Release informatie

Justice-League-Crisis-on-Infinite-Earths-Part-Two-x-2024-BluRay-x264 ind
Een commentaar door ndaseruag

Tags

BluRay
x264
Gepubliceerd op: 2024-04-24
Downloads: 1135
Slechthorend: No

Voorbeeld van Indonesian ondertiteling

De eerste 200 regels.

Diterjemahna neng: NDASERUAG

ANIMASI WARNER BROS MEMPERSEMBAHKAN

KRISIS DI BUMI-BUMI TAK TERBATAS BAGIAN DUA

Jim. Bertahan.

Aku punya antitoksin.

Terkutuklah bajingan itu.

Jim...

kamu... pengalih perhatian.

Ugh. Luput.

Oh, aku tahu apa yang kamu pikirkan, Batsy.

Sungguh disayangkan.

Takutnya tidak.

Agaknya, masih banyak lagi Komisaris Gordon dari tempat asalnya.

Berbuatlah sesuatu dan urus kebisingan ini.

Aku tak bisa mendengar diriku berpikir.

Hah?

Bats, aku rasa kamu kenal Solomon Grundy.

Yang ini Killer Crock. Pernah ketemu dia?

Begitu banyak Bumi.

Bagaimana cara orang melacaknya?

Jangan berisik! Mau membidik, nih.

Oh, teriakan apa itu??

Jangan memaksaku datang ke situ.

Tembak menara itu, Joker,

dan seluruh planet mati.

Itulah yang dikatakan semua orang.

Tapi bagaimana aku tahu itu benar kalau tidak kutarik pelatuknya?

Duar.

Aaaahhh!

Sudah kubilang agar jangan ikut campur.

Gagang pedangnya akan kena kepalanya.

Kami bukan pembunuh.

Kamu melatih kami dengan baik. Kami tahu yang kami lakukan.

Aku tidak melatih kalian.

Kamu membutuhkan bantuan.

Ketika Justice Society ditugaskan untuk mencari Flash...

Akulah yang memberi mereka tugas.

Usaha sia-sia.

Flash sudah mati.

Dia hilang.

Tidak ada saksi. Tak ada mayat.

Yang ada saat ini adalah sekelompok penggemar...

dan warga senior menghalangiku.

Ini bahkan bukan Bumimu.

Ini adalah Bumi yang menaranya berada di tengah-tengah Gotham.

Itu menjadikannya duniaku.

Dan aku bekerja sendiri.

Siapa yang mati dan menjadikanmu raja?

Semua orang di Bumi-3.

Wah, ini menjadi canggung.

Aku telah melihat bagianku sebagai dokter di zamanku,

tapi belum pernah ada yang memberiku perlakuan diam.

Mungkin ini adalah teknik baru,

upaya halus untuk mengorekku.

Membuatku bicara. Apa itu idenya?

Baik.

Aku tahu semua tentang proses ini.

Psikoanalisa.

Semuanya dimulai 25 tahun yang lalu di pedesaan Inggris.

Aku adalah seorang anak biasa bernama Charles Halstead.

Yah, hampir biasa.

Aku sangat menyendiri. Suka Novel.

Pulau Harta Karun, Blackbeard. "Avast ye, matey," semacam itu.

Benci anak-anak lain.

Membuatku sakit kepala hebat.

Sejujurnya, orang dewasa juga.

Aku bukan pembaca pikiran.

Lebih seperti pembaca emosi.

Empati berlebihan.

Aku merasakan apa yang kamu rasakan.

Itu mengerikan.

Semakin banyak orang, semakin banyak emosi,

semakin sakit.

Pikiranku sepertinya memperkuat emosi apa pun yang menghampiriku...

sebelum mengirimkannya kembali.

Semacam putaran umpan balik akan timbul.

Orang tuaku tidak lagi saling memendam kebencian...

dibandingkan pasangan menikah lainnya.

Sampai aku menariknya keluar dari mereka.

Aku yakin sebagian besar anak-anak...

melihat orang tua mereka mencoba saling bunuh...

akan merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan.

Seakan itu adalah akhir dunia.

Satelit.

Sepotong kecil puing dari Krypton, Monitor.

Saking kecilnya aku hampir tidak melihatnya.

Tidak ada kerusakan pada perisai.

Puing?

Puing, tampaknya mengandung

seorang remaja putri Krypton, saat ini tengah sesak nafas.

Satelit, aku merasa kematian makhluk ini...

mengganggu.

Sepuluh miliar orang Krypton sudah mati atau segera akan.

Kamu telah menyaksikan kepunahan galaksi tak terhitung jumlahnya.

Kenapa ini mengganggumu, Monitor?

Aku lebih memilih tugasku mencatati semua kejadian...

dari jauh.

Tolong singkirkan itu.

Apa yang telah kamu lakukan?

Membawanya ke kapal adalah satu-satunya cara untuk memastikan

itu tidak menghalangi pandanganmu. Yakinlah,

dia akan segera selesai dari paparan radiasinya.

Ia tidak boleh mati di Satelit.

Itu tak bisa ditoleransi.

Kamu tahu apa yang harus dilakukan.

Orangtuaku tidak berhasil saling membunuh,

tapi mereka sudah muak denganku.

Solusi mereka khas Inggris.

Sekolah Berasrama, di Bavaria.

Tidak ada gunanya mengambil risiko.

Seperti yang dapat kamu bayangkan,

kekejaman dari 100 remaja laki-laki...

sangat memperburuk kondisiku.

Segalanya sering kali menjadi tegang.

Teman-teman sekelasku begitu memperhatikanku...

sampai mereka memberiku julukan...

mungkin karena aku tidak memberi mereka kepuasan mendengarku berteriak.

Kamu harus makan.

Nutrisi ini adalah replika hidangan populer di dunia asalmu.

Ada apa dengannya?

Selain keracunan radiasi dan pengalaman mendekati kematian,

dia telah menyaksikan pemusnahan spesiesnya,

dan kehilangan semua orang yang dikenalnya.

Dia juga mengalami memar pada tengkorak...

sebab benturannya dengan pintu pod.

Mungkin jika kamu makan bersamanya, bisa menggugah ingatan.

Atau, kalau mau, kita bisa mengeluarkannya dari ruang kedap udara.

Aku belum pernah menyerap energi dengan cara ini selama 100 juta tahun.

Apa kamu ingin serbet, Pak?

Pembully-an tak terelakkan...

memberikan keuntungan yang tidak disengaja untukku.

Aku mulai belajar bagaimana cara mengendalikan kekuatanku.

Butuh keharusan saat setan menunggangi.

Aku mengetahui sebagian besar tindakan manusia ditentukan oleh emosi.

Bukan alasan, bukan altruisme,

bahkan bukan untuk mempertahankan diri.

Perasaan tidak berguna dan sementara...

mengesampingkan semuanya.

Sedikit demi sedikit, aku mengambil alih seluruh sekolah,

membengkokkannya sesuai keinginanku.

Aku belajar, hiruk-pikuk menyakitkan...

dari konflik emosi banyak orang dapat diatasi...

dengan semua orang merasakan emosi yang sama.

Dimana aku?

Kamu berada di Satelit Monitor,

kapal kuasi-hidup yang ada di luar ruang waktu normal,

dirancang untuk memudahkan observasi dan dokumentasi...

tentang peristiwa langit.

Apa kamu?

Aku adalah Monitor yang ditugaskan untuk kapal ini.

Siapa aku?

Kamu adalah Kara Zor-El dari planet Krypton.

Itu rumahku? / Ya.

Bolehkah aku pulang sekarang?

Tidak sekarang, Kara.

Aku butuh bantuanmu di sini di Satelit.

Tapi bolehkah aku pulang nanti?

Mungkin, Nak...

saat pekerjaan kami di sini selesai.

terjemahane: ndaseruag

Siapa kamu?

Aku Mar Novu. Aku seorang Pemantau.

Ras makhluk kuno diluar pemahamanmu.

Kami mengamati dan mencatat segala kejadian di alam semesta ini...

dan yang di sekitarnya.

Kami memberikan kesaksian tetapi bersumpah untuk tidak ikut campur.

Kenapa?

Karena...

kami para Pemantau.

Bukankah keinginanku itu impian kemanusiaan yang abadi, Dokter?

Persatuan dan kesetaraan.

Semua orang selalu merasakan apa yang aku rasakan.

Surga.

Pada saat itu, 'Kekaisaran Ketiga' telah berkuasa,

Kekaisaran Ketiga: Jerman Nazi

bahkan di desa kecil kami,

Jadi, ketika tidak ada kabar dari sekolah selama beberapa lama,

polisi dikirim untuk menyelidiki.

Mereka tidak memiliki persiapan yang memadai.

Monitor, apa kamu di sini?

Dia tak ada di sini, Kara.

Dan harusnya kamu juga tidak.

Tempat apa ini, Satelit?

Lantai hangar. Tak ada apa pun di sini yang menarik untukmu.

Aku yakin ini saatnya melanjutkan pelajaranmu, Kara.

Pemahamanmu tentang struktur Multiverse...

cukup kurang.

Aku tahu ini.

Kara, tolong pergilah.

Dan sepertinya dia mengenalku.

Ini membawaku ke sini.

Dari... Krypton.

Oh, indahnya.

Aku ingat ibuku, ayahku.

Aku ingin pergi kesana. Sekarang.

Bawa aku kembali ke Krypton.

Tidak dapat memenuhi.

Krypton bukan lagi tujuan yang layak.

Aku suka orang-orang Nazi.

Semuanya sudah dicuci otak,

More Indonesian subtitles for Justice League: Crisis on Infinite Earths Part Two

Opmerkingen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left