De eerste 200 regels.
DI PERMAINAN BARU INI, ISTRIMU ADALAH "WASIT"
PERNIKAHAN R. ELAN, ELAVARASAN S. PAVI, PAVITHRA
Temanmu sangat beruntung.
Berapa banyak orang yang bisa menikahi gadis yang dicintai?
Aku tak paham.
Sayang, kuharap kita juga bisa menikah seperti ini suatu hari.
Kau yang tentukan, Sayang.
Tinggal jawab "ya".
Kau terus mengatakan putraku tak akan jadi apa-apa.
Melihat mereka memakai busana pernikahan membuatku sangat senang!
Lihat!
Dia berhasil!
- Tugas kita sudah selesai. - Ya.
Berkati dengan akshata!
Kau menikah karena cinta?
Cinta? Ayahku bisa membunuhku!
Aku dijodohkan.
Cinta bisa terjadi kapan saja.
Ya. Pasti begitu.
Halo, Manis-Manisku. Akhirnya, hari ini telah tiba.
Semua orang tahu hari ini spesial
bagi influenser Instagram favorit kalian, Purple Pavi.
Beberapa detik lagi, kalian akan menyaksikan momen spesialnya.
Kalian siap?
PASANGAN NORAK
SEGERA BUAT AKUN PASANGAN!
OMONG-OMONG, KAWAN, JANGAN MENIKAH
AKU FAN BERATMU, KAK
- Cepat berikan! - Drum! Lebih keras!
SELAMAT ATAS PERNIKAHANNYA SEMOGA DIBERKATI, SAYANG
ASTAGA
Apa yang terjadi?
Aku tak paham sama sekali, Pak!
Apa aku melewatkan semuanya?
Cintaku!
Hidup luar biasa sampai itu cuma menjadi atraksi, asmara, dan cinta.
Tapi saat kata ketiga berubah…
Ayo, Semuanya
Keterlaluan Apa yang terjadi?
BEBERAPA BULAN SEBELUMNYA
Pavi! Cepat kemari.
Aku datang.
Nyalakan TV. Beritanya mau mulai.
Masih pukul 07.55, Kakek.
- Muah! - Hei!
- Ayah, sudah minum obat diabetesnya? - Belum.
Aku ambilkan.
- Bu! - Ya.
Kenapa tak ingatkan Ayah?
Apa?
Kau bicara seperti akan bersama kami selamanya.
Suatu hari kau akan menikah dan pergi… Hei!
- Untuk apa aku pergi? - Lalu apa?
Kau mau di sini selamanya?
Cepatlah menikah! Paham?
Kita lihat saja nanti.
Ayah, obatnya. Kutaruh di sini.
Hai, Momos!
Anak pintar.
Bagaimana rambutnya?
Ayah, bawa Momos ke spa hewan nanti sore. Ayah senggang, 'kan?
Aku harus menemui auditor pukul tiga.
Baik. Aku saja.
Anak pintar!
Jangan ganggu aku. Aku harus bekerja. Paham?
AKU MENYAYANGIMU PAVIIIII
Selamat pagi, Manis-Manisku.
Pikiran mendadak… Tentang cinta…
Cuma karena suka pada pandangan pertama,
bukan berarti harus jatuh cinta.
Pelan-pelan. Coba pacaran.
Meski kita menerima cinta,
kita tak perlu menikah.
Jika tak suka, bisa putus.
Tak perlu menikah dulu
untuk saling memahami.
Kita bisa coba tinggal bersama.
PERNIKAHAN JEBAKAN
Yang terpenting,
cinta tak harus
di antara pria dan wanita.
Cinta yang indah
sudah sangat progresif.
Tapi apakah semua pria progresif seperti ini?
Itu pertanyaan penting.
FEMINIS PALSU
AYAH
ANDA MEMBLOKIR KONTAK ANDA MEMULIHKAN KONTAK
Kenapa kau cuma menatap fotonya?
Terima saja satu gadis.
Hei Kau suka yang mana?
Keluarga mereka menunggu jawaban.
Blokir.
Mengapa aku dilahirkan?
Mengapa aku tumbuh dewasa?
Atap. Sudah selesai.
Aku di bawah matahari.
Aku datang! Sudah, ya!
Astaga…
Selamat pagi.
Selamat datang. Silakan.
Tidak. Lakukan tugasmu.
Baik, Bos. Jika bersikeras.
Ya, aku bersikeras.
Silakan, Pak.
Ini caramu bekerja?
Periksa tasku juga.
Pak!
Ada dua, 'kan?
Kau dipecat. Keluar.
Ayah, aku dipecat.
- Lupa catni pedasnya. - Apa?
Tidak, Ayah. Kerjaku bagus.
Ini karena politik kantor.
- Siapa? - Tunggu.
- Aku tak bisa cari kerja - Catni favoritmu.
karena izin kerjaku dicabut.
- Apa? - Biar kusajikan.
Ayah, Ibu ada?
Putramu.
Elan.
Aku berjuang di sini 1,5 tahun
dan melunasi bayaran Ayah untuk lowongan ini.
Aku tak tahan lagi di sini.
Aku rindu rumah, dosa buatan Ibu, manisan Nenek,
Kakak, Kakak Ipar, anak…
Aku bahkan rindu dimarahi Ayah.
Biarkan aku pulang, Bu.
Kenapa tiba-tiba kau begini? Mana bisa Ibu melawan ayahmu?
Ibu tahu betapa aku merindukan kalian semua?
Apa Ibu tak merindukanku?
Kau tahu betapa beratnya tanpamu di sini?
Ibu juga merindukanmu, Nak.
Aku juga, Bu.
- Kau tak perlu bekerja lagi, Nak. - Baik.
Meski kau di rumah saja, Ibu akan mengurusmu.
Ibu akan memberimu makan.
Jangan menangis. Aku di sini.
Tetaplah bersama kami. Ibu tak bisa tanpamu.
Ya Tuhan, lindungi dia dari mata jahat
semua makhluk dan orang berbahaya.
Ludahkan.
Sekarang mandi!
Apa ini? Dia cuma suka dosa yang renyah. Buatkan itu.
Baik, Mertuaku.
- Kakak Ipar, itu dosa ghee? - Hei.
Sedang kumasak. Mandilah.
Baik!
Kak, Kenapa Chennai panas sekali?
Bagaimana kau tahan?
Hei! Kau bahkan tak di luar negeri 1,5 tahun.
Kau sudah mengunjungi kami lima kali.
Itu terlalu sering.
Paman, kapan pergi ke luar negeri lagi?
Paman tak akan pergi lagi.
Paman tetap di sini.
Paman akan belikan cokelat dari warung.
Ini cokelat koin emas! Masing-masing satu.
- Hei! - Ya?
Kita harus bicara.
Masuklah.
Minggir. Di mana itu?
Untuk Ayah. Barang spesial.
Semangat! Dia juga punya kejutan untukmu.
Selamat.
BELI RUMAH SENDIRI
Ayah!
Itu terlalu mahal!
Apa pentingnya uang kalau untuk Ayah?
Sudah ada pekerjaan?
Temanku, Vishwanathan, sudah mencarikan
pekerjaan di Chennai.
Aku mulai pekan depan.
Bisa dipercaya?
Ayah! Dia Vishwanathan!
Kau urus pekerjaanmu.
Ayah urus sisanya.
Ayah kirim nomornya.
Nomor putri teman Ayah.
Dia cocok dengan kita.
Ayah urus sisanya.
Kau tinggal temui dia saja.
Ayah, apa ini?
Tak apa, Ayah.
Ayah lupa mengirimkanku fotonya.
Kenapa? Agar kau bisa menolak dengan alasan wajahnya tak sempurna?
Kali ini tanpa foto.
- Pergi! - Baik, Ayah!
- Aku akan menang. - Lihat. Aku menang.
Ilavarasa!
Nenek! Sudah kubilang berapa kali? Panggil aku Elan!
Bawa semuanya ke atas!
Paman tidur di sini.
Nenek buatkan pangsit manis favoritmu. Makanlah.
Kenapa kau tampak sedih?
- Aku baru tiba. - Ya.
Kenapa langsung membicarakan pernikahan?
Sejak kecil, aku percaya pada Pyaar, Prema, and Kaadhal.
Siapa "R. Prema" ini?
Cinta, Nenek.
No comments yet. Be the first to leave one.