Pierwsze 200 wierszy.
Mereka bilang rumah adalah dimana hati berada.
Bagiku, itu di mana mereka mencoba mengubur itu.
Mereka datang untuk aku dan Morgan,
Mencoba memaksa kami pergi.
Tapi ini adalah rumah kami, dan aku tidak lari.
Tidak sekarang, tidak selamanya.
Kali ini, aku siap untuk bersikap.
6 Tahun Sebelumnya
- Biar aku bawakan itu. - Aku tak apa.
Aku tidak serapuh yang kau kira.
Aku tidak mengatakan itu. Kau adalah landasanku.
Halo, semua.
Apa kabar?
Sherif.
Pergi ke suatu tempat?
Kami pergi ke rumah saudara dia.
Apa yang bisa kami bantu?
Aku berharap kau sudah pikirkan tentang tawarannya.
Bayarannya bagus untuk tempat seperti ini.
Melebihi dari nilainya.
Kami masih belum memutuskan.
Kami akan mengabarimu.
Oke.
Satu hal. Siapa tepatnya yang ingin membelinya?
Apa itu penting?
Sedikit saran.
Kau sebaiknya terima tawarannya.
Seperti yang istriku katakan, kami akan pertimbangkan.
Jangan terlalu lama.
Hati-hati di jalan.
Bu.
Itu aneh.
Bukankah itu aneh?
Ayo.
Hei?
Jack?
Hei. Jack?
Jack?
Jack? Hei? Jack.
Apa yang kau lamunkan?
Aku tak apa.
Aku pernah di posisi itu.
Sesaat kau di sini, berikutnya kau kembali ke Afghanistan.
Memikirkan tentang sepanjang waktu aku menyelamatkanmu.
- Aku rasa kau terbalik. - Ya, benar.
Apa saudariku perlakukan kau dengan baik?
Aku tahu dia bisa merepotkan.
Permisi?
Dia adalah belahan jiwaku. Itu pasti.
Mungkin kau bisa menginap semalam lagi?
Ya, itu yang aku pikiran.
Kami harus bangun pagi besok.
Tukangnya Jack akan datang untuk membantu di rumah.
Ibuku meninggalkan banyak barang.
Kami masih menyimpan kotak-kotak barang dia.
Aku berharap kalian tinggal di dekat sini.
Itu bagus jika kau di dekat sini.
Hei, ada rumah tiga kamar bagus yang dijual,
Tepat di ujung jalan. Aku hanya beritahu.
Kami memang sudah mendapat tawaran untuk rumah itu.
Dan ada sesuatu tentang kota itu.
- Itu terasa janggal. - Mengapa?
Hanya dua orang kulit hitam yang aku lihat bekerja di lantatur.
Dan sherifnya.
Dia seorang Paman Tom.
Dia pasti korup.
Kami akan mencoba tinggal di sana satu atau dua bulan.
Ya, melihat jika kami menyukainya.
Apapun itu, kau sebaiknya berada di sini saat waktunya untuk Blake.
- Aku tak sabar bertemu dia. - Aku juga.
Blake?
- Maksudmu Charlie. - Blake.
- Hati-hati di jalan. - Jaga dirimu.
Kita hampir sampai.
Tidurlah lagi.
Sayang, kita sudah sampai.
Bagaimana jika kita menjualnya dengan kondisi seperti sekarang?
Oke.
Sungguh? Begitu saja?
Ya.
Ini hanya rumah, Morgan.
Yang terpenting bagiku adalah kau dan Charlie.
Maksudmu Blake?
Pergilah.
Aku akan segera masuk.
Sayang!
Listriknya mati.
Earl.
Hei.
Kalian kembali sangat cepat.
Ya.
Kau harusnya baru kembali besok.
Tidak.
Aku pikir kau kembali besok.
Jack.
Earl.
Kau mabuk. Pulanglah.
Mereka bilang mereka akan datang.
Siapa yang datang?
Dengar, aku tak mau jadi bagian dari ini.
Sama sekali tak mau ada kaitannya.
Apa yang kau bicarakan?
Istrimu.
Sayang?
Ya. Aku ingin melaporkan situasi darurat.
Berhenti! Berhenti!
Jack!
Berhenti!
Kami sudah berbincang.
Dan kami tak mau lagi membeli rumahmu.
Kami hanya ingin kau pergi.
Kau dengar itu, bedebah?
Kami mau kau tinggalkan kota kami.
Oke.
Kami bisa pergi. Kami bisa pergi sekarang juga.
Berhenti! Jack!
Buat dia berlutut.
Sekarang kita akan bersenang-senang.
Tidak! Tidak!
Tidak!
Tidak!
Jangan berdiri, berengsek.
Ada pohon bagus di dekat sini?
Dasar...!
Leon, apa yang sudah kau lakukan?
Permainan berakhir. Ayo pergi dari sini.
Tidak! Tidak!
Tidak, tidak, tidak...
Tidak, tidak. Tidak.
Kau gunakan kekuatan yang tidak logis.
Apa maksudmu?
Aku membela diri.
Mereka tidak di dalam.
Tentu saja mereka di dalam.
Mereka bertiga...
...di dalam...
Kau berada di luar saat kau membunuh Michael.
Di luar.
Apa yang kau bicarakan?
Hukum.
Hukum membela diri.
Apa?
Itu berbeda di tiap negara bagian.
Di sini, kau wajib untuk mundur.
Tapi jika kau bisa membela diri dan pelaku berada di dalam rumahmu,
Kau boleh gunakan kekuatan mematikan.
Tapi saat kau membunuh Michael...
Dia berada di luar.
Dia berada di luar.
Kau seharusnya mengirim pesan, benar?
Mungkin sedikit beri dia pelajaran.
Hanya sedikit.
Tapi disinilah kita.
Michael tewas. Karenamu.
Dasar belatung.
Dan karenamu.
Apa yang kau inginkan, Leon?
Lihat aku.
Lihat aku!
Apa yang kau inginkan?
Maaf, Ayah.
Apa? Maaf. Itu tidak cukup
Aku tidak tahu apa yang terjadi, ayah.
Kau tidak tahu apa, Leon?!
Dengar,
Michael paham kekuatan hanya alat.
Tapi kau harus mengontrol itu.
Dan jika kau bisa mengontrolnya,
Kau bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan di dunia ini, Leon.
Apa yang kau inginkan?
Aku ingin apa yang kau inginkan, ayah.
Ya, itu bagus.
Ini adalah negara kita.
Dan kita adalah jantungnya.
Kita adalah darah yang dipompa di nadinya.
Tidak penting apa warna kulit kita.
Yang terpenting adalah kita memiliki kekuatan.
Terhadap para bajingan yang berpikir itu penting,
Kau mengerti? Itu semua ilusi.
Kau tahu, kekuatan harus dikontrol.
Michael paham itu.
Kenapa kau tidak bisa?
Keluarkan mereka dari sini.
Pergilah.
Cepat keluar.
Itu sebabnya terdakwa sangat berhak.
Dia harus membela diri...
Lahir di Norwegia.
Pindah ke sini saat kau 13 tahun.
- Di rumah yang sama. - Tolong luangkan waktumu...
Tiga orang menjebol rumahmu.
Ibumu baru saja meninggal.
- Aku turut berduka. - Mereka berbahaya...
Mereka ancaman.
Dan sekarang kau kembali untuk mengurusi properti ibumu...
Suaminya...
- Itu benar? - Anaknya...
Dibunuh tepat dihadapannya.
Hentikan aku jika au salah.
Murid SMA yang biasa-biasa saja. Tidak lanjut kuliah.
No comments yet. Be the first to leave one.