Pierwsze 200 wierszy.
Orang mungkin berpikir jika aku tak dapat membedakan hal yang baik dengan yang buruk.
Semua ini hanya karena uang,
tapi itu tak sepenuhnya benar.
Sebelum aku mengerjakan tugasku, aku selalu bertanya mengapa.
Kau harus selalu menjaga keseimbangan perasaanmu.
Aku sudah melakukan banyak hal yang "mengerikan",
setelah itu mudah saja untukku melupakannya.
Aku berpikir melakukannya sekali lagi tak akan merubah apapun...
tapi itulah yang terjadi.
Dan hari itu bukanlah hari di mana kau akan kehilangan jiwamu.
Kau melangkah ke tepi sebuah jurang yang sangat dalam.
Tinggal menunggu waktu saja untuk terhempas,
dan menghantam permukaan yang sangat keras.
Jadi pasti di sana ada alasannya.
Konsekuensinya.
Setiap reaksi pasti mendapat reaksi balik yang seimbang pula.
Alam semesta tidak membuat pengecualian.
Jadi pastikan kau memilih arah yang benar,
atau alam semesta akan melawanmu balik.
Aku tidak bilang jika yang ku lakukan ini benar.
Kuserahkan semua argumen itu pada ahlinya.
Aku hanya tahu ada orang-orang...
yang membutuhkan pembunuhan.
Maaf. Tuan Vogel?
Temu-janjimu yang pertama pagi ini.
Ah! Masalah orang Belanda itu ya?
Ada yang kau inginkan?
Oh. Iya, seperti biasa, um...
- Apa yang di lakukan keparat itu? - Beberapa menit lagi. Dia dalam perjalanan.
Bagus. Putriku akan datang.
Aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk saat dia di sini.
Maksudku, kita harus terlihat baik meskipun jika kita harus bermain kasar.
Pada intinya, dia ingin memberi kita peringatan.
Cuma seorang pria.
Tergantung pria seperti apa, bukan? Maksudku...
Steiner, ini pertemuan yang sopan.
Jika dia tidak segera pergi...
Aku ingin kau membunuh keparat ini secara perlahan dengan sangat menyakitkan. Oke?
Dan aku ingin bajingan ini ditemukan.
Aku ingin ini menjadi sebuah peringatan.
Jika dia ingin memberiku peringatan, maka aku akan memberinya lebih dari sekedar peringatan.
Aku tak ingin terjadi salah paham dengan majikannya.
Oke?
- Ayah? - Hey!
Oh, kau kelihatan hebat!
- Terima kasih, kau menyukainya? - Iya, aku menyukainya.
- Oh, kau wangi sekali! - Terima kasih. Kau siap untuk makan siang?
Sayang, aku sudah siap sejak tadi.
Apa aku kelihatan tidak siap? Hm?
- Selamat pagi, Steiner. - Halo, bu.
- Oke, ayo pergi. - Aku masih ada...
urusan menyebalkan yang harus diselesaikan sekarang. Aku akan menyusulmu. Bagaimana jika kau dan, um...
pacarmu pergi minum dulu? Maksudku...
biar aku yang traktir, Aku janji. Oke?
Ayah.
- Baiklah, 5 menit. - Empat, empat setengah menit.
Baiklah, ada yang ingin kukatakan padamu, tapi nanti saat makan siang bersama Nick, oke?
Baiklah.
- Mantap. - Bagaimana dengan Steiner? Bagaimana menurutmu?
Dia agak sungkan. Ku pikir aku pergi sendiri saja.
Jangan bilang begitu. Dia pantas diberi penghargaan.
Ayah.
- Baiklah, ketemu lima menit lagi, ya? - Sampai jumpa sayang.
Kau terkenal juga.
Dia sudah sampai.
Selamat pagi.
Tunggu dulu.
Hati-hati, mungkin ada isinya.
Duduklah.
Aku berdiri saja, jika kau tak keberatan.
Oh, bung, terserah apa maumu. Duduk saja.
Dengar, aku menemuimu hari ini karena...
majikan Belanda-mu itu memintaku untuk memenuhi permintaannya. Jadi disinilah aku.
Aku sudah memberi jawaban untuk masalah ini.
Dan jawabannya adalah tidak.
Jadi, kecuali jika kau punya sesuatu, semacam bisnis yang ingin kau bicarakan denganku...
...maaf, ini akan menjadi pertemuan yang sangat singkat.
- Kau punya nama? Tuan... - Bradley.
Tuan Bradley.
Begini, Bradley, aku bukan seorang yang penyabar, dan...
jika harus, aku akan mencabut gigimu untuk mendapat jawaban, kau paham maksudku, bukan?
Baiklah, aku harus melakukan apa yang harus ku lakukan, dan...
Langsung saja ke permasalahannya.
Mengapa kau kemari?
Kau tahu mengapa aku kemari.
Disk itu.
Disk yang hilang itu telah menimbulkan banyak kesulitan dan benda itu sekarang ada padamu.
- Baiklah. - Benda itu bukan milikmu.
- Aku tak akan menjualnya padamu. - Kau tak bisa menjual apa yang bukan milikmu.
- Hm? - Kau tak bisa menjual apa yang bukan milikmu.
Disk itu berada dalam brankasku.
Ini rumahku, jadi disk itu juga milikku.
Tidak.
Karena itu aku kemari, memberimu kesempatan untuk mengembalikannya.
Untuk mengembalikannya?
Kenapa? Karena kau kemari berpakaian rapi dan memintanya dengan sopan?
Maafkan aku, nak, tapi pertemuan ini sudah berakhir.
Aku sudah memintanya dengan baik-baik.
Dan aku tak akan melakukannya lagi.
Percayalah padaku, ini adalah kesempatan terbaikmu, serahkan padaku disk itu sekarang.
Jesus, Bradley, walaupun kau kemari dan meminta dengan sopan padaku...
Membungkuk, dan bahkan bersujud padaku - Jawabanku tetap 'Tidak'. Oh, ayolah, bung!
Dengar, Bradley, kau tidak perlu memakai kekerasan di sini.
Dan faktanya disk itu tetap berada dalam brankasku.
Jika kau membunuhku, kau harus menggunakan bom kecil untuk membuka brankas tersebut.
Dan ku lihat kau tak punya itu, Bradley. Jadi kau harus membunuhku, karena aku tak akan membukanya.
Kelihatannya kita berbeda pendapat di sini.
Aku tidak hanya akan membunuhmu.
Bradley, sebenarnya aku tahu siapa dirimu,
dan aku yakin kau tak akan melakukannya. Oh, tentu, kau akan membunuhku...
tapi kau tak akan membunuh anakku. Kau bukan orang seperti itu.
Aku tahu itu.
Kau pembual, cuma menggertakku.
Apa kau berani bertaruh dengan nyawa putrimu?
Setelah kau mati, kau tak akan tahu apa yang akan ku lakukan.
Dengar, bung, aku tak percaya padamu. Tapi... Tidak, aku tak akan bertaruh untuk itu.
Kau bahkan tak tahu apa isi disk itu, bukan?
Jadi, sekarang aku...
Apa lagi yang bisa kukatakan, ku pikir kau akan membunuhku.
6 BULAN KEMUDIAN
Aku mau... babi panggang dan kacang polong.
- Oke. - Dan nasi.
- Dan minumannya? - Green tea saja.
Oke. 10 pounds.
Terima kasih.
Ini tanda terimanya. Tunggu beberapa menit lagi.
Halo, boss.
- Boleh aku membeli itu sebotol? - Hey!
- Apa itu? - Tidak ada apa-apa! Tidak ada apa-apa!
- Tidak! Apa itu dalam sakumu? - Rasakan itu!
Kau! Apa yang kau lihat?
- Aku akan menghajarmu, bung. Aku akan menghajarmu, bung! - Hentikan, temanku. Ayo pergi!
- Aku akan menghajarmu, bung! - Persetan!
Pergilah, bung!
- Kau tidak apa-apa? - Ohh...
Aku kenal anak-anak itu.
Aku kenal dengan mereka sejak mereka lahir.
Mengapa mereka berbuat seperti ini?
Mencuri dari ku, merusak barang-barang...
Membuat masalah setiap malam. Setiap malam!
Tak seorangpun ingin hidup di sini.
Makanan siap.
Makananmu siap.
Terima kasih.
- Jadi apa ini? - Cuma itu semuanya.
Sekarang sedang dingin.
Itu karena malas.
Kau bilang : "Sergei, aku ingin punya tempat tinggal, dan susu coklat, dan kue-kue."
Tapi aku tak ingin bekerja untuk itu.
Bukan begitu yang kita lakukan di sini.
Ini prilaku yang buruk!
- Atau kau ingin bicara dengan "manejer-ku" ini. - Jangan, Sergei!
- Dia berkata yang sebenarnya. - Diam kau!
Ini urusanku dengannya : pihak manajemen dan karyawan.
Kau tinggal dikantorku. Pintu sudah tertutup!
Kau di luar!
Tapi di sini dingin!
Kau lihat? Itu yang di sebut peringatan resmi.
Cukup secara verbal saja.
Bisa aku membantumu?
Apa kau menelpon katering?
A-ha!
Mana punyaku?
Kau tak keberatan, bukan?
- Ini makanan Asia. - Aku lagi tak berselera dengan makanan China!
Kau tahu apa yang ku mau, bukan?
Tidak?
Burger dan kentang goreng.
Kau tak punya yang seperti itu, bukan?
Bagaimana jika... Kau yang traktir makan siang?
Kami menyebut ini sebagai "biaya perjalanan dinas."
Kau sangat baik. Makan siang untuk semua!
Sekarang pergilah.
Ayah.
Kau sudah melangkah terlalu jauh saat kau mengancam keluargaku.
Aku sangat menyesal.
Aku mau ayahku.
Apa lagi yang bisa kukatakan, ku pikir kau akan membunuhku.
Ku kira kau lebih takut pada majikanku.
Dia cuma menginginkan disk itu. Dan kau benar : Aku tidak harus membunuh putrimu.
Aku sangat menyesal.
- Kau lihat itu?! - TOLONG!!
- Kau sudah diperingatkan! - TOLONG!!
Ku mohon, tolong! Ku mohon!
Masukkan dia ke mobil!
Kau diamlah!
Kau tak akan bilang apa-apa, bukan? Tidak?
Gadis baik.
BAJINGAN!!
Iya... memang aku bajingan,
dan kau adalah pelacur. Kita semua tahu apa pekerjaan pelacur.
Ada pelanggan di lantai atas.
- Kau dengar itu? - Apa itu?
Mana makan malamku?
Aku berada di "Common Inn", Great Stand drive. Kami butuh bantuan di sini.
- Apa ini keadaan darurat? - Aku butuh ambulan, segera.
- Maaf, bisa kau ulangi...? - TUNGGUUU!!
Ambulan sedang dalam perjalanan. Dia akan baik-baik saja.
Tapi aku tak bisa berada di sini. Aku tak bisa berada di sini saat polisi tiba.
- Kalau begitu pergilah! - Pergi kemana?!
No comments yet. Be the first to leave one.