De eerste 200 regels.
Jam tidur 10.30 malam.
apapun yang dia katakan.
Dan,
Harus makan sayuran. Tak boleh makan pizza selama 6 minggu.
- Dan kau ingat dia alergi kerang? - Kerang, aku tahu.
Di Vermont, orang tak begitu suka makan tiram.
Aku tak percaya kau pergi ke Vermont.
Aku tak pernah bisa mengajakmu kesana saat kita masih menikah.
Iya memang.
Kau tak berjualan rumah lagi, kan?
Tidak lagi. Paling lama 6 minggu kita disana.
Apakah ada aturan memakai HP untuk Finn?
Kau bercanda, kan?
Setelah ulahnya yang terakhir?
Dia tak boleh lagi main HP.
HP ditinggal di New York.
Aku benci kamu.
Finn, kau tak boleh bicara seperti itu ke Ibumu.
- Apa? - Tenang dulu.
- Kita tak harus seperti ini. - Tenang dulu?
Kau becanda, ya?
Kau tak ada disini selama ini.
Kau tak tahu apa yang telah terjadi disini. Kau tak tahu!
Aku hanya tak ingin dia celaka dan aku sendirian dalam hal ini.
Melawan internet, penembakan massal,
anak-anak berandalan, bumi mau kiamat
dan segala kejadian buruk lainnya.
Apa yang harus aku...
Baiklah.
Katakan padaku apa yang seharusnya aku katakan ke bocah itu?
Aku tak tahu.
Kau benar, aku tak tahu.
Hei bucko,
saatnya untuk pergi.
Translated & Resynced by Bernad X Jakarta, Oktober 2018 Ingin donasi pulsa? Silakan ke 081385001509
PENYIHIR DI JENDELA
Ada apa?
Bau ini...
Oh, bau udara segar
Vermont pada bulan Mei. Tak ada yang lebih segar dari ini
Ini bau kotoran sapi.
Ya, tapi tetap segar.
Ayah,
Jangan mulai lagi...
Kau benar. Tak perlu dongkol. Dibawa gembira saja.
Tak ada apa-apa disini.
Kau itu sedang dibuang.
Orang buangan itu dibuang ke tempat yang tidak ada apa-apa.
Memang seperti itu.
Aku tahu ini bukan kemauanmu sendiri,
jadi dari awal kita sudah salah, kau tahu...
Aku sudah bicara dengan Ibumu tentang apa yang terjadi.
Dan aku tak akan membahas itu,
tapi setahuku dia tak pernah begitu marah.
Aku cuma tak ingin perjalanan ini mengecewaan.
Aku sudah kecewa.
Ya, aku juga.
Kenapa?
Karena aku berharap bisa bersama anakku yang berumur 12 tahun,
bukan bocah yang bertingkah sok dewasa.
Karena bocah yang dulu aku kenal,
pasti akan menyukai tempat ini.
Rumah siapa itu?
Aku membelinya.
Tunggu sebentar, itu rumahmu?
Tapi bukankah kau cuma pekerja yang dibayar untuk memperbaiki saja?
Ya, itu yang aku katakan pada Ibumu.
Kau bohong padanya?
Ya, sedikit.
Tidak sepenuhnya bohong.
Kenapa?
Karena aku membelinya,
dan Ibumu tak suka aku bisnis jual beli rumah. Dia pikir itu berjudi.
Kau langsung jual lagi?
Tidak.
Artinya kau beli dengan harga murah,
perbaiki lagi agar terlihat lebih bagus,
harganya jadi lebih mahal,
lalu dijual lagi agar bisa dapat untung.
Bagaimana jika kau tak bisa menjual lagi dan tak dapat untung?
Pasti laku.
Aku berani taruhan potong tangan.
Itu persis omongan Ibumu.
Persetan dengannya. Apa yang dia tahu?
Hei!
Sial.
Ya?
Oh, Rick. Masalah perkabelan,
Jadi apa...
Bagus, itu bagus.
Ya aku akan buka penyekatnya dan kotak sekeringnya ada di dalam...
Bagus. Kerjakan saja.
Baiklah. Terimakasih. Dah.
Jadi sekarang kau memihak Ibu?
Aku tidak memihak siapapun.
Tapi Ibumu ada benarnya juga. Kau harus akui itu.
Dia melihat-lihat isi komputerku.
Aturannya memang seperti itu,
dan kau tahu itu.
Ayah,
bayangkan ada pemisah antara kau,
dan semua jawaban yang kau inginkan,
adalah sebuah pintu.
Pintu itu tak seharusnya dibuka. Tapi pintu itu cuma dikunci seadanya.
Bukankah kau ingin membongkar kunci itu dan minimal akan mengintip?
Seberapa banyak kau mau mengintip?
Pasti ada orang yang pernah dibantai disini.
Aku tak tahu. Maaf bikin kau kecewa.
Itu hal yang seharusnya diungkapkan.
Apa itu "diungkapkan"?
Artinya mereka harus bilang kalau disini pernah ada pembantaian. Tapi mereka tak bilang itu.
Sial.
Ada bau busuk disini.
Jika kita membuka cerobong ini,
biasanya kita akan dapat hadiah kecil.
Hadiah apa?
Hadiah bangkai yang berbulu.
Saluran airnya belum diperbaiki.
Tak usah diperbaiki.
Jadi kau tak perlu memasak.
Oh...sindiran ( burn: gosong ) yang bagus.
- Ya, seperti tiap masakan gosong ( burn ) yang kau... - Sindiran kamu gagal.
Jangan dipaksakan. Jangan mengulangi sindiran yang sudah bagus.
- Ya. - Microwave,
nomor telepon pengantar pizza.
Itu yang kita butuhkan.
Yang kita butuhkan.
Hujan turun dan lewat ventilasi atap jadi membuat kayunya lapuk.
Aku harus menggantinya.
Ini seperti kandang kuda.
Ya,
Mungkin memang dulu kandang kuda,
Kita harus mengubah tempat ini jadi,
bioskop mungkin?
Lagipula siapa yang butuh kuda?
Ibumu pernah memelihara kuda.
Benarkah?
Ya,
Aku tak pernah merawatnya, tapi Ibumu sangat suka kuda-kuda itu.
Mungkin sekarang juga masih suka.
Ya benar.
Dia punya gambar-gambar kecil...
Yang dia gambar di tembok. Hewan-hewan kecil.
Kenapa? Kau heran aku masih ingat?
Sudah lama tapi aku masih ingat.
Apa kau yang...
Apakah ini barang-barangku?
Ya.
Aku ambil dari gudang.
Aku ingin kau merasa seperti di rumah.
- Kenapa? - Tak apa-apa?
Kau tak merasa seperti di rumah. Ini bodoh. Kau membencinya.
- Lihat dirimu. Kau kelihatan benci sekali. - Ayah, ini cuma...
Saat aku kecil sekali.
- Aku tanya Ibumu mainan apa yang kau suka. - Ibu itu tak tahu apapun.
Aku tak sabar untuk memberitahunya.
Kau masih suka gambar itu?
Tentu.
Aku tak bisa memahaminya.
Bikin pusing saja.
Ini seperti,
kau harus menatapnya,
seperti kau menatapnya dari jauh,
biarpun sebenarnya gambarnya dekat.
Aku tak bisa.
Itu gambar apa?
Aku tak akan bilang.
Akan kucarikan dekorasi yang lebih dewasa untukmu.
Mungkin lemari senjata atau poster cewek seksi.
Pelan-pelan saja!
Ini ada kerusakan yang harus kita perbaiki.
Kita adalah dokter rumah. Kau dan aku.
Mencari bagian yang rusak dan memperbaikinya lagi.
Merubah tempat ini agar orang mau menempatinya.
Jadi ini jeroan ( guts:bagian dalam tubuh ) rumahnya.
Dan jeroan wanita itu berantakan.
Saluran pipa buruk, perkabelan buruk.
Dan ini...
Ini adalah jantung ( heart:mesin utama ).
Dan jantungnya juga buruk.
Hampir tidak berdenyut.
Meskipun aku tak tahu apa yang rusak disini.
Dan itu kabar burukk untuk kita karena pada bulan Mei
cuacanya akan sangat dingin dan kita tak punya...
Apa yang terjadi? Apa itu tadi?
Ya Tuhan, siapa kau ini?
Tunggu, tunggu, tunggu!
Aku cuma tukang listrik.
Kau bilang agar lewat penyekat jadi kupikir...
- Maaf. Maafkan aku. - Ya Tuhan.
Rasanya seperti mati tadi.
Jangan kepikiran untuk merokok juga.
Kenapa? Cerutu kan tidak dihisap.
Aku mungkin bukan ayah yang baik,
tapi aku tak mau harus membuktikannya.
Kau harus adaptasi dengan rumah bekas, Pak.
Jadi memang sedikit berantakan disana tadi.
Sekeringnya putus, semua instalasi sudah usang.
Bagus sekali.
Dan kabel utama rumahmu terputus, tapi aku sudah membereskannya.
No comments yet. Be the first to leave one.