Pernille

Pernille (Pørni)

Download Indonesian ondertitel

Seizoen 1

Release informatie

Porni S01 NORWEGIAN WEB-DL NF
Een commentaar door tedi
Retail NF (6 eps)

Tags

webdl
Gepubliceerd op: 2026-06-02
Downloads: 31
Slechthorend: No

Voorbeeld van Indonesian ondertiteling

De eerste 200 regels.

Anda menghubungi Anne.

Kirim pesan teks saja, jangan meninggalkan pesan suara,

karena tak akan kudengarkan. Akan kutelepon balik secepatnya.

Hai, Anne.

Aku di rumah sakit bersama Ayah.

Seharusnya kau di sini.

Aku kesal kau tak ada di sini.

Maaf.

Aku tidak serius.

Aku ingin kau menemaniku di sini.

Aku sangat merindukanmu.

Apa yang mereka pikirkan?

Orang dengan prognosis buruk suka mobil?

Atau merajut?

Hei! Apa kau berminat merajut?

Ayah…

Hei…

Aku membaca soal perawatan ini di Jerman.

- Kita bisa konsultasi dokter… - Jangan bicara begitu seakan aku klien.

Pikirmu, aku tidak konsultasi ke rekan lamaku?

Aku tahu prognosisku.

Maaf.

SEMOGA KELUARGAMU MATI DALAM KEBAKARAN, JALANG

- Ole Johan Middelthon? - Ya.

Sialan…

- Jangan marah. - Jelas aku marah!

Kita mengira Ayah sekarat, lalu mereka…

Kegagalan sistem juga bisa terjadi di pekerjaanmu.

Aku hanya memikirkan pria yang mengira dia sehat.

Saat ini, dia mendapat telepon yang memberitahunya bahwa dia mengidap…

tumor otak stadium akhir.

Aku sering terbangun akhir-akhir ini saat malam hari.

Aku sering berpikir dan sangat takut.

Lalu aku merasa hidup kembali berkat dokter bodoh yang salah tes.

Aku memikirkan hal yang menimpa Anne selama enam bulan.

Betapa singkat dan kejamnya hidup ini.

Hidupku memang indah. Sungguh.

Namun, aku mau jujur kepada diriku

dan orang terdekat selama sisa hidupku.

Baiklah.

- Tidak, kenapa dimatikan? - Kenapa Finn menelepon?

Dia mau mengajak anak-anak ke Kopenhagen.

Kenapa kau harus membayar tiket dan memesan semuanya?

Dia ayah mereka dan itu kewajibannya.

Kehidupannya sulit di Kopenhagen.

Mereka tidak perlu tahu bahwa dia juga bodoh.

Cepat atau lambat mereka akan sadar.

- Sebaiknya lambat saja. - Pernille…

Aku sangat mencintai ibumu.

Aku bersyukur atas kehidupan kami bersama.

Namun, masalahnya…

Aku gay.

- Benarkah? - Ya.

Astaga, Ayah. Itu bagus.

Selamat. Atau harus kuucapkan apa?

Selamat?

Ya, itu bagus.

- Terima kasih banyak. - Ayah…

Astaga.

Kau tahu? Aku harus menggerakkan tubuhku.

Bisakah kau mengantarku ke Sognsvann?

Ya, tentu.

Itu sebabnya Ayah lama di Sognsvann?

Untuk bertemu lelaki?

Aku jalan-jalan di hutan setiap hari. Aku suka aktivitas luar ruangan.

Maaf. Aku tahu.

Tulis "sehat, suka aktivitas luar ruangan, dan gay" di profil kencan.

"Sehat, aktivitas luar ruangan, dan gay"?

Pernille

Kini situasiku jauh berbeda.

Saudariku… Maksudku, pengacaraku berkata

semua sudah siap agar aku bisa mengambil kembali hak asuh Linnea

dalam waktu dekat.

Pertama, kita lihat kemungkinan menghabiskan waktu

bersama Linnea tanpa pengawasan.

Perhatian utama kami adalah hal yang terbaik bagi anak.

Aku harus jawab ini.

- Maaf. Ada telepon. - Tak apa.

Kita harus mengatakan sesuatu. Ini menyedihkan dan memalukan.

Ini tidak memalukan. Jangan gunakan kata itu.

Kau di sini untuk mengamati, bukan memberi nasihat. Paham?

Aku tak paham bagaimana dia bisa bekerja.

Mentalnya terganggu,

tetapi kita harus lihat apa dia sadar dan bagaimana reaksinya.

Kita akan membahas masalah celana nanti.

Maaf. Aku harus memberikan pendapat kedua kepada pasien.

- Kalian ingin kopi, 'kan? - Ya. Terima kasih.

Martine?

Bisakah kau memberi tahu kami pendapatmu tentang bantuan yang ditawarkan kepadamu?

Kopimu mau ditambah susu?

Tidak usah. Kopi tanpa gula saja.

Aku juga mau kopi. Terima kasih.

Sama-sama.

Bisakah kau yang menyetir? Lututku sakit.

- Baik, Bos. - Terima kasih.

"Dewasa dalam sehari."

"Aku bangun dengan lutut sakit. Lutut orang dewasa biasanya sakit."

"Lalu kudengar jeritan bayi. Sial."

"Aku jalan ke ranjang bayi dan menatap bayi tak bahagia."

"Aku tak tahu cara menyusui, jadi kubiarkan dia minum susu sapi."

"Seorang pria berbaring di ranjangku. Kenapa aku menikahinya?"

MEREKA DATANG PEKAN DEPAN?

"Aku meminta pisah."

"Kukemasi barangnya, kuusir dia, dan menepuk kepala bayiku."

"Melajang jauh lebih baik."

BUKAN, AKHIR PEKAN INI.

"Lalu semua gadis di kelas kutraktir kue."

"Semua lelaki di kelas jadi kriminal."

"Mereka mau naik mobilku, tetapi kataku, 'Tidak boleh!"

- Haruskah kubaca semua? - Tak perlu.

Tadi itu bagus sekali. Kau sangat imajinatif.

Bisa keluar sebentar agar aku bisa bicara dengan ibumu?

BISA PESANKAN RESTORAN KEREN?

Terima kasih.

Aku paham ini tahun yang berat bagimu.

Apa perubahan sekolah keponakanmu berjalan lancar?

Kurasa sesuai harapan.

Maaf harus jujur, tetapi aku kehilangan saudari

dan aku merasa sebaiknya kutanya secara langsung.

Tidak apa.

Leo tinggal bersama kami selagi ayahnya direhabilitasi,

tetapi keadaan kami baik-baik saja.

Namun, sepertinya keadaan Sigrid tidak baik.

Dia sering bolos kelas dan pergi ke perpustakaan atau UKS

- karena dia sangat sedih. - Baiklah.

Dia marah karena harus pindah kamar tidur dan semacamnya,

tetapi aku tidak mendapat kesan dia sedih.

Tidak…

Mungkinkah ini kasus kurang perhatian?

Karena kau menangani masalah yang sulit,

maka lebih mudah meremehkan masalahmu.

- Kau mungkin ada benarnya. - Ya?

Aku akan bicara dengannya.

Bagus. Hanya itu yang ingin kusampaikan.

- Terima kasih kopinya. - Terima kasih sudah hadir.

Kau terluka?

Hanya lututku. Aku akan dioperasi.

Pasti semua akan normal kembali.

Ini mungkin agak blak-blakan,

tetapi aku punya dua tiket Father John Misty Jumat ini.

Kau mau pergi denganku?

Bagus sekali.

Akan kulihat jadwalku dan mencari pengasuh anak.

Akan kukabari.

Tentu.

Tentu.

Hati-hati pada Hans Petter. Dia meniduri ibu Sylvi dari kelas B.

Baiklah.

Dia sarapan di rumah Harald.

Kata Vilde, orang tuanya tertular klamidia darinya.

Itu tidak baik. Ibu bisa jadi mandul.

Aku tak keberatan jika tak bisa punya anak lagi.

Itu cocok untukku. Ikat tali sepatumu.

Tak bisakah kau pulang naik sepeda?

Bukankah tujuan bersepeda adalah berolahraga

karena keanggotaan Sats Elixia yang kubayar hanya sia-sia?

Jangan katakan Sats Elixia karena namanya Sats.

Juga jangan katakan "olahraga."

Aku tak tahan dengan tanjakan itu.

Ibu berutang kepadaku. Empat ribu.

Kau pernah lihat Sigrid sedih soal Anne?

Gurunya berkata dia keluar dari kelas karena sedih.

Apa katamu? Empat ribu?

Untuk sepeda bekas? Bukankah intinya membayar lebih murah?

Kenapa kau hamburkan banyak uang untuk sepeda padahal mau ke Argentina?

Itu bukan dari anggaran Argentina.

Benarkah? Dari anggaran apa?

Ibu pelit sekali. Ibu tinggal gratis di rumah Kakek,

tetapi tak mau belikan anak sepeda?

Anak tak boleh dimanjakan meski mampu.

Kau tak mau seperti Celine,

dapat apartemen dari ayahnya saat ulang tahun ke-18.

Aku tak seperti Celine. Itu karena kepribadian juga.

Ya, kau memiliki kepribadian yang sangat menawan.

Sigrid tidak sedih. Itu cuma alasan untuk bolos.

Sigrid. Daya ponselmu sudah penuh. Bisa kembalikan ponselku?

Aku mau kirim foto.

Bisakah kita membahas alasanmu bolos dari kelas

karena kau sedih tentang Bibi Anne?

Aku tidak sedih soal Bibi Anne.

Aku memang sedih, tetapi aku lebih sedih karena Leo tinggal bersama kita.

Dia memakai banyak tempat, bocah lelaki pula, dan menyebalkan.

Hanna, apa cara Vegard Harm menambahkanku di Snapchat?

Sigrid, berikan ponselku.

- Dari "Kasus Tongkat Bisbol." - Jangan dibaca.

"Kupotong vaginamu dengan gunting yang tumpul."

- Kenapa mereka begitu? - Cuma gertakan.

Aku bekerja dengan orang yang emosinya tidak stabil.

Semua benci Dinas Kesejahteraan Anak.

Itu tidak benar.

Banyak yang puas. Kau tak pernah baca orang yang dibantu.

Jangan membolos dan berkata karena kau sedih

padahal kau hanya marah karena Leo menempati kamarmu.

Ayah menelepon dan mengundang kita ke Kopenhagen akhir pekan.

Bagus. Sigrid?

Kita akan pergi ke restoran keren. Gorilla di Distrik Meatpacking.

Keren. Sigrid.

Kenapa kita tak pernah melakukan hal keren?

Boleh kuminta ponselku?

Bukankah seharusnya Ibu pakai pisau, bukan gunting untuk memotong orang?

Pernille subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Pernille

Opmerkingen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left