Seizoen 1

Release informatie

[๐‚๐จ๐Ÿ๐Ÿ๐ž๐ž๐๐ซ๐ข๐ฌ๐จ๐ง] ๐€ ๐๐Ž๐๐€ ๐…๐ˆ๐ƒ๐„ ๐Š๐ˆ๐‹๐‹๐„๐‘ ๐’๐ŸŽ๐„๐ŸŽ๐Ÿ” ๐•๐Š ๐–๐„๐
Een commentaar door Coffee_Prison
๐—ฅ๐—˜๐—ง๐—”๐—œ๐—Ÿ ๐—ฉ๐—œ๐—ž๐—œ >> ๐Ÿฌ๐Ÿญ:๐Ÿฌ๐Ÿญ:๐Ÿฎ๐Ÿต || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
Gepubliceerd op: 2026-08-16
Downloads: 0
Slechthorend: No

Voorbeeld van Indonesian ondertiteling

De eerste 200 regels.

(Ini cerita fiktif. Semua tokoh dan peristiwa tidak berhubungan dengan dunia nyata)

(Adegan yang melibatkan anak-anak dan hewan direkam secara aman)

Dia mau pergi sejauh apa?

Aku sudah pernah datang ke tempat ini.

Apa? Kapan?

Ini tempat apa, Pak Kwon?

Sebentar, kasino?

Di saat seperti ini, Pimpinan Cheon datang ke kasino?

Padahal dua orang baru saja meninggal di lokasi konstruksinya?

Pimpinan, aku Kwon Tae Seong dari Not Today. Aku ingin mewawancarai Anda.

Tunggu, sebentar saja.

Untuk apa kau menutup mulutku?

Pimpinan! Sebentar saja.

Sebentar, Pimpinan!

Sebentar saja.

Tolong, izinkan aku masuk sebentar!

Kubilang berhenti.

Diam di sini.

Kau tidak apa-apa, Pak Kwon?

Ya. Kau sudah dapat fotonya, 'kan?

Oh, ya, sudah kufoto.

Mengikutinya sampai kemari memang keputusan yang tepat.

Dia mendatangi kasino di saat begini saja sudah bisa masuk berita.

- Namun, itu belum cukup, bukan? - Apa?

Datang ke kasino bukan otomatis berarti dia berjudi.

Kita harus memergokinya sedang berjudi,

atau setidaknya menemuinya dan bisa mewawancarainya meski sebentar.

Kita sudah jauh-jauh kemari untuk melakukan ini.

Namun, bagaimana melakukannya?

Kelihatannya, mereka tidak akan membiarkan kita masuk satu langkah pun, bukan?

Memangnya mau masuk ke dalam hanya bisa lewat sini?

Setelah melewati lobi, lewati meja bel di sebelah kiri,

lalu buka pintu di sebelah kanan.

Seharusnya di sana ada lift khusus pegawai.

Naiklah ke ruang pelayan di B3

dan ambil kunci utamanya.

Apa aku boleh minta tolong padamu?

Tentu saja boleh, aku harus membantu kalian.

Kalian sedang menyelidiki kasus terkait kematian yang janggal.

Saat melawan pemecatan tidak adil tahun lalu, kami sangat terbantu dengan artikelmu.

Sebelah sini, lewat pintu belakang. Ayo ikut aku.

Permisi.

Pintu menutup.

Mau ke lantai berapa?

B3, ke tempat parkir.

Lift ini khusus pegawai.

Kau harus naik lagi ke lantai satu dan naik lift yang ada di luar.

Oh, baiklah. Aku sudah paham. Maaf.

Oh, baiklah.

Pintu menutup.

Sepertinya kau tidak perlu ke ruang pelayan lagi.

Kau langsung naik ke lantai 23 saja.

Meliput bersamamu

selalu terasa mendebarkan.

Nanti kau juga akan terbiasa.

Sepertinya akan sulit untuk naik diam-diam.

Di B1 sedang ada dua pelayan dan ada dua pelayan lagi di lantai satu.

Usahakan jangan ada yang melihat wajahmu.

Aku akan langsung menghapus rekaman CCTV-nya.

Baiklah.

- Pintu menutup. - Kenapa hari ini terasa sangat melelahkan?

Aku bingung kenapa hari ini banyak sekali kejadian.

Aku serius, kenapa pekerjaannya tidak habis-habis?

Aku sangat lelah.

Oh? Kalian tamu VIP.

Oh, sepertinya kalian salah naik lift.

Apa?

Lain kali, gunakan lift VIP yang berada di seberang aula saja.

Lift ini khusus pegawai.

Oh, begitu rupanya.

Terima kasih.

Anda juga, Bu.

Permisi, kami mau turun.

Ada apa?

Apa?

Bukan apa-apa.

Dari belakang, dia mirip seseorang.

Dasar bajingan gila.

Bukan, maksudnya aku.

Ya, Bu. Bagaimana kabarmu?

Maaf tadi aku tidak mengangkat panggilanmu. Apa ada masalah?

Oh, bukan masalah yang serius.

Aku menelepon terkait konsultasi orang tua untuk semester pertama Yul.

Anda belum membalas di aplikasi untuk memberi informasi

apa Anda lebih memilih berkonsultasi lewat panggilan telepon atau tatap muka.

Oh, maafkan aku. Aku tidak melihatnya. Aku akan melakukan konsultasi tatap muka.

Ya, terima kasih, Bu. Ya.

Ya, aku lewat tangga saja dari sini.

Awasi orang yang masuk.

Tidak boleh ada saksi lain lagi.

Baik, Bu Yoo, aku akan mengawasi dengan ketat.

Ada yang bisa kubantu?

Apa kalian kemari sebagai tamu?

Aku bukan kemari untuk berjudi. Aku kemari untuk menemui seseorang.

Siapa itu?

Pimpinan Konstruksi Gaecheon, Cheon Seong Gil, ada di dalam, bukan?

Apa Anda sudah membuat janji sebelumnya?

Dia pasti mengenalku jika kau menyebutkan namaku, Kwon Tae Seong.

Masing-masing lantai kamar VIP dilengkapi penjaga.

Kalau aku memberi sinyal, keluarlah dan belok ke kiri.

Baiklah.

Sekarang saatnya!

Kapan pergantian sif berikutnya?

Aku sudah di dalam.

Kamarnya bagus sekali.

Wah, pemandangannya sangat indah.

Itu menyebalkan, bukan?

Dia seharusnya tinggal di balik jeruji besi.

Aku akan bergerak ke arah kulkas.

- Sudah selesai. - Kembalikan botolnya ke kulkas

dan keluarkan benda-benda lainnya.

Tinggalkan hanya satu botol air itu.

Di media sosial ada yang bilang Tak Jong Gu tipe orang yang 'es abadi'.

Apa-apaan itu? Maksudnya 'dihajar tepat di wajahnya'?

Yang itu boleh juga.

Itu artinya dia hanya minum minuman yang dingin.

Selesai.

Aku akan keluar.

Sebentar, Bu Yoo.

Ada yang datang dari lorong.

Kelihatannya, mereka tamu.

Satu pria dan satu wanita.

Ternyata Tak Jong Gu.

Wanita itu...

Apa? Botol minuman keras?

Kau baru pertama kali datang ke tempat semewah ini, 'kan?

Iya.

Ayo masuk.

- Ini kamarku. - Wah!

Kamarmu menakjubkan sekali.

Orang tuamu kaya sekali, ya?

Bukankah kamar di hotel ini

bebas asap rokok?

Tidak ada yang dilarang di sini.

Kalau ada yang membuat keributan, aku tinggal melempar uang ke orang itu.

Astaga, makin lama bertemu, rasanya aku makin suka padamu.

Itu wanitanya. Dia variabel hari ini.

Wanita itu yang merebut kartu VIP-ku di ruang permainan tadi.

Apa variabelnya kali ini?

Aku juga masih ragu...

Dia seharusnya masih berada di ruang permainan sampai subuh.

Namun, kenapa sekarang mereka sudah di sini...

Kalau kau bisa bersembunyi di sana, aku akan mencari solusi agar kau bisa kabur.

Bukankah mereka akan langsung tahu kalau kita berbohong?

Itu bukan sepenuhnya berbohong.

Aku bilang dia pasti mengenalku. Aku tidak bilang aku sudah buat janji temu.

Oh!

Mereka datang. Ayo senyum.

Pimpinan Cheon bilang hari ini dia tidak punya janji temu.

Oh, sungguh? Aneh sekali.

Dia pasti sudah lupa.

Daripada berdiri di sini, sebaiknya aku langsung bicara padanya saja...

Dia sudah beristirahat di kamarnya, Pak Kwon Tae Seong.

Dia sudah masuk, ya.

Antar mereka ke bawah dan beri tahu penjaga di pintu gerbang.

Kalau hal ini terjadi sekali lagi, mereka semua akan dipecat.

Baik.

Silakan ikut denganku.

Pemandangannya menakjubkan sekali.

Jendelanya besar sekali. Sungguh pemandangan yang indah.

Kau mau anggur?

Hah? Aku bawa minuman.

Bukan yang murahan itu. Minumlah yang enak.

Namun, kau unik dan menarik.

Sejujurnya, kau bukan tipeku,

tetapi ada sesuatu yang seksi darimu.

Kalau kau kemari untuk bermain, mainkan saja permainannya.

Jangan memaksakan keberuntunganmu saat kartunya bahkan belum dibagikan.

Oh?

Kenapa aku tiba-tiba ingin makan sesuatu yang digoreng, ya?

Aku boleh memesan layanan kamar, 'kan?

Pesan saja apa pun yang kau inginkan.

Minuman yang kuat

memang cocok dinikmati dengan makanan yang digoreng.

Tak Jong Gu menaruh obat ke minumannya. Untuk berjaga-jaga...

Tidak, terlalu berbahaya kalau kau menemuinya sendiri di sana.

Wanita itu bisa menjadi saksi, dan rute pelariannya juga belum ketemu...

Jangan khawatir, Ki Yeong Do.

Siapa yang bilang aku akan menemuinya sekarang?

Aku hanya bilang kita harus mencegah kemungkinan ada yang terluka.

Itu...

Mungkin aku akan meninju wajahnya atau semacamnya?

Kuharap kau tidak akan melakukan hal yang nekat lagi demi mereka.

Tentu saja. Memangnya mereka salah apa? Orang lain yang bersalah.

Kalau begitu, hati-hati di jalan.

Kesopanan pria itu terasa sangat menyebalkan.

Oh, kita repot-repot naik hanya untuk diusir tanpa mendapatkan informasi apa-apa.

Bukan tanpa informasi apa-apa.

- Apa? - Informasi yang pertama.

Sekarang ini Pimpinan Cheon sedang berada di ruang judi VIP.

Itu artinya, dia memang sedang berjudi.

Pimpinan Cheon bilang hari ini dia tidak punya janji temu.

Oh, benar.

Bukan tidak ada janji temu dengan orang itu, melainkan tidak ada janji temu.

Informasi kedua, sekarang dia sedang berada di kamarnya.

Kau tidak benar-benar berencana pergi ke kamarnya, bukan?

Sebentar. Ada yang datang dari lorong.

Ayo masuk.

Apa yang dipesannya?

Keren!

More Indonesian subtitles for A Bona Fide Killer

Opmerkingen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left