Dead of Night

Dead of Night

Download Indonesian ondertitel

Release informatie

Dead of Night (1945) BluRay
Een commentaar door CoolBreeze
Film klasik UK luar biasa ber'genre mystery, thriller & horor supernatural dari sebuah mimpi buruk yang tak pernah berakhir hingga menyebabkan nyawa melayang di sebuah pedesaan terpencil di Inggris. (IMDB 7.5 - Rotten Tomatoes 95%) Durasi: 01:43:26.020 [QC by VLC & SE 4.0.7]

Tags

bluray
full_subtitles
Gepubliceerd op: 2025-05-17
Downloads: 60
Slechthorend: No
FPS: 25

Voorbeeld van Indonesian ondertiteling

De eerste 200 regels.

Translated by: "CoolBreeze"

Clasic Collection of 40 's to 90 's By: "CoolBreeze"

"Subdl, Subsource & Subscene'best"

- Walter Craig. - Apa kabar?

- Kamu Eliot Foley. - Benar.

Senang kau bisa datang. Biar kubawa tas'mu.

Dan parkir mobil setelahnya.

Aku tersadar setelah aku menelponmu, bahwa aku agak kurang ajar,

meminta pada arsitek sibuk sepertimu

untuk datang berakhir pekan dengan beberapa orang tak dikenal.

Tidak sama sekali.

cukup sempit di sini. Setidaknya butuh 2 kamar tidur lagi.

Dan hanya ada satu ruang tamu.

Ya, hanya satu ruang tamu.

Tapi kita akan bicarakan itu besok pagi saja.

Tahu bagian dari dunia ini?

Tidak.

Aku belum pernah ke sini.

- Tidak pernah sebenarnya. - Biar kubawa barang-barang'mu.

Bagus sekali kau melihat itu.

Mata profesional yang terlatih.

Ya, tentu saja.

Kita ada tamu lainnya. Jadi kusiapkan untukmu di lumbung.

- tapi jangan kuatir. - Ada pemanas dan kebutuhan modern lainnya.

Itu kalimat yang akan kugunakan.

Lewat sini, kurasa mereka minum teh.

Ya.

Ya, mereka minum teh.

Ibu, ini Tn. Craig.

Oh.

Aku senang kau di sini.

Apa kabar?

Ayo masuk.

Biar kukenalkan yang lainnya.

- Ny. Cortland. - Apa kabar?

- dr. Van Straaten. - Apa kabar?

Aku senang bertemu kamu.

Dan, uh....

Tn. Grainger.

Apa kabarmu?

Dan ini Sally O'Hara.

Apa kabar?

Kau pasti lelah berkendara. Ayo duduk di sini dekat api unggun.

Kukatakan betapa senangnya aku bahwa kau menerima undangan putraku.

Kau tahu, kami berdua para pengagum dari karya-karya'mu.

Kau mau minum teh?

Pakai susu atau gula?

Susu dan gula, Tn. Craig?

Susu dan gula, Tn. Craig?

Kalian masih di sana?.

- Jadi kali ini bukan mimpi. - Maksudmu?

Ya, kali ini bukan mimpi. Aku pasti tidak waras.

Benarkah.

Tentu saja.

dr. Van Straaten.

Kamu psikiater.

Kau selalu beri aku terapi.

Kau akan beri aku terapi sekarang, kan?

Kau harus maafkan aku. Aku tak mengerti lelucon itu.

Itu bukan lelucon. Aku harap itu begitu.

Aku melihatmu di mimpiku.

Terdengar seperti lsgu sentimentil, kan?

Aku mimpikan dirimu berulang-ulang, dokter.

Itu tak bisa menjadikan dirimu dalam kasus kejiwaan.

Lagipula, semua mimpi berulang sangat umum.

Tapi bagaimana aku bisa memimpikan dirimu?

Aku tak pernaj melihatmu dalam hidupku.

Mungkin kau lihat fotoku di surat kabar.

Itu kenapa wajahku seperti akrab bagimu.

Kurasa tidak.

Dan jika begitu, apakah ada alasan kenapa aku harus memimpikan kamu?

- Tidak. - Lagipula,

kau tak ada kaitannya denganku.

mungkin pertalian angan-angan.

Mungkin terhubung dengan sesuatu yang sangat berarti bagimu.

Seperti?

Aku harus menganalisa kejiwaanmu untuk mencari tahu itu.

Tapi tak berakhir di sana.

Kau tahu, semua orang di ruangan ini bagian dari mimpiku.

Semuanya.

Ya ampun.

- Ya Tuhan, benarkah? - Sangat luar biasa.

- Kau tak bercanda? - Kita semua?

Yang bisa kukatakan saat aku masuk ruangan ini,

Aku langsung mengenali kalian semua.

Melihat foto kami semua di surat kabar,

menurutku, dr. Van Straaten.

Tentu kau mungkin lihat aku di bagian sport. Balap motor bagianku.

Dan aku pernah sekali masuk di Kentish Mercury,

saat aku gadis pengiring di pernikahan saudariku.

Kau ingat itu.

Oh, tapi kurasa kau tak'kan sampai ke situ.

- Aku tak pernah di foto. - Oh, ya, kau di foto sekali.

Kau tahu, yang telanjang di karpet putih.

Saat kau 6 bulan.

Ya Tuhan, itu benar.

Kurasa aku tak mengenali diriku. Aku sangat gemuk.

Tentunya, Tn. Craig,

pastinya kau pernah lihat salah satu dari kami.

Di jalanan atau tempat lainnya.

Ya.

Tapi kenapa aku selalu bermimpi bertemu kalian bersama-sama,

di sini, di ruangan ini.

yang tak pernah kudatangi hingga hari ini?

Tn. Craig, bisa kau jelaskan yang terjadi dalam mimpimu?

Tidak terlalu detil.

Tapi selalu dimulai sama seperti ketika aku baru tiba.

Aku berbelok dari jalan besar ke jalan kecil.

Saat di tikungan jalan kecil, sebuah rumah terlihat,

dan aku berhenti karena aku mengenalinya.

Kemudian aku berjalan lagi.

Dan Foley menemuiku di pintu depan.

Aku mengenalinya juga.

Dan kemudian ketika aku melepaskan jaketku,

Aku merasakan perasaan luar biasa.

Aku hampir berbalik lari...

karena aku tahu akan melihat kalian berenam.

Kau hanya berhadapan dengan kami berlima sejauh ini,

tidak termasuk Eliot.

Itu benar, kalian berlima.

Ada orang ke-6 yang akan datang.

Bisa kau jelaskan yang datang belakangan?

Gadis yang menarik dengan rambut gelap.

Hanya itu yang bisa kau katakan soal dia?

Dia masuk, dengan tak terduga,

dan mengatakan sesuatu tentang tak memiliki uang.

Rambut coklat tongpes, eh?

Betapa romantis. Kau jatuh cinta padanya, Tn. Craig?

Kau pernah beritahu seseorang tentang mimpimu?

Kurasa tidak.

Bahkan tidak pada istriku.

Sekarang setelah kupikirkan,

setelah aku terbangun, mimpi itu tak pernah tersimpan lama.

Dan tak teringat sama sekali hingga mimpi itu dimulai lagi.

Kenyataannya, tak ada bukti bahwa kau memimpikan semua ini, kan?

Tidak sama sekali.

Aku belum mencari buktinya.

Bagiku tak perlu. Aku percaya yang kau katakan, Tn. Craig.

Aku percaya kau sungguh memimpikan kami semua.

Begitu juga aku.

- Dan aku juga begitu. - Aku juga.

Kurasa aku juga begitu.

Aku tak mempertanyakan persoalan mimpi berulangmu,

dan tak diragukan lagi latar belakangnya mirip dengan ini.

Itu sudah cukup menjelaskan perasaanmu

bahwa kau pernah di sini sebelumnya.

Itu pengalaman yang cukup umum.

- Dan hanya itu saja? - Itu saja.

Harus kukatakan itu sangat mengecewakan

tak menjadi karakter utama dalam semacam drama mistis.

- Cerutu, semuanya? - Kau tak pernah tahu.

Mungkin itu seperti "Red King's dream" dalam Alice Through the Looking Glass.

Kita sama sekali tak hidup.

Kita tak lain hanyalah karakter dalam mimpi Tn. Craig.

Benar. Dan saat dia terbangun, kita semua menghilang di udara.

Waduh, gagasan yang mengerikan.

Biar kita luruskan ini, dokter.

Kau tak mengakui kemungkinan untuk meramalkan masa depan?

Tidak sama sekali.

Yah, kau mungkin katakan bahwa aku orang biasa dan rendah hati, kan?

Aku menolak untuk percaya itu, kenapa?

Ketika berbicara tentang meramalkan masa depan,

sesuatu pernah terjadi padaku yang menghancurkan teorimu.

Sesuatu yang tak'kan kulupakan hingga akhir hayatku.

Faktanya, saat itu hampir saja menjadi hari kematianku.

Sekarang kesempatanku.

Aku tak mampu.

Aku tak mampu.

Ya, aku bisa.

Inilah dia!

Sudah berapa sejak kecelakaannya, suster? Enam hari?

Tidak, tujuh, dokter.

Tidak ada cedera pada kepala, aku yakin itu.

Pikirannya bersoih pagi ini.

Dia menanyakan pengemudi lainnya. Kukatakan tidak terluka.

Dia tidur dengan tenang 2 jam berikutnya.

Suhu tubuh yang mengkhawatirkanku.

Beritahu aku jika naik lagi. Aku ada di nomor 18.

Kau di sini, Peggy?

Jauh-jauuh dari Skotlandia?

Jauh dari Skotlandia.

Tapi kau bukan Peggy, kan?

Bukan, maafkan aku.

Kau panggil aku Peggy beberapa hari.

Namaku Joyce.

Sesuatu tentangmu sangat menenangkan.

Kau tak'kan meninggalkanku, kan?

Tak'kan,

Janji?

Ya, jika janji tidur dengan nyenyak.

Kulakukan yang kau mau.

Berikutnya, suhu tubuhku mulai normal.

Itu pekerjaan keperawatan yang hebat dari Joyce.

Katakan sejujurnya, sayang, apa aku sudah bebas dari masalah?

Ya, kau sudah berhenti mengigau.

Kukira begitu. Sulit mengatakannya. Kau bicara omong kosong.

Aku masih alami mimpi buruk.

Mimpi buruk? kau bilang kau memimpikan aku.

Itu benar. Kumimpi kamu menolakku dan malah menikahi Dr. Albury.

Kau tak perlu kuatir. Dia beristri dengan tiga anak.

Opmerkingen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left