Pierwsze 200 wierszy.
Siapa?
Siapa yang bisa menyelamatkanku?
Oh Tuhan, tolong selamatkan aku.
Aku harus hidup...
Aku ingin hidup...
Apa ini air mata?
Oh! Ini air mata!
Dari siapa?
Kira-kira siapa ya?
Hai, Shin Ji-hyun.
Benar, ini Shin Ji-hyun.
Kenapa dia sembunyikan stempelnya di pot bungamu?
Shin Ji Hyun tidak pernah ke ruanganku.
Siapa ya kira-kira?
Itu Ji-hyun.
Benar.
Dia menambahkan remis kesukaanmu.
Ini dari Nona Song Yi-kyung.
Kau harus menghabiskannya.
Perhatikan baik-baik.
Pertama, lakukan ini.
Seseorang memberikan ini padaku
untuk digunakan dalam keadaan darurat.
Ayahku bilang, gunakan dalam keadaan darurat.
Jaga dirimu, tak punya hati.
Dasar tidak punya hati.
Aku tidak salah lagi.
Itu memang kau,
Shin Ji-hyun.
Memang kau.
Kau ada di sampingku.
Hai, Shin Ji-hyun.
Meski aku tidak yakin dengan apa yang terjadi,
tapi aku sangat senang.
Di mana orang tua Ji-hyun?
Apa tadi ada yang datang?
Ada seorang gadis.
Kapan?
Apa dia bilang mau ke mana?
Aku dapat! Aku dapat setetes air mata!
Apa yang kau lakukan?
Apa?
Kau bukan tipeku.
Memang tidak boleh.
Hei, kita tidak boleh begini.
Aku bisa mendapat hukuman lagi karena merayu wanita.
Maaf, aku hanya terlalu senang melihatmu.
Tolong hapus senyumanmu dulu sebelum berbohong.
Apa ini cara berpamitan
pada orang yang senang bertemu denganku?
Skeduler.
Aku pergi dulu.
Ayahku menolak dioperasi karena aku.
Seperti yang kau tahu,
aku tidak yakin bisa mengumpulkan 3 tetes air mata.
Jadi aku putuskan untuk pergi.
Aku merasa lebih rumit sekarang.
Aku tidak bisa berpamitan langsung padamu.
Terima kasih atas semua yang telah kau lakukan.
Apa kita tidak akan bertemu lagi setelah aku naik liftnya?
Tentu.
Wanita memang pintar bermain trik.
Tapi siapa tepatnya yang memberikan air mata ini?
Siapa yang menangisiku?
Kau masih ingin aku menjawabnya?
Hukuman satu minggu.
Apa kau sudah lupa?
Suh-woo, kan?
Pasti Suh-woo.
Manusia di duniamu lebih memilih pada hal yang mereka yakini.
Aku cukup yakin ini pasti dari Suh-woo.
Jika kau benar, kau mau berterima kasih padanya sekarang?
Tentu. Dia memberikanku setetes air mata.
Hanya dia satu-satunya yang mau menangis untukku sepenuh hati.
Apa Shin Ji-hyun ada di rumah? Dia ada di sini?
Kau tidak tahu dia ada di rumah sakit?
Tapi orang tua Ji-hyun tidak ada di rumah sakit.
Mereka baru saja pergi dari sini.
Apa tadi ada yang datang?
Temannya Ji-hyun.
Teman? Siapa?
Bagaimana rupanya? Siapa namanya?
Aku tidak tahu namanya.
Tapi dia tinggi, langsing, dan cantik.
Dia pernah ke sini sekali.
Untuk menemui orang tua Ji-hyun?
Nona Suh-woo.
Nona Yi-kyung.
Apa kau mau beli roti?
Tidak, aku mau bertemu denganmu.
Untuk mengucapkan terima kasih.
Kenapa?
Bukankah aku pernah mencicipi rotimu secara gratis?
Kau tidak perlu berterima kasih untuk itu.
Itu seperti melempar batu untuk membunuh katak di dalam kolam.
Sepotong roti juga bisa menyelamatkan orang dari kelaparan.
Apa waktu itu kau lapar?
Ya, dalam hatiku.
Karena aku tidak punya teman.
Biasanya aku merasa kesepian.
Oh begitu.
Temanmu di rumah sakit sangat beruntung.
Dia memiliki Nona Suh-woo sebagai teman terbaiknya.
Maksudmu Ji-hyun?
Justru aku yang beruntung.
Beruntung punya Ji-hyun, sebagai teman terbaikku.
Aku benar.
Memang kau, Suh-woo.
Ngomong-ngomong, kenapa kau tidak punya teman?
Baiklah.
Aku tidak akan bilang siapa pun mengenai-
hubunganmu dengan Pak Kang Min-ho.
Siapa laki-laki itu?
Aku ingin tahu seberapa pentingnya dia.
Manajer.
Tunggu sebentar.
Buat perusahaan segera bangkrut
dan alihkan properti Shin pada Properti Hyuksan,
lalu kau bisa memiliki Haemido.
Apa kau mau beli roti?
Sepertinya pekerjaanmu cukup mudah.
Kau bisa berbelanja entah kapan atau di mana.
Bukankah sekarang jam kerjamu?
Presdirmu benar-benar hebat.
Yeah.
Anak Pak presdirmu adalah tunangan Kang Min-ho...
Nona Song Yi-kyung.
Kau terlalu berlebihan, Nona Shin In-jung.
Kenapa kau ke sini?
Apa kau sangat dekat dengannya?
Kalian tadi bicara apa?
Apa kau ke sini untuk menanyakan hal itu?
Tidak.
Aku datang untuk minta maaf.
Dia mau apa?
Kami punya spa anggur merah Swedia,
Spa Cina,
Spa Kentang dan Marula di Mauritius, Afrika,
Spa Hutan, Prancis,
Spa Cokelat, Bali,
Tadi adalah info dari kami.
Kakak.
Tetap di sini.
Jangan berisik.
Buat perusahaan segera bangkrut.
Dia pasti dengar.
Di negeri kita, tempat peristirahatan yang menyediakan spa
dan fasilitas pemandian air panas
adalah Pemandian Obat-obatan Han, Pemandian Halaman,
Pemandian Herbal,
dan Pemandian Spa Ginseng di Jinan.
Setelah itu dia menghilang.
Pak.
Saya ingin konfirmasi
soal pengaturan kunjungan Spa di desa.
Jinan, Toechon, Sokcho, Asan, Muju.
"Supir Cha"
Pak Ko, tolong bantu saya dengan pengaturannya.
Di mana rumahnya Song Yi-kyung?
Nomor telepon Song Yi-kyung tidak terdaftar.
Aku tidak bisa menemukan namanya.
Bagaimana bisa tidak terdaftar padahal dia punya nomor telepon?
Kau yakin sudah menyeledikinya?
Min-ho. Ini bukan pertama kalinya aku melakukan hal ini.
Kakak, apa tadi Ji-hyun datang ke sini?
Ji-hyun?
Bukan, Song Yi-kyung.
Apa Song Yi-kyung tadi datang?
Apa terjadi sesuatu pada Nona Song Yi-kyung?
Tidak.
Aku ada urusan penting dengannya.
Apa dia meneleponmu?
Urusan apa tepatnya?
Kau tahu alamatnya?
Seharusnya ada di resumenya.
Tolong hubungi aku jika ada kabar darinya.
Ada apa dengannya?
Kenapa kau tiba-tiba menanyakanku soal Ji-hyun?
Aku salah.
Maksudku Song Yi-kyung.
Kenapa kau mencarinya?
Ada apa?
Nanti aku beritahu.
Ada apa?
Tidak apa-apa.
Kenapa menyebutkan
Ji-hyun dan Song Yi-kyung di saat bersamaan?
Shi Ji-hyun. Kau di mana?
Kau tidak ada di rumah, rumah sakit atau dengan Min-ho.
Karena aku memutuskan untuk pergi.
Maksudmu kau akan kembali?
Tepatnya apa maksudmu?
Di mana kau, Shin Ji-hyun.
Kau di mana?
Shin Ji-hyun.
Kau mau apa?
Ji-hyun.
Kau kenapa lagi?
Sudah kubilang, aku Song Yi-kyung.
Tidak. Kau Ji-hyun.
No comments yet. Be the first to leave one.