De eerste 200 regels.
Ding Chang-quan!
PEMBUNUHAN
Di mana anak itu?
Sudah saatnya aku pergi, Quan.
Hari-hari di dalam terlalu panjang, waktu singkat.
Tak penting jika orang cerdik.
Sifat asli tak bisa diubah. Takdir tak bisa diubah.
Pada akhirnya, semua sama saja.
Sifat manusia dan takdir terjalin.
Apa?
Kakak Sha.
Ada yang tak beres. Tang.
Kakak Sha!
Dia kena serangan jantung.
Kakak Sha!
- Kakak Sha! - Tolong!
- Dia serangan jantung. - Tolong.
Tolong.
Kakak Sha!
Kakak Sha!
Tolong.
Kakak Sha. Tolong.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
AULA DANSA PUTIH SALJU
GEDUNG PERTEMUAN GENG CHONG HE
Belum siap?
Aku harus buang air kecil.
Selamat sore, Bos.
Selamat sore, Bos.
Sial.
Apa kau tukang antar piza?
Bajingan.
Aku suka si baju putih.
Persetan kau!
Kau pikir kau di rumah sendiri?
Bai Lan.
Apa kau bodoh?
Tunggu apa lagi?
Hei.
Kau dengar? Persetan kau.
Selamat sore, Bos Qui.
Sore, Bos Wan.
Persetan kau.
Sore, Tn. Cui.
Siapa kau? Bajingan!
Selera bagus, Bos Qui.
Dia mahasiswi. Kuserahkan dia dalam pengawasanmu.
Persetan kau!
Persetan kau!
Bajingan.
Mati kau!
Persetan kau!
Mahasiswi?
Hal terburuk dalam hidup adalah tak puas dengan pilihan.
Tak ada yang namanya terpaksa.
Hanya pengecut dan munafik yang bilang begitu.
Kau yang mana?
Tn. Cui, mereka sampai.
Ini mereka.
Hai, Paman Cui.
Bos,
ini keponakanku, Gui.
Gui, perkenalkan pria di sampingmu.
Lapor, Bos Qui, Bos Wan, Paman Cui.
Ini temanku, Xiao Sha.
Cui bilang kalian bertengkar dengan Geng Zhong Nan 10 hari lalu?
Apakah tiga lawan 20?
Maaf, Bos Qui. Sebenarnya tiga lawan 23.
Dua puluh tiga?
Gui artinya iblis.
Orang takut akan iblis.
Xiao Sha?
Dengan nama itu, aku ingin menamparmu.
Di mana kampungmu?
Margaku Xiao, Sha artinya tiga.
Aku putra ketiga. Dua kakakku di Tiongkok.
Aku tak pernah bertemu mereka. Ayahku dari Jiangxi.
Ke Taiwan sebagai petugas tahun 1949.
Aku lahir saat dia usia 60, dia mati usia 70.
Baiklah. Santai saja.
Pekerjaan keluargamu?
Bisnis catur.
Dalam berapa langkah aku bisa mengalahkannya?
Bos, kau buru-buru, ya?
Bos Qui punya tiga langkah.
Bos Wan hanya satu langkah.
Artinya aku kalah?
Tidak.
Jika Bos Wan salah jalan, maka kita lihat nanti.
Bos Besar Qui ketuanya.
Bos Wan pintar.
Dan Tuan Cui setia,
Bai Lan belajar banyak.
Kau cepat belajar.
Jadi, kenapa berkelahi?
Mereka ganggu adikku.
Bos.
Adiknya terbelakang.
Mereka diadopsi oleh kakakku, tapi kakakku mati muda.
Kubesarkan keduanya.
Gui amat melindungi
adiknya.
Kesetiaan seperti itu jarang ada.
Bukankah katamu ada tiga?
Yang satu lagi?
Ini dia.
Selamat sore, Bos Qui, Bos Wan, Tn. Cui. Maaf terlambat.
Katamu hanya buang air kecil?
Di sini aku tak dikenal,
aku tak diizinkan masuk.
Aku suka mereka.
Mengingatkanku akan masa muda.
Baiklah.
Cukup untuk hari ini.
Lain kali bertemu Geng Zhong Nan,
jangan berkelahi.
Katakan kalian kini milikku, anggota Geng Chong He.
Tenang. Kalian bisa sumpah setia bersama anggota baru lainnya.
Cui, kirim mereka ke Shen. Beri tugas mudah dulu.
Gadis muda.
Ya, Bos.
Aku harus pulang makan malam.
Istriku mengomeliku.
Kakak Wan punya terlalu banyak pacar,
tapi tampaknya dia sangat menyukaimu. Kau lihat saja nanti..
Jaga diri, Bos.
Lalu dia, aku tahu dia petarung.
Tulang iga sudah siap. Bisa kirimkan ke keluarga Lee?
Mereka terlalu pelit.
Anak-anak mereka tak tumbuh. Perlu diberi makan.
Kutambah untuk Gui untuk berterima kasih pada Paman Cui dan Bos Qui.
Kau pikir Ibu setuju?
Lihat wajahmu. Memar-memar.
Ibu tahu kau pikir mereka punya kode moral sendiri.
Tapi kau takkan bisa jaga martabat.
Rasa kemanusiaanmu akan hilang.
Ada pepatah, "kau harus adaptasi dengan lingkungan sekitar."
Kalian pikir berbuat baik?
- Karena saling setia? - Bibi!
Astaga.
Apa kau gila?
Jing-fang milikku.
Katakan padanya.
Akan kulakukan.
Namun jangan harapkan dia menikahi Quan.
Tak adil bagi Gui dan aku.
Aku tak bilang apa-apa.
Aku tak butuh Jing-fang jika punya mi Bu Ding.
Dia menikah atau tidak, itu terserah putraku.
Bibi!
- Kukira aku putramu juga? - Minggir!
Kau terlalu banyak bicara!
Tak ada yang senakal kau.
Sial.
Kukencingi kau, dasar nakal.
Kalian sudah dewasa!
Kemari.
Ibu, bersulang.
Fu Xing.
Hei.
Ayo, Anak-anak. Istrimu di sini.
Jadilah pria dewasa.
Jing-fang.
Xiao Sha ingin bilang sesuatu.
- Apa? - Terima kasih, Bibi.
Kami akan selesaikan masalah sendiri.
Makanlah.
Apakah seru?
Aromanya harum.
Layang-layang tak harum.
Jing-fang harum.
Sial kau.
Ini, Fu Xing.
Terima kasih.
Sama-sama!
Kau gila.
Jing-fang, maaf Fu Xing merepotkan.
Tak apa. Kami saling sayang.
Fu Xing anak baik.
Dia amat mencintai Jing-fang.
- Jiang Jing-fang! - Cui Wan-fu!
Apa?
Bersulang.
Ini, buka mulutmu...
Di telapak tanganku
Masih ada kehangatanmu, berkeringat
Di depan mataku...
- Selamat malam. - Selamat malam.
...merekah
Hei.
Hei.
- Dah. - Hei.
...disia-siakan
Jangan jatuh cinta terlalu awal
Juga jangan terlambat menyadarinya
Di telapak tanganku
Masih ada kehangatanmu, berkeringat
Di depan mataku
Masih ada senyummu, merekah
Disebut penyesalan
No comments yet. Be the first to leave one.