De eerste 200 regels.
BAB 1 TERDAMPAR
-Maaf, aku mengganggumu? -Apa yang kaulakukan?
Aku temukan rencana untuk keluar dari pulau ini.
Ini kapal karam pertamaku.
Biarkan aku nikmati saat ini, ya? Mengalaminya.
Saat kau usai menikmati saatmu, aku perlu bantuanmu.
-Sungguh? -Ya.
Kapal kita baru saja karam.
Aku paham kau benci kapal.
-Sudah kukatakan! -Ya.
Jangan percayai apa pun yang bukan di tempat parkirnya.
Sudah. Usai.
-Apanya? -Menurutmu seperti apa?
Sinyal besar.
TOLONG!
Jika pesawat terbang di atas pulau,
lihat "tolong" di bawah, kita diselamatkan.
Kenapa kau cemas soal kita diselamatkan?
Siapa katakan ini bukan pantai liburan? Lihat. Bisa saja.
Mungkin kita mujur, mendarat di pulau miliarder.
Tak ada apa-apa. Cuma kita.
Cuma kita?
Mulai pahami situasinya?
Hari ini indah.
Kurasa rencana terbaik kita, pergi dari pulau secepatnya.
Bagaimana caranya?
Mungkin kita buat rakit.
Aku tak mau ke sana naik rakit.
Kita naik kapal besar, rusak, itu sebabnya kita di sini.
Itu Samudra Pasifik.
Tiap hiu maut hidup di sana.
Itu bunuh diri. Jika kita tak dimakan hiu,
kita hanya bertahan empat hari tanpa air minum.
Kataku kita pergi dari pulau ini.
Entah kenapa kau panik. Orang seperti kita tak menghilang begitu saja.
Kita tak akan menghilang. Akan ada transponder.
Mereka akan berkata, "Richard dan pria lain itu hilang."
Aku tak akan ditinggalkan. Orang seperti kita tak dibiarkan.
Aku tak akan begitu. Aku Richard Hammond.
Aku akan ditemukan.
Tolong!
Kita terdampar di pulau gersang! Kita tak ke mana-mana.
Tak ada yang mencari kita.
Apa itu?
Ayo!
Richard! Lihat! Alat!
Mungkin kita bisa buat sesuatu agar diselamatkan!
Kapan kita mulai minum air kencing?
Tunggu hingga kehabisan air dahulu!
Tory, aku tenggelam!
Dia harus belajar sukai ini.
Aku akan diselamatkan! Gawat!
Seperti aku.
Kita tak akan pergi dari pulau ini.
Pria itu jadi gila.
Aku akan membunuhmu!
Kita jangan berkelahi!
Ini perang!
Tembak!
Aku cuma pria sepertimu, tetapi pegang meriam besar.
Gawat!
Tepat di toilet!
Richard! Astaga!
Saat bekerja sama, bisa lakukan apa saja.
Tiga, dua, satu.
Ini mungkin cara kita keluar dari pulau.
Kita punya mesin uap!
Ayo, Tank! Berfungsilah!
Astaga!
Kita sudah hampir tiba?
Lihatlah!
Berfungsi!
Mengagumkan prestasi kita jika punya waktu.
Sebutkan namamu.
Namaku Tory Belleci, Bu.
Kau tahu siapa aku. Richard Hammond.
Richard Hammond dari TV.
The Grand Tour?
El Touroso Grandioso?
Penonton sulit.
Kami sewa kapal di San Diego. Pergi memancing.
Richard suka kapal, katanya dia sering melakukan ini.
Aku belum pernah pergi dengan perahu.
Bagaimana aku tahu ada badai besar yang datang?
Itu badai terburuk. Aku tak mengira kami selamat.
Kami di sana berhari-hari.
Kami bisa terhempas keluar jalur.
Lalu jadi agak berombak. Ada batu,
ledakan besar, banyak ledakan besar lagi,
lalu semuanya jadi kabur, lalu kami bangun di surga.
Namun, kami bukan orang terdampar yang normal.
Kami pembawa acara TV.
Aku ada di acara ilmiah populer bernama MythBusters.
Kalian pernah lihat, ya?
Intinya, kami tahu hal-hal.
Segera, aku membuat pondok.
Mengurus kebutuhan dasar. Aku buat wadah air,
ambil tanaman singkong dan kelapa.
Itu sungguh mudah.
Entah kenapa Bear Grylls anggap ini sulit.
Lalu kami buat sinyal SOS.
Tiga api, sinyal internasional SOS.
Aku ingat itu dari Pramuka.
Pasti ada yang akan lihat ini!
Seberapa jauh kita dari pulau utama?
Benar.
Jadi, setelah beberapa hari, kami sadar tak ada yang cari kami.
Kami tak akan kembali
ke laut penuh hiu, jadi kami menyadari...
Aku menyadari, kami harus memanfaatkan situasi ini.
Saat itulah kami mulai menjelajahi pantai.
Kau tak akan percaya!
Cepat!
Orang Amerika sangat bersemangat, ya?
Namun, kuakui, Tory menemukan hal menarik.
Dua kontainer pengiriman yang hanyut.
Richard! Lihat!
Kita hanya bisa membayangkan apa isinya.
Mungkin ada jet ski di sini.
Ya, atau tabir surya.
-Makanan! -Kacamata hitam!
Mungkin air minum.
-Gin! -Ya. Gin.
Baju perancang bagus, sebab aku bau. Baiklah.
Kondom?
-Itu tak akan berguna. -Bisa saja. Aku akan simpan.
Baiklah.
Ini seperti Natal saat kecil.
"Ini akan jadi sepeda merah! Ini tebak gambar!"
Atau kaus kaki! Ya, ini menjengkelkan.
Sangat antiklimaks!
Segi baiknya, kontainer ini beri tempat bagus untuk tidur,
yang kami perlukan, karena badai lain datang.
Ya, tidur di kotak.
Esok paginya, badai berlalu
dan menyisakan hal yang mengubah kehidupan.
Hei, apa semua itu?
Jaring ikan.
Lihat, tong dari perahu.
Ya, bisa saja.
-Lihat! -Jaket pelampung.
Ada perahu kecil.
Ini baru. Bannya.
Ya.
-Tunggu. -Richard.
-Itu... -Kapalnya!
-Itu Betty! -Itu Betty!
Kita selamat!
-Itu dia! -Astaga!
Dia kembali! Kita hanya harus tunggu air pasang!
-Ya. -Semudah itu.
Astaga! Ini yang terbaik!
-Tunggu! -Astaga.
Patah.
Kukira ini peluang kita.
Kita tak akan perbaiki ini, bukan? Itu tak bisa ke mana-mana.
Tolong.
Ada orang di sana?
-Ada kabar buruk. -Apa?
-Radio tak berfungsi. -Astaga, ini buruk.
Aku tahu. Ini buruk.
Ini terpolarisasi.
Kau cemas soal tampak keren?
Richard, kapal ini rusak.
Aku terjebak di pulau tropis tanpa kacamata hitam. Sinar UV.
Penglihatan itu penting!
Barangku hancur.
Memang, ini tak terlalu ideal,
tetapi lihat semua barang yang kita dapatkan.
Kau benar. Antara kita,
mungkin kita bisa membangun sesuatu dan diselamatkan.
Lebih baik lagi, untuk pergi dari pulau ini.
Atau memperbaiki kehidupan kita selagi ada di pulau.
Tentu.
Kapal ini penuh dengan barang berguna
yang bisa buat kehidupan di pulau lebih nyaman.
Jadi, kami putuskan untuk ambil sebanyak mungkin
sebelum badai lain meniup semua lagi.
-Richard! -Apa?
Alat!
Ya!
Juga berfungsi!
Paham? Sudah tersenyum. Dia senang!
Lihatlah kau.
Tua, berkulit, mengelupas, dan tak berbentuk.
Kupanggil kau Clarkson. Kau bisa jadi temanku.
Kami tak tahu
apa yang akan berguna untuk membantu kami lolos,
jadi aku dapat rencana.
Lucuti kapalnya, ambil semua, bahkan barang besar.
Ya, aku ingat hari itu.
Semua jadi kerja keras yang sulit.
-Siap, Richard? -Ya.
Angkat!
-Angkat! -Itu...
Sangat berat!
-Kau mendorong? -Ya.
Ayo coba lagi. Ini dia.
-Ya. -Siap? Tiga, dua, satu. Angkat!
Kau lepaskan gelondong, kini...
No comments yet. Be the first to leave one.