Pierwsze 200 wierszy.
Dalam nama Tuhan, Maha Penyayang,
Hadirin sekalian, Salam sejahtera.
Kami baru saja terima kabar.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil mengumumkan
hilangnya pesawat Douglas DC-3 di Laut Merah pagi ini.
Pesawat, nomor penerbangan 2339
berangkat dari Jeddah ke London melalui Kairo.
Kehilangan kontak dengan kokpit pukul 01.00 pagi.
Pengontrol lintas udara mencoba mengontak beberapa jam terakhir
namun tak membuahkan hasil. Penjaga pantai juga telah dihubungi...
- Oh Tuhan! - Tuhan Maha Besar.
Lepaskan aku!
Aku bisa gila.
Mari kita berdoa untuk keselamatan semua penumpang.
Damai dan rahmat Allah atasmu. Damai dan rahmat Allah atasmu.
Kita adalah milik Allah! dan kepada-Nya juga kita kembali.
MASA SURAM
Oh, Tuhan.
Oh, Tuhan.
Tuhan, kenapa kami harus mengalami semua ini?
Oh, Tuhan.
Malangnya mereka…
Ini kedua kali aku bertahan hidup.
- Ya Tuhan. - Istirahatlah.
Tuhan.
Ya Tuhan.
Ya Tuhan.
Tuhan, jaga hidup kami jika itu yang terbaik.
Biar kami mati jika itu yang terbaik.
Jangan berdoa untuk kematian kami, doakan dirimu sendiri.
Ada yang lihat tas Samsonite hitam?
Aku berdoa memohon pengampunanmu.
Terima kasih. Urus urusanmu sendiri.
Lihat sekelilingmu.
Dua jam lalu, 8 orang yang hidup.
Apa kau teman Azrael?
Apa kalian lihat tas Samsonite hitam?
Apa ini waktu yang tepat?
Kita hampir mati dan kau mengoceh soal tas!
Isinya sangat penting. Tolong aku.
Hampir mati? Tak masalah menyebut itu, bukan?
Bukan urusanmu.
Kawan-kawan, isi tas itu sangat penting.
Semuanya, harap tenang.
"...yang berkata, ketika terkena musibah kita milik Allah dan kembali pada Allah."
Ini bukan pesawat kertas. Ada yang disebut kotak hitam.
Pesawat juga bisa hilang.
Syukurlah. Kotak hitam masih ada.
Kotak hitam itu bisa jelaskan semuanya.
Satelit ponsel Eng. Mohammad
membantu kita untuk komunikasi di berbagai belahan dunia.
Aku hanya meminta semuanya bisa tenang.
Kita di tangan ahlinya.
Apa mereka akan menemukan kita?
3 MINGGU KEMUDIAN
Mereka akan tiba kurang dari 13 jam.
Kapten,
beri tanda tanganmu, seandainya mereka mengklaim selamatkan kita kurang dari...
Tak bisakah kau diam?
Jangan khawatir.
Hejazi dan Lotfy sedang kerjakan.
Ada helikopter yang akan mengantar kami ke London.
Jangan cemas. Kau tetap saja di tempatmu.
Berhasil.
Sudah mati.
Sedang tersambung...
Kami dari Pesawat 2339 yang hilang.
Kami masih hidup.
Bilang kita ada di gurun.
Beri tahu mereka kita sudah di sini 7 bulan. Kita akan mati.
Dua atau tiga minggu. Ayo cepat!
Astaga!
Entah apa yang akan terjadi.
Kita tak bisa komunikasi dan tak ada yang dekat daerah ini.
Aku hanya bisa bilang, astaga, Israel.
Jangan cemas. Ini hanya luka kecil.
- Kau mau buat apa? - Mensterilkan lukanya, Ismail.
Tidak. Jangan Kotex.
- Lukanya harus dibersihkan. - Kalau begitu, pelan-pelan.
Pelan-pelan.
Sudah kubilang,
Perselingkuhan Kemenlu terbongkar.
Golda Meir adalah pelacur.
- Benar. - Hitler yang biasa memerintahnya.
- Oh ya? - Kuberitahu kau.
Kau tak tahu apa-apa. Kuil Solomon itu palsu.
Kami sangat yakin itu sudah ditemukan sejak 20 tahun lalu.
- Berapa kaleng yang kau makan? - Ini makananku.
Ini makananku.
Pergilah ke neraka. Itu untuk kita semua.
Semua ini kurang untukmu? Kita cuma ada empat orang.
Kita ada lima orang.
Apa orang Mesir itu masih hidup?
Kau tak paham bahasa Arab?
Seperempat makanan kita habis kurang dari sebulan.
Kenapa kau ributkan hal yang tak penting?
Kapten, Kapten,
Ismail, selain kakinya patah, ada luka sayat di perutnya.
Lukanya sangat parah.
- Kau gila? Kau mau aku kelaparan? - Pujian bagi Allah.
Kau mensterilkan lukanya?
Ya, tapi kita tak bisa memindahkannya sampai kondisinya lebih baik.
Kau mau pindahkan dia?
Apa kau sudah gila?
Sudah waktunya kita jelajahi area ini. Kita tak bisa diam saja di sini.
Kalau makanan habis, kita mati.
Terpujilah Allah, bukankah aku menyuruhmu membawa baterainya?
- Oh, sebentar. - Duduklah. Bersihkan kepalamu.
Kita bisa jalani 30 kilometer ke tempat yang dikehendaki Tuhan,
lalu pemerintah tiba.
Mereka hanya akan lihat mayat. Bukannya kita…
Semoga kau tersedak dan mati.
Peraturan terbaru mulai sekarang, semua makanan akan dibagi rata.
Tidak. tak sama.
Sesuai kebutuhan individu dan tanggal kedaluwarsa.
Sesuai berat badan, Kapten.
- Siapa makan banyak, jatahnya berkurang. - Tidak.
Saat ini kita punya 40 kaleng buah, 25 kaleng sayuran,
23 kaleng jagung, 19 botol air,
14 galon air Zamzam, 22 kaleng soda,
2 kotak kurma ajwa, 4 sukkari, 1 khalasa,
2 barhi, 1 sari, 2 sagai...
Cukup. Kita punya banyak kurma. Apa lagi?
Empat kotak halawa, 1 piring laddu, 1 labaneya, 7 batang cokelat,
1 kantong pips dan 30 manisan. Hal-hal yang berguna selain makanan:
lebih dari 90 baterai, yang berguna untuk Mohammed dan Lotfy.
Satu kapak darurat, 1 Quran Pakistan, 1 Quran Prancis,
banyak pakaian, sembilan kondom...
Siapa yang bawa kondom?
Jika kau tak mau, aku ambil. Lebih banyak, lebih baik.
Dan juga ada barang yang tak berguna.
Sembilan piringan hitam, dua kotak tembakau hookah,
63 majalah edisi yang sama dan 12 video.
Distribusinya sebagai berikut, kecuali buah kaleng,
sembilan dikurangi dari Adnan...
- Jangan buah kaleng, aku suka itu. - Pembagian tugas...
Tugas pertama adalah pengawetan. Tugas kedua, mengurus Ismail.
Tugs ketiga, memperbaiki telepon satelit atau sarana komunikasi.
Tugas keempat, cari rongsokan. Ini semua bisa bertahan selama tiga bulan.
Waktu lebih dari cukup sampai kita ditemukan.
Allah Maha Besar.
Segala puji bagi Allah.
Kau temukan iman saat memotong kayu?
- Allah Maha Besar... - Kau mau berdoa sekarang?
Doa matahari terbenam.
Belum waktunya, Adnan.
Kusingkat dan gabung, Tuan Filsuf.
Jangan gabung doa sore dan doa siang.
Kalau begitu ajari juga aku cara menghadapi Tuhan.
Jangan buat masalah, Adnan. Ambil kayu itu.
Kalau tidak giliranmu ganti besok.
Kapten Hassan, takutlah kepada Allah.
Pemerintah sudah mempercayakan kami kepadamu.
Kapten apa?
Jangan lemah dengan orang Mesir yang terluka, sementara aku…
Aku menderita asma.
Aku lemah dan kau memberiku tugas berat.
Kita sudah bagi tugas kemarin.
Sudah kubilang aku penderita asma dan tak bawa Ventolin. Bagaimana...
Bagaimana bisa kau menyalahkanku? Aku tak akan…
Sebuah hookah di sini,
dan Ventolin untuk setahun.
Teman-teman, ini tak akan berhasil. Jangan beri sedikit demi sedikit,
sementara aku…
- Apa yang kau lakukan? - Apa?
Siapa yang menyuruhmu perbaiki itu?
- Minggir. Minggir. - Kupikir bisa bantu.
Ayo pegang ini. Ayo.
Semua batu ini!
Menggunakan berbagai peralatan berbeda, aku membuat stasiun angka.
Ini adalah stasiun radio yang mampu menyiarkan pesan terenskripsi
yang tak bisa didekripsi selain dari penerima yang ditujukan.
Mereka, akan membentuk komite...
Sialan!
Astaga.
Apa untungnya bagiku? Sudah habiskan waktu seharian.
Kau memalukan, Lotfy.
- Maaf semuanya. Akan kuperbaiki. - Kau tak akan bisa.
Kita butuh kayu teman-teman.
Allah Maha Besar.
Kaleng buah punya siapa ini?
Punyaku, Kapten. Kuletakkan di sana.
Sungguh Adnan, jika malam tiba dan kita tak punya kayu,
jangan duduk dekat perapian.
Bagus. Ayo kita buat batas antara kita.
Semua orang urus diri sendiri. Buat tanda batasnya masing-masing.
Aku tak mau lihat siapa pun
dan aku tak mau menolong siapa pun atau terima bantuan dari siapa pun.
Kau tandai semua gurun di luar sana?
Kenapa kau tandai toilet?
Agar kau tak lihat aku BAB di malam hari.
Tak masalah. Ayo. Lanjutkan.
Tapi malam ini,
aku tak mau lihat kau hangatkan diri dengan kami.
Kau juga tak dapat makanan yang kami temukan di bagasi.
Pembicaraan apa ini? Seperti bicara dengan keledai.
Dasar orang-orang bodoh.
Sakit.
Berbaringlah.
Semuanya baik. Kau akan baik-baik saja.
No comments yet. Be the first to leave one.