Informacje o wydaniu

Zamani barayé masti asbha (A Time for Drunken Horses)(2000)
Komentarz od Irwan19
[email protected] /// IDFL.us

Tagi

other
Opublikowano: 2013-07-05
Pobrania: 54
Dla niesłyszących: Yes

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 196 wierszy.

A TIME FOR DRUNKEN HORSES

- Siapa namamu? - Amaneh.

Berapa usiamu?

Aku lebih muda dari Madi.

Siapa Madi?

Kakakku. Dia cacat. Dia selalu sakit. Itu dia di sana.

Dia yang mengenakan jaket kuning.

Hari ini kami membawanya ke dokter di rumah sakit.

- Apa pekerjaan ayahmu? - Dia penyelundup.

Dia pergi ke Iraq dengan bagal yang dimuati barang untuk dijual.

Kau punya ibu?

Tidak, dia meninggal saat melahirkan adikku.

Rojine adalah ibu kami sekarang.

Dia adalah kakak perempuanku.

Apa Rojine ada di sini?

Tidak, dia ada di rumah, menjaga adikku.

Yang di sana itu Ayoub. Kakakku.

- Kalian berapa bersaudara? - Tiga perempuan, dua laki-laki.

Apa yang kau kerjakan?

Kami membungkus paket dengan kertas koran.

Aku dan Ayoub dan juga anak-anak lain dari desa.

Kami selalu datang kemari.

Dimana desamu?

Sangat jauh dari sini...

...berbatasan dengan Iraq.

Mau aku bungkuskan gelasnya?

Madi, sayang, kau lelah?

Minumlah pilmu.

Aku tak mau menelannya untukmu.

Aku butuh 5 atau 6 orang sekarang.

Cepat!

Amaneh, gantikan aku. Aku segera kembali.

Aku! Aku!

Enam orang!

Tak lebih dari itu.

Cepatlah, sebelum kita dilihat.

Hati-hati, itu mudah pecah.

Bawa masuk ke pasar.

Cepatlah, anak-anak yang mau pulang.

Aku akan berangkat 5 menit lagi.

Masuk!

Hei, cepatlah. Truknya segera berangkat.

Cepat! Truknya segera berangkat!

Aku datang!

Di truk mereka bilang bahwa beberapa penyelundup menginjak ranjau.

Desa kami ada di perbatasan.

Banyak orang desa yang meninggal karena ranjau.

Saat ini ayahku ada di sana.

Aku mengkhawatirkan dia.

Tadi malam aku bermimpi tentang dia.

Madi, waktunya minum obat.

Tak ada air, jadi gunakan ludahmu untuk menelannya.

Lihat. Telan seperti ini.

Rahman, mereka harus membayar 150 toman per orang...

...atau menyembunyikan buku-buku ini di tubuhnya...

...sampai kita melewati pos perbatasan.

Lompat keluar, bocah Iraq! Kita hampir sampai di perbatasan.

Kami akan menunggu kalian di seberang.

- Salam, apa yang kau bawa? - Hanya penumpang.

- Tak ada orang Iraq? - Tak ada.

- Kemana tujuan mereka? - Ke desa mereka, Sardab.

Keluar, semuanya!

Bariskan mereka, Sersan.

- Apa ini? - Buku tulis.

Kemana kau akan membawanya?

Buku itu milik mereka.

Apa maksudmu?

Geledah mereka, Sersan.

Semuanya, angkat tangan kalian.

Pak, ada sekarung buku tulis di dalam truk.

Tahan truk ini!

Tunggu, Amaneh.

Madi harus minum obat.

Madi, kita berjalan menuju sisi bukit itu.

Tak ada salju di sana. Kau tak akan kedinginan.

Telan obatnya.

Aku tak bisa, ayah. Terlalu pahit.

Makan sedikit salju. Itu akan membantu menelan.

Kami tak akan bertemu dengan ayah lagi.

Pamanku bilang Ayoub akan menggantikan tempatnya.

Ayoub harus berhenti sekolah.

Tapi itu karena pamanku punya delapan anak...

...jadi dia tak mampu merawat kami lagi.

Ayoub bilang aku harus tetap sekolah.

Salam, Dokter.

Hai, Ayoub. Bawa Madi kemari untuk disuntik.

Sekarang juga?

Bawa saja kemari. Aku harus pergi ke kota.

Salam. Bantu aku naik.

- Mau kemana, Ayoub? - Pulang untuk menjemput Madi.

Aku akan membawanya ke Dr. Rahim.

- Dia tak ada di rumah. - Dimana dia?

Dia pergi ke makam dengan Amaneh.

- Boleh aku tinggalkan ini di sini? - Ya.

Ya Tuhan, tolonglah Madi. Ya Tuhan, sembuhkan dia.

Amaneh, siapa yang mengijinkanmu pergi kemari?

- Kenapa kau membawanya kemari? - Madi kurang sehat.

Dia harus minum obat dan disuntik, kau tahu itu!

- Dia sangat sakit! - Bangun! Ayo pergi.

Pak Rahim! Dokter.

Ayoub, kaukah itu? Sudah kubilang untuk membawa Madi.

Aku harus ke kota selama beberapa hari.

Madi, sebelah mana yang sakit?

Di sini?

Dimana lagi? Semuanya?

Akan kuberi dia suntikan.

Pilnya?

Aku sudah memberikannya, tapi dia kesakitan sepanjang malam.

- Siapa namamu? - Madi.

Berapa usiamu?

Dua... bukan, tiga tahun.

Bukan, 15!

Baik, baringkan.

Biar aku buka celanamu.

Ayolah.

Anak besar tidak menangis, bukan?

Begitu...

Ayoub kemarilah sebentar.

Tadi malam sudah kubilang pada pamanmu.

Kita tak bisa terus menyuntiknya.

Keadaannya semakin memburuk.

Dia harus dioperasi dalam waktu 4 minggu...

...kalau tidak dia akan meninggal.

Dr. Rezai di rumah sakit sudah memberitahumu.

Kita tak bisa membiayainya. Ini tergantung padamu.

Dia harus segera dioperasi.

Meskipun dia menjalani operasi...

...dia hanya akan bertahan selama 7 atau 8 bulan.

Penyakitnya tak bisa disembuhkan.

- Amaneh, kau marah padaku? - Ya.

- Kenapa? - Kau memukul aku.

Kau pergi ke makam...

Madi merasa bosan.

- Kenapa mendengarkan dia? - Tapi dia merasa bosan.

Berteman?

- Tidak. - Kenapa?

Karena kau memukul aku.

Aku tak akan memukulmu lagi. Berteman?

- Baiklah. - Tos.

Buku tulisku sudah penuh.

- Mau buku yang sama? - Ya.

Aku dua kali dapat nilai sempurna.

Besok akan kubelikan yang baru.

Aku mau makan malam dulu, setelah itu aku akan menguji matematikamu.

Apa kau baik-baik saja?

Ya, terima kasih.

Baik-baik saja?

Apa kau bertemu Pak Yassin?

Aku tak bisa menemukannya.

Aku mendengar perkataan dokter.

Kondisi Madi semakin memburuk.

Ayoub bilang dia akan mencari uang untuk biaya operasi Madi.

Ayoub pergi menemui Pak Yassin lagi.

Mungkin pamanku bisa membujuk Yassin...

...untuk memberikan pekerjaan pada Ayoub.

Di sini tak ada pekerjaan jika kau tak punya bagal.

Di pasar, bagal itu dimuati barang untuk dijual di Iraq dan sisanya dipanggul.

Bisakah kau memberi Ayoub pekerjaan, Pak Yassin?

Dia sedang dalam kesulitan sekarang.

Ayo muat barangnya!

Pak Yassin, kau harus memberi Ayoub pekerjaan.

Apa Ayoub bisa membawa barang?

Kenapa tidak?

Mana Ayoub? Panggil dia.

Salam.

- Kau bisa membawa barang? - Tentu.

Baiklah, setiap pagi datanglah kemari untuk mengangkut barang.

- Raouf, beri Ayoub barang, mengerti? - Baik.

Hari ini tak begitu dingin.

Beri satu botol saja.

- Lelah? - Ya, perjalanannya berat.

- Aku tahu. - Dari mana asalmu?

Tchampara

Kau tak punya bagal?

Tidak, ayahku dan bagalnya menginjak ranjau.

- Bekerja sendiri? - Ya.

Siapa namamu?

Riboire.

Kau punya tanah?

Ya, luas.

Jadi kenapa kau tak menanaminya?

Ada ranjau dimana-mana.

- Tak bisakah kau membersihkannya? - Terlalu banyak.

Perbatasannya tak jauh lagi.

Perbatasan? Mana?

Lihat di sana? Di sebelah sana itu Iraq.

Ada yang berkelahi? Ayo.

Bisakah kau membayarku untuk barang yang kuangkut?

Tidak. Pemilik barang itu yang akan membayar.

Kau menyewa kami. Seharusnya kau membayar kami.

Tidak, kau tak berhak!

- Salam. - Salam.

Yassin titip salam dan bilang agar kau membayar biaya pengangkutannya.

Kau mau bayaran?

Kami sudah bilang padanya...

...kita tak bisa membayar untuk para pengangkutnya.

More Indonesian subtitles for A Time for Drunken Horses

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left