Pierwsze 200 wierszy.
S05E07 - Full Moon ~ m o l s k i y ~
Saat bulan kembali purnama,
kita akan merebut ketenaran dan keberuntungan kita ...
dan melakukan pertempuran yang akan menggetarkan dunia,
dan pemenangnya akan mewarisi bumi.
Pulang?
Jujur saja, aku tak tahu lagi.
Apa itu rumah?
Aku seorang Viking.
Tapi ada sesuatu yang lain.
Ibu dari anak-anakku.
Torvi, aku tak mencintainya lagi.
Dia tak pantas diperlakukan seperti itu.
Aku merasa bersalah.
Apa yang pantas dan yang kita dapatkan,
Bjorn Ironside, tak pernah seimbang.
Tampaknya, para Dewa tak begitu tertarik dengan keadilan.
Kau sehat?
Berapa jauh lagi, Floki?
Kita sudah berjalan berhari-hari.
Aku sungguh tak sabar ingin melihat rumah ...
yang dibangun Odin untuk Floki.
Kalau memang ada.
Oh, ada.
Aku melihatnya di mimpi.
Terbuat dari emas.
Itu rumah yang dibangun para Dewa.
Seharusnya cukup besar untuk kita semua, bukan hanya Floki.
Kenapa kau tak mau bicara dengan kami, Floki?
Karena kalian takkan mengerti.
Selamat datang di rumah, Nak.
Kenapa bangsa Sami ada di sini?
Raja Harald dan adikmu, Ivar ...
berencana menyerang kami.
Kapan?
Bulan purnama berikutnya.
Sepertinya aku kembali tepat waktu.
Kita butuh bantuan lebih banyak.
Kita tak boleh meremehkan ...
kekuatan Harald dan Ivar yang akan kita hadapi.
Makanya, aku mengundang bangsa Sami bergabung dengan kita.
Ayo temui mereka.
Ubbe.
Selamat datang.
Raja Svase, perkenalkan putraku, Bjorn Ironside.
Sebuah kehormatan besar, akhirnya bertemu denganmu,
Bjorn Ironside, putra Ragnar Lothbrok.
Begitu juga denganku, Raja Svase, sebuah kehormatan besar.
Perkenalkan putriku, Puteri Snaefrid.
Puteri.
Katakan, Halfdan,
apa hal paling menarik yang kaulihat dalam perjalananmu?
Tak ada.
Tak ada?
Mereka menyebutnya gurun pasir.
Bermil-mil pasir.
Pasir sejauh mata memandang.
Hanya pasir.
Apa hal menakjubkan kedua yang kaulihat?
Segalanya.
Ubbe, kenapa kau bertengkar begitu hebatnya dengan Ivar?
Kenapa juga kautanyakan itu?
Kau tahu seperti apa Ivar, kau sudah melihatnya.
Dan Hvitserk memilih ikut dengannya.
Pengkhianat.
Mereka akan menghancurkan warisan Ayah kita selamanya.
Kita lawan untuk mempertahankannya semampu kita.
Ayah bertahan melalui kita, Bjorn,
atau tidak sama sekali.
Apa yang akan kaulakukan, Halfdan?
Kau akan bergabung dengan saudaramu?
Tidak.
Bjorn sudah menyelamatkan nyawaku,
dan aku sudah bersumpah setia padanya,
dan tak ada yang akan mengubah pikiranku.
Selama kau pergi, saudaramu datang ke sini.
Dia bersumpah padaku ...
tak lagi punya niat apa pun terhadap kerajaanku.
Tapi dia berbohong.
Bagaimana aku bisa tahu kalau kau tak berbohong?
Kau tak tahu,
meskipun aku bersumpah pada gelang suciku.
Menurutmu aku berbohong, Bjorn?
Kau dan aku merangkak keluar dari bawah batu yang sama.
Aku yakin kau akan berperang melawan saudaramu.
Guthrum, kubawakan sesuatu untukmu.
Itu milik seseorang bernama Komandan Euphemius.
Pangeran Byzantium.
Terima kasih, Bjorn.
Ini indah.
Mungkin suatu saat aku akan bertemu Euphemius.
Sayangnya, tak akan.
Halfdan dan aku sudah memakannya.
Kalian memakannya?
Tak disengaja.
Kau harus mengerti, banyak hal-hal aneh ...
yang terjadi di dunia lain.
Mungkin suatu saat kau akan melihatnya sendiri.
Inilah tempatnya.
Di sinilah kita akan tinggal.
Di sini apanya?
Tempat tinggal baru kita?
Aku tak melihat satu rumah pun.
Kau pasti bercanda.
Kau tak melihat.
Itulah masalahmu selama ini, Eyvind.
Kau tak tahu caranya melihat.
Aku bisa melihat segalanya dengan mataku sendiri.
Aku tak perlu ditipu.
Yang kulihat, tak ada apa-apa.
Di mana rumah yang telah dibangun para Dewa?
Tak ada di sini!
Aku harus memenggal kepala terkutukmu ...
sekarang juga, Floki.
Kau lihat.
Ini adalah tanah Loki dan para raksasa.
Ini tanah iblis.
Lihatlah air panas yang menyembur.
Aku yakin neraka ada di dekatnya.
Hentikan pembicaraan bodoh ini.
Itu hanyalah air yang diciptakan panas oleh para Dewa ...
untuk tujuan membantu kita.
Di sini kita bisa mencuci pakaian kita, bahkan memanggang roti.
Tak adakah di sini yang tak mau menikmati ...
sepotong roti panas?
Aku tahu dia membuatmu tertarik.
Jangan khawatir. Aku tak cemburu.
Tidak lagi.
Saat kau tak kembali dari Inggris,
aku sadar cinta kita sudah berakhir.
Aku hanya ingin tahu ...
kau akan selalu menjaga anak-anak kita.
Aku bersumpah, Torvi,
aku akan selalu menjagamu dan anak-anak.
Ini untukmu.
Kenapa tak kauberikan pada orang lain?
Karena aku ingin kau memilikinya.
Terima kasih, Bjorn.
Ada apa?
Aku menginginkannya.
Kau tak tahu apa-apa tentang wanita itu.
Mintalah pada Raja.
Bagaimana dengan Torvi?
Sudah berakhir.
Ayolah.
Putraku ingin tidur dengan putrimu.
Torvi?
Tak apa-apa.
Aku mengerti.
Dia memang bukan takdirku.
Tidak.
Aku tak menyalahkan Bjorn.
Tidak.
Tetap saja, kau ibu dari anak-anaknya.
Anak-anak mati.
Kita semua mati.
Kita tak semestinya berusaha keras mempertahankan semua yang berlalu.
Kau sangat bijak, ya?
Tidak.
Aku ingin kauberikan ini pada Margrethe.
Tidak.
Kau mencintai Torvi?
Tidak.
Aku kasihan padanya.
Kalau kau kasihan pada seseorang,
kau tak perlu mencium mereka.
Kita tak punya waktu bermain-main.
Dunia akan berakhir.
Ivar dan Harald akan datang.
Kita harus tahu apa yang kita perjuangkan.
Kita harus tahu kenapa kita berjuang.
Setuju.
Lagertha sudah lemah.
Kau sungguh ingin berjuang demi seseorang seperti itu?
Dia penguasa sah Kattegat.
Bukan, dia sudah membunuh ...
penguasa sah Kattegat.
Apa maksudmu?
Jangan melawan Ivar.
Untuk apa?
Biarkan mereka datang.
Biarkan mereka menggulingkannya.
Jangan halangi mereka.
Kau putra tertua.
kalau mereka membunuh Bjorn.
Kalau mereka membunuh Bjorn,
maka kau akan menjadi Raja Kattegat.
Dan aku akan menjadi ratu.
Akhir yang menakjubkan bagi seorang budak.
Menjadi seorang ratu.
Itu yang kauinginkan?
Ya, Ubbe.
Itu yang kuinginkan.
Itu yang kuinginkan.
Aku masih merindukan Ragnar. Bahkan sekarang.
Aku sering mengingat saat kita menjadi petani.
Ibu sudah jauh berubah semenjak itu.
Mungkin.
Suatu hari nanti, aku ingin kembali menjadi petani,
hidup sederhana,
No comments yet. Be the first to leave one.