Pierwsze 200 wierszy.
Selamat datang di Barcelona, ada hampir 100,000 orang di Nou Camp ini, malam ini.
Ini suasana yang sangat luar biasa.
Ini adalah penentuan nasib dari MU.
Mereka sudah berusaha sejauh ini...
dan bisa berkesempatan untuk berdiri disini, untuk membuat sejarah,
ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, untuk mendapatkan treble.
Satu-satunya kesempatan untuk meraih sesuatu yang belum pernah didapatkan tim ini.
1992 adalah tahun yang tidak menyenangkan.
Salah satu jalan paling sibuk di Manchester, tiba-tiba berubah menjadi neraka.
Sebuah bom yang diletakkan di belakang sebuah mal, meledak.
Turunkan pajak, dan pada akhirnya...
Senang bisa kembali...
para pemain kembali ke hotel,
beberapa jam kemudian, mereka menyaksikan kembali masa kegelapan dari sepakbola Inggris.
Banyak kejadian yang tak menyenangkan.
Klub yang sebesar ini akan menuntut kita...
untuk melakukan sesuatu dengan sangat baik.
Dan itu berarti nomer 1 di liga.
Aku sudah berada di MU saat Alex dijadikan pelatih baru.
Saat dia masuk, semua orang tahu kalau dia akan menerapkan sistem yang baru.
Dan dia bicara secara langsung denganku, sebagaimana dia biasanya.
Dia bilang dia tak cocok dengan sistem yang sudah berjalan.
Lalu beberapa minggu kemudian...
aku mengajukan beberapa nama dari skuad muda MU, lalu dia melihatku dan bilang kalau itu tidak cukup.
Aku bertanya apakah dia tahu berapa banyak pencari bakat yang ada di kota ini.
Saat mendengar itu, dia bilang, serahkan itu padaku.
Dan dalam waktu 1 bulan,
dia mengubah sistem pencarian bakat di MU.
Nicky Butt adalah pemain bola yang hebat.
Kupikir nama panggilannya adalah ''Butt''.
Dia menyenangkan.
- Aku agak kuatir memberikannya nama panggilan itu, kuatir bagaimana reaksinya. - Jangan macam-macam dengannya.
Scholes punya nama panggilan ''hantu'', karena dia sering tiba-tiba menghilang.
Scholes adalah anak yang nakal, jika ada celana yang hilang, itu pasti ulahnya.
Dia adalah orang yang bertubuh kecil,
punya penyakit asma, dia bukan yang paling cepat, tapi, dia adalah pemain terbaik.
Apalagi...
Saat aku pertama kali melihat Giggs, aku hanya melihat anak yang sangat kurus.
Dia mungkin adalah bintang yang paling rendah hati yang pernah kutemui.
Dia adalah orang yang sangat serius, dan bisa melihat orang,
dengan sorotan mata yang tajam lalu berdiri di atas meja dan berjoget.
Yang berkesan untukku soal Beckham adalah penampilannya, dia terlalu tampan untuk menjadi pemain bola. Oh, itu nama panggilannya, ''si tampan.''
Dia adalah orang yang sangat menarik.
Itu hanyalah nama panggilan.
Saat aku melihatnya memakai baju merah itu,
aku melihatnya seperti orang Meksiko.
Neville orang yang gugup.
y a, dia terkadang memang seperti itu.
Tak selalu begitu.
Kurasa Freddy dulu suka bilang hari terbaiknya adalah saat phil Neville pensiun,
maka dia dapat menjadi pemain tengah terbaik. - Dia selalu berisik dan ceria.
- Dia selalu sibuk dan bicara apa adanya. - Dia selalu sibuk.
Dia benar-benar sibuk.
Setelah dia melakukan operan, dia pasti seperti ini...
Aku tumbuh dan besar dengan bahagia,
bermain sepak bola dan kriket.
Dan aku sangat ingat pertama kali aku ke stadion,
dia selalu bilang tahun depan pasti kita masuk. Memenangkan liganya.
Memenangkan liganya. Kami tak pernah melakukannya.
y ang kuinginkan adalah menjadi pesepakbola, dan bermain di MU.
Gary adalah pemain yang hebat.
Tapi dia bukan orang yang menyenangkan dulunya.
Aku ingin menendangnya dulu.
Gary tak sehebat yang lainnya secara teknik.
Aku merasa harus bekerja lebih keras sepanjang waktu...
dan hidup serta makan lebih baik dari semua orang. Itu membuahkan sedikit hasil sekarang.
Aku membuat keputusan saat berusia 16 tahun,
untuk keluar dari sekolah.
Aku tak bisa melakukan hal-hal yang dilakukan anak-anak normal saat usia segitu.
Dia yang membuat dirinya sendiri menjadi pemain bola.
Eric punya pengaruh yang sangat besar terhadapku.
Dialah orang yang tepat yang kubutuhkan.
Istriku suatu hari pergi ke sesi latihan,
lalu dia bilang aku memalukan,
ia bilang, kau takkan melakukan itu pada anak-anakmu, kan?
Eric menangani anak-anak itu dengan sangat baik.
Jika kau melihat Beckham yang merupakan pemain besar,
Eric masih bisa menghukumnya, itu luar biasa.
Kau harus bisa beradaptasi, itulah sepakbola.
y ang paling kusesalkan adalah Raphael Burke,
dia adalah pemain yang sangat bertalenta,
jika sikapnya bagus, dia akan menjadi pemain lapis pertama.
Aku bertalenta tapi aku tak berdedikasi seperti mereka.
Saat orang-orang bertanya seperti apa Giggs dan Becks,
jika kau ingin menjadi seperti mereka,
kalian harus berkorban banyak.
Gary seorang kapten dari kelas 92.
Dia adalah kapten yang luar biasa.
Gary adalah pemimpinnya, karena...
jika kami melihat dia melakukan sesuatu yang berbeda setelah latihan,
AKu berpikir, jika dia melakukannya, aku juga harus melakuka
Dia dulu kapten dari tim,
kupikir dia yang membuat kita semua bersama.
Kupikir karena dia lah kita bisa bersama.
Saat kami menelepon, aku akan seperti ini...
apakah kau sudah selesai?
phil juga tak buruk. - phil akan melempar bola dan bermain-main.
Tenang-tenang, sebentar lagi baru kick-off.
Jika kalian melihat mereka,
mereka selalu berusaha yang terbaik. Coba kau lihat ini, phil,
mereka tidak siap, kita sudah siap.
Kau siap, aku siap, jangan pikirkan yang ini.
Mereka seperti itu dari dulu.
Mereka sangat fokus,
dan itu berhasil.
Aku masih ingat salah satu pertandingannya,
saat kami mencapai semifinal,
aku sangat depresi saat itu.
Aku sangat menikmati bermain sepakbola.
Kami bermain sampai 6 hari seminggu.
Salah satu yang kuingat adalah tendangan salto Butt.
Itu tidak gol, tapi itu cukup hebat.
Kami masih muda saat itu.
Itu adalah salah saat-saat paling bahagia untukku.
Itu luar biasa.
Itu adalah pertama kalinya,
tak berbeda jauh dengan yang terakhir.
Semua orang berada dalam kamar ganti, semuanya.
Aku meletakkan medali itu disamping medali yang lainnya.
Aku meletakkannya paling atas,
karena saat itu, aku masih muda,
itu adalah medal terbesar yang bisa kumenangkan.
Itu sudah lama sekali.
Itu suatu pencapaian, tapi tak pernah cukup hanya dengan mendapatkan 1 piala.
Oke, kita akan melakukannya lagi tahun depan.
y ang terbaik adalah kita bekerja setiap hari, dan hanya ada kegembiraan di dalamnya.
Kami cukup baik saat itu.
Saat-saat itu adalah salah satu yang terbaik dalam karirku.
Aku akan selalu mengenang saat-saat itu.
Kebanyakan ini takkan dapat dikatakan.
pada akhir era itu,
dimana kau melewati proses,
kau berada di situasi yang tak kau suka. - Mereka menaruh kami di posisi yang tak menyenangkan.
Aku benar-benar tak bisa berpikir waktu itu.
Aku memukul atapnya...
di tengah-tengah Old Trafford...
Ada saatnya kami...
dididik dengan sangat keras... dan kami pun bersembunyi.
Banyak orang yang akan selesai dalam 20 detik.
Mereka akan melakukan sesuatu yang bodoh, kau mendapatkan tepukan tangan dan kembali ke bangku.
pemain yang baik takkan melakukannya.
Mereka takkan melakukan sesuatu yang bodoh. - Ada suatu saat dimana Scholes...
menutup pintu lalu menguncinya.
Kupikir kami sedikit panik waktu itu.
Oh, klub malam itu sepertinya yang terbaik.
Aku tak begitu jago dalam mengajak wanita berbicara.
Aku harus berusaha agak lebih keras.
Itu yang paling buruk.
Aku tak yakin kau melakukannya.
Itu salah dia.
Aku tak menyadarinya.
Kau jahat sekali, Giggs.
Itu membuatmu menjadi tangguh,
dan tak takut mengatakan sesuatu,
terhadap pemain yang lebih tua,
itu kupikir bagian yang penting dalam menjadi pemain.
Kau takkan bisa menang melawan mereka.
Kupikir ada bagian dari sekolah lama yang tak dimiliki oleh pemain baru sekarang.
Aku bersyukur berasal dari kelas pada saat itu,
itu membuat kami menjadi pemain...
yang tahu kalau ada beberapa hal yang tak boleh dilakukan.
Dan itu berhenti.
pada tahun 60-an sampai 80-an,
banyak hal yang berubah, musik, sepakbola.
Oasis, MU memenangkan liga.
Rasa-rasa integritas dan semangat dari orang-orang.
Kenapa tidak?
- Siapa lawanmu saat gol pertama-mu? - Galatasaray.
- Benarkah? - y a.
- Bagaimana dengan kau, Scholes? - Biar kupikirkan.
Apakah kau bahkan ingat pernah bermain?
Aku ingat golku, Januari, melawan Liverpool.
- 1-0, tersisa 5 menit, kan? - Siapa yang mencetak pertama kali? Michael Owen?
y a.
- y a, kau mengoperku. - Kau ingat...
Bagaimana kau bisa mengingat golnya...
Itu luar biasa.
- Itu hebat, kan? - y a, ya.
Saat kami memulai musim 98/ 99, kupikir itu akan seperti musim lainnya.
Kita memulainya dengan tim yang sama.
Kami tampil dengan konsisten saat itu.
Kami senang dengan permainan menyerang... Tapi kami ingin mencetak gol....
Sampai Natal, kami akhirnya bertemu dengan Liverpool.
Itu pertandingan yang hebat.
Itu memberikan kenangan pada kami.
Ketinggalan 1 angka, tersisa 5 menit...
Dan akhirnya kami mencetak gol penyeimbang...
Itu adalah saat yang sangat penting.
Bagiku, itu adalah titik balik.
Dan seluruh tim tahu kalau berapapun skornya, kita pasti masih bisa bangkit.
Kita semua bisa kembali...
Mu penuh dengan pemain besar.
Merasakan... hantu.
Aku ingat berjalan di koridor, diluar kantor di Old Trafford.
Dan baunya seperti pipa tembakau.
Kau tahu ada cerita besar soal dia.
Kau jalan melewatinya, dan kau takkan melihatnya lagi.
pintunya selalu terbuka, kupikir kita seharusnya bicara lebih sering dengannya,
tapi aku sedikit takut, dia seperti dewa.
Ada dua buah buku yang penting disini.
No comments yet. Be the first to leave one.