Yowis Ben: The Series

Yowis Ben: The Series

Download Indonesian ondertitel

Seizoen 1

Release informatie

Yowis Ben The Series S01E08 Episode 8 WEB-DL
Een commentaar door Putra14
WeTV Retail.

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Gepubliceerd op: 2020-10-09
Downloads: 17
Slechthorend: No

Voorbeeld van Indonesian ondertiteling

De eerste 200 regels.

Perban dan obat Cina merah sudah kusiapkan.

Pokoknya, aku sudah simpan nomor RSUD. Tenang!

Kalian kira aku akan kalah?

Mulai!

Sudahlah, jangan sedih, Bay.

Kau punya hidupmu sendiri.

Cak Jon punya hidupnya sendiri.

Kau masih punya seorang ibu.

Ibumu itu hebat.

Bekerja setiap hari.

Jika bukan untukmu, untuk siapa lagi?

Bayu masih membutuhkanku.

Dia belum bisa mandiri.

Aku paham, Mas.

Bayu itu penting bagi dirimu.

Cak Jon...

...menyayangimu.

Namun, Nak,...

...Cak Jon punya masa depan sendiri.

Sekarang...

...kau pergi sekolah atau tidak?

= Episode Sebelumnya =

Nak, ayo berangkat sekolah.

Nanti terlambat.

Tidak mau.

Yam, ayam.

Aku malas pergi sekolah.

Karena Cak Jon pergi.

Kenapa kau tidak berangkat sekolah, Bay?

Yam, kenapa suaramu seperti Cak Jon?

Kalau kau tidak berangkat sekolah,…

…bagaimana masa depanmu, Bay?

Cak...

Dirimu kembali?

Ya, Bay. Biar ayamnya saja yang berangkat ke Surabaya.

Ini aku mimpi, ya?

- Tidak. - Tidak?

Ini sungguh dirimu, Cak?

Sungguh.

Baiklah kalau begitu, aku mau berangkat sekolah.

Berangkatlah.

Baik, ini ayamnya, hati-hati.

Hati-hati.

Cak Jon, ini sungguhan, 'kan?

- Baik, berangkat, Cak. - Ya.

- Hati-hati, Bay. - Lanjut sekolah dulu.

Assalamualaikum.

Waalaikumsalam.

- Bu, aku berangkat, ya. - Ya.

- Hati-hati, Nak. - Assalamualaikum.

Waalaikumsalam.

Bagaimana kau ini?

Kenapa malah ayamnya…

…yang disuruh ke Surabaya?

Hatiku belum mantap, Mbak.

Jon.

Baik.

Sekarang mantapkan hatimu.

Ya, Mbak.

Yam, ayam.

- Nando. - Apa?

Astaga, Nando, mukamu cerah sekali.

Kau pakai perawatan kulit apa? Boleh aku pegang tidak mukamu?

Jangan, tidak pakai apa-apa.

Nando.

Aku sama Aliya punya rencana...

...malam ini ingin main ke rumahmu.

Boleh, ya?

Jangan, aku tidak bisa.

Baik, kalau kau tidak bisa,...

...kau ke rumahku saja.

Aku ada info menarik...

...tentang musik, kau suka musik, 'kan?

Setiap hari...

...makin caper saja sama Nando!

Hei, Stevia. Kau dengar, ya.

Asal kau tahu, semua perempuan di sekolah ini...

...punya hak suka dengan Nando!

Hei, Glenca.

Namun, capermu itu ganggu!

Memangnya kau pacar Nando? Bukan, 'kan?

Namun, Nando terganggu dengan sikap mereka begitu, benar?

Tidak!

Sedikit.

Nando jahat sekali.

Nando, jahat sekali, bicara begitu!

- Apa? - Ya, apa?

Nando jahat.

Sebagai lelaki, kau harus tegas.

Terima kasih, Stev.

Anak ini.

Mengobrol dulu.

Mengobrol dulu!

Sini, mengobrol dulu saja.

Ayo mengobrol.

Kau mau apa, Roy?

Kau kenapa ikut campur?

Memangnya kenapa?

Aku mau mengobrol dengan dia.

- Ada apa? - Semua datang.

Katanya kau sakit?

Tidak!

Bagaimana mukamu?

Apa-apaan kau pegang mukaku?

Kau terobsesi dengan wajah tampanku, ya?

Apa yang tampan? Sial.

Kau hanya pura-pura sakit...

...agar diperhatikan teman-teman.

Bahkan mereka sampai datang ke rumahmu.

Roy.

Anak-anak datang ke rumahnya Bayu karena menganggap dia sahabat.

Tidak seperti kau, tidak punya perasaan!

Anak ini ikut-ikutan saja.

Semua tidak penting!

Ayo main basket saja. Minggir!

Roy sialan!

Sabar, Bay.

Sudah sehat, Bay?

Ya, Yan.

Karena Cak Jon sudah pulang.

Alhamdulillah.

- Pantas langsung sehat, Bay. - Ya.

Urusan Mbak Rini, bagaimana?

Kalau tentang itu, aku tidak paham.

Pokoknya yang penting, Cak Jon sudah pulang, cukup.

- Ya, aku ikut senang. - Aku senang juga.

Alhamdulillah.

- Tidak bawa, aku pinjam uangmu dulu. - Baiklah.

Minum terus.

Ini pendapat mereka.

Kita mencari aktivitas yang bermanfaat.

Macam-macam, misalnya balapan...

Balapan?

Tidak bermanfaat sama sekali, itu ilegal.

Astaghfirullah, mengaji.

Mengaji?

Setiap hari usai Isya, aku mengaji, Yan.

Baik, Bay.

Bagaimana kalau kau magang saja dengan ayahku?

Jual semen, belajar bisnis.

Bagus itu.

- Jual semen? - Ya.

Kau yang untung.

- Idemu tidak bagus. - Belajar bisnis.

Mending balapan.

Balapan!

Balapan sambil jual semen maksudnya.

Astaghfirullah, kacau!

Bagaimana, ya?

Begini saja.

Seingatku,...

...seorang seniman saat sedang sedih, menghasilkan karya.

Karyanya menjadi mahakarya. Legendaris.

Bagaimana kalau kita membuat band saja?

Memangnya kita ini seniman?

Semua manusia itu terlahir menjadi seniman.

Pada dasarnya.

- Tidak percaya? - Tidak.

Baca tulisan itu.

Parkir.

- Seniman puisi. - Seniman.

Gerakkan tanganmu begini.

Seniman tari.

Yang pedas, karetnya dua.

Baik, Bu, ini uangnya. Permisi, Bu.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Bu Jum, kenapa kau melihat sekeliling?

Cari siapa? Aku di sini.

Siapa yang mencarimu?

Aku sedang menunggu Bayu.

Kenapa belum pulang sudah jam begini?

Katanya sakit?

Ya, itu sebabnya aku tunggu.

Kemarin aku sampai menyuapinya.

- Aku rawat, tidak sehat juga. - Lalu?

Ketika Jon datang,...

...langsung sehat.

Kalau sakit itu enak, ya?

Dirawat, disuapi.

Kalian mau ke mana?

- Mau sakit. - Mau sakit.

Bayar dulu.

- Kami sakit dulu. - Kami sakit dulu.

- Mbak. - Jon.

Bagaimana ini?

Bayu masih belum pulang.

Sudah, biarkan saja, Mbak.

Katanya Bayu sudah besar.

Kau tidak apa-apa?

Tidak apa-apa, Mbak.

Sudahlah, tidak usah dipikirkan.

Assalamualaikum.

- Waalaikumsalam. - Waalaikumsalam, Nak.

Dari mana saja, Bay?

Kau membuat kami khawatir.

Cak Jon, tos dulu.

Jangan khawatir, Bu.

Bayu tadi sedang bermain band.

Wah, keren.

Jadi, kau anak band sekarang?

Yowis Ben: The Series subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Yowis Ben: The Series

Opmerkingen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left