The Babysitter: Killer Queen

The Babysitter: Killer Queen

Download Indonesian ondertitel

Release informatie

The Babysitter Killer Queen 2020 1080p NF WEB-DL DDP5 1 Atmos x264-CMRG
Een commentaar door Putra14
Netflix Retail.

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Gepubliceerd op: 2020-09-10
Downloads: 68
Slechthorend: No

Voorbeeld van Indonesian ondertiteling

De eerste 200 regels.

Aku tak butuh pengasuh lagi.

DUA TAHUN KEMUDIAN

- Hei, Nak, kau tak apa? - Aku hanya…

Kukira…

SMA lebih buruk dari pengalaman mati suri.

Aku bisa bilang sebab aku hampir mati lima kali dalam semalam.

Kuhadapi rasa takutku.

Kutaklukkan iblisku. Aku...

Aku selamat. Tapi dia hilang tanpa jejak bukti.

Dan selama dua tahun terakhir, tak ada yang memercayaiku.

- Kami tak temukan siapa pun, Nak. - Namaku Cole.

Cole, maaf. Kau yakin ada orang lain di sana?

Ada saat aku masuk ke sana.

Semua orang kira aku mengarang. Bahwa aku gila.

Mau tahu apa yang lebih buruk daripada tak terlihat?

Menjadi terlihat.

Masukkan pengecut ini ke rumah sakit jiwa.

Itu salahku.

Aku beri tahu semua yang terjadi...

Polisi yang mati, darah, pria yang telanjang tanpa alasan.

Aku seperti Sarah Connor di Terminator 2 , terus meyakinkan bahwa robot itu nyata.

Tapi...

bagian terburuknya...

aku merindukannya.

Aku mengerti. Kau pria kecil aneh

yang menyukai pengasuh pembunuh dan fiktif.

- Siswa baru sulit bagi semua orang. - Bukan, aku junior.

- Kau junior? - Ya. Sudah tiga tahun bersekolah.

Kau murid junior bodoh?

Jelas sudah. Kau butuh bercinta.

- Itu saranmu? - Itu yang keluar dari mulutku.

- Bukankah kau juga perawat? - Dari pagi sampai siang, aku perawat.

Sebelum itu, aku seorang konselor.

Aku lulusan Cornell, Berengsek! Aku psikiater!

Kenapa bekerja di sini?

Kenapa kau menginterogasiku? Kukira kita kawan. Kawan, 'kan?

- Ya. - Kukira kita kawan.

Dengar, kau bukan satu-satunya muridku, kau tahu maksudku?

Ada 27 anak lain di luar sana.

Ada yang terkena gonore, ada yang lebih bipolar dari Kanye West.

Ada yang terkena klamidia.

Ragi di penis, masuk ke mulut. Lalu merambat ke mata.

- Menjijikkan sekali! - Ke mata!

Kau duduk di sofa herpes. Herpes ada di sofa itu.

Kau dengar itu? Itu loncengnya. Artinya pukul delapan.

Dokter Davis pamit, Big Carl masuk.

- Jadwalnya suntik flu. - Apa?

- Harus disuntik atau kuhajar. - Jangan!

PERSEMBAHAN NETFLIX

Pengecut!

Pecundang.

Ayo!

Hei.

Hei, Melanie.

Kau tak apa?

- Aku? Ya, sangat baik. - Oke.

- Tapi raut mukamu sebaliknya. - Sejelas itukah?

Kau bersamaku malam itu. Kau lihat yang kulihat, 'kan?

- Maksudku, Bee, polisi, darah... - Cole...

Kau harus membantuku.

Dokter Davis minta jangan bicarakan ini.

Big Carl menekankan soal "memprioritaskan ingatan positif,"

seperti saat melihat Rihanna di Outback Steakhouse.

Malam yang kau bicarakan itu melibatkan lari dan sembunyi,

tapi juga ada ciuman.

Mungkin ingat saja ciumannya.

Lagi pula, kau seharusnya membenci tempat ini.

Siapa pun yang unggul di SMA nantinya botak dini

ditambah disfungsi ereksi.

- Benarkah? - Ya.

Hei, Keriwil!

- Tolong jangan panggil aku begitu. - Ayolah, itu julukan paling manis!

Kupikir kau memberiku julukan paling manis.

Tak ada yang manis darimu, Diego.

- Cerdas, Boom Boom. - Jauhi aku, Jimmy.

- Apa kabarmu, Sobat Kecil? - Aku? Baik.

Beri tahu aku jika butuh sesuatu, seperti tumpangan ke rumah sakit.

Aku siap bantu.

Hei, Jimmy! Datang ke danau akhir pekan ini?

Tentu, Sobat! DJ Jimmy Jammy akan tampil prima.

- Mau ke kelas dengan kami? - Tidak, aku sendiri saja.

Aku suka kemandirianmu, Dik.

Aku tak bakal senang tak punya teman. Pamit, Colesaw.

Oh! Wah!

Faust adalah orang yang merenungkan keyakinan eksistensialnya sendiri.

Jadi, yang diinginkan Mephistopheles dari Dr. Faust adalah jawaban atas iman...

Baiklah, para Singa.

Ini murid pindahan baru kita, Phoebe Atwell.

Dia datang kemari dari Program Malaikat Pelindung,

tempat warga dewasa terhormat mencalonkan anak muda yang dicabut haknya

dari penjara anak untuk berasimilasi kembali ke masyarakat.

Mari sambut dengan hangat.

Aum...

Kelas...

Jadi, Phoebe, ceritakan tiga hal tentang dirimu.

Kurasa ular adalah reptil yang paling disalahpahami…

Film favoritku antara Deliverance atau apa pun karya Rob Reiner…

dan aku telat.

Apa maksudmu? Kau tepat waktu.

Bukan, Kepala Sekolah Highlet, haidku.

Aku telat sembilan hari.

Sialan, aku galau soal ini, tapi kurasa aku akan menjaga janin ini.

Karena melihat wajah cantik kalian, aku...

Aku sangat optimis soal masa depan kita...

Aku hanya ingin berteriak.

Baiklah. Lanjutkan, Pak Nordy. Ayo pergi.

Hei, Rambut Merah, pindah dan tinggalkan yoghurtmu.

Dasar jalang sinting.

COLE JOHNSON

Hei, aku membaca artikel tentang St. John Wort.

Itu homeopati... Atau homeopati?

Entahlah, jika kau tanya padaku.

- Tapi rahasia kita, ya? - Ya.

Terkadang aku masih agak takut dengan situasi Cole.

- Kau takut dengan anakmu sendiri? - Ya.

Aku tak takut, tapi bukankah...

- Itu mungkin, bukan? - Apa?

- Tak sadarkah kau... - Hei!

Hei, Nak. Kami buatkan makanan enak untukmu!

- Ya, iga domba dan... - Kentang!

Kentang dan broccolini .

- Ini smorgasbord. - Aku harus minum obat sampai kapan?

Hanya... sampai kau merasa lebih baik .

Ya, Nak, agar imajinasimu tak liar ke mana-mana.

Ini...

Tidak selamanya.

Oke.

Tapi kau tahu apa yang lama?

Merapikan meja.

- Tolong rapikanlah mejanya. - Dia mulai.

Hei, Melanie.

Apa kabar...

- Hei. - Hei juga.

Hei. Oke, aku punya pertanyaan tentang esai literatur.

Ya, baik...

Jadi, itu tema dalam Faust, bukan? Bagaimana menurutmu?

- Kurasa Gretchen seperti anak bawang. - Benar.

Sosok kesepian dengan masa lalu suram. Lalu dia dieksekusi.

Aku tahu. Itu sungguh...

Wow!

Itu botol losion yang besar.

Oh. Tidak, ini. Ini karena aku...

Sikuku sangat kering.

- Sangat seksi? - Sangat...

Tok-tok. Hei! Aku tak bermaksud menyela.

- Maaf. Kalian telanjang? - Tidak...

- Pak Johnson, apa yang... - Kalian saling lepas baju?

- Tidak. - Kami tak begitu.

Aku tak mau merusak momen. Kukira kalian mau bercinta daring .

Astaga.

- Tentu tidak. - Bercinta daring.

- Karena kau punya losion. - Sikuku sangat kering.

- Tapi losion juga dipakai untuk onani. - Ayah! Tidak! Kenapa?

- Oh... - Hei!

Kau dan Melanie? Apa?

Ceritakan. Ayo. Kalian berpacaran atau tidak? Apa yang terjadi?

Dia tak menganggapku begitu.

Apa? Dia yang rugi.

Kau yang untung.

Aku tak yakin kau untung, tapi itu kerugiannya.

Oke.

Dengar, aku tahu kau tak mau minum obat,

tapi setidaknya tunjukanlah kalau kau sudah berusaha pada kami.

Paham? Bisa lakukan itu?

Aku berusaha, tapi Ayah ingin aku bilang bahwa itu cuma khayalanku?

Kau tahu...

Maksudku, Ayah ingin kau membaik, paham?

Membuatmu kembali merasa normal.

- Bagaimana jika tak terjadi? - Jangan pesimis.

Tentu sulit, tapi melalui kesulitan...

- Kita menemukan kekuatan. - Kita menemukan kekuatan. Ya.

Aku tahu.

Ayah ribuan kali mengulangnya, tapi...

Ayah juga menyuruhku tetap jujur pada diriku.

- Ya. - Dan...

- Kini Ayah memintaku berbohong. - Aku tak memintamu berbohong.

Begitu adanya, Ayah. Aku...

Oke.

Aku berkata jujur.

Selamat malam.

Ayah menyayangimu.

Jika kau tak suka losion itu, aku punya...

Ayah, sudah. Astaga!

- Dia masih percaya itu terjadi. - Baik.

Jadi, kita akan lakukan ini.

- Besok. - Benar.

Kita akan menjemputnya saat makan siang besok. Paham?

Cole, ayo. Nanti terlambat.

Aku tak bisa temukan esai literaturku!

- Sudah periksa bokongmu? - Di mana?

Bercanda. Aku tak tahu, Bung. Aku bahkan tak tahu usiaku.

AKADEMI PSIKIATRI KAMIS, PUKUL 13.00

"Akademi Psikiatri Saint Gabe"?

Pukul 13.00 hari ini?

Cole, ayo, Bung.

Ya, aku segera ke sana.

- Kau mau menyetir? - Tidak.

Baik. Aku juga tak mau, tapi akan kulakukan.

- Melanie. - Ada apa?

- Aku dikirim pergi. Hari ini. - Apa? Coba lihat.

More Indonesian subtitles for The Babysitter: Killer Queen

Opmerkingen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left