Pierwsze 200 wierszy.
Dunia kita selalu bergerak...
berubah...
berevolusi.
Setiap hari, kita menjalani rutinitas.
Kerja, rumah, keluarga.
Tapi siapa kita?
Siapa aku?
Kita merasa mengenal istri kita ...
anak-anak manis kita...
dan atasan kita.
Bagaimana jika tidak?
Dan kenyataannya...
usai kita mengetahuinya...
semua akan berubah.
Mimpi buruk lagi?
Ya. Maafkan aku.
Periksakanlah.
Aku mencemaskanmu, juga anak-anak.
Aku bisa tangani.
Mau dengar mimpi yang lebih seram?
Ada suami
yang enggan mengatasi masalahnya,
jadi, istrinya gila karena kurang tidur...
dan mendorong suaminya dari jendela.
Tamat.
Monyet melihat, monyet menirukan!
Hei, kau sedang apa?
Main dengan monyet. Ayah bisa jadi asistenku.
Aku bisa jadi asistenmu? Boleh saja,
tapi aku harus pergi kerja.
Tapi tahu tidak?
Kita sudah bekerja keras belakangan ini, 'kan?
Terutama Herman.
Terutama Herman, itu yang kupikirkan.
Bagaimana jika aku pulang cepat dan kita ke dermaga?
Hanna harus ikut?
- Hanna jelas harus ikut. - Ya, kakakmu ikut.
Kita paksa dia untuk bergembira.
Jika tidak, akan kutunjukkan akibatnya.
Jangan!
Hentikan!
Omong-omong, di mana dia?
Seperti biasa.
- Dah, Ayah. - Dah, Luce.
Samantha juga terus bertanya
kapan kita gelar pesta untuk merayakan pekerjaanku.
Benar juga.
Besok saja.
- Sungguh? - Ya.
Baiklah.
Aku mulai lupa rupa teman kita.
- Aku cinta kau. - Aku juga.
Dermaganya!
Selamat pagi. Lobi?
Boleh.
Di luar cerah.
Jangan bicara selagi lift bergerak.
Benar juga.
Baiklah.
Lihat itu, tepat sekali.
- Pete. - Hei.
Bu Operator Lift.
Bagaimana pekerjaannya?
Hanya peran kecil, Pak.
Aku ingin mengeluh, tapi siapa peduli?
Terima kasih, Bu.
Hei, Pak Wright?
Boleh kutemui Maggie?
Tentu. Kami memasang sistem suara baru.
- Saatnya pesta! - Asyik!
Kami ada acara keluarga nanti.
Baiklah, tak apa. Lain kali.
Selamat menikmati!
- Apa maksudmu? - Tunggu! Jangan!
Aku tahu sikapku aneh beberapa pekan ini.
Pekan?
Ejekan bagus.
Terima kasih.
Bisa berkumpul sebagai keluarga?
Aku amat ingin menebus kesalahanku.
Apa rencananya?
Entahlah.
Kau perlu naik dan cari tahu.
Sial!
Atur ulang. Wah.
Tumben kau merusak mesin.
Arusnya terbagi, membakar kedua sistem.
- Tidurmu lelap? - Ya. Membaik.
Lucu, aku menanyai seseorang
dan mereka memberitahuku klinik yang menangani...
kurang tidur dan stres.
Aku bisa carikan nomor.
- Aku hanya... - Tidak, itu kesalahan kecil.
Akan kuperbaiki.
Tentu. Aku paham.
Baiklah.
- Kabari jika butuh aku. - Baik. Oh, David?
Bolehkah aku pulang cepat?
Tapi hubungi klinik.
Ya.
Baiklah.
Tujuannya memperbarui sistem drainase
sepanjang Presscot, Calder, dan Willow.
Jika fokus pada terowongan di bawah jalan-jalan ini,
kita bisa kurangi total limpasan di sisi barat kota hingga 30 persen.
Terima kasih banyak. Sekian.
Seharusnya mereka perbarui sejak lama.
Presentasimu bagus, Al.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Reputasiku baik karena menaikkanmu.
Mau lembur?
Diskusi solusi dengan bagian air dan listrik?
Aku baru akan izin untuk pulang awal hari ini.
- Tentu. - Terima kasih.
PUSAT KESEHATAN 'WHOLE LIFE'
Jika beri kesempatan,
mereka bisa bermanfaat bagi planet.
Suka atau tidak, mereka tetap di sini.
Jadi, kita harus menerima kemungkinan
mereka berhak sama dengan kita.
Berhak sama? Mereka tak punya hak.
Suatu hari, mereka memberontak,
mengambil alih, dan akan menguasai kita.
Mereka akan kuasai manusia.
Aku tak menakuti, tapi itu terjadi,
kita menyaksikannya, dan kini kita harus bertindak!
Alice!
Kau lihat cahaya itu?
Cahaya itu?
Dia mungkin harus lembur.
Ibu tak perlu beralasan untuk Ayah.
Kau berhak kecewa pada Ayah, Sayang.
Harusnya Ayah telepon.
Kau tahu Ayah sayang kau.
Ya, aku tahu.
Selamat malam.
Hei, maafkan aku.
Sepertinya kau sempat belanja.
- Aku beli untuk anak-anak. - Tentu saja.
Biarkan aku tenang.
Tenang dari apa? Dariku?
- Atau anak-anak? - Bukan itu.
Jelas sekali itu yang kau lakukan.
Aku bermimpi buruk lagi.
Hari ini, saat bekerja.
Aku pingsan, karena itu aku telat.
Peter, aku...
- Aku mencemaskanmu. - Aku tahu.
Begitulah aku dan putrimu, mereka juga cemas.
Aku...
tak paham kenapa kau tak berobat.
Dokter akan bilang ini imajinasi.
Karena memang hanya imajinasi.
Ibu?
Kenapa kalian berteriak?
Tak apa, Sayang. Ayo. Semua baik saja.
Ibu, bangun.
Ibu, kumohon, bangun.
Kumohon.
Ibu, bangun.
Ibu, kumohon, bangun.
- Anak-anak! - Tidak!
- Hentikan! - Kalian!
Hei, kalian! Berhentilah sejenak.
Kalian lihat koperku?
- Tidak! - Tidak!
PUSAT KESEHATAN 'WHOLE LIFE'
Pagi, Anak-anak.
Kita bahas yang semalam?
Hanna.
Maafkan aku.
Herman kenapa?
- Dia tak mau bicara lagi. - Begitu?
Mungkin dia marah pada Ayah.
Ya.
Dia berhak marah.
Luce, boleh aku bicara dengan Herman?
Herman, aku paham kau marah...
dan...
meski maaf tak perbaiki semua,
maaf telah melewatkan malam keluarga.
Jika mau, bisa kuperiksa,
kucoba perbaiki suaranya.
Kapan dia akan bicara lagi?
Jika kita sambung salah satu kabel ini...
Baik, Herman, bagaimana?
Monyet melihat, monyet menirukan!
Terima kasih, Ayah.
Monyet melihat, monyet menirukan!
Kutelepon dokternya.
Dia akan menemuiku usai kerja.
Benarkah?
Ya. Benar.
Di Whole Life, kesehatan mental Anda prioritas nomor satu.
Jadilah diri Anda yang terbaik,
dengan layanan saksama dan ahli, gratis untuk Anda,
demi masyarakat yang bahagia dan sehat.
Kau lihat apa?
Maaf, apa?
Kau sulit tidur, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.