Help!   The Beatles

Help! The Beatles

Download Indonesian ondertitel

Release informatie

Help! The Beatles 1965 BluRay Indonesian-by-SonnieBeatles
Een commentaar door Sonnie Beatles
Ucapan terima kasih kepada George Martin Lab Indonesia https://www.facebook.com/groups/gmlab/?fref=ts

Tags

BluRay
Gepubliceerd op: 2014-07-18
Downloads: 65
Slechthorend: Yes

Voorbeeld van Indonesian ondertiteling

De eerste 151 regels.

Demi nama Preverti, Sang putri dari pegunungan

Yang saling berangkulan dengan Rani Yang membuat seluruh dunia bergetar.

Bergetar !

Bergetar !

Yang memiliki nama Mengerikan.

Yang memiliki nama Sangat Buruk. Yang namanya tidak akan dapat diraih

Yang memiliki nama Ibu Hitam, Sang Ibu Kegelapan.

Kaili!

Kami hanya menyerahkan hati kami pada Kaili, Sang peminum darah, Sang Ibu Hitam.

Kaili!

Pembunuh setan, mengalir pada daging ini, sebagai persembahan kami.

- Minumlah... - Tahan!

- Tahan? - Cincinnya.

Dia tidak memakai cincin persembahan.

Dia tidak bisa dijadikan tumbal tanpa cincinnya.

Mana cincinnya? Apa yang telah ia lakukan dengan cincinnya?

Cincin! Cincin!

- Oh, benar-benar mengejutkan. - Mengerikan sekali.

- Ahme. - Persiapan yang diperlukan...

- Persiapkan untuk keberangkatanku... - Sudah siap.

- Sekarang juga, tanpa harus ditunda. - Cincinnya.

Meski harus menyeberangi lautan, kita harus tetap berangkat.

- Bhuta. - Ya Master?

- Ketaatan dan rasa cinta kasih. - Benar.

- Ahme. - Ya benar.

- Cincinnya. - Apa ada yang sudah mencarinya di kamar mandi?

Aku segera mengatur semua keperluanku

- Sudah siap. - Secepatnya.

- Kunjungan ke Inggris. - Ya segera.

Kita harus melakukan sesuatu

Tanpa cincin itu, takkan ada persembahan,

Jika tak ada persembahan, tak akan ada lagi jemaat.

Dan tanpa jemaat...

Aku tak akan ada lagi.

Benar.

- Ayo lambaikan tanganmu - Tidak mau.

- Ayolah, lambaikan saja - Haruskah?

Mereka pasti mengharapkannya kan?

Pemuda-pemuda yang baik dan alami.

Mereka tidak berharap untuk dipuja.

Kamu tahu maksudku, kesuksesan.

Sangat alami dan masih sama seperti mereka saat sebelumnya.

- Seseorang tadi menarik jariku. - Kamu cari perhatian lagi ya?

Dia benar-benar menariknya.

Dia mengenai jariku, kamu tahu...

Berhentilah membuat orang-orang jadi memperhatikan dirimu.

Kupikir dia anggap semacam roti sandwich sampai akhirnya dia menarik jariku.

Dingin. Tempatnya dingin.

- Jadi, mana cincinnya? - Belum. Aku tak bisa menariknya, Swami.

Ya ampun!

Hey! Kamu tadi menggangguku ya waktu tidur?

Maksudku, menarikku dengan pancing.

Aku takkan mengganggumu dengan alat itu. Kamu sedang apa di lantai?

Aku sedang capek.

- Halo? - Halo?

Hey, Beatle!

Bagaimana dengan ini, Shufti?

Emas! Semuanya, emas murni.

Harganya bisa ditawar. Tak ditandai.

- Tak ada tandanya di sana. - Tidak, aku tak menyukainya.

- Jangan. - Itu membuat jari2mu menjadi hijau.

Dia bukan Beatle yang memakai cincinnya.

- Benarkah? - Tidak, sayang sekali.

Hey, Beatle. Kamu mau bersenang2 kan?

Tidak terima kasih, aku bermain rhythm gitar dan organ.

Bukan aku yang membalas kedipannya.

- Bukan yang itu. - Ya ampun.

Mereka tampak sama dari sifat maupun bahasanya.

Swami, hujan sudah mulai turun...

Kejar mereka.

- Cepat, cepat. - Ya, ya.

- Ya benar. - Semuanya masuk.

- Sudah masuk semua, tuan. - Sekarang.

- Ah! Koin Shilling-nya! - Koin?

- Koin. - Oh ya koin!

- Sekarang! Berangkat! - Berangkat.

Kejar mereka..!

Dalam beberapa minggu sudah terjadi 5 kali percobaan merebut cincin itu kembali

- Apa yang membuatmu tertarik padaku? - Kamu sangat sopan.

Kuharap dia ada didalam.

- Kenapa? - Aku sedang mengeposkan surat

Aku tidaklah seperti yang diduga.

Hey! Kulitku merembes sampai ke lapisan paling dalam.

Ada yang sedang mengawasi kita.

Semuanya mentertawakan Ringo atas pendapatnya tersebut

Namun beberapa hari kemudian

Take Five.

"You're going to lose that girl".

1 - 2 - 3

- Anak anak, apa kalian berdengung? - Tidak terima kasih, aku pakai mobil.

Bukan begitu, dengarkan dulu ini, Kalian harus menyanyikannya lagi.

- Apa itu kamu? - Bukan.

Jangan melihat ke arahku.

Kamu yang berdengung. Dasar nakal.

Sekarang ambil cincinnya!

Oh! menyakitkan.

Kaili!

Kaili!

Lari!

Tolong jelaskan dulu sebentar apa yang sebenarnya terjadi?

- Pergilah! - OK.

Oh, ya ampun! Unsur seksual memang kasus mengerikan.

Para pemuda bisa melihatnya di bazaar, tempat belanja, kuil

Tak heran mereka mereka dapat mengendusnya karena memang ada dorongan mistis

Kamipun berusaha keras agar para pemuda bisa terlibat dalam acara pengorbanan.

Dan mereka akan memahami makna dibalik pengorbanan itu.

Tentu saya juga tidak menduga bahwa kita bisa saling bertemu muka

Apa? Siapa? Dimana?

Sekarang! Jika anda mengizinkan saya pamit.

Apa ini berarti sesuatu bagimu? Maksudku, cincinnya...

- Bagus sekali. - Sekarang ini milikmu.

Tidak, Istriku tidak memakai cincin seperti itu. Malah terlihat seperti pamer

- Ternyata ia berasal dari barat. - Bukan, dari Timur. Stepney.

- Cincin ini berarti sesuatu bagimu? - Freemason?

- Kalian semua ternyata orang Inggris! - Itulah gunanya perserikatan.

Aku bohong. Kita punya satu di dalam sana dari daratan timur. Atau tepatnya kita pernah punya.

Hey, Abdul!

- Ya. - Kita punya, kan?

Orang yang berasal dari daerah iklim panas, yang dari bagian timur Suez itu?

Dia orang baik juga.

Kurasa ia masih dibawah sana, di lubang tempat batubara itu.

Apakah darahnya mengalir ke kepalamu, tuan?

Apakah masakan timur mahal-mahal?

Apakah darah mengalir ke perutmu?

Apa cincin ini jelek, tuan?

Argh! Kaili! Ampun! Aku harus segera berbaring.

Oh! Itu lebih baik.

Permisi, Menu yang ini...

Barusan kulihat hal yang paling menakjubkan.

Hey, apa kamu...

Ada orang yang bisa berdiri dengan kepala dibawah

Arthur?

Tolong ambilkan

Kamu makan juga Paul?

Temanmu sedang dalam bahaya. Aku tak bisa berkata lagi.

Ini tempat yang mengasyikkan.

- Sup. - Sup, ya.

Dia hanya punya 3 jam untuk hidup.

- Jangan bilang. - Aku tak bisa berkata lagi.

Aku pesan sup juga.

- Sup! - Sup.

Maaf tuan. Itu cincinnya indah sekali ya

- Kalau tidak salah. - Sungguh?

Cincin persembahan untuk Kaili.

- Jangan bicara begitu. - Aku tak bisa berkata lagi.

Maaf. Jika ia harus di korbankan untuk Kaili

Kenapa dia tidak dicat merah?

Aku tak berani bertanya kepadanya, tapi sebagai sahabat tentu saja aku akan bertanya.

- Apa ini? Kacamata? - Benar tuan. Kacamata.

Setiap hari para korban dipersembahkan untuk Kaili.

Semuanya senang.

More Indonesian subtitles for Help! The Beatles

Opmerkingen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left