Pierwsze 200 wierszy.
Jalan ke depan, jalan pelan-pelan.
Aku borong mobil ini.
Sehari 1000, terimakah?
Berikan nomor telpon.
Selesai.
Jalan.
Kau jangan pulang.
Dia tak bisa memberimu, aku berikan.
Masih kurang?!
Siapa?
Kau dimana?
Memikirkanku?
Mau bertemu kau.
Yang pakai baju atau tak pakai baju?
Bukankah kau sudah mati?
Masih muncul.
Tak takut aku membunuhmu?
Tak tinggalkan nomor telpon.
Lao Shen sudah tahu permasalahan kita.
Dia bilang akan membunuhku.
Bohong.
Tak pernah bahas.
Kau masih bersama dia.
Jangan cari aku lagi.
Pacar?/ Milik orang lain.
Suka kau berarti punyamu.
Dia lebih suka uang.
Bisa lihat kau tulus.
Ceritakan, bisa lebih nyaman.
Aku cemas kau akan ketakutan.
Coba saja.
Apa kabar, butuh penginapan?
Sisa tiga kamar.
Lni saja.
Jangan sentuh bungaku... aku tak punya uang!
Minggir.
Jangan sentuh.
Kalian keparat.
Siapa?
Jangan pukul lagi.
Awas kau!/ Jangan kejar.
Tidak apa?
Tidak apa.
Bersihkan.
Mereka menagih bayaran?
Toko sebelumnya tutup karena mereka. Apa kau tak takut?
Takutnya mereka tambah berani.
Aku pergi.
Tunggu.
Untukmu./ Tidak. Harus bayar.
Ambil.
Terima kasih.
Cepat tangkap dia.
Cepat tangkap dia.
Menurut berita, dua pembunuh sudah ditangkap.
Tua bersama.
Aku temani kau, jangan cemas.
Balas sekali.
Cepat tidur.
Selamat malam.
Kapan kita berangkat?
Aku akan beirtahu.
Jangan tanya terus.
Baiklah.
Maaf.
Aku tunggu kau dibawah.
Tian Ge.
Ayo minum.
Pegang yang benar. Jatuh...
Tenang saja. Aku tepat sekali.
Jangan gerak.
Aku sudah bilang tenang saja.
Bantu aku tanya Hai Ge.
Kalau ada waktu, datanglah.
Baiklah, selamat bekerjasama.
Aku keluar ambil barang.
Dia ambil barang juga.
Ganti adegan baru.
Pintar.
Benar, bos.
Benar kepalamu.
Maaf.
Tak perlu diberitahumu.
Ayo...
Mari bersulang.
Ketua kalian bukan manusia!/kau bicara apa?/Ketua kalian payah!
Aku tak katakan karena memandang kalian!
Dasar cari mati!
Sedang apa?/Apa yang membawa anda kesini?
Seberapa besar masalahnya?
Beraninya kau sentuh orangku!
Aku akan jelaskan pada ketua
kau kira siapa kau?
Kau masih hidup.
Sayang, jangan tidur dulu. Lihat siapa datang.
Rupanya orang mati bisa hidup kembali ya.
Kau sungguh berani.
Dulu aku meremehkanmu.
Kau pernah mencariku.
Kalau aku cari kau, kau sudah mati.
Aku mengerti.
Aku baru keluar, tak mau lakukan hal lama.
Apa perselisihan kita bisa diselesaikan?
Kau bicara begitu.
Aku harus seperti bos.
Habiskan bir ini.
Masalah dulu dilupakan.
Menurutmu bagaimana?
Bir sudah kotor, ganti.
Tidak apa, bir bagus tak takut kotor.
Kau bicara begitu, aku tak tolak.
Tak menemukanmu, kau datang sendiri.
Apa kalian sudah mati?
Jangan kejar.
Janji kak Hai tak ditepati.
Lihat bagaimana dia.
Kenapa kau masuk?
Aku heran kenapa kau belum keluar.
Kemana lagi?
Kau kembali lagi.
Saat butuh mobil, aku akan hubungi.
Segerombol orang lihat wanita penghibur.
Pukul wanita sampai mati.
Kalau tak bersalah, bisa lakukan.
Siapa yang tak bersalah?
Kalau orang bersalah.
Apa hak vonis orang.
Ini kesalahannya.
Masih menghakimi.
KakTian, minumlah.
Sehari datang tiga kali.
Bukankah uang 300 saja.
Aku tak pernah hutang uang sewa.
Cari siapa?
Apa Wu Tian tinggal di sini?
Aku marga Wang.
Aku diutus Jie Dao.
Masuklah, dia pacarku.
Kenapa nyonya Liu tak datang?
Duduklah.
Jangan hina tempat kecil ini.
Duduklah.
Ada apa cari Wu Tian?
Mau tahu kehidupannya.
Biar bisa atur untuk kalian.
Terima kasih.
Wu Tian jemput anak.
Sudah merepotkanmu.
Minumlah.
Sudah pulang.
Jie Dao datang mencarimu.
Dia datang menjenguk kita.
Bawa mainan masuk ke dalam.
Duduk.
Tak disangka kau akan datang.
Kau tahu aku sudah kembali.
Kau kemana?
Kau masih membenciku?/ Benci.
Sekarang aku melihatmu.
Tak benci lagi.
Kehilangan tangan... itu karma.
Kau tak datang, orang lain akan datang.
Orang lain datang, aku takkan ada hari ini.
Aku harus berterima kasih padamu.
Orang harus bersyukur.
Tak bersyukur, mengeluh.
Hidup takkan nyaman.
Benar.
Kali ini datang minta maaf.
Bantu periksa satu plat mobil.
Lkuti aku beberapa hari.
Sudah ditemukan, nanti aku kirimkan.
Kau harus hati-hati.
Mau apa?
Harusnya mengenalimu dari awal.
Kau bisa lapor polisi.
Kalau aku pergi, kau tak ada kesempatan.
Tiga tahun ini, tak ada yang hidup baik.
Tunggu aku temukan Zhang Cin, kau baru berhak bicara.
Tapi mungkin kau tak peduli.
Dia adalah putraku./ Dia orang bersalah
kau tahu apa? Dia tak bersalah.
Semua orang bilang tak bersalah.
Cuma aku yang bersalah.
Lihat kau sekarang.
Jangan lakukan hal bodoh.
Lni sudah sepantasnya.
3 tahun lalu aku mati. Jadi orang baik selalu diganggu orang lain.
Aku hidup menderita.
Kau tak bisa mendidik anakmu.
Apa hakmu mengajariku?
Kebenaran tak seperti yang kau bayangkan itu.
Aku takkan beritahu apapun. Pergilah.
Kalau terjadi sesuatu pada Zhang Jin, kau takkan bisa lolos!
Aku jamin
pasti akan terjadi sesuatu pada Zhang Jin!
Tolong...
Lepaskan dia.
Aku suruh dia datang melihatmu.
n42n42.
No comments yet. Be the first to leave one.