The Specials

The Specials (Hors Normes)

Pobierz napisy Indonesian

Informacje o wydaniu

The Specials 2019 FRENCH 1080p BluRay x264 DD5 1-NCmt[TGx]
The Specials 2019 1080p BluRay x264 AAC5 1-[YTS MX]
The Specials 2019 1080p BluRay x265 HEVC-HDETG
The Specials 2019 720p BluRay h264-Dual YG
Komentarz od Booboo_Huda

Tagi

BluRay
x264
1080
TS
YTS
x265
HEVC
HD
720p
720
Opublikowano: 2022-12-12
Pobrania: 35
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

Dterjemahkan oleh Booboo

- Sial! - Lewat sini, ayo!

Emilie, Emilie..

Tahan orang-orang! Cédric! Mounir!

Tolong mundur. Beri mereka ruang

Tenang, Emilie, tenang.

Emilie, ini Malik.

Cédric! Bantu aku!

Tidak apa-apa. Bernapas.

Bagus. Tetap bernapas.

Sekarang berdiri. Pada hitungan ketiga.

Bagaimana kalau kita berdiri? Ayo berdiri.

Dengar. Kita di sini sekarang. Dengarkan aku..

Benar. Lihat, itu Sadio.

Itu dia. Tidak apa-apa, Emilie.

Tidak.. Ayo!

Akibat insiden, ada penundaan dalam layanan..

- Kau tak apa, Joseph? - Aku tak sengaja menarik alarm.

Aku tahu. Mereka tidak menyakitimu?

- Aku tidak bersalah. - Aku tahu. Jangan cemas.

Ikut aku. Ayo.

- Ayo pergi. - Pak!

Ya, ada apa?

Sebentar. Ini sudah pernah terjadi?

Apa ini pernah terjadi? Tidak, kecuali..

Aku tidak ingat, tapi tenang, aku bisa atasi ini.

Apa dia boleh pergi sendirian?

Sebenarnya kami sedang melakukan protokol...

...di mana dia harus naik kereta berulang kali agar..

Anda sadar ini jam sibuk di angkutan umum?

Aku tahu itu.

- Kami minta maaf. - Dia tidak kooperatif.

- Kami berempat. Itu merepotkan. - Dia mencoba menggigitku.

Itu sulit dipercaya.

Joseph, kau tak mencoba menggigit polisi ini?

- Aku tak bersalah. - Ya, aku tahu itu.

Dia tidak berbahaya. Sungguh.

- Apa aku boleh memukul ibuku? - Tidak boleh.

Dia suka bercanda.

Dia sengaja melakukannya agar aku tampak konyol.

Baiklah. Selamat tinggal. Terima kasih. Kami pergi.

Terima kasih.

Satu hal lagi.

Dia menarik alarm di stasiun mana?

Di tengah jembatan saat memasuki Kennedy.

Terima kasih. Selamat siang.

Tengah jembatan. Itu kemajuan. Stasiun berikutnya Kennedy.

- Itu kemajuan. - Benar. Aku bangga padamu.

- Kita bisa melakukannya? - Ya.

Pasti. Kita jangan lama-lama di sini.

- Aku boleh lihat kaus kakimu? - Jangan.

Aku boleh bersandar di bahumu?

- Aku boleh memukul ibuku? - Kau tidak boleh memukul ibumu.

- Jangan pukul ibu kita. - Benar.

THE SPECIALS

- Yang setrip? - Apa?

Kaus kakimu.

Baik, ayo.

Aku tak sengaja menarik alarm.

- Ya, Ibu sudah dengar. - Itu kemajuan.

Dekat stasiun, di tengah jembatan.

Mau minum kopi dulu?

Tidak, Hélène, pagi ini aku sibuk.

Ayolah. Sebentar saja.

Sebentar saja.

Jika kau memukul ibumu, Bruno tak mengunjungimu lagi.

Menonton iklan lama nonstop membuat dia tenang.

Bruno, aku membuat keik nanas favoritmu.

Tidak usah, terima kasih. Itu manis sekali.

Mudah dioperasikan..

- Ambillah, ini untukmu. - Tidak, Hélène, ini berlebihan.

Karena ini keik nanas..

Praktis, ekonomis dan kuat!

Terima kasih. Aku harus pergi.

Lepas sepatumu.

- Kenapa ditaruh di sana? - Agar tidak dicuri.

- Jika dicuri? - Kau tidak punya sepatu.

Kedengarannya kau sudah tak sabar berseluncur.

Kau bersemangat.

Setelah aku pakai punyaku, kita berseluncur.

Tidak terlalu erat. Bagaimana?

Matthieu, lihat aku.

Cédric, hati-hati.

Jangan menghadap bilah seluncur.

Jika dia menendang, kau bisa tertusuk.

- Tidak boleh memukul, Garance. - Sudah terpasang.

- Kau terlambat. - Sulit menemukan tempat ini.

Kau sudah dua kali terlambat. Tidak ada kali ketiga, paham?

Ya.

- Kau nomor berapa? - Apa?

Ukuran sepatumu.

- Entahlah. Mungkin 9? - Mungkin 9?

Sadio!

Tolong ambil sepatu seluncur nomor 9 untuk Dylan!

Tidak. Apa-apaan ini? Aku kemari bukan untuk berseluncur.

Kau pergi ke arena es untuk main hula-hoop?

Jika mau kerja, pakai sepatumu. Jika tidak, jangan buang waktuku.

Paham? Ayo!

Ayo, cepat! Menuju es!

Dia sudah enam bulan bersama kami.

Dikeluarkan dari enam institusi.

Kondisinya membaik sampai dia memukul dua perawat kemarin.

- Apa diagnosisnya? - Autisme parah.

- Orang tua? - Bercerai.

Ibunya sakit, masuk rumah sakit. Ayahnya kewalahan.

Situasinya sangat rumit.

Pagi.

Valentin?

Halo.

Namaku Bruno.

Bagaimana kalau kita bersalaman?

Valentin?

Ayo berdiri. Mungkin kita bisa jalan-jalan.

Apa dia perlu pakai pelindung kepala?

Percaya atau tidak, tapi ini kemajuan.

Saat Valentin memukul dirinya, dia sungguh-sungguh.

Di tempat sebelumnya, dia dikekang setiap saat.

Dikekang pun, dia masih bisa menyakiti dirinya.

Dia harus ke luar ruangan, meski cuma seminggu sekali.

Dia harus pergi dari sini. Itu penting, atau dia kambuh lagi.

- Aku akan cari solusinya. - Aku percaya padamu.

Tidak, Matéo Laprade di bawah 18 tahun.

Dia pernah ada di IME, jadi ini bukan urusan ARS.

Kami masuk melalui ASE. Hai, Menachem. Apa kabar?

Aku akan minta MDPH mengirim semua itu...

...dan menghubungimu lagi.

Baik, terima kasih.

Tn. Haroche, ini Ny. Diabaté.

Putranya, Ibrahim, baru bersama kita.

- Apa kabar? - Baik, terima kasih.

- Semuanya lancar? - Ya.

- Bagus. - Terima kasih.

- Sampai jumpa di atas. - Baik.

- Hai, Mendel. - Hai, Bruno.

- Tak ada masalah dengan Ibrahim? - Tak ada masalah.

Fabrice?

- Bisa minta waktu sebentar? - Baik.

- Siapa pasangan itu? - Mereka inspektur.

- Jadi hari ini? - Ya.

- Kau bisa? - Tidak masalah.

Selamat pagi.

Pai apel.

Apa kabar, Salimata? Baik?

Gulanya jangan banyak-banyak. Itu akan jadi camilan lezat.

- Halo. - Apa kabar?

- Pagi, Mendy. - Hai, Bruno.

- Bruno! - Ya?

Aku menerima pesanmu, aku telepon semua orang.

Tak ada yang bisa menemani pasien keluar.

- Kau yakin? - Ya. Aku dua jam menelepon.

Kenapa tidak mencoba Malik?

- Aku akan telepon dia. - Bagaimana Joseph?

- Separuh jembatan. - Itu kemajuan.

Aku katakan itu padanya.

Halo?

Ny. Engel, selamat pagi.

Tidak.. Aku sudah bilang aku akan cari solusinya.

Aku akan menghubungimu lagi.

- Apa yang terjadi? - Ada noda.

Tn. Fratti sudah datang untuk bertemu denganmu.

- Sekarang? - Itu ada di agenda.

Di agenda ada jadwal pertemuan.

- Aku tahu. - Masuk di ponselmu.

Cek agenda bersama.

Kau akan lihat, "Pertemuan jam 11.00, Tn. Fratti."

Ini hanya akan berguna jika kau mengecek agenda.

Bagaimana Fratti? Tegang?

Tentu saja, dia sudah minum 16 cangkir kopi.

Tidak perlu minta maaf, aku belum satu jam menunggu.

Mau kopi?

Aku tak mau bercanda. Duduk.

Tidak, letakkan itu, duduk dan dengarkan.

Para inspektur tiba pagi ini.

Aku tahu. Bisa kita atasi.

Apa maksudmu, bisa diatasi?

Maksudku, tenang saja.

Mereka di sini beberapa hari, melihat-lihat dan pergi.

Mereka tidak seperti itu!

Albert, jika kau teriak, aku pergi.

Tenanglah, tolong.

Mereka tidak seperti itu.

Mereka suka bermain keras. Levelnya berbeda.

Mereka pejabat elite, melapor langsung ke menteri.

Cukup tenang untukmu?

Ya, jika kau tenang dan rileks, ini jauh lebih baik.

Bagus, karena aku sama sekali tidak rileks. Tahu IGAS?

Inspektorat Umum Urusan Sosial.

"Misi kami mengevaluasi apa suatu organisasi layak dapat sertifikasi..."

"...atau alternatifnya harus dipertimbangkan."

Kau tahu apa alternatifnya?

Mau diterjemahkan? Alternatifnya adalah menutup tempat ini.

Mereka mengincarmu?

Aku sudah bilang, kau mempekerjakan terlalu banyak orang.

Lihat daftar gaji ini. Kita tak bisa membayar pajak.

Kau terlalu banyak mengambil anak dan menghabiskan uang.

Kau terlalu boros. Diperiksa IGAS adalah kabar buruk.

Dengar, Bruno, ini bukan ancaman.

Aku akan bertahan sebagai akuntan jika kaulakukan satu hal untukku.

Berhenti bilang pada semua orang, "Aku akan cari solusinya."

Mulai dari situ.

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left