Pierwsze 200 wierszy.
Biro Arsitektur Josef.
Pasti ada cara alami untuk mengaksesnya.
EPISODE 11
Tuan Mouth.
Ya, Bos.
Kumpulkan semua esai yang pernah diterbitkan Kang Yo-seop
sejak masa studinya di Jerman hingga sekarang,
serta esai-esai karya mahasiswa pascasarjananya di Universitas Samguk.
Baik, Bos.
BIRO ARSITEKTUR DAN TEKNIK JOSEF
Apa-apaan ini?
Kau sudah membuat rencana?
Kau benar-benar cepat.
Memang tak ada yang bisa mengalahkan kecepatan Yi-rang.
Ayahku
meninggal karena kecelakaan.
Dia meninggal karena kecelakaan.
Apa maksudmu dia korban?
Katakan padaku yang sebenarnya.
Kenapa dia menjadi korban?
Kenapa?
Kenapa fotonya ada di sini?
Katakan sesuatu.
Ayolah.
Katakan yang sebenarnya, Yun Yi-rang!
Kenapa dia menjadi korban?
Jika kuberi tahu, apa kau sanggup menerimanya?
Hentikan omong kosongmu dan cepat katakan.
Ayah...
Ayahku...
Dia sungguh dibunuh?
Ya.
Gu-ho, dengar aku.
Seharusnya kau bilang padaku!
Seharusnya kau bilang padaku, James.
Aku tak punya pilihan.
Awalnya, aku tak tahu kebenarannya.
Aku mau memberitahumu nanti, tapi kehilangan kesempatan.
Kehilangan kesempatan? Itu tak masuk akal.
Lima tahun. Tahu?
Kita menghabiskan lima tahun bersama, tapi kau bilang mau mengatakannya padaku?
Kau pikir mengapa kami belum memberitahumu?
Yang benar saja.
Kau tahu apa yang paling konyol?
Dua orang...
Dua orang yang paling kupercaya
tahu
bagaimana ayahku meninggal.
Tapi tak pernah memberitahuku. Kau tahu?
Ini semua salahku.
-Aku yang memintanya. -Tak usah membelanya!
Makanya dia selalu seperti itu.
-Gu-ho! -Apa?
Apa maksudmu, aku selalu begitu?
Kenapa?
Memang aku bagaimana?
Hei.
Bahkan dalam situasi ini, kau masih mementingkan perasaanmu, kan?
Ya.
Lihat?
Kau tak bisa menerimanya. Begitu, kan?
Aku bisa menerimanya atau tidak, itu urusanku.
Kalau begitu, kau harus berterima kasih.
Aku yang menemukan
pembunuh ayahmu, kan?
Berterima kasih?
Aku harus berterima kasih?
Astaga.
Aku benar-benar berterima kasih.
Sungguh.
Terima kasih sudah menemukan pembunuh ayahku.
Terima kasih telah berpura-pura menjadi tim selama ini.
Terima kasih untuk semuanya.
Sekarang biar aku yang membalas dendam ayahku. Jangan cemaskan itu.
-Myung Gu-ho. -Jangan.
Jangan pernah menyebut namaku lagi.
Gu-ho.
FIRMA HUKUM HAKSAN
SATU BULAN KEMUDIAN
Insiden itu terjadi pada April 2000?
Ya.
Menurutmu, itu bisa diselidiki ulang?
Harusnya kau lebih cepat bertindak.
Maaf?
Apa kau tahu masa kedaluwarsa untuk kasus pembunuhan
sudah sepenuhnya dihapus pada 24 Juli 2015?
Jika insiden itu terjadi pada April 2000, hukum itu tak berlaku.
Jadi, pembunuhnya takkan dihukum.
FIRMA HUKUM HAKSAN
Aku pergi.
Apa kau harus pergi?
Kepergian Gu-ho agak berat bagiku.
Beri aku sedikit waktu.
Jaga kesehatanmu.
-Halo. -Halo.
KOS KEBERUNTUNGAN
Seop...
Tahun 2000...
KANG YO-SEOP
Jika pelaku berada di luar negeri untuk jangka waktu lama
guna menghindari hukuman,
atau jika komplotan ikut diadili,
masa kedaluwarsa penuntutan ditangguhkan.
Dengan demikian, kasus ini bisa diselidiki kembali.
BIRO ARSITEKTUR JOSEF MEREKRUT PEGAWAI BARU TAHUN 2025
Pegawai baru.
BIRO ARSITEKTUR JOSEF MEREKRUT PEGAWAI BARU TAHUN 2025
Manajer Gu!
Astaga, kenapa kau selalu melakukan itu dengan kepalamu?
Aku penasaran apa yang sedang kau lihat sampai serius begitu.
Setidaknya kau harus bersuara atau mengetuk. Dasar!
Kita kehabisan mi instan.
Sebaiknya kau beli mi mentah saja.
Ya ampun, kadar gula darahku akhir-akhir ini meningkat.
Pak Tua.
Kau harus berhenti makan mi instan.
Kau tahu selezat apa mi instan itu?
Bukankah terlalu kejam untuk merebut kebahagiaan makan mi instan
dari orang yang sudah mendekati ajalnya?
Siapa yang mendekati ajal?
Bukankah kau bilang
otot bagian atas tubuhmu mencapai 120 persen pada pemeriksaan terakhirmu?
Kau selalu mengomel tentang kematian
yang selalu datang terlalu lambat atau cepat. Terserah.
Sebagai anak kampung, ingatanmu cukup bagus.
Apa yang membuatmu berkata aku anak kampung?
Aku bisa mengatakannya dari A sampai Z.
Aku cukup elegan dari A sampai Z. Apa yang membuatku seperti anak kampung?
Lihat, kau hanya makan beras putih. Itu yang membuatmu seperti anak kampung.
Itu karena aturan di sini.
Coba ganti dengan nasi yang dicampur biji-bijian atau kacang.
Begini, Pak Tua.
Manajer biasa tak memiliki wewenang untuk melakukan hal itu.
Tidak. Pergilah.
Kenapa kau begitu kaku?
-Astaga! -Dia merajuk.
Pak tua, mau jalan-jalan setelah makan malam?
Jalan kaki setelah makan katanya bagus untuk diabetes.
Terserah.
Ya ampun.
Harusnya dia melunasi tunggakannya dulu.
Dia bersikap seperti pemilik tempat ini saja.
Jadi, mereka membuka perekrutan.
Permisi, Manajer Gu.
-Ya. -Kau tahu itu?
Tahu apa? Kau kehabisan tisu toilet?
Bukan, tapi laukku terus menghilang.
-Lauk? -Ya.
Aku sudah menduga ada yang aneh.
Laukmu juga hilang?
Kimci sawi hijau yang dikirim ibuku kemarin lusa juga hampir habis.
Kurasa kau hanya tak ingat setelah minum.
Begitu, ya?
Tidak, tunggu. Lihat ini.
Ini jumlah sosis,
dan ini jumlah telur puyuh. Aku menghitung semuanya.
-Kau memotret semua itu? -Tentu saja. Kau kenal aku.
-Kau siapa? -Aku.
-Ya. -Lalu, lihat.
Tiga sosis di tengah dan dua telur di pojok sini.
Entahlah.
Apa maksudmu?
Apa mungkin penghuni baru di Kamar 207...
-Astaga. -Kenapa kau mencurigai orang tak bersalah?
Apa kau tak tahu tentang asas praduga tak bersalah?
Kak Gu-ho.
Setelah mengunjungi beberapa firma hukum,
Kakak menjadi cukup cerdas untuk menjabat manajer firma hukum.
Maksudku, jangan mencurigai siapa pun.
-Tidak. -Tidak?
-Tidak. -Apanya yang tidak?
Kurasa ini terjadi sejak Pak Yeom pindah ke sini.
Benar. Pria itu terlihat menakutkan setiap kali aku menyapanya.
Halo.
Kalian tak boleh mencurigai seseorang karena penampilannya. Paham?
Kalau dari penampilan, justru kalianlah yang paling menakutkan dan mencurigakan.
Minggir.
-Manajer Gu, kau sangat mahir bicara. -Memang.
Kak, kudengar ada gadis cantik yang baru pindah di lantai khusus wanita.
Jangan pedulikan itu dan fokus pada ujian pengajarmu.
Bukankah kau bilang sudah berkali-kali gagal?
Kenapa Kakak harus membahas soal itu?
Lagi pula, kalau ada berita baik, kita harus saling berbagi, kan.
Aku tak mengerti maksudmu.
Kak Gu-ho.
Menangkap pencuri lauk adalah tugas Kakak.
-Kakak harus menangkapnya. Aku serius. -Manajer Gu.
Telur puyuh ini bisa saja menimbulkan kegaduhan di sini.
Pikirkan baik-baik. Mengerti?
Baiklah.
Tolong bawakan sebotol soju lagi.
Astaga, kau hanya minum soju lagi hari ini?
Berhubung aku yang traktir camilannya,
boleh aku mencicipi alkoholmu?
Terima kasih.
Kau dari suatu tempat?
Hari ini kau terlihat
seperti seseorang yang sedang menanggung beban dunia,
dan itu membuatmu sangat terusik.
Tapi aku tidak akan bertanya apa yang terjadi.
No comments yet. Be the first to leave one.