De eerste 200 regels.
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
gendhutz, Ibnu triawan, Zammil R, KwetiauMedan71,
Sophie Lengkong, Penonton miawaug,
Hentikan mobilnya!
Maafkan aku.
Kalian dengarkan aku.
Aku mengerti perasaan kalian.
Kita tak perlu ke sana, oke?
Minggirkan saja mobilnya, lalu kita bicara.
Rasanya sangat tepat saat ini.
Kucuma ingin kalian dengarkan, oke?
Kucuma ingin kalian dengarkan aku! Aku...!
Maafkan aku
terjemahan broth3r max
Aku tak mau menemui bocah itu!
Aku tak mau melihat bocah itu!
Aku tak mau melihat bocah itu!
Jangan bocah itu! Jangan bocah itu!
Jangan bocah itu!
Jangan bocah itu!
Jangan...
L
L
L O
L O
L O C
L O C
L O C K
L O C K
L O C K B
L O C K B
L O C K B O
L O C K B O
L O C K B O X
Namaku Ellen Hershbergen
dan akan kuceritakan semua yang terjadi
dengan harapan itu tak terulang lagi.
Ibuku meninggal pada Februari.
Dia berjuang melawan penyakit Alzheimer.
Sebelum itu, aku sudah menjalani berbagai profesi.
Seorang perancang busana yang cukup sukses.
Penulis buku anak-anak tentang kacang polong.
Lalu aku menjadi pengasuh.
Sekarang, aku bukan seperti itu.
Jadi, yang bisa kulakukan hanyalah merubah diriku dan memulai dari awal.
Pagi.
Aku Pastor John Dore.
Senang bertemu denganmu. / Senang juga bertemu denganmu.
Telponmu itu sungguh berkah.
Aku memang butuh bantuan,
tapi tak punya anggaran untuk membayar
seseorang yang bekerja purnawaktu.
Dulu aku jadi relawan di gerejaku di Buffalo,
jadi, kurasa ini mungkin bisa membantu menemukan pijakanku di sini.
Dan mengapa Pontiac? Bagaimana kami bisa seberuntung ini?
Lebih ke peluang ketimbang keberuntungan.
Firasatku mengatakan
kubisa merasa cocok di sini, menjadi diriku sendiri lagi.
Dan kita bisa adakan obral barang bekas,
mengumpulkan uang, perbaiki bangku-bangku gereja.
Sebenarnya aku cukup pandai soal itu.
Ya.
Baiklah. Tidak ada salahnya dicoba.
Ya.
Donna. Hai.
Ellen, bagaimana kesanmu di kota baru?
Oh, uh.
Ini bagus.
Tenang. Tak tersandung kardus lagi.
Aku merasa cocok.
Aku senang. Buffalo akan merindukanmu.
Kau butuh awal yang baru.
Ya. Terima kasih, Donna. Aku memang butuh.
Hey, apa kau masih ingat sepupu kita Winthrop?
Aku memomong dia setiap Kamis.
Dia makan spaghetti sebanyak berat badannya.
Tentu saja aku ingat dia.
Dia sudah agak lama tinggal bersama kami
tapi Dan ingin dia pergi.
Rumah sudah terasa tak cukup.
Benar.
Kabar baiknya dia mendapat pekerjaan di pabrik pengolahan logam lembaran.
Sebenarnya tak terlalu jauh dari Pontiac.
Dimulai saat musim semi...
Kau tak perlu jelaskan lagi. Aku akan senang jika dia ada di sini.
Benarkah? Itu menyenangkan.
Tentu.
Dia sudah berpindah-pindah keluarga selama bertahun-tahun.
Bagai balon melayang-layang.
Asal tahu saja Winthrop itu agak berbeda.
Dia mengalami masalah PTSD.
sejak semasa gabung militer.
Tapi dia pria yang baik.
Kami akan carikan solusinya.
Kurasa mungkin akan bermanfaat jika ada seseorang membantuku.
Terima kasih, Ellen. Oke, dah.
Baiklah. Dah, Donna.
Winthrop?
Sepupu Helen?
Sudah lama sekali tak ketemu.
Baru sekitar 30 tahun.
Cuma itu bawaanmu?
Ini saja bawaanku.
Baiklah.
Terima kasih telah menerimaku untuk sementara.
Terima kasih.
Senang ada yang menemani.
Senang sekali bertemu denganmu.
Ini tempatnya.
Biar kutunjukkan kamarmu.
Kau suka?
Lihat. Itu kita.
Terima kasih.
Baiklah.
Aku belum pernah lihat orang lain menyeruput
spaghetti dan bakso sepertimu.
Kau ingat?
Itu agak menakutkan.
Aku masih ingat.
Aku turut berduka mendengar kabar ibumu.
Mm.
Terima kasih.
Aku ingat dia selalu tertawa, bercerita lucu.
Mm.
Dia pandai memasak, sepertimu.
Mm. Terima kasih.
Dia memang begitu.
Tawanya bisa menggema ke seluruh rumah.
Kemudian orang tuamu... memang semua terasa tak adil.
Biar kuambilkan lagi.
Apa boleh aku mandi?
Mm. Tentu boleh.
Oh!
Winthrop?
Winthrop?
Hm.
Kayaknya aku belum pernah bertemu pamanmu, Ray.
Adiknya ayahmu 'kan?
Maaf. Aku tak ingin membahas itu.
Baiklah.
Aku merasa sulit memahami yang orang lakukan satu sama lain.
Tidak, kau tak perlu memikirkan itu di sini.
Ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu.
Mau cerita?
Soal sepupuku... Winthrop.
Dia tinggal bersamaku, dan...
aku tak menyesal menerima dia, tapi dia telah melalui banyak hal.
Bertempur di Afghanistan.
Dia tidak bisa tidur.
Jalan-jalan semalaman.
Mengunci diri di kamar mandi selama berjam-jam.
Sulit bertatap mata.
Dan aku terus penasaran barangkali dia harus menemui seseorang
yang memang mampu menangani PTSD.
Seseorang yang tak cuma diam menunggui di luar pintu kamar mandi
berharap dia akan keluar.
Terkadang itu sudah cukup.
Orang menunggui di luar pintu.
Huh?
Itulah yang kuyakini saat bersama ibuku.
Aku tetap diam berjaga-jaga...
barangkali dia keluar lagi walau sebentar.
Dia tak pernah keluar.
Aku tak bisa biarkan itu terjadi pada Winthrop.
Aku pernah mengecewakan Winthrop sekali, dan tak mau mengulanginya.
Ellen...
kau telah berbuat lebih pada ibumu ketimbang yang didapat orang lain.
Sekarang kau berbuat yang sama untuk Winthrop.
Oh.
Maaf, aku tak mendengarmu datang.
Vahna.
Oh, hai. Aku... aku Ellen.
Oh, wow.
Kau sudah mengerjakan banyak kegiatan di sini dalam waktu yang sangat singkat.
Ya, memang bagus ada seseorang yang membantumu.
Di sini sering hujan,
jadi semuanya jadi sangat rimbun.
Aku sudah tinggal di sini sudah sekitar satu tahun
dan aku peringatkan, tempat ini sunyi.
Benar-benar tak ada yang bisa dilakukan sama sekali.
Bar terdekat
yang tidak memiliki arena bowlingnya
sebenarnya letaknya jauh di Buffalo.
Aku tidak bepergian atau main bowling, tapi tak apa.
Mhm. Mhm. Mau coba?
Oh, tidak. Terima kasih. / Aku masih punya lagi
Tak usah. Aku tahu, terima kasih. Tapi kelihatannya enak sekali.
Ya. / Renyah.
Akhir-akhir ini aku sering migrain
dan nyeri di sekujur tubuh, sendi-sendi terasa panas.
Tapi ada pilnya.
Mereka punya pil untuk segalanya. Pil untuk ini,
pil untuk itu. Pil buat segala penyakit.
Sebenarnya aku pindah ke sini
karena akan mengambil kelas kuliah.
Kau tahu, Genesee College. / Ya, ya.
Lokasinya dekat. / Ya.
Puisi.
Oh.
Aku memang dekat dengan... guru.
No comments yet. Be the first to leave one.