Pierwsze 200 wierszy.
Mungkinkah...
TERDAPAT KEMUNGKINAN 99.9% ADANYA HUBUNGAN AYAH DAN ANAK.
Lagi pula, aku menganggap Maju sebagai adikku sendiri.
Aku mendatangi keluarga Asami untuk balas dendam
atas kerugian bagiku dan ibuku.
Apa yang kau mau dari kami?
Aku mau mendapat nama belakang Asami.
Bisa memanggil Pak Hideyo "Ayah".
Bisa hidup senang bersama Maju.
Bisa berkeliaran dengan bebas di rumah.
Untuk sekarang, hanya itu.
Sampai ujian Ruri selesai...
janjilah untuk tetap merahasiakan hal itu!
Orang-orang membuat janji,
dan memegangnya dengan erat.
Setelah ujian selesai,
akan kukabulkan permintaanmu.
Jangan lupakan janjimu.
Lalu...
janji-janji akan diingkari.
RURI ASAMI
MAJU ASAMI, MIKU YAMADA
Apa-apaan ini?
Kata siapa kau boleh memakai kamar mandi kami?
Kau orang luar!
Jangan salah paham, Miku.
Peranmu adalah memotivasiku untuk mendapat nilai lebih bagus.
Pada dasarnya kau hanya pendorong.
Setelah ujian selesai, kau akan diusir.
Apa katamu?
Mana mungkin itu terjadi!
-Kami berangkat! -Sampai nanti.
-Hati-hati di jalan. -Ayo.
SAE ASAMI
Apa Ibu tak bisa apa-apa?
Aku tak tahan tinggal bersamanya.
Tapi sebelumnya kau tak keberatan.
Jangan begitu. Akurlah dengannya.
Ibu sudah berubah.
-Apa? -Sebelumnya Ibu
akan melakukan apa pun demiku.
Hanya Bu Kujo yang benar-benar memikirkan masa depanku.
Bu Sae.
Kau tambah kurus.
Jangan-jangan...
perkataanku tempo hari membuat hubunganmu dengan Ruri renggang?
Kalau benar, aku sangat minta maaf!
Ini bentuk permintaan maafku.
IZUMI MINAMISAWA, KYOKO NIKAIDO
Apa kau mengira
kata-katamu bisa memengaruhi hubunganku dengan Ruri?
Kau terlalu angkuh.
Aku sudah disibukkan oleh wanita-wanita yang lebih merepotkan darimu.
Lupakan saja. Masuklah.
"Kau terlalu angkuh."
Padahal aku sudah sopan, apa-apaan sikapnya itu?
Tapi tampaknya, kalian akan bisa berbaikan.
Tadi kau bilang kau harus berurusan dengan "wanita-wanita,"
apa Bu Kujo salah satunya?
Ruri sangat menempel kepadanya dan itu mengkhawatirkan.
Jadi, kau dan Ruri bertengkar?
Karena kau bilang "wanita-wanita", apa itu berarti bukan Bu Kujo saja?
Sebenarnya...
Jangan-jangan...
kau tak akur dengan Miku?
Karena dia, hubunganku dengan Ruri menjadi lebih renggang.
Aku sudah lama penasaran,
tapi kenapa kau menampung Miku?
Aku yang memintanya.
Miku kehilangan ibunya dan kupikir kami bisa membantunya bersama.
Tapi seingatku Bu Sae bukan tipe yang dermawan...
Kalau bukan karena saran dari Bu Kujo,
-aku tak akan melakukannya. -Itu saran dari Bu Kujo?
Dia bilang Miku memungkinkan Ruri belajar lebih giat.
Tapi pada akhirnya, Bu Kujo dan Miku menjadikan
hubunganmu dengan Ruri lebih renggang.
Apa ada yang kau ingat?
Hal apa pun yang janggal tentang Bu Kujo?
Apa yang mau kau bicarakan?
AYAKA KUJO
-Ini tentang Miku. -Ada apa?
Dia mulai kurang ajar dan aku kebingungan.
Pasti itu ada alasannya.
Jangan-jangan...
kau tahu latar belakangnya?
Sepertinya kau sudah mengetahuinya.
Jadi, kau menyuruhku menampungnya, padahal kau tahu?
Kalau kau tak menampungnya,
mungkin dia akan menyebarluaskan hubungan itu.
Lalu, pendidikan Ruri akan terpengaruh.
Ruri sudah bilang dia tak lagi percaya kepadamu,
dan kalau dia kehilangan kepercayaan pada ayahnya...
Dia tak lagi percaya kepadaku?
Aku dengar dari Ruri.
Katanya kau memalsukan masa lalumu?
Tapi
kau tak perlu khawatir.
Aku akan mendampinginya.
Aku tak bisa menyerahkan Ruri kepadamu.
Bagaimana mungkin aku memercayaimu, yang tahu latar belakang Miku,
tapi menyarankan dia tinggal bersama kami?
Karena kau,
aku harus diam-diam memperhatikan kebutuhan Miku
dan hubunganku dengan Ruri memburuk.
Apa kau senang merusak keluarga muridmu?
Jadi, kau juga akan menyalahkanku.
"Kau juga?"
Bu Kaori Saejima
juga menyalahkanku karena bertengkar dengan putranya, Haruto.
Tapi itu karena aku lebih memahami Haruto dan mendapat kepercayaannya.
Akar pertengkaran itu adalah sikap si ibu yang tak mengkhawatirkan anaknya.
Jangan bercanda!
Kau tak tahu berapa lama aku merawat Ruri.
Kau hanya orang sewaan
yang membantu pendidikan Ruri selama beberapa bulan.
Kau tak berhak mengatakan itu!
Bu Kaori Saejima juga bilang begitu.
Tapi seingatku, pada akhirnya dia mengaku salah.
Dia merasa jijik dengan keegoisannya sebagai ibu,
hingga dia memilih kematian.
Kau tahu apa tentang menjadi seorang ibu?
Selama bertahun-tahun kuberikan segalanya demi anak-anakku.
Hanya usiaku yang berubah, aku tetap tak bisa melakukan apa yang kumau!
Hanya karena kau menghabiskan waktu demi anak-anakmu
bukan berarti kau ibu yang baik.
Kalau begitu aku mengakhiri
hubungan bisnis kita.
Tapi apa Ruri akan setuju?
Sebagai ibunya,
kau mau dia diterima di afiliasi Universitas Teito, bukan?
Setelah kau melihat hasil ujian akhir,
kau akan menarik kata-katamu.
Aku mohon diri.
PERINGKAT 1 - RURI ASAMI PERINGKAT 1 - SHO NIKAIDO
PERINGKAT 1 - RURI ASAMI - 500 POIN PERINGKAT 1 - SHO NIKAIDO - 500 POIN
PERINGKAT 1 - KENSAKU NATSUME - 500 POIN
Apa-apaan ini? Aku hanya salah menjawab satu soal dan aku di peringkat empat?
Ini artinya...
AOBA MINAMISAWA
...akurasi soal latihan itu mendekati 100%.
Ada trik di balik ini.
Ini soal dari ujian Matematika kita.
Lalu, ini
soal latihan yang kutemukan di kamar Ruri.
Selain nomor dan kalimat yang berbeda, keduanya sama saja!
SOAL LATIHAN UJIAN AKHIR SEMESTER SATU
Ini alasannya.
Siapa itu di samping Pak Oda?
-Dia sekretaris Bu Kujo. -Jangan-jangan...
LAB PENDIDIKAN KUJO
Ini gawat!
Apa Sekretaris Parlemen Higashibara sudah menghubungimu?
Sepertinya dr. Nikaido berusaha menghubunginya...
Cepat selesaikan ini!
Kalau Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial menyelidikinya, nama baik kita
akan hancur dan aku akan kehilangan jabatanku!
Apa kau paham?
Kalau kita bisa menarik Pak Higashibara,
masa depan kalian akan cerah.
Sebaliknya, kalau kita gagal, kalian juga akan sama bersalahnya
dalam penutupan pemalsuan data!
Membatalkan kontrak? Tidak mau!
Ibu tahu aku memercayai Bu Kujo, jadi kenapa Ibu melakukan itu?
Dengar, Ruri. Haruto, yang diajari oleh Bu Kujo,
apa kau ingat sesedih apa dia waktu ibunya bunuh diri?
Ibu takut.
Karena Bu Kujo, nasib kita mungkin juga akan sama dengan mereka.
Bukankah hubungan kita
sudah terputus?
Ruri...
Tapi itu bukan karena Bu Kujo.
Itu karena Ibu membohongiku.
Sepertinya kau kesulitan.
Aku akan makan bersama kalian nanti malam.
Kata siapa?
Ruri sangat sensitif kalau ada kau.
Ingat, aku memegang rahasiamu.
Tolong jangan lupakan itu.
Lezat sekali!
Aku mau pergi ke Enoshima dengan Kak Miku.
Itu tempat kesukaan ibunya.
Pak Hideyo, apa kau punya kenangan bagus tentang Enoshima?
Aku pernah ke sana dengan ibuku waktu masih kecil.
-Bagaimana dengan saat sudah dewasa? -Saat sudah dewasa?
Misalkan, apa kau pergi ke sana saat ulang tahun seseorang?
Seingatku tidak.
Terima kasih atas makanannya.
Tapi kau pasti pernah ke sana setidaknya sekali...
Maaf, aku masih punya banyak urusan di rumah sakit. Aku harus pergi.
-Tapi... -Jangan sok akrab. Menjijikkan sekali.
KASTEL LANGIT
Ibu bodoh sekali.
Dia dengan mudahnya melupakan kenangan ulang tahun Ibu,
padahal Ibu mencintainya sampai akhir.
-Hentikan itu! -Apa maksudmu?
Bukankah kau sudah berjanji merahasiakan hal itu sampai ujian Ruri selesai?
Ayahku
melupakan kenangan berharganya bersama ibuku.
Aku kasihan kepada ibuku.
Katakan,
No comments yet. Be the first to leave one.