Mutiara Dalam Debuan Kabus

Mutiara Dalam Debuan Kabus

Pobierz napisy Indonesian

Sezon 1

Informacje o wydaniu

Mutiara Dalam Debuan Kabus S01 MALAY WEB-DL NF
Komentarz od tedi
Retail NF (24 eps)

Tagi

webdl
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (24)
Choose the file for your episode
S01E01
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E01.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 43 KB
S01E02
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E02.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 45 KB
S01E03
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E03.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 49 KB
S01E04
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E04.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 43 KB
S01E05
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E05.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 39 KB
S01E06
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E06.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 46 KB
S01E07
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E07.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 39 KB
S01E08
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E08.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 43 KB
S01E09
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E09.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 46 KB
S01E10
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E10.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 46 KB
S01E11
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E11.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 49 KB
S01E12
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E12.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 43 KB
S01E13
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E13.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 44 KB
S01E14
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E14.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 48 KB
S01E15
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E15.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 44 KB
S01E16
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E16.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 52 KB
S01E17
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E17.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 47 KB
S01E18
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E18.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 46 KB
S01E19
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E19.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 47 KB
S01E20
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E20.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 44 KB
S01E21
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E21.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 52 KB
S01E22
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E22.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 47 KB
S01E23
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E23.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 43 KB
S01E24
Mutiara.Dalam.Debuan.Kabus.S01E24.MALAY.WEB-DL.NF.id.srt 48 KB
Pobierz napisy Indonesian
Translate with Pro
Show all subtitles
Opublikowano: 2026-05-20
Pobrania: 92
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

EPISODE TERAKHIR

Aku takkan biarkan kau hidup enak berkat kerja kerasku, Airina.

Kau pulang terlambat. Di mana Aria?

Aria…

Dia diculik.

Ya Allah. Benarkah? Siapa pelakunya?

Entahlah. Mungkin Rahayu.

Bagaimana bisa terjadi?

Sekarang kita masuk dulu.

Tante Masirah tadi menjemput Aria di sekolah.

Lalu, dia membawanya jalan-jalan.

Tiba-tiba ada dua orang datang menyerang dia dan menculik Aria.

Ya Allah! Aria pasti ketakutan. Kita harus apa?

- Ayo kita masuk. - Tidak. Uzzam.

Kurang ajar Masirah.

Kau mendahuluiku, ya?

Aku baru mau menculik anak itu dan membunuh Airina.

Mereka sampai menuduhku, padahal itu ulahmu.

Tunggu saja.

Ayah,

aku yakin ini ulah Rahayu.

Bagaimana ini?

Panggilanku tak dijawab. Pesanku tak terkirim.

Tak mungkin dijawab. Dia melakukan kejahatan.

Polisi juga mencarinya. Pasti dia ganti nomornya.

Maaf!

Maaf, semuanya.

Aku tak menyangka akan begini.

Maafkan aku.

- Kau sudah lapor polisi? - Apa maksudmu?

Mereka mengingatkan agar tak lapor polisi kalau tak mau Aria mati.

Katanya mereka akan menelepon.

Makanya aku langsung ke sini.

Kau kenal mereka?

Aku tidak kenal.

Mereka berpakaian serbahitam dan memakai balaklava.

Lihat, badanku memar karena kena pukul.

Aku mau menyelamatkan Aria.

Tapi mereka berdua, aku sendiri.

Aku tak bisa apa-apa.

Kalau kau tak jemput Aria, semua ini takkan terjadi.

Kenapa kau menjemputnya tanpa izin?

Apa hakmu?

Uzzam, sabar.

Sekarang jelaskan.

Kenapa tiba-tiba hari ini kau menjemput Aria?

Selama ini kau enggan mengantar dan menjemputnya dari sekolah.

Zul, aku menyesal.

Aku sebenarnya mau mengejutkanmu dan minta maaf denganmu menggunakan Aria.

Tapi aku tak menyangka akan jadi begini.

Ayah, ayo kita lapor polisi.

Tunggu dulu.

Bagaimana kalau mereka benar bunuh Aria kalau kita tak turuti mereka?

Halo. Siapa ini?

Aria bersamaku.

Jangan coba-coba lapor polisi kalau kau mau Aria selamat.

Kalau kau mau Aria selamat, serahkan Airina.

Aku akan meneleponmu lagi.

Halo?

- Ayah? - Zul.

- Mereka mau apa? - Mereka bilang apa?

Itu penculiknya.

Mereka melarang kita lapor polisi.

Dan mereka mau Aria

ditukar dengan Airina.

Zul.

Aku benar-benar minta maaf. Semua ini salahku.

Aku janji, aku akan berubah.

Ayo kita rujuk.

Biarkan aku menebus dosa-dosaku.

Aku bersumpah akan jadi istri terbaik untukmu. Kumohon.

Kau bicara apa?

Aku sudah tak punya perasaan untukmu. Pergi saja.

Zul, kenapa kau tega melakukan ini?

Aku tidak peduli.

Aku mau menunggu Aria.

Sudah cukup masalah yang kau buat.

Kami tak membutuhkanmu. Kami bisa urus ini sendiri.

- Asalamualaikum. - Alaikum salam.

Seperti tak asing.

Bagaimana kau mengenalnya?

Aku yang dulu diselamatkan Uzzam dan dibawa ke rumah sakit.

Aku memang kenal dengan Helmi.

Tapi kita bahas itu nanti.

Yang terpenting sekarang adalah Aria.

Aku sudah minta orangku mengikuti Masirah.

Dia akan mengabari.

Baik.

Tunggu, Tante Masirah?

Bukan Rahayu?

Kau yakin ini ulah Masirah, bukan Rahayu?

Mungkin dia mau balas dendam kepadaku dan Uzzam,

atau mungkin kepada Aslin dan Airina.

Tapi Rahayu yang mengancam akan menculik Aria sebelumnya.

Dia sekarang buronan polisi.

Dia tak mungkin berani berulah.

Lalu, kenapa Ayah membiarkannya pergi?

Seharusnya dia tetap di sini.

Dia takkan berani macam-macam.

Ayah sengaja memancingnya.

Kau bilang penculik itu ingin Airina sebagai ganti Aria.

Tapi kenapa Airina?

Masirah dan Aslin bermusuhan.

Tak pernah akur. Selalu ada yang diributkan.

Benar.

Aslin bahkan pernah menampar wajah Tante Masirah.

Pantas saja dia benci sekali denganku.

Karena itulah

saat Asli tiba-tiba hilang,

Masirah sangat senang.

Dia bahkan pernah bilang, lebih baik Aslin tak pulang sama sekali.

Bahkan saat Airina datang,

dia cemburu dengan Airina.

Kurasa

Masirah merasa bahwa Airina dan Aslin adalah penyebab aku menceraikan dia.

Kalau benar Tante Masirah yang menculik Aria,

kuharap dia tak menyakiti Aria.

Tolong selamatkan Aria.

Makanya kita harus lapor polisi.

Meskipun temanku Ghazali adalah polisi,

dan dia sedang mengikuti Masirah,

aku juga akan minta bantuan kepada temanku di polres.

Helmi, lakukan saja yang menurutmu perlu.

Aku dan Uzzam sudah hilang akal.

Kami sangat mencemaskan Aria.

Halo.

Baik, Pak.

Ya.

Sabar.

Papa!

Ibu!

Kakek!

Tolong aku! Aku takut!

Diam!

Kalau kau menangis lagi, kusumbat mulutmu dengan botol!

Mau?

Aduh.

Lelah sekali.

Dia keras kepala sekali meskipun badannya kecil.

Bagaimana kau bisa kalah dengan anak kecil seperti itu?

Untung saja ada aku.

Kalau tidak, anak itu sudah lepas.

Aku cuma tak tega terlalu kasar dengannya.

Dia baik kepadaku.

Ditambah lagi, dia anak Uzzam.

Kita menculik dia karena ingin uang tebusannya.

Kita sudah buat kejahatan, jangan tanggung-tanggung.

Jangan merusak rencana kita.

Allahu Akbar.

Aku rela menggantikan Aria.

Tidak bisa!

Mereka menginginkan aku, bukan Aria.

Tidak. Aku tak mau nyawa dan keselamatanmu dipertaruhkan.

Kau tak sayang dengan anakmu sendiri?

Bisakah kau tak egois?

Coba bayangkan perasaan Aria sekarang. Dia pasti ketakutan sekali.

Dia mungkin sedang menangis, mencari kita.

Terima saja mereka mau aku, bukan Aria.

Ini keputusanku, bukan keputusanmu.

Airina.

Uzzam, biarkan dia sendiri dulu.

Bagaimana bisa kau, sebagai ayah Aria,

tak bisa berpikir seperti orang yang tak berkaitan dengan Aria?

Bicarakan baik-baik, Uzzam.

Sebagai laki-laki,

kita memang ingin melindungi dan bertanggung jawab untuk semuanya.

Tapi kita tak bisa menyangkal naluri seorang ibu.

Airina.

Maaf kalau tadi aku kasar.

Tolong izinkan aku.

Aku rela menggantikan Aria apa pun yang terjadi.

Sayang, aku benar-benar minta maaf.

Jangan salah paham.

Aku bukan tak cemaskan keselamatan Aria.

Aku cuma tak mau kehilanganmu lagi.

Aku yakin

Tante Masirah takkan berani berbuat apa-apa kepada Aria.

Aku tidak penting.

Aku bisa datang dan pergi dari hidupmu.

Tapi Aria…

Itu menurutmu.

Mungkin menurutmu, kau tak penting, tapi menurutku penting.

Meskipun kau baru hadir di hidupku,

tapi kau sudah berhasil mengubah hatiku.

Makanya aku tak bisa kehilanganmu.

Baik.

Lokasi dan jumlah orang yang terlibat sudah dipastikan.

Kita tinggal menunggu isyarat dari mereka.

Baik.

Aktifkan pelantang. Biarkan semuanya dengar.

Semuanya tolong diam.

NOMOR TIDAK DIKENAL

Halo.

Ada perubahan rencana.

Kau mau apa lagi?

Selain perempuan tak berguna itu, aku mau 1.000.000 ringgit.

Aku akan memberimu waktu sampai pukul 15.00 besok.

Besok kuhubungi lagi.

Waktunya tidak cukup.

Kalau…

Mutiara Dalam Debuan Kabus subtitles in other languages

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left