De eerste 198 regels.
"The IT Crowd"
Morning, beautiful.
Course. I'll send someone up as soon as I can, okay? Bye.
You're very late.
It's been crazy down here, we've had a call.
- Sorry. - Oh, God.
Are you all right?
- Are you poorly? - No, it's just...
it's just a bad bra.
It's the only one I had handy this morning
and it's really terrible.
It's pinching into my sides
and the straps are digging into my shoulders.
All that and it's not even giving my breasts proper support!
It's killing me.
Oh, Moss.
Moss, Moss.
- Oh, I'm sorry, are you okay? - What happened?
Sometimes I forget I'm not just working with other women.
No, it's my fault
I really ought to be able to listen
to a woman talking about bras without...
Oh! Moss, Moss.
Oh, hello, good morning, here I am. Here we go.
Oh, yeah... Sorry.
The first time, I wasn't expecting you to start talking about bras
and then, the second time, it came as a bit of a surprise
to hear myself talking about them.
It's been a rollercoaster.
Berbaringlah dulu di dalam sana.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Astaga, aku merasa buruk.
- Perayaan yang menyenangkan? - Ya.
Perayaan yang biasa saja.
Aku mungkin agak mabuk di saat terakhir.
Perayaan apakah itu
bila akhirnya kau tak pingsan?
Ya, syukurlah. Tak ada yang melihat.
Bagaimana kau bisa tahu bahwa aku pingsan?
Terkadang, aku punya kemampuan seorang cenayang
dan aku yakin, kau datang langsung dari pesta, 'kan?
Itu mudah. Aku memakai pakaian yang sama.
Roy, aku mencoba mengingat
lirik lagu The Locomotion.
- Kau ingat? - Tentu saja.
- Bagaimana lagunya? - Kau pasti mengetahuinya.
Semoa orang melakukan tarian baru
Tidak. Bukan.
Semua orang melakukan Gerakan dansa baru
Ayo, Sayang Lakukan tarian lokomotif
Ini memang lagu lucu.
- Kau baik-baik saja? - Ya. Ini hanya bra yang buruk.
- Astaga. - Baiklah. Aku harus pergi.
Pertemuan kepala departemen.
Setelah kegagalan pekan lalu, aku harus membuat kesan baik.
Kami tak mengira, kau akan memercayai kami.
Ayolah. Berhentilah memikirkan itu sedetik saja
dan kau akan menyadari, itu tak benar.
Menurutku, itu tak benar.
Tanpa mengurangi rasa hormat, John, tapi aku kepala TI.
Aku mendapat informasi dari sumber yang terpercaya.
Bila mengetik "google" di Google, kau bisa merusak internet.
Jadi, tolong, jangan mencobanya, bahkan untuk lelucon.
Ini bukan lelucon. Kau bisa merusak internet.
Kau tak tahu rasanya mengikuti rapat kepala departemen.
Mereka pembunuh.
Tak ada salahnya terlihat konyol sepanjang waktu.
Roy, ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu.
Apa?
Stephanie tadi menelepon.
Douglas membutuhkan seseorang untuk memeriksa komputernya.
Tidak. Suruh Moss melakukannya.
Moss sedang merasa tak sehat.
Lagi pula, dari kalianberdua, kaulah pakarnya.
The Ordinary Boys.
Dari mana mereka mendapatkan nama gila ini?
Masuklah.
Hai, Tuan Reynholm. Roy, dari TI.
Komputerku rusak.
Harus kukatakan, penampilanmu amat liar.
Segalanya berlangsung cepat dan aku tak bisa mengikutinya.
Pertama, The Ordinary Boys, dan kini, ini.
- Perlu kuperiksa komputernya? - Ya.
- Mari kita mulai, ya? - Apa?
Apa yang membutuhkan keahlianku?
Kau tadi menyebut, kau staf TI, 'kan?
Ya.
Ayo, Tuan Reynholm, sementara aku di bawah sini,
akan lebih baik bila aku bekerja.
Baiklah. Aku akan pindah ke sini.
Tentu saja.
Aku bisa melihat, yang membuatmu mengalami masalah.
Ini bukanlah komputer. Ini koper.
- Bagus. - Aku akan menyiapkan untukmu.
Aku mengagumimu, Roy.
Kau memiliki nyali untuk mempertahankan keyakinanmu.
Baiklah. Sampai jumpa.
Roy,...
...semoga beruntung.
Artinya, kita kini memiliki toilet terbersih
di departemen legal apa pun di London.
- Terima kasih. - Bagus, James.
Kau berhasil berbicara delapan menit
tanpa mengatakan apa pun.
- Menurutku,... - Apa?
Bukan apa-apa.
Siapa selanjutnya? Baiklah, Jen.
Apa yang terjadi di Bumi Tengah?
Terima kasih, John. Bersiaplah merasa kagum,
karena aku telah menemukan empat cara untuk meningkatkan
kemunculan kita di internet tanpa mengeluarkan satu sen pun.
Pertama,...
Maaf.
Pertama,...
Pertama...
- Benda sialan ini. - Astaga!
Benda sialan ini amat mengganggu.
Aku wanita.
Benar-benar mencubit samping tubuhku.
Talinya melesak ke pundakku.
Moss, lihat. Aku wanita.
Aku mencintaimu, Moss.
Aku mencintaimu.
Talinya melesak ke pundakku.
Branya tak menyangga payudaraku dengan baik.
Menyangga dengan baik. Menyangga dengan baik.
Tunggu sebentar.
Tunggu sebentar.
"Kamar Ibu Moss, Pukul 02.00"
Aku berhasil.
Aku berhasil!
- Halo. - Halo, Jen.
Siapa ini?
Itu tak penting sekarang.
Tertulis "Moss" di teleponku.
Ya, benar, ini aku.
Kenapa kau menyamarkan suaramu?
Karena bila seseorang mendengar percakapan ini,
aku tak mau, mereka mengenali identitasku.
- Tapi, kini mereka sudah tahu. - Ya, terima kasih.
Jadi, kenapa kau tak memakai suara normalmu lagi?
Ini terpasang di telepon dan aku harus menutupnya dulu.
Dengarkan saja.
Kenapa kau tak masuk dan bicara denganku.
Kau...
- Kau merusak semuanya. - Apa maumu, Moss?
Lepaskan atasanmu, Jen.
- Maaf? - Kau dengar. Lepaskan atasanmu.
- Ini soal apa? - Lihat saja nanti.
Ini salah satu penemuanmu lagi?
Mungkin.
Apa yang terakhir? Ya.
Tangga untuk membantu ngengat keluar dari bak mandi.
- Kenapa itu amat berguna? - Kenapa tidak?
- Ngengat takkan terjebak di bak. - Ya, mereka terjebak.
Bahkan bila itu benar,
bukan sifat mereka untuk belajar memakai tangga.
Mereka punya sayap.
Saat ngengat berpikir untuk pergi ke arah atas,...
...tangga adalah benda terakhir yang mereka pikirkan.
Moss, aku tak suka berkomentar negatif soal ini,
tapi semua yang kau temukan tidak berguna.
Bersiaplah mengoleskan moster pada kata-kata itu
karena kau akan segera menyantapnya dengan irisan pai ini,
yang berasal langsung dari oven rasa malu,
yang besarnya gas sudah disetel untuk membuatmu malu.
Aku lupa dengan yang kubicarakan.
Itu Jen. Itu dia. Barangku adalah bra.
Aku berhasil menciptakan bra yang hebat.
Bagaimana?
Apa nyaman?
Ini mungkin bra paling nyaman yang pernah kupakai.
Memakai baju di atas bra yang jelek
seperti membangun rumah tanpa membuat fondasi.
Ini penghematan yang salah
dan bra yang buruk bisa merusak
setelan baju yang kau pilih dengan susah payah.
- Kau benar-benar paham soal itu. - Terima kasih.
- Google? - Ya.
Jen, Roy, bra yang buruk bukan sekadar menggangu,
itu juga berbahaya.
Bertahun-tahun memakai bra buruk bisa turut berperan
pada rasa sakit di punggung atas dan pundak.
Itu bahkan bisa memicu sakit kepala.
Apa yang menjadikan bra ini berbeda?
- Ini tak bisa rusak. - Apa maksudmu?
Elemen kecil fisilca saling bergesekan,
mencegah kain diam terlalu lama dalam satu posisi.
Ini bra yang hidup.
Efeknya seperti memiliki sepasang tangan pria
yang menahan payudara.
Tapi, branya akan rusak. Semua bra akan rusak.
Yang ini tidak, Jen.
Jangan cuma memercayai kata-kataku. Cobalah membawanya.
Apa namanya?
Aku menamainya Abracadabra.
- Kau bercanda. - Tidak.
Kau sungguh akan mengikuti Dragons' Den?
No comments yet. Be the first to leave one.