Pierwsze 200 wierszy.
Follow My Instagram : @ abhimanyu_86
NODA PASIR MERAH
Di mana itu?
Bolehkah aku bertanya apa yang kau cari?
Kau tahu apa yang aku cari.
Di mana itu? / Bajingan.
Itu yang terakhir, oke?
Perlahan saja.
Sudah cukup. Taruh lagi.
Kau bisa melakukannya untukku?
Bisa kau sisakan sedikit untuk penerbangan?
Terserahlah, "Pussy." / Apa?
Kau mendengarku.
Panggil pussy lagi, lihat apa yang terjadi. / Pussy.
Apa yang kau lakukan?
Aku tak mau mendengarkannya lagi.
Kau tahu apa? Itu bahkan bukan masalah.
Kita akan segera minum 40's sesampainya di pulau nanti.
Ya.
Ugh. / Apa?
Pijak remnya. / Oh, ayolah, kawan!
Jangan muntah di mobilku!
Astaga!
Apa kau baik-baik saja?
Muntahkan semuanya.
Aku menyuruhmu supaya pelan-pelan.
Segitu saja mabuk.
Kau baik-baik saja?
Tak pernah sebaik ini, sayang.
Tak ada lagi pemberhentian.
Berengsek.
Oh, sial.
Tidak, tidak, tidak.
Kau membuatnya... Kau membuatnya lebih buruk.
Berhenti!
Tolong, diam sebentar.
Nick, berhenti!
Kau yang mengakibatkan semua ini.
Kaulah yang memutuskan berhenti ke pasir.
Bisa kita, semacam...menaruh sepotong kayu di bawahnya?
Memangnya di mana kau melihat ada sepotong kayu di sekitar sini?
Cari sekeliling. Berengsek.
Seberapa jauh ke bandara?
Setidaknya tiga puluh mil.
Bisakah kita berjalan?
Aku ragu AAA akan kemari.
Hah, bagaimana kalau kau diam saja...
...jadi aku bisa menelepon Jimmy?
AAA. Lucunya. / Bajingan.
Hei, bung. / Hei, hei, hei. Jimmy.
Dog, aku dapat masalah, Bung.
Halo...? / Kau punya...Hey!
Jimmy, kau bisa mendengarku? Ini Nick.
Aku tak bisa mendengarmu.
Kau bisa mendengarku?
Astaga.
Nick!
Nick!
Kau tak lihat, aku sedang mencoba melakukan sesuatu?
Lihat.
Siapa itu?
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak.
Apa?
Siapa itu?
Persetan kau. Berengsek?
Aku punya sesuatu untukmu.
Apa yang kau lakukan?
Seperti apa kelihatannya?
Oh, astaga.
Ayolah!
Ayolah!
Tembak dia di kepala! / Aku sedang mencoba!
Tembak saja dia!
Aku ingin kau diam sebentar!
Baik. Baik.
Kau bisa melakukannya.
Astaga!
Bagus sekali! Mampus kau, jalang!
Jalang! Jalang! / Ya, bagus!
Oh, sayang.
Mereka tak seburuk seperti yang diberitakan.
Tidak.
Jika bajingan itu tak mati, dia mati sekarang.
Ya.
Apa ini sungguhan, bro?
Tembak dia di kepala.
Tembak dia di kepala!
Berengsek.
Kau mau main-main denganku ?!
Nick. Nick, pelurunya habis.
Nick, pelurunya habis!
Nick, ayo, ayo pergi!
Astaga, dia akan memecahkan kacanya!
Apa menurutmu dia bisa memecahkannya?
Astaga. Astaga, lihat itu.
Di mana ponselnya? / Oh...
Aku menjatuhkannya. Aku menjatuhkannya.
Luar biasa. Nick, apa yang akan kita lakukan sekarang?
Tunggu saja! Oke?
Tunggu saja lima menit.
Akhirnya dia pasti akan menyerah.
Benar, 'kan?
Jadi kita tunggu saja, ya?
Rencana yang luar biasa.
Mungkin jika kau belajar menangani masalah seperti orang dewasa...
...kau akan bisa punya ponsel sendiri.
Lalu aku bisa menelepon Jimmy.
Dia mungkin bisa kemari untuk menjemput kita sekarang.
Oke, jangan katakan omong kosong itu.
Kau yang jatuhkan ponselnya.
Diamlah.
Diamlah, oke?
Oh ya, gangster jahat besar di sini,...
...kau bahkan tak bisa menembaknya dari jarak sepuluh kaki.
Aku bersumpah demi Tuhan, Molly, jika kau terus bicara...
Apa yang akan kau lakukan?
Mendorongnya.
Lakukan.
Kau pecundang.
Ke mana perginya?
Nyalakan lampunya.
Apa kau melihatnya?
Terlalu gelap.
Ambil senter dari tasku. / Baik.
Ketemu. / Kau yakin?
Ya.
Maaf.
Kurasa dia pergi.
Apa yang ingin kau lakukan?
Aku harus ambil ponselnya.
Kau gila?
Memangnya kau ada pilihan lain?
Kita sudah berada di sini seharian.
Belum ada mobil lewat, atau seseorang, belum ada apa-apa.
Paling tidak kalau aku temukan ponselnya mungkin aku bisa menghubungi Jimmy.
Dia bisa menjemput kita.
Baik.
Hei.
Kita bisa lakukan ini.
Oke, baiklah.
Baik.
Kau ikut?
Baik.
Oh, sial.
Astaga, dinginnya.
Apa kau melihatnya?
Apa kau melihatnya?
Astaga.
Nick, aku menemukannya!
Apa kau dapat sinyal?
Molly!
Astaga.
Oh, ya. Astaga.
Ya.
Halo?
Hei, Jimmy. Ini Molly.
Tunggu sebentar. Diam!
Siapa?
Molly.
Pacar Nick.
Uh, ya.
Di mana Nick?
Dia... Dia sedang kencing.
Ya, sebenarnya barusan dia menyuruhku meneleponmu.
Katakan kalau kau belum pergi.
Tidak, tidak. Kami belum pergi, oke?
Kami masih... Kami masih di jalan.
Kami akan menuju perempatan 95 di padang rumput.
Sepertinya kami takkan tiba sampai tengah hari besok.
Kalian baik-baik saja?
Rasanya kudengar Nick bilang ada masalah tadi malam.
Tidak, tidak masalah. Tidak, um, kami hanya...
...kau tahu, sedikit tertinggal.
Kami mungkin takkan tiba di sana sampai, sampai...besok malam?
Mungkin keesokan paginya?
Apa?
Masalah mobil, oke? Hanya...tunggu saja kami.
Ya, baiklah. Terserah.
Sebaiknya cepat ke sini, oke, kawan?
Kami akan ke sana, oke? Tolong, tunggu saja.
Beritahu Nick jangan janji...
Jimmy?
Halo?
Sialan!
Gurun itu.
Selangkah demi selangkah.
Selangkah demi selangkah.
Selangkah demi selangkah.
Selangkah demi selangkah.
Selangkah demi selangkah.
Oh tidak.
Astaga.
Ayolah. Ayolah.
Oh, terima kasih Tuhan.
Hei! Hei!
Hei!
Kau bisa mengendusku atau apa?
Minggir!
Mungkin kau seperti anjing.
Apa kau menginginkannya? Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.