De eerste 200 regels.
Hei, apa kabar?
Aku benci menjadi pria seperti itu.
Aku adalah orang bodoh yang tak merokok di perjalanan pulang kerja.
Bolehkah aku...
Kontribusiku.
Apa itu, berlian?
Kurasa asbak.
Kau baru pindah?
Ya, sekitar tiga atau empat jam lalu.
Aku akan segera meninggalkan kota
jadi aku hanya mengemas semua barang di tempat lamaku.
Menjualnya di sana, menemukan tempat ini.
Tak ada kontrak sewa, menyambarnya lewat daring, tanpa pemandangan.
Sudah berapa lama di sini?
Aku... punya mantan suami, karenanya baru mulai merokok.
Sekitar satu dekade, yang kurasa membuatku
duta besar bagi penyewa baru.
Apakah plafonmu bocor?
Apakah merusak barangmu?
Tak ada yang bisa dirusak.
Mantanku sebenarnya meninggalkan banyak barang
di garasi, yang mau kusumbangkan
jika kau mau memakainya sementara, seperti
perabotan dan sebagainya.
Kau baik sekali.
Dan aku menerima tawaranmu.
Aku ingin bilang, mari ambil sekarang
tapi kau seperti sedang melakukan operasi bedah.
Ya, aku seorang fotografer pernikahan
dan aku tertidur dan mungkin baru bangun setelah resepsi.
Ada semacam pernikahan gotik Musim Gugur Ekuinoks.
Hebatnya LA, masih terdapat lingkungan gotik yang besar.
Jadi mereka hanya menyajikan koktail sepanjang malam
tapi dimulai dengan darah, dan aku terkena.
Kau akan terkejut.
Bar tempat aku bekerja semalam
seperti gelombang gelap elektro gotik.
Kurasa, entahlah, tampak seperti Festival Renaissance, tapi aku bingung,
kenapa ada lebih banyak darah di tubuhku dari biasanya.
Dan sekarang aku tahu,
itu... apa katamu tadi? Musim gugur...
Musim gugur. Musim gugur ekuinoks.
Saat ilalang mengering, bukit terbakar dan semua berbau
seperti barbeku, itu indah.
Astaga. Lihat ini.
Semalam di lereng bukit itu,
aku melihat ini.
LA seperti Halloween, tapi sepanjang waktu.
Itu tempat barumu?
Ya, benar.
Itu sarangku sementara.
Itu sudah kosong sejak aku pindah.
Jadi, senang ada seseorang yang bisa menjaga kita di sini.
Semakin buruk. Gelandangan.
Sudah kosong selama lebih dari satu dekade?
Di sana ada pembunuhan atau semacamnya?
Seharusnya aku diberi tahu. Ada apa?
Sebenarnya, ya.
Nenek usia 90 tahun melemparkan kakek keluar jendela
dan jatuh tersungkur, tepat di tempat kau berdiri.
Setidaknya kita dekat bandara.
Ada seorang pria duduk di barku dan dia selalu mengatakan ini.
Dia berkata, "Hei, itu jatuh begitu cepat."
Kuharap apa yang dikatakan pria itu cukup cepat
untuk tak rasakan dampaknya.
Tidak, aku mengarangnya. Tak ada yang mati. Aku bercanda.
Omong-omong. Aku harus memeriksa dan mengisi daya mesinnya sebelum gereja.
Jadi mampirlah saat ingin memindahkan barangmu.
Oh, tetangga yang buruk, aku John.
Oh, Levi. Baiklah.
Hei, terima kasih untuk ini.
Lihatlah. Itu si lapar Dave.
Dia sungguh agresif. Jangan biarkan dia menatapmu, ya?
Yang menurutku berjalan salah...
adalah terjadinya salah satu dari dua hal.
Entah mereka mencoba untuk menyatukan...
teka-teki kosmik rumit yang indah ini.
Dan beberapa dari potongan itu luar biasa.
Atau cara mereka menyatukannya.
Itu menciptakan kekacauan abstrak
yang bisa mereka ilhami dengan makna apa pun yang mereka mau.
Tak terlalu penting
karena itu memengaruhi mereka dalam berbagai cara.
Dan menurutku itu tak sepadan dengan apa yang terjadi.
Aku masih percaya sebagian dari itu nyata.
Kau bisa menyebutnya dengan istilah ilmiah,
itu tak terlalu penting karena hasilnya sama.
Dan itu sungguh menyedihkan.
Maksudku bukan hanya yang mati.
Dan ada ekor kuning ini,
tapi antara aku dan itu, seperti
gua yang ada lamun laut di atasnya.
Dan itu seperti perangkap lobster abad ke-19
yang keluar darinya, 'kan?
Kemudian... bum.
Aku melihat ke bawah, ada cakar di mencengkeram lenganku.
Dan kulihat ke atas, ada lobster seukuran Danny DeVito.
Aku serius.
Dan dia menyeretku
dan aku sangat terpesona, tapi kemudian aku menatap matanya
sehingga aku hampir lupa, aku bersenjata
dan bisa menembak dengan tangan kiri.
Kubidik dan tembak dia, menombaknya.
Hampir tak mengganggunya.
Hanya berjalan kembali ke guanya.
Aku belum pernah melihat lobster itu lagi. Aku tak pernah melihat tombak itu lagi.
Aku tak dapatkan tuna besar itu,
tapi itu hari di mana aku belajar
ada banyak restoran sushi bagus di Los Angeles,
tapi aku tak makan lobster gulung. Lobster adalah makhluk yang cerdas.
Kau bisa gunakan wifi-ku jika mau.
Sinyalku sangat bagus di sini, tapi aku mungkin akan terima tawaranmu.
Apa jaringanmu?
Itu "Lihatlah LAN yang dijanjikan."
L-A-N, dahulu lingkungan Tn. Rogers
tapi itu milik Lonnie. Itu tidak cerdas.
Oh, kata sandinya mudah diingat.
"HARI PENGHAKIMAN", semua huruf besar.
Ada begitu banyak jaringan.
Akan kuurus ini nanti.
Tapi sekarang aku harus mengurus kegiatan amal di penampungan pemuda.
Mau kuambilkan untuk dibawa? Bir atau apa?
Aku sangat menghargai semua ini.
Tidak, terima kasih. Sebenarnya, aku tak minum.
Bagus untukmu, Kawan.
Sudah berapa lama kau bersih?
Sekarang sudah 10 tahun, Lonnie anggota AA.
Aku pun jadi AA, tapi tak pernah ada masalah.
Aku masuk begitu saja.
Terjebak. Entahlah.
Oke, baiklah.
Jangan lupa tanamanmu, saat keluar.
Tidak, itu milikmu. Itu hadiah penyambutan.
Nenekku mengelola jasa penjagaan anak
di Central Valley.
Aku kadang membantunya.
Yang dibicarakan menelepon.
Hei, boleh jika kutaruh di sini?
Menghilang di halaman.
Lakukan yang kau mau.
Hai, Nenek.
Aku mungkin bisa ke sana hari Minggu depan, seperti biasa.
Ya. Tentu aku akan berdandan dan memakai jas.
Bukan hanya untuk Tuhan, tapi untukmu.
Baiklah, amin.
Baik, pergilah. Aku sayang kau. Dah.
Dia sudah gila.
Sampai jumpa.
Boleh kutawarkan?
Satu untuk di jalan.
Ya. Terima kasih.
Kau melupakan sesuatu?
Lihatlah ini.
Itu...
Itu bergerak sendiri
atau digerakkan sesuatu yang tak terlihat.
Ada cahaya.
Ya, tentu saja.
Tak diragukan lagi. Aku merasa tidak enak tentang ini,
aku benar-benar harus mengurus kegiatan amal
di penampungan pemuda, tapi aku tak mau menggegasmu.
Tentu. Ya, memangnya kita mau apa? Berdiri seharian di sini
dan membahas soal dugaanku melihat hantu di apartemen baru?
Maaf. Aku pasti tetangga teranehmu.
Dan sampai bertemu lagi.
Itu sangat bodoh.
Tidak, itu aneh. Seakan kita menghabiskan hidup kita memikirkan hal-hal tertentu
yang akan selalu menjadi misteri.
Seperti identitas Jack the Ripper, segitiga bermuda, atau piramida besar.
Piramida bukan lagi misteri.
Aku melihat video YouTube dan mereka hanya membangun di pasir basah.
Baiklah. Banyak hal yang masih menjadi misteri.
Hanya tak menduga menyaksikannya
di sore menyebalkan di apartemen murah.
Kita lebih diawasi di sepanjang sejarah.
Semua punya kamera ponsel di saku, dan kita masih belum punya satu pun
bukti hantu atau supranatural apa pun.
Yah.
Begitulah.
Di sana.
Aneh. Aku tak merasa...
Kau merasa takut?
Saat itu terjadi, saat kita melihatnya, aku sungguh takut.
Namun, ketakutan itu tergantikan oleh sesuatu.
Baiklah, ini terdengar aneh karena kita baru bertemu
tetapi ketika pertama kali aku pindah ke LA,
aku punya pekerjaan di bar.
Di salah satu hari pertamaku, aku sedang memoles gelas
dan ada pria di belakang bar yang berkata,
"Hei, berapa lama waktu yang kau beri?"
Seperti, berapa lama yang kubutuhkan untuk mengambil emas di barat?
Dan kukatakan padanya...
Menurutmu apa yang kukatakan padanya?
Tiga puluh sembilan tahun.
Kubilang sepuluh, tapi jadinya 20.
Dan aku masih mengemudikan Mazda menyebalkan yang sama...
ke bar yang sama, kecuali ginjalku sakit,
aku merawat diriku sendiri, dan aku cukup yakin hatiku terserang.
Baiklah, jadi fotografi, 'kan?
Itu seharusnya menjadi sumber uangmu.
No comments yet. Be the first to leave one.