Pierwsze 200 wierszy.
Aku ingin memainkan permainan ini...
...dengan Ratu Jodha.
Aku akan senang melihat kedua istriku...
...memainkan permainan ini.
Jika Ruqaiya memenangkan permainan ini,...
...aku tak tahu apa yang akan dia minta dari Yang Mulia.
Beri tahu aku, Ratu Jodha.
Apa kau ingin memainkan permainan ini?
Atau kau ingin menerima kekalahan tanpa memainkannya?
Di sini, kami tak menerima kematian tanpa memberi perlawanan.
Entah panggilannya untuk berperang atau catur,...
...kami Rajput tak pernah mundur.
Aku siap memainkan permainan ini.
Permainan catur dimulai...
...di antara Ratu Senior Ruqaiya dan Ratu Jodha.
Kau lebih muda dariku.
Jadi, kau akan mainkan langkah pertama.
Dalam permainan, bukanlah usia atau status,...
...tapi manuver dianggap lebih hebat, Ratu Ruqaiya.
Jika kau masih ingin aku melangkah pertama, aku akan lakukan.
Kini bentengmu hilang.
Kini gajahmu dikalahkan.
Kau telah melakukan kesalahan besar, Ratu Jodha.
Aku telah mengepung rajamu dari empat sisi.
Rajamu dalam bahaya.
Tunggu.
Permainannya belum selesai.
Dalam hasratmu mengalahkanku, kau sendiri telah kalah.
Pandanganmu mengarah pada rajaku...
...dan untuk mengepungnya,...
...kau membuat rajamu rentan.
Kini manuvernya milikku.
Ini adalah sekak dan ini adalah mat.
- Selamat. - Selamat.
- Selamat. - Selamat.
Ratu Jodha.
Ratu, terimalah dekrit ini.
Aku senang dengan restu ayah, ibu, dan nenekku,...
...aku memenangkan permainan ini.
Tapi aku tak ingin apa pun sebagai hadiahnya.
Aku memainkan ini sebagai permainan...
...untuk mempertahankan kehormatan Yang Mulia.
Aku tak menginginkan janji atau hadiah apa pun.
Jika kau merokok seperti ini,...
...itu akan berpengaruh buruk pada tenggorokanmu.
Aku kalah dalam catur.
Kini kau akan mengajariku cara mengisap pipa?
Aku tak berniat mengatakan itu, Ratu.
Jadi, kenapa jika dia mengalahkanmu satu kali?
Astaga!
Bawakan itu kembali padaku.
Luka itu akan menjadi pelajaran untukmu...
...agar tak menambah hinaan pada cedera Ratu.
Pergilah.
Begitu banyak kemarahan.
Dia telah mengalahkanku di depan semua orang.
Di permainan catur pula.
Jika aku memiliki pikiran sepertimu,...
...aku tak tahu berapa banyak nyawa yang telah kucabut sekarang.
Aku menyesal tak bisa memenuhi harapanmu.
Kau ingin melihatku menghina dia di depan semua orang.
Lalu aku membuat diriku dihina.
Kurasa akan menyenangkan saat aku mengalahkan Ratu Hindu dengan mudah.
Meremehkan musuh adalah kesalahan pertama.
Sering kali itu terbukti menjadi kesalahan terakhir.
Kau tak punya penyesalan apa pun atas kekalahan ini?
Aku menyesal. Aku punya banyak penyesalan.
Tapi aku takkan menunjukkannya.
Paman Khan mendidikku...
...agar tak pernah membiarkan penyesalan membuatmu khawatir.
Jangan pernah biarkan orang tahu tentang kekalahanmu dari musuhmu...
...dan dengan bangga merayakan kemenanganmu.
Ini disebut politik.
Aku memerhatikan kekalahanmu,...
...maka orang-orang akan lebih memerhatikannya.
Ruqaiya, menunggang kuda yang telah melemparmu akan menyenangkan.
Kini lupakan kemarahanmu dan biarkan aku merokok pipa.
Tapi yang luar biasa adalah dia menolak dekritmu...
...yang memiliki cap kerajaan.
Kau bahkan tak menyesali itu.
Aku akan memaksa dia menerima dekrit itu.
Aku hanya ingin melihat bagaimana dia akan memakai dekrit itu.
Perhatian, Semuanya.
Raja kekaisaran Mughal, Raja India,...
...Raja Jalaluddin Mohammad akan memasuki pengadilan.
Yang Mulia Jalaluddin Mohammad!
Jayalah selalu!
Yang Mulia Jalaluddin Mohammad!
Jayalah selalu!
Yang Mulia Jalaluddin Mohammad!
Jayalah selalu!
Yang Mulia Jalaluddin Mohammad!
Jayalah selalu!
Panggil pemohon bandingnya.
Beri tahu aku.
Apa yang kau inginkan?
Aku ingin keadilan.
Di kekaisaran ini, ada satu Paduka, satu bendera,...
...jadi, kenapa ada peraturan dan regulasi yang berbeda?
Kenapa kami dipaksa mengubah agama?
Aku tinggal di kekaisaran ini. Aku membayar pajak.
Aku tak melakukan kejahatan apa pun.
Kurang ajar.
Kau tak punya sopan-santun untuk bicara di depan Yang Mulia.
Prajurit!
Bawa dia dari sini dan masukkan dia ke penjara!
Tidak. Kau tak bisa melakukan itu.
Raja macam apa kau? Apa yang salah dengan perkataannya?
Peraturan itu setara untuk raja dan rakyat.
Kau menikahi seorang ratu Hindu.
Kau tak memaksa dia mengubah agamanya.
Jadi, kenapa kau melakukan itu pada kami?
Kau punya izin untuk menyatakan bandingmu di pengadilan.
Tak berarti kau bisa bersikap kurang ajar.
Kau telah melakukan kejahatan...
...dengan mempertanyakan keputusan Paduka.
Baguslah.
Ratu yang baru akan tahu cara Jalal menangani orang Hindu lancang.
Tak hanya kau lancang, tapi kau juga bersalah...
...telah menimbulkan pertanyaan atas keputusan Yang Mulia.
Hukuman untuknya...
...dia harus dipenjara sekarang juga.
Aku ingin orang-orang mendengar tangisan mereka.
Contoh harus ditetapkan dengan melihat mereka...
...agar tak seorang pun berani menghina Yang Mulia.
Ketidakadilan besar terjadi di sini.
Orang yang datang meminta tolong, orang itu dipenjara.
Padahal itu bukan kesalahan mereka.
Yang Mulia bahkan tak memiliki belas kasihan pada anak itu.
Ratu Jodha!
Tak perlu bersedih.
Mereka bukan dari komunitas kita. Mereka adalah orang asing.
Kau harus perlakukan orang asing seperti orang asing.
Apa perintah untukku?
Hukuman itu adalah untuk penjahat.
Kau bisa pulang.
Rumah macam apa, Yang Mulia?
Prajuritmu mengambil rumah kami.
Ada seekor sapi yang susunya kuminum.
Mereka juga mengambil itu.
Karena itulah kami mendatangimu.
Karena seorang raja adalah Tuhan di dunia, bukan?
Kau memenjarakan ibu dan ayahku.
Kini aku harus ke mana? Aku harus tinggal bersama siapa?
Ayahmu Humayun adalah saudaraku.
Tapi dia ingin membunuhku untuk mendapatkan takhta.
Sebelum dia membunuh Kamran, aku akan membunuh dia!
Jalal, aku akan...
Apa yang kau lakukan?
Minggir, Ratu. Ini adalah masalah politik!
Politik tak dimainkan pada anak-anak.
Dalam perang di antara kakak beradik, apa kesalahan Jalal yang polos?
Pertama, kau mengambil dia dari ayahnya...
...dan kini kau ingin membunuhnya.
Tidak. Aku takkan membiarkan anak tak bersalah ini dihukum.
Ratu!
Ini luka kecil, Jalal.
Jika kau menangis karena luka kecil,...
...bagaimana kau akan menjadi raja?
Aku tak menangis karena sakit. Aku rindu ibu dan ayahku.
Karena takut pada musuh, aku tak tahu...
...di mana ayahmu, Raja Humayun,...
...ibumu, Hamida Banu, mengembara.
Tapi kau dalam penjagaanku, Nak.
Aku seperti ayahmu.
Jalal bukan hanya tanggung jawabku, tapi seperti putra bagiku!
Jadi, kenapa jika ayah dan ibunya tak ada bersamanya?
Aku ada di sini! Aku adalah ibunya!
Bebaskan orang tua anak ini.
Rumah, harta bendanya, semua harus dikembalikan.
Apa yang kau katakan? Seorang Raja tak mengubah keputusannya!
Adham!
Tak ada yang lebih tahu dariku...
...betapa pentingnya orang tua dalam hidup seorang anak
Dia mungkin menaklukkan seluruh dunia tanpa orang tuanya,...
...tapi dia masih kesepian di dalam.
Tak semua orang beruntung sepertiku memiliki Paman Khan dan Bibi.
Aku tak ingin anak mana pun...
...menjalani hidupnya tanpa ayah dan ibunya.
Mungkin salah bagi Yang Mulia untuk mengubah keputusannya.
Karena aku orang berbudi dan saleh,...
...aku akan kembalikan orang tuanya pada dia.
Aku pun tak menganggap ada yang salah dengan ini.
Pulanglah ke rumahmu, Nak.
Beri tahu ayah dan ibumu bahwa Yang Mulia menghukum mereka,...
...tapi seorang hamba Allah telah memaafkan mereka.
Kurasa waktu dan keadaan telah berubah, Nazima.
Pertama, permainan catur berubah dan kini keputusan Yang Mulia.
Apa yang ingin kau katakan, Ruksar?
Aku berpikir, kenapa aku tak memainkan catur juga?
Mungkin kali ini, aku juga akan menang melawanmu.
Jangan berpikir melakukan sesuatu saat kau tak memenuhi syarat.
Sia-sia kemarahanmu.
Aku hanya bicara tentang keputusan Yang Mulia.
Hari ini, Yang Mulia tak mengubah keputusannya...
...karena anak itu Hindu atau Ratu Jodha beragama Hindu.
Dia mengubah keputusannya...
...karena melihat masa lalunya pada anak itu.
Tapi kenapa aku menjelaskan ini padamu?
Kau tak punya logika untuk memahami ini.
No comments yet. Be the first to leave one.