De eerste 200 regels.
-- noebot08 ---
Stasiun Pusat Milan
Kenapa kau tidak naik kereta bersama kami.
Karena aku akan naik mobil bersama ayahmu.
Itu mereka.
Pierrot, begitu kita sampai di Perancis, kita tak akan berpindah-pindah lagi.
Kita akan selalu bersama. Kau paham?
Kami mungkin akan lebih duluan sampai.
- Belikan kami pakaian. - Baiklah.
Jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja.
Dia ingin mengingatkannya agar berhati-hati.
Tapi untuk apa?
Dia tak mengucapkan sepatah kata pun saat mengemasi barang bawaannya...,
..atau nyaris tanpa barang bawaan.
Anak-anaknya mengikuti.
Mereka tak membutuhkan apa-apa, selain sekolah.
Untuk perjalanan terakhirnya ini, dia hanya membawa barang yang penting.
Tas tangannya berisi uang terakhir mereka.
Tapi meninggalkan Italia dan melintasi perbatasan memerlukan banyak uang.
Dan soal uang, kedua pria ini ahlinya.
Pria ini adalah Abel Davos, dihukum mati secara absentia.
Dalam pelariannya selama bertahun-tahun, dia sadar keuangannya menipis...,
...meskipun dalam keresahannya itu dia terus berpindah-pindah.
Dengan semakin ketatnya polisi Italia...,
...Prancis adalah pilihan terbaik.
Mungkin dia telah terlupakan.
Dan pria ini adalah rekannya. Raymond Naldi.
Bagi mereka, kota ini biasa-biasa saja.
Mereka tak peduli. Orang-orang sekitar tidak berarti.
Kita tidak punya pilihan.
Lebih mudah daripada Turin.
- Berapa banyak? - 500.000.
- Kau bercanda! - Tidak.
Ini cukup untuk perjalanan ini.
Kita jangan lewat Ventimiglia
Yang terpenting adalah sampai di sana.
Tentu saja.
Kita berangkat sesuai rencana.
- Di mana sepeda motornya? - Di luar kota Corte Maggiore
- Sudah kau isi tangkinya? - Ya.
- Ekor. - Kepala. Kau kalah.
Aku menang.
Dia berhenti atau tidak?
Suruh mereka memblokade jalan Route 6!
Kuncinya!
Cepat!
Berhenti, pencuri!
Bodoh! Kenapa kau serahkan mobilnya begitu saja?
Raymond!
Kita adalah yang terhebat!
HALTE BUS
Ibu!
Ibu, lihat ini!
Bolehkah aku masuk ke air?
Hanya untuk mencelupkan kakiku!
Jangan, sayang!
Ibu, mereka sudah tiba!
Abel!
Aku begitu cemas.
Kami berhasil.
- Di mana Ferucci? - Di rumah.
Aku pergi dulu.
- Berapa yang mereka katakan padamu? - Enam atau tujuh juta.
Sialan mereka!
- Hai. - Hai, Naldi.
Tanpa blokade jalan, pasti akan mudah.
Resikonya kecil.
Aku telah merencakan semuanya.
Kini itu mustahil.
Aku mengerti.
Dan sembunyi di kota perbatasan lebih berbahaya.
Lalu bagaimana sekarang?
Entahlah. Kita tak bisa kembali.
San Romeo pilihan terbaik kita.
Di sana banyak turis.
Dia bilang apa?
- Kita pergi lewat San Remo. - Ya, lewat San Remo saja.
Thérèse!
Ayo, sayang. Kita masuk ke dalam.
Pierrot, kau juga, masuklah.
Itu kota Menton. Belok kanan.
Mereka tidur.
Biarkan mereka tidur. Kita bangunkan bila sudah sampai.
Pelan-pelan. Kita terlalu berisik.
Bagaimana dengan perahunya?
Kita kunci setangnya dan arahkan ke laut.
Matikan mesinnya.
Ayo, Thérèse.
Kita sudah sampai!
Pierrot, jaga Daniel.
Hei, kau!
Apa yang kau lakukan di situ?
Angkat tanganmu dan jalan kemari.
Raymond!
Thérèse!
Raymond Naldi.
Mantan rekan Pierrot le Fou.
- Penjahat kelas kakap? - Ya.
Dan wanita itu?
Aku tidak tahu. Aku belum pernah melihatnya.
Kejadian pertama di Roma. Mereka menyerang kurir bank.
Satu orang tewas.
Lalu Genoa dan Turin. Dua orang tewas.
Gambarkan pria itu.
Bertubuh besar. Pundaknya lebar.
Rambut hitam. Wajahnya kotak.
Mengenakan pakaian biru. Bersama anak berusia 7 atau 8 tahun...,
...dan anak berusia empat atau lima tahun.
Buat laporannya.
Periksa semua stasiun, jalan, bandara, dan hotel...,
...hingga ke Marseille.
Anak-anak makan saat jam makan.
Dan mereka cepat tidur.
Baku tembak antara petugas bea cukai dan gangster.
...melarikan diri bersama anak-anaknya.
Langkah pencegahan telah dilaksanakan agar buronan tidak kabur dari daerah itu.
Pierrot.
Dengarkan baik-baik karena yang akan Ayah sampaikan sangat penting.
Kita tak bisa berjalan bersama-sama di jalan seperti sebelumnya.
Kalian harus berjalan di belakang Ayah.
Pegang tangan Daniel...,
...dan kalian harus selalu bersama.
Jaga jarak 10 kaki di belakang Ayah.
Jaraknya seperti dari sini ke tiang itu.
Kau mengerti?
Jika Ayah tidak memanggilmu...
Jika Ayah tidak memanggilmu, jangan mendekat.
Dan jika suatu saat...,
...kau melihat ada yang mengepung Ayah...,
...jangan mendekat atau berteriak. Tetap diam.
Teruslah berjalan ke arah lain bersama adikmu.
Lalu kami harus ke mana?
Ke sini, ke gereja.
Temui pendeta.
Tapi jangan khawatir. Itu takkan terjadi.
Sekarang kita keluar. Kawan-kawanku akan menjemput kita.
Itu saja.
Lakukan seperti yang Ayah katakan.
Telepon dari Paris, Tuan.
Aku ingin bicara dengan Henri Vintran.
- Kaukah itu, Riton? - Ya.
Ini Abel.
Abel? Sulit kupercaya! Apa ini benar-benar dirimu?
Aku di Nice. Ada masalah. Aku bisa gila.
Aku bersama anak-anakku. Kau dengar?
Ya, aku dengar.
Thérèse tewas.
Astaga! Kau dibalik peristiwa itu?
Ya, dan ini mendesak.
Astaga!
Aku tak bisa ke mana-mana, Riton.
Tunggu. Kau masih punya uang?
Ya, tentu.
- Bénazet. - Siapa?
Bé-na-zet. Quai de Lunel.
Kau harus ke sini...,
...naik ambulance atau kendaraan sejenis itu.
Kita bertemu di tempat yang dulu.
Seperti sebelumnya.
Aku dengar. Seperti sebelumnya.
Jangan khawatir.
Hubungi yang lain. Jeannot, Fargier, dan yang lain.
Kau dengar?
Ya. Jangan khawatir.
Aku akan menghubungimu dua hari lagi.
Dua hari lagi. Jangan khawatir.
Antara gerbang Saint Denis dan gerbang Saint Martin...
...ada 50 orang bernama Riton...,
...tapi hanya satu orang yang dijuluki "Riton Gerbang".
Dia bukanlah pria yang mudah mengkhianati persahabatan.
Tapi bisnis tetaplah bisnis.
Bir.
- Ada apa? - Tidak apa-apa.
Denise.
Bila Jeannot datang, suruh dia menemuiku di kediaman Fargier.
Di hotelnya.
Jadi, dia dalang peristiwa di Italia.
Ya.
Di mana tempat pertemuannya?
Kantor pos Grimaldi, seperti sebelumnya.
Seorang mantan pembobol brankas...,
...Raoul Fargier memiliki sebuah hotel dan vila di Le Vésinet.
Dia masih melakukan pekerjaan kotor, tapi dia sangat berhati-hati.
Jean Martin, alias "Kid Jeannot", masih dalam dunia hitam tapi tak beruntung.
Dan dua hari lagi, dia akan menghubungiku.
Kau sudah mengatakannya tadi.
Situasi seperti ini...
- ...harus dipikirkan secara matang. - Tampak sederhana bagiku.
Semuanya sederhana bagimu.
Kita ke sana naik ambulance dan senjata api...
...dan kembali bersama anak-anak.
Bukankah itu yang dia inginkan?
Apa maksudnya "kita ke sana"?
Aku juga bisa bilang begitu. Tapi kau lupa satu hal...,
...kau tidak bisa pergi.
Dia tahanan kota.
Aku tidak mengerti. Apa maksudmu?
Kau tak bisa meninggalkan kota, tidak sehari pun.
Jika hakim tiba-tiba memanggilmu, apa yang akan kau lakukan?
Kita tak berhak mengirim seorang yang terikat hukum untuk menjemput Abel
No comments yet. Be the first to leave one.