Pierwsze 200 wierszy.
Halo?
Halo?
Halo?
Halo?
Aku mau tanya.
Sebenarnya apa pekerjaanmu?
Apa maksudmu?
Profilmu menjelaskan kalau kau melakukan klaim kesehatan.
Kau tidak melakukan klaim kesehatan.
Kau sungguh melakukan klaim kesehatan? / Ya, aku...
... sungguh melakukannya.
Apa? Ayolah.
Tidak, itu...
Aku takkan mengadili.
Baiklah.
Aku dulunya...
... ingin jadi petinju profesional.
Aku ikut kelas sekarang, tapi...
Kickboxing?
Tidak keren.
Itu luar biasa.
Olahraga masa depan.
Oke, aku hanya perlu tarik nafas dulu...
Oke.
... sebentar.
Aku menyukaimu.
Kau sungguh cabul. Jika aku sedang berhubungan seks,
kaupikir aku akan membuang-buang waktu menjawab teleponmu?
Baik. Kau adalah ratunya berhubungan seks.
Dia tidak brengsek. Dia pria sopan.
Ya Tuhan. Kau tak hanya mengatakannya.
Apa kau tahu? Kau adalah pelacur.
Kau pelacur parah.
Aku tak seperti teman pelacurku, bukan?
Halo?
Aku mau pergi.
Dan terima kasih. Sampai nanti.
Diam di sana!
Diam di sana!
Kau siapa?
Namaku Sabrina.
Berhenti!
Kita ada di mana?
Entahlah.
Hal yang sama terjadi padaku.
Kita sama.
Di sana tak ada apa-apa. / Apa?
Tak ada apa-apa di sana.
Itu satu-satunya jalan keluar.
Apa?
Itu satu-satunya jalan keluar.
Tetap di sana. / Oke.
Halo?
Tidak.
Sialan.
Maafkan aku.
Apa?
Tolong! Dia mencoba membunuhku!
Sialan!
Hei!
Hei!
Sial.
Kenapa kau melakukan ini?
Karena kita harus.
Hentikan!
Hentikan!
Hentikan.
Hentikan!
Hentikan!
Berapa lagi yang harus kubunuh?
Kau bisa mendengarku?
Tolong biarkan aku masuk.
Tetap di sana, Sabrina.
Jangan berpikir soal itu.
Meruntuhkan
Waktunya untuk pengumumanmu. / Aku suka bagian itu.
Oh, Joseph.
Beneran. Aku paling suka bagian itu. Kau tahu itu.
Banyak sekali pekerjaan dan stres, aku tahu.
Aku juga merasakannya.
Tapi semua itu sangat bermanfaat.
Petarung pengganti bisa mengganggu. Itu saja.
Memang begitu. Mudah-mudahan, kita tak perlu melakukannya lagi.
Jika harus, akan kita lakukan, seperti biasanya.
Memang.
Cintaku.
Aku tidak bisa!
Halo, teman-temanku!
7 pertarungan telah mencapai tingkat kekuatan yang lebih tinggi.
Baik, selamat kepada yang telah bertahan hari ini.
Kalian bisa istirahat dengan tenang mengetahui yang dicintai juga akan bertahan hidup hari ini.
Ayo kita temui Patricia Johnson.
Dia selamat dari beberapa yang lainnya, terutama orangtuanya,
seperti yang kau lihat di sini.
Tapi karena hari ini kau bertarung dan menang, Cody,
ibumu akan hidup untuk melihat hari berikutnya.
Si cantik dan mandiri, Jamie Williams, dibesarkan di panti asuhan.
Kemudian bekerja di supermarket sambil mendapatkan gelar bisnis.
Jamie dikumpulkan untuk bertarung sebagai pengganti Jennifer brown,
Yang kalian lihat, mencoba untuk mengunyah jalan dia memenuhi kewajibannya.
Dia ditinggalkan oleh bibi dan Pamannya.
Semoga mereka beristirahat dengan damai.
Tapi kau, Sabrina, karena hari ini kau berjuang dan menang,
... putrimu akan hidup sehari lagi.
Baiklah. Ayo kita lanjutkan pertarungannya!
Kau "D"?
Phoebe.
Kurasa kita berdua tahu apa yang diharapkan.
Kau belum bertarung?
Mereka bilang akan membunuh anak adikku jika aku tidak bertarung.
Namanya Antina. Dia baru naik kelas.
Aku mengantarkannya sekolah.
Mereka bilang akan membunuh ibuku.
Ini bukan salahmu.
Aku tahu.
Lepaskan aku!
Aku sangat benci ibuku.
Sabrina?
Aku tahu tak ada yang bisa menyakitimu. Aku melihatmu bertarung.
Kau tampak kuat.
Kau melihatku?
Kau yang mematahkan leher wanita itu ke dinding, kan?
Bukan.
Bagaimana kau bisa bertarung seperti itu?
Aku melihat pria itu memukuli ibuku berkali-kali.
Dan aku tak bisa melihatnya lagi.
Menghadap ke sudut, angkat tanganmu di atas kepala.
Biar kuberitahu sesuatu sekarang. Aku akan berhasil pergi dari sini.
Aku tak perduli apa yang kaukatakan.
Tutup saja mulutmu dan mundur.
Satu-satunya pertanyaan yang harus kauajukan yaitu apa yang tetanggamu tanyakan...
"Berapa banyak lagi yang harus kubunuh?"
Menghadap ke sudut, angkat tanganmu di atas kepala.
Jangan melotot padaku.
Itu pembunuhan pertama yang bagus. Kau seharusnya bangga.
Brengsek kau. Kau membuatku membunuhnya.
Tidak, kau punya pilihan. Kau memilih anakmu tetap hidup.
Aku akan bilang, "pilihan yang bagus."
Itu bukan anakku.
Oh, bukan?
Aku tak punya anak perempuan.
Kalau begitu kau tak keberatan jika aku membunuhnya.
Karena dia bukan anakmu.
Jika kaupikir aku akan peduli dengan yang kaulakukan pada anak itu, kau salah besar.
Silakan saja jika kau ingin membunuhnya.
Jangan melotot padaku.
Kau pikir hanya karena kau itu tawanan, kau bisa seenaknya padaku?
Kuberitahu sesuatu tentangku!
Aku tidak bercanda.
Kau pasti lapar.
Ayo!
Berbaris! Ayo!
Tidak!
Tidak!
Jalan!
Ayo jalan.
Kita mau ke mana?
Para anggota, ayo.
Cepat bangun!
Dengar.
Pertanyaan kalian akan dijawab , masalah kalian akan ditangani,
jadi duduk dengan tenang dan berperilaku baik.
Yang Mulia akan berbicara,
dan jika kalian merasa bisa mengatakan apapun yang kalian mau.
Jangan. Tutup saja terus mulut kecil kalian,
dan yang kumaksud adalah kalian semua,
dan tak lama, semua ini akan berakhir.
Paham?
Ya, Pak!
Paham? / Ya, Pak!
Aku bertanya-tanya berapa banyak dari kalian yang harus kubunuh.
Mulai lagi. / Ya, mulai lagi.
Sama seperti kalian, aku bisa membunuh.
Tak seperti kalian, aku sangat menyukainya.
Semua ini tidak masuk akal. Tidak sama sekali.
Menangis.
Kita harus cari tahu apa alasan semua ini.
Jika kita bisa tahu alasannya, maka kita bisa bicara dengan mereka.
Dengar, kita semua sama. / Aku tak sama dalam hal apapun,
tidak sama denganmu.
Seharusnya aku tak mendengarkan orang-orang itu.
Seharusnya aku bicara terus padanya.
Jika terus bicara padanya, dia takkan masuk ke dalam kotak itu.
Kenapa dia masuk ke dalam kotak?
Sepertinya seseorang harus minum obatnya.
Hentikan!
Kita harus cari jalan keluar! / Apa kau tahu? Itu ide bagus.
Kau ambil kuncinya, ketika pria itu ke sini bisa ambil pistolnya dan...
... "kita semua sama apalah" bisa menghubungi polisi.
Kedengarannya bagus?
Dia mencoba mengintimidasimu.
Sial. Kalian berdua akan menyenangkan untuk dihajar.
Jika kau bisa menyingkirkan mereka semua. / Maksudmu kau akan membunuhku?
Maksudku kau terdengar ketakutan.
Aku ketakutan? / Ya. / Benarkah?
"Berapa banyak lagi yang harus kubunuh?"
Ah, omong kosong.
Persetan denganmu.
Kita semua mendengarmu berteriak seperti gadis kecil.
Aku ketakutan? Benarkah?
No comments yet. Be the first to leave one.