Fantasmas

Fantasmas

Pobierz napisy Indonesian

Sezon 1

Informacje o wydaniu

Fantasmas 2024 S01 AMZN WEB-DL DDP5 1 H 264-FLUX
Komentarz od tedi
Retail HMAX | 6 eps Resync for WEBRip

Tagi

webdl
Opublikowano: 2025-11-13
Pobrania: 16
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

Tidak ada yang mau membiopsi tahi lalatku.

Jadi, aku harus mengunggah diriku agar tidak mati.

Namun, itu pun membutuhkan bukti keberadaan

yang tidak ingin kuberikan.

Jadi, aku harus menjadi pengecualian dengan menjadi terkenal.

- Halo? - Hai!

Hei, apa kabar?

Baik, aku punya ide yang aku yakin akan menjadikanku pengecualian.

- Kau mau mendengarnya? - Aku sedang rapat.

Baik.

Beberapa tahun lalu, selama musim dingin yang sangat keras

seekor lumba-lumba terjebak di kanal di Brooklyn Selatan.

Dia terjebak dan semua orang bisa melihatnya.

Namun, hukum lingkungan yang dibuat untuk melindunginya

menyatakan tidak ada yang bisa membantunya tanpa izin yang tepat.

Singkat cerita, akhirnya dia mati.

Kurasa di situlah film keluarga yang menyenangkan ini akan berakhir.

Bagaimana menurutmu?

Halo?

Halo, kau di sana? Kau menyukainya? Bagaimana menurutmu?

Bagaimana dengan sesuatu

tentang kisahmu?

Itu kisahku melalui metafora.

Tidak, Sayang. Tidak ada metafora.

Hanya pidato megah menyedihkan.

Sebut saja "Gayteeno".

Vanesja, remaja gay.

Dengar, lakukan iklan kartu kredit itu.

Dapatkan yang kau butuhkan, dan lanjutkan hidupmu.

Baik.

Baik, ya.

Putar ulang di pantai.

Action.

Julio, hai.

Jadi, bayangkan kau di pantai dan kau bahagia.

Di pantai dan kau bahagia.

Astaga.

Mulutnya sangat tegang dan itu seperti...

Aku tidak mengerti.

Apa dia tidak suka kartu kredit?

Itu cara yang aman dan nyaman untuk mendapatkan poin.

Maksudku, itu instruksinya. Ini bukan... Baik.

Julio, bisa tersenyum?

Ya.

Baik.

Kurangi giginya, seperti...

Baik, bisa bawakan selotip hijau?

- Baik. - Luar biasa, terima kasih.

Hai lagi.

Sempurna.

Ya, itu... Tidak, ini menyenangkan.

Julio, matamu sangat fantastis

berenergi, dan ekspresif.

Kami hanya ingin menambahkan sesuatu ke sana

yang cocok dengan energi itu.

Dari awal.

Kau berada di pantai dan sangat bahagia.

Pegang sedikit lebih tinggi.

Ya, bagus.

Seolah kau hampir terkejut.

Uang.

Menakjubkan. Bagus. Luar biasa.

Terima kasih atas pemeriksaan ini.

Ya, hai, Pirulinpinpina.

Aku ingin...

Aku tidak menduga kau berlendir.

Sebagai manajer media sosialmu

sangat penting

komunikasi berjalan mundur dan maju.

Baik, aku ingin bicara denganmu

tentang unggahan

yang kau buat mewakiliku.

Untuk menambah pengikut dan kekayaanmu!

Tentu. Ini fotoku tidur

dan tertulis, "Mari jalani

Senin ini dengan layak!".

Itu diunggah hari Rabu pukul 03.00.

Baik! Maaf atas insiden itu!

Bisa diperbaiki dengan cepat!

Baik, kurasa aku tidak mengerti

apa gunanya foto itu.

Kau baru mengunggah ini?

Ya, semua benar kali ini.

Pirulinpinpina.

"Mohon maaf sebesar-besarnya. atas kesalahan unggahan sebelumnya.

Kesalahan besar di pihakku

saat mata terpejam.

Tolong maafkan!

Mari jalani Senin ini dengan layak!"

Ini hari Jumat, pukul 20.22.

Pirulinpinpina, ini tidak terdengar seperti aku.

Pirulinpinpina?

Tolong jangan bicara kasar kepadaku.

Aku tidak bicara kasar padamu.

Jangan bicara kasar kepadanya.

Tidak. Aku tidak kasar. Ya Tuhan.

Yang Maha Kuasa. Amin!

Vanesja, yakin ini akan menjadikanku pengecualian untuk bukti itu?

Aku tidak yakin soal ini

tapi aku punya harapan tinggi untuk iklannya.

Tunggu, klien lain membutuhkanku.

Halo, Bintang Gelapku.

Aku punya kabar buruk.

Poster untuk Cunty Little Rich Kids sudah keluar.

Mereka memilih foto yang tidak kau sukai

dan maskapai penerbangan salah menangani kopermu.

Jadi, kau harus memakai sesuatu milikku.

Astaga.

Merah cocok untukmu.

Ya, semuanya cocok untukku.

Dustin, apa yang kau pikirkan?

Aku tidak tahu.

Ceritakan.

Aku hanya merasa dunia ini sangat kacau.

Aku sudah di acara ini selama 15 musim...

Aku menghasilkan banyak uang.

Aku punya rumah di Bali, PlayStation.

Semuanya keren, tapi untuk apa?

Kau mau PlayStation lagi?

Ya, jika kita bisa lakukan itu, maka kita bisa...

Tidak! Sial.

Aku naik kereta bawah tanah kemarin.

Dustin, kenapa?

Karena aku tidak mau naik mobil.

Aku ingin berada di dunia luar.

Aku ingin hidup dan mengalami berbagai hal.

Omong-omong, keretanya sangat terlambat

dan aku mulai bicara dengan tunawisma ini.

Kubilang, "Hei, siapa namamu? Aku Dustin."

Dia bilang dia harus buang air besar.

Dia bilang dia tidak bisa, dan aku menanyakan alasannya.

Dia bilang dia harus keluar dari stasiun

untuk melakukan itu.

Lalu masuk kembali, dia harus membayar, dan tidak bisa.

Pada saat itu, aku seperti masuk ke sisi spiritual.

Jadi, aku berada di posisinya.

Melihat sudut pandangnya. Itu seperti...

Semacam itulah, dan itu sangat panas.

Aku melihat dari sudut pandangnya.

Dunia ini tidak adil

dan itu hanya satu pria.

Ada banyak orang seperti dia, dan apa yang kulakukan?

Aku harus membantu, karena untuk apa lagi...

Untuk apa lagi aku menjadi seniman

jika bukan untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik?

Kita bisa menggunakan ini.

Kita bisa melakukan wawancara

dengan Teen Vogue .

Teen Vogue? Usiaku 39 tahun!

Apa-apaan...

Jangan ceritakan itu.

Kau bahkan tidak mengerti.

Kau hanya setelan.

Wanita besar bersetelan, korporat dan berkuasa

yang tidak peduli dengan orang bermasalah.

Kereta L berikutnya akan tiba 178 menit lagi.

Persetan dengan hidupku.

Aku benci New York.

- Astaga. - Apa?

Itu teman sekamarku. Jangan lihat.

- Salah satu yang kecil? - Ya.

Kenapa? Hubungan kalian buruk?

Astaga. Aku tidak memberitahumu apa yang terjadi.

Baik, jadi, awalnya

- keadaan cukup santai, bukan? - Ya.

Aurelio!

Boleh aku minta itu?

Saat dia pindah, dia bilang punya sepupu

- yang akan datang. - Jangan sepupu.

Tidak ada yang bagus saat mereka membawa sepupu.

Apalagi saat ingin tinggal bersama kita.

Mereka sangat baik!

Kau akan menyukainya!

Aku berkata, "Ya, baik, terserah."

Kau sangat mungil.

- Siapa yang peduli, bukan? - Benar.

Jadi, mereka datang, dan ada sembilan orang.

- Sekali lagi, bukan masalah besar. - Benar, karena mereka sangat kecil.

Entahlah, kurasa mereka akan melihat

Patung Liberty

- jalan-jalan, dan sebagainya. - Tentu.

Namun, suatu malam, mereka bilang

"Hei, apa rencana kita besok?"

Aku bilang, "Kau pernah ke The Met?" Lalu, mereka bilang...

Tolong sarankan hal lain.

Itu melanggar agama.

- Tunggu, apa? - Entahlah.

Anehnya mereka penganut Kristen, Evangelis.

Entahlah, itu menyebalkan.

Namun, kupikir mereka akan segera pergi.

Selain itu, mereka terobsesi dengan piza.

Apa mereka makan pizamu?

Tidak seperti itu. Saat aku membawa pulang piza

mereka berlari dengan kamera kecil dan memotret pizanya.

Piza!

Piza! Astaga, piza!

Piza! Hore, piza! Ambil foto! Piza!

Itu mengerikan.

Kemudian, Pirulinpinpina seperti

"Hei, bisakah mereka tinggal?"

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left