De eerste 200 regels.
(Ini cerita fiktif. Semua tokoh dan peristiwa tidak berhubungan dengan dunia nyata)
(Adegan yang melibatkan anak-anak dan hewan direkam secara aman)
Ya. Halo?
Aku baru tiba.
Lantai berapa tadi katamu? Apa tim forensik sudah tiba?
- Kau sudah datang? - Ya.
Pelurunya menembus pelipisnya. Dia langsung mati di tempat.
Apa identitas korban sudah diketahui?
Sudah.
Namun, wah... Aku belum pernah melihat kejadian yang begini.
Wah, ini luar biasa. Aksi pembunuhan dengan senjata api di Korea Selatan?
Jadi, aku penasaran apakah ini mungkin...
Mana identitas korbannya?
Pak, ini.
Hwang Min Ho, 38 tahun.
Fakta menariknya adalah orang ini baru saja keluar dari penjara
setelah ditahan karena kasus pembunuhan.
Dia merekayasa kematian istrinya yang sedang hamil dan mencairkan asuransinya.
Dia dipenjara selama tiga tahun dan baru saja bebas tiga hari yang lalu.
Tiga tahun? Hanya itu hukuman untuk setelah melakukan pembunuhan?
Peristiwa itu ditetapkan sebagai kasus mengemudi dalam keadaan mabuk.
Istrinya yang saat itu duduk di kursi penumpang meninggal dunia.
Karena tidak bisa dibuktikan kalau itu kecelakaan yang telah direncanakan,
dia hanya dijerat hukum atas kelalaian berkendara hingga menyebabkan kematian.
Jadi, aku penasaran apakah ini mungkin...
Pukul berapa perkiraan waktu kematiannya?
Menurut dokter forensik, kematiannya sudah lebih dari 12 jam.
Dia meminta dibangunkan pukul 4 pagi,
lalu stafnya menemukannya saat naik ke atas karena dia tidak menjawab.
Dia sudah memesan tiket ke Filipina.
Jadi, dia mungkin berencana untuk terbang menggunakan penerbangan pertama.
Kelihatannya, dia kabur ke luar negeri membawa uangnya untuk memulai hidup baru.
Lebih dari 12 jam?
Jadi, kematiannya sekitar kemarin sore?
Jendelanya masih dalam posisi terbuka saat staf itu tiba.
Dia memang perokok berat.
Wah... Sebenarnya peluru itu asalnya dari mana?
Pak! Aku menemukan benda ini!
Ini peluru! Wah, pelurunya tersangkut di sini.
Benar-benar kematian hasil sekali tembakan.
- Pelankan suaramu. - Baik, Pak.
Tidak, ini mustahil...
Meskipun begitu, jaraknya terlalu jauh...
Apa yang sedang kau lakukan? Ada apa ini?
Meskipun kalian polisi,
menerobos masuk ke gereja suci sepagi ini...
Pak, aku tahu kau pasti terkejut. Aku sendiri juga terkejut.
- Jangan terlalu panik. - Namun...
- Pertama, pembacaan kitab suci hari ini... - Kau harus punya izin terlebih dahulu!
Ini mustahil. Apa jarak sejauh itu bisa terjadi?
Memangnya bisa terlihat?
Oh, apa senjatanya memang sehebat itu? Senjata jenis apa itu?
Diamlah.
Hei, Beom, apa yang harus kita lakukan duluan?
Pertama, amankan rekaman CCTV-nya.
Periksa itu.
Jika posisi penembak runduknya di sini,
kita setidaknya harus bisa mengetahui informasi tentang waktunya.
- Apa? - Waktu terjadinya penembakan.
Bukan kamera gereja saja. Semua CCTV di dekat sini pasti sudah dihapus.
Waktu kejadiannya adalah saat semua rekaman itu lenyap.
Dari mana kau bisa...
Bukankah kau bilang diam-diam menyelidiki semua ini sendirian?
Lalu, ini mungkin... Sesuai dugaanku...
Sepertinya bajingan itu sudah kembali.
Itu mustahil...
Senang berjumpa denganmu lagi, Kingfisher.
- Tolong jaga anakku, ya. - Ayo, jalan.
- Sampai jumpa. - Ya.
- Aku tahu sebuah kafe yang bagus... - Oh, itu Yul!
Apa kau senang Ayah yang mengantarmu hari ini?
Ya, aku menyukainya!
Kalau begitu, Ayah harus lebih sering kemari.
Ya, datang setiap hari saja!
Halo!
- Selamat pagi, Bu. - Selamat pagi.
Selamat pagi, Bu. Namaku Kwon Tae Seong, aku ayahnya Yul.
- Senang bertemu denganmu. - Oh, halo.
- Tolong jaga Yul hari ini. - Dia bilang dia ayahnya Yul.
Bersenang-senanglah hari ini, Yul. Sampai jumpa nanti malam.
Ayah harus melakukannya denganku.
Melakukan apa?
Oh, ibu Yul biasanya melakukannya bersama Yul setiap hari.
Akan kutunjukkan padamu.
Dia bilang, "Yul Sayang, akurlah dengan teman-teman hari ini!"
Yul Sayang, akurlah
- dengan teman-teman hari ini! - Dengan teman-teman hari ini!
Ayo berpamitan dengan ayahmu.
- Sampai jumpa! - Ayo masuk, Yul. Hati-hati!
Hati-hati. Pelan-pelan.
Semoga harimu menyenangkan.
Ternyata dia dibantu oleh suaminya. Pantas saja.
Dia sangat tampan.
Kehidupan ibu Yul sempurna sekali.
Selamat pagi! Hari ini kau kemari lagi.
Selamat pagi.
Oh, Bong! Pak Bong.
Wah, Pak Han!
Oh, aku tidak menyadari keberadaanmu.
Kejutan yang menyenangkan di pagi buta.
Kau sudah begitu menyedihkan di pagi buta.
Kali ini apa? Selada? Dua kantong penuh?
Oh, iya, katanya Tim 2 unggul dalam penjualan kipas angin lagi.
Selamat, ya!
Tidak usah memberi selamat, kami memang selalu unggul.
- Ya, aku tahu. - Aku sudah bosan mendengarnya.
Kami juga unggul dalam penjualan penawadara dan pembersih udara.
Bagaimana dengan Tim 3?
Kami? Tidak berubah. Peringkat terakhir setiap bulannya.
Kau terlalu lembut. Itu dia masalahmu.
Agen penjual harus bertindak kejam saat diperlukan.
Benar sekali.
Kenapa diam saja? Ayo masuk!
Oh, aku memang mau masuk.
Pantas saja seluruh timmu tidak bersemangat.
Benar.
Selamat pagi!
Silakan masuk.
Oh, astaga, sebentar.
Selamat pagi.
Teruslah bekerja dengan baik.
Direktur Yoo!
Ketua Tim Han, bagaimana kabarmu?
Oh, ya, Direktur Yoo.
- Katanya kau sudah kembali. - Benar.
Apa cutimu menyenangkan?
Cuti apanya?
Begitulah.
Biasanya cuti hanya setahun dua tahun, tetapi cutimu tiga tahun penuh.
Karena sekarang kau sudah kembali, kau harus mengejar waktu yang tertinggal.
Kau andalan di tim itu. Kau harus mengejar apa yang sudah tertinggal.
Tentu saja.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Baguslah.
Aku serius, fokuslah.
Kenapa kau bisa selalu berada di peringkat terakhir
setiap bulan, kuartal, tahun, dan dalam setiap kategori produk?
Kalian seperti sekelompok pembunuh saja.
Untuk apa kami yang di lantai bawah repot-repot banting tulang
padahal tim yang menurunkan rata-rata penjualan bisa duduk manis di lantai atas?
Naik.
- Nikmati makanan kelincimu itu. - Tentu saja.
Pergilah.
Haruskah aku menjadwalkan pertemuan?
- Selamat pagi! - Selamat pagi.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Halo.
Apa?
Kudengar kau mendapat kasus yang besar?
- Itu sudah biasa, bukan? - Benar juga.
"Korban Ledakan Mobil Musan Ternyata Raja Narkoba yang Sudah 10 Kali Dipenjara."
Wah, judul yang menarik.
Ledakan, narkoba.
Jujurlah padaku.
Kali ini kau hanya beruntung, 'kan?
Iya.
Sungguh? Kau hanya beruntung? Ini bukan disengaja?
Bae Doo Hyuk...
Dia bermitra dengan jaringan internasional untuk membuat dan mengedarkan narkoba.
Dia adalah mantan preman yang sudah 10 kali dipenjara karena pembunuhan dan kekerasan.
Pada hari kau pergi ke Musan, dia kebetulan...
Terakhir, dia dihukum tiga tahun
atas kasus penganiayaan berat, lalu dibebaskan dua bulan lalu.
Begitu dibebaskan, dia langsung membuat masalah di Musan.
Setelah berbuat separah itu, tepat di hari kau pergi ke Musan...
- Dor! - Wah, aku terkejut sekali.
- Dia sudah meninggal. - Apa ini?
Apa-apaan ini?
Kau benar-benar mengira ini murni kecelakaan?
Bukankah lebih mungkin kalau dia dibunuh lalu kecelakaannya direkayasa?
Hei, kau memburu raja narkoba itu sampai ke sana sendirian?
Kau sudah tidak waras. Sampai sekarang pun kau masih belum waras.
Kau lupa dulu kau sudah pernah melakukan ini? Saat itu kau hampir terbunuh.
Itu... Siapa namanya? Kingfisher.
Peluru Kingfisher hampir membunuhmu. Ah, yang benar saja.
- Berita terkini. - Ada apa ini?
- Sebuah aksi penembakan senapan runduk. - Apa itu?
Baru saja terjadi di pusat Seoul.
- Ada yang menduga Kingfisher, - Baru saja disebut namanya, apa itu dia?
Pembunuh berantai kejam bersenjata api, yang telah menghilang empat tahun terakhir
- kemungkinan telah kembali. - Besarkan suaranya.
Kejadian itu terjadi di sebuah hotel di kawasan Jeonjak-dong, Seoul.
Korban, seorang pria 30-an tahun.
(Aksi Pembunuhan dengan Penembakan di Seoul) yang diketahui berinisial Pak Hwang,
tewas akibat tembakan peluru dari arah luar bangunan.
Untuk detailnya, kami akan segera menyambungkan siaran langsung ke wartawan
untuk kabar terbaru terkait investigasi polisi di tempat kejadian...
Kejadian itu terjadi di sebuah hotel di kawasan Jeonjak-dong, Seoul.
Korban, seorang pria 30-an tahun yang diketahui berinisial Pak Hwang,
tewas akibat tembakan peluru dari arah luar bangunan.
Dilihat dari penggunaan senapan runduk.
dan riwayat kejahatan dari korban,
Ini kasus pertama yang dinilai polisi serupa
dengan kasus asrama Haegong-dong empat tahun lalu.
Ibu, terima kasih makanannya.
Iya, pergilah.
Ada yang menduga Kingfisher,
- pembunuh berantai kejam bersenjata api, - Sun Il, lihatlah.
Situasi terus dipantau dengan ketat.
Tae Seong pasti akan sibuk lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.