De eerste 200 regels.
Diterjemahkan Oleh : Dehar Tan
Aku duduk dengan ketajaman.
Siap untuk memotong jari-jari hitam yang menunjuk ke arahku.
Dalam diriku tumbuh ular hitam Takshaka.
Kematian, kehancuran, berada dekat.
Demi jiwa yang murni untuk bangkit terbebas dari ketidakmurnian.
Tanpa tangan, bentengmu yang kuat akan benar-benar hancur.
Dehar Tan IDFL™ SubsCrew
Seperti yang sudah kita bahas, bagaimana, Jayaraman?
Ketika ada pamanku di sini, aku tidak berhak berkata-kata, kan?
Sebagai kepala keluarga, aku akan memberikan kata-kata.
Tapi jika kau menyangkal perkataanku, ...
... maka aku akan mengambil kembali kata-kataku.
Kau harus mengurus hal ini.
Kami hanya melaksanakan sesuai keputusan kedua anak kita.
Itu saja./ Ya, itu saja.
Gadis dari keluargamu datang ke keluarga kami meruPakan harta terbesar kami.
Namun secara formalitas, semua harus diselesaikan, kan?
Semuanya akan dilakukan seperti yang dijanjikan.
Lanjutkan dan tetapkan tanggal keberuntungannya.
Si mesum itu datang. Kurasa dia ingin merusak lamaran ini.
Semuanya sudah dibahas dan selesai.
Kabari saja kapan hari baiknya.
Mari kubantu./ Tidak perlu.
Kebutaan tidak menjadi kendala bagi abangku ini.
Bahkan dia lebih tahu lingkungan sekitar dibanding kita.
Ada Lakshmi di sini?
Ya, abang./ Ke mari.
Apa kau senang?/ Ya.
Jangan khawatir, abang akan mengurus semuanya, ya?
Apa aku yang meminta menjaminkan rumah dan tanah ini untuk Bapputti?
Ini bukan jumlah yang sedikit.
Tapi kupinjamkan sekitar 25 Lakh.
Sekarang hampir 2 tahun.
Uang pokok dan bunga dikenakan sekarang.
Tidak ada cara lain lagi.
Kau bayar utangmu atau kujual rumah dan tanah ini.
Dan akan kuberikan sisanya, jika lebih.
Sudah, itu saja. Ayo!
Bibi, ini rantai dan gelang gomathy.
Kembali ke yang tadi.
Aku melihatmu menyetujui semua tuntutan keluarga mempelai pria.
Sementara gadis ini saja belum pernah kulihat dihiasi dengan perhiasan emas.
Dengan status keluarga kita, ...
... apa mungkin resepsi pernikahan ini dengan cara yang sederhana?
Aku sudah menjelaskan keadaanku. Aku agak kesulitan sekarang.
Seakan-akan baru sekarang.
Tidakkah kau tahu, Madhavan.
Ketika ayahnya, Ramunni meninggal, ...
... Jayaraman baru berusia 20 tahun.
Kannan 10 tahun dan Lakshmi 7 tahun.
Dengan membersihkan lokasi kuil, memukul genderang, ...
... dia mendidik mereka berdua.
Bahkan sekarang, biaya bulanan terpenuhi, ...
... dengan uang sewa dari toko yang dia peroleh dengan susah payah.
Tidak, bibi./ Kau diam saja.
Jangan buang waktu dengan cerita lama. Upayakanlah pulang sebelum gelap.
Semua orang punya kesulitan masing-masing.
Satu-satunya yang dimiliki keluarga ini adalah rumah dan tanah ini.
Ketika rumah dan tanah ini dijaminkan untuk orang lain, adakah yang mengeluh?
Ada?
Ambilkan aku makan!
Bulan depan, Varghese akan menyita rumah kita.
Kita harus pergi dari sana.
Tidakkah kau beritahu keluarga mempelai pria, soal properti milik Lakshmi?
Bapputti dan aku adalah teman masa kecil.
Ketika ia ada keperluan mendesak, aku akan membantunya.
Ketika kau tidak memiliki keluarga, kau juga bisa hidup di jalanan, bang.
Bagaimana dengan kami?
Bapputti tidak akan menipuku.
Bulan lalu juga, aku sudah bicara padanya.
Ia berjanji untuk membayar utangnya segera setelah ia kembali dari Doha.
Mau pulang?
Oh Kunjanja, ada dapat ikannya?
Belum ada. Aku duduk sejak pagi.
Jam 7.
Perahunya 10-15 menit lagi datang.
Berikan aku pancingnya. Biar kucoba.
Panicker, kau terlalu buruk.
Kau berjanji datang ke Kalari untuk menunjukkan seni bela diri ke anak-anak.
Aku datang ke sana.
Ketika kau menari di depan seorang wanita Inggris, ...
... aku pergi kembali.
Kuruppu, Kalari dan Kathakali keduanya bagian dari budaya kita.
Seni ini diciptakan oleh guru leluhur kita setelah bertahun-tahun meneliti anatomi manusia.
Jika tubuh ingin menjadi mata, langkah-langkah bela diri ...
... harus benar-benar dipelajari sejak kecil dalam dirinya.
Tidak bisa diciptakan dalam waktu singkat dengan mempublikasikan ...
... foto wanita tua Inggris atau ...
... aktris film dengan Pakaian Kalari dan menguploadnya ke halaman facebook.
Seseorang yang belajar Kalari, harus cukup sadar untuk melihat, ...
... bahkan sekejap mata.
Seperti ini.
Ini ikan lele.
Bagaimana kau tahu?
Aku bisa merasakan getaran pancingnya.
Astaga! Ke mana kau?
Bau kamper akan datang, O Angin.
Oh Pendeta! Mau kemana kau?
Oh kau, Ramettan. Aku tidak melihatmu.
Aku yang tidak bisa melihatmu, tapi kenapa kau?
Sudah lama dia meminjam Rs. 2,000 dariku.
Bahkan jika dia tidak melihatku, aku tidak bisa menyalahkan dia.
Betul.
Aku akan bayar segera.
Aku akan memberikannya pada adikmu minggu depan.
Berdusta./ Apa?
Si buta Jayaraman.
Dia bisa melihat segala sesuatu. Benar-benar menipu orang.
Kemana kau pergi, Gopaletta?/ Chottanikara.
Navarathri di depan.
Sudah lama aku mendengar Neelambari.
Mendengarkan Sandhya Ragam.
Kau benar. Butuh waktu lama mencapai Kochi, kan?
Kenapa kita tidak bernyanyi saja?
Akan kucoba.
Chinnamma, Hei Kunhipennamma, di kuil Thiruvallikavu ada ribuan gajah.
Hei Kukkumma, lihatlah orkestra dan bertukar payung.
Bulan berada di atas pohon Peepal.
Chinnamma, Hei Kunhipennamma, di kuil Thiruvallikavu ada ribuan gajah.
Hei Kukkumma, lihatlah orkestra dan bertukar payung.
Bulan berada di atas pohon Peepal.
Di sawah, burung berbondong-bondong untuk memakan bunga jagung.
APakah ikan di kolam bergerak bermain-main di air jernih?
Akankah masa lalu datang lagi?
Chinnamma, Hei Kunhipennamma, di kuil Thiruvallikavu ada ribuan gajah.
Hei Kukkumma, lihatlah orkestra dan bertukar payung.
Bulan berada di atas pohon Peepal.
Suara gemerisik biji wijen di telinga, bermain biola dalam tiupan angin.
Meniup terompet kecil, mengikuti irama berdansa heboh.
Ketika hentakan drum meningkat dalam hiruk-pikuk.
Dan ketika aku pergi menyalakan lampu senja.
Untuk melengkapi pertunjukan, langit juga menyalakan sumbu kecil.
Tanda merah cendana menempel di dahi dan Neelambari mendengarkan Veena.
Akankah masa lalu datang lagi?
Chinnamma, Hei Kunhipennamma, di kuil Thiruvallikavu ada ribuan gajah.
Hei Kukkumma, lihatlah orkestra dan bertukar payung.
Bulan berada di atas pohon Peepal.
Di sawah, burung berbondong-bondong untuk memakan bunga jagung.
APakah ikan di kolam bergerak bermain-main di air jernih?
Akankah masa lalu datang lagi?
Chinnamma, Hei Kunhipennamma, di kuil Thiruvallikavu ada ribuan gajah.
Hei Kukkumma, lihatlah orkestra dan bertukar payung.
Bulan berada di atas pohon Peepal.
Dehar Tan IDFL™ SubsCrew
Maaf.
Rs. 50
Disuruh ayah menukar bola lampu.
Jangan khawatir, akan kutukar besok.
Mau kemana kau?/ Kuliah.
Kau yang Pakai uangnya?/ Tidak.
Berapa yang harus kau bayar?
Berapa?/ Aku butuh setidaknya Rs. 26.
Cuma segitunya. Tak bisakah kau bertanya padaku?
Apa, Rs. 26 Lakh.
Astaga! Lakh?
Jadi?
Siapa yang mau menggadaikan rumah untuk Rs. 26?
Apa seperti itu di daerah Malapuram?
Katakan yang sebenarnya, apa kau tukang sapu di militer?
Tak heran jika Cina mengambil semua tempat kita.
Bagaimana kau akan membayar jumlah yang begitu besar?
Jangan mengomel terus.
Aku harus memberikan ini di setiap rumah.
Ada Devayani di sekitar sini? Biar dia yang menyerahkan ini.
Kau tidak tahu?/ Apa?
Rombongan polisi mendatangi rumahnya./ Kenapa?
Mantan suaminya, Majid ...
Majid, mantan suami Devayani?
Madhu.
Aku tidak tahu namanya.
Dia dan salah satu teman polisinya ...
... masuk ke rumahnya dalam keadaan mabuk dan membuat kerusuhan.
Kemudian?
Adiknya, namanya ...
Nama tidak perlu, langsung ke intinya.
Ia mengayunkan apa yang didapat ditangannya./ Kemudian?
Adiknya melarikan diri.
Dengar-dengar, polisi itu kepalanya pecah, ...
... entah mati atau sekarat, begitulah.
Situasi memburuk.
Tim kepolisian pergi ke Bangalore mencari adiknya.
Karena mereka tidak bisa menangkapnya, mereka menahan Devayani.
Akhirnya dia dibebaskan setelah Hakim memutuskan.
Selamat pagi, bang Jayaraman./ Pagi, Ramesh.
Siapa yang makan pagi-pagi begini?
Ingin tahu rencana paman.
Kau punya FD 1 Crore Rupee di bank.
Kenapa kau tidak memberinya 25 Lakh dari situ?
Bukankah dia keponakanmu?
Lagi pula, kau tidak memiliki keluarga atau anak.
Ya, dia memiliki seorang putri.
Jika masyarakat tahu, kehormatan Hakim Krishnamoorthy akan terbang di udara.
Anak itu hasil dari hubungan gelapnya, kan?
Itulah alasan untuk merahasiakannya.
Jangan pernah berpikir menyerahkan properti keluarga kita untuk anak di luar nikah.
Kakak, aku sudah bilang berulang kali, jangan datang kalau untuk membahas hal ini.
Ayo, Bu.
Oh, kau sudah datang.
Apa itu, Jayaraman?
No comments yet. Be the first to leave one.