasih.

Ini pasti angsa, kan?

Bagus sekali.

Keiichi-kun. Here, ini untukmu.

Terima kasih!

Ini pasti tupai kan?

Kalau itu maksudmu pinguin? Ini bagus sekali.

- Ini anjing tau... - Anjing?

Kau ini tidak bisa membedakan binatang ya...

Apa.

Sebelumnya aku juga pernah dimusuhi Sa-chan 3 kali.

Tapi tidak berapa lama juga, dia akan lupa.

Kenapa kau berbaik hati mengatakan ini?

Tidak tahu.

Aku hanya takut kau akan mengatakan sesuatu yang tidak-tidak pada Sa-chan, itu saja.

Aku tidak mengatakan apapun.

Kau tidak keberatan dengan semua ini?

Kau tidak akan pernah menjadi Ayahnya atau apapun.

Bukankah lebih baik kalau kau langsung segera pergi?

Terus apa yang sedang kau usahakan?

Apa maksudmu?

Apakah kau siap menerima kau tidak akan bisa menjadi Ibunya Sachi?

Itu tidak ada hubungannya denganku.

Kau ini memang menyebalkan.

Caramu melihat perasaan seseorang.

Ternyata aku benar?

Segeralah tinggalkan tempat ini!

Apa-apaan ini?

Aku kan bilang 100 ribu.

Silahkan.

Saat ini, hanya ini yang kami punya.

Kalian pikir aku akan membiarkannya saja?

Kami yakin, kamu pasti orang yang baik.

Jangan meremehkan aku.

Aku ambil ini.

Apa yang akan kau lakukan?

Ini perjanjian yang bagus, kan?

Aku mengerti.

Kalau begitu, aku akan membiarkan 100 ribunya.

- Bagaimana dengan 30ribu yang sudah kami kasih?/- Sampai jumpa.

Terima kasih.

Iya! Iya Iya!

Terima kasih banyak!

Terima kasih!

Aku baru mendapat pesanan yang luar biasa!

Dua hari lagi, restoran Apel di Shinjuku

ingin kita membuat 300 roti apel untuk mereka.

300?

Kita harus mengumpulkan bahan-bahannya.

Kita harus memesan bahan-bahannya. Kemudian kita akan mengerjakannya besok pagi.

- Jika kita bekerja santai, kita tidak akan bisa sampai waktunya. Jadi, bekerja keraslah!

Memangnya tidak masalah ya?

Kebiasaanmu kau selalu tidak berpikir dulu sebelum bekerja.

Jika kami bertiga yang bekerja sepanjang hari, tidak akan apa-apa.

- Hei. - Eh?

Apakah kau sudah lupa, aku tidak akan bekerja sampai malam lagi?

Ini sudah waktunya pulang ya.

Tunggu...

Bagaimana kalau cuma hari ini saja?

Besok kau boleh tidak masuk.

Tidak perduli.

White Spring subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for White Spring

Opmerkingen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left