Pierwsze 200 wierszy.
Aku sudah bilang pada perancang. Peter, jual 109 untukku.
Setiap sponsor pada poster harus jadi 1 ukuran. Dan beli 423.
Pelanggan2 sekarang mengeluh.
Sewaktu mencapai 3.6 dolar, beli 300 lagi / tak bisa diubah?
- Beritahu dia. - Benar.
Aku bisa rubah bayaran terakhirnya / Jangan kuatir.
Atau mungkin kurang 2 kosong.
Belikan aku minuman nanti malam jika kau mau tahu lebih.
Tuan dan nyonya Chan, maaf terlambat.
Chloe, apa ada sesuatu yang bagus?
Aku anjurkan yang ini.
Ini pilihan terbaik untuk klub malam, kau pasti menyukainya.
Apa benar2 sebagus itu?
Itu tak berarti, kau tahu itu. Menjadi suami sekarang.
Kau tak ada suara. Benarkan, sayang?
Kalian berdua sangat manis.
Aku iri padamu, Bisa kau ajari aku?
Mengajarimu? Sebenarnya, aku tidak kenal baik padanya.
Bawa dia jika kau suka, kita fokus saja pada apartemen, aku terburu2.
Tenang, peralatannya sudah siap, semuanya di mobil.
Nanti ketika dia datang, ingat untuk sembunyikan.
Jangan kacaukan.
Kita sempat latihan kemarin. Tidak akan salah.
Ini dia, pintar2lah.
Ayo, ayo.
Kau dimana? Mengapa kau tidak angkat teleponku?
Aku di dekatmu.
Kau ada disini? Aku tak bisa melihatmu.
Sepertinya sunyi disana. Kau dimana?
Mendekatlah, lalu kau bisa melihatku.
Jangan bercanda lagi. Filmnya mau dimulai.
Mendekatlah.
Aku janji padamu, kau tak akan nyesal.
Hung! Jika kau tidak muncul sekarang,
Aku akan pulang. Satu, dua...
Tiga...
Ada apa?
Bukankah itu jelas?
Jika kau pergi, maka aku harus mengemailmu, bunga2 dan cincin
Bobo, maukah kau menikah denganku?
Bukankah itu terlalu asal2an untuk mengajukan di jalanan?
Tidak, jika kau bilang iya.
Kita akan pergi ke hotel bintang 5 untuk menikmati makan malam.
Menikahlah denganku.
Tapi aku sudah membeli tiket.
Apa?
Atau kita mungkin pergi ke bioskop?
Itu artinya kau menerimanya?
Terima kasih, sayang.
Ayolah, kita lihat cincinnya.
Terima kasih, suamiku.
Ada apa, sayang?
Suamiku, kapan kita akan lakukan perjalanan?
Perjalanan? Nanti, jika kau bisa mematikan ponselmu.
Kau selalu sibuk dengan urusanmu.
Halo.
Mobil kami akan tiba sebentar lagi, bisa kau pergi sekarang?
Baiklah, aku akan keluar sekarang.
Kau mau pergi?
Iya, aku akan pergi bersama Tuan Young untuk rapat di Macau.
Kapan kau kembali? Perlu di jemput?
Belum tahu, nanti kutelpon.
Satu Tahun Kemudian.
Cara2 perbaikan kejanggalan Seks dalam pernikahan.
Kau tak boleh makan ini.
Kenapa?
Mungkin ini berhasil.
Alasan menuntun pada impotensi seks.
"1. Merokok.
"2. Kecanduan Narkoba"
"3. Tekanan dalam bekerja"
"4. Kanker Testis"
"5. Masturbasi Berlebihan.
Selamat bergabung dengan kami.
Untuk sesi pembinaan seks ini.
Aku pelatihmu, nyonya Mak.
Tenanglah. Santai.
Kau bisa berbagi segalanya denganku.
Yang laki2 dulu.
- Aku? - Umm.
Aku merasa baik.
Tapi istriku punya banyak pertanyaan untukmu.
Aku?
Tentu, kau yang ingin datang.
Karena kau impoten.
Aku impoten? Tak mungkin.
Bagaimana itu bisa menjadi masalahku?
Hanya satu sampai 2 kali. Itu Normal.
Itu berfungsi hanya satu sampai 2 kali.
Mohon jangan bicara yang jujur.
Apa kau butuh mic untuk setiap orang yang mendengarnya?
Kau menolak untuk menemui dokter.
Dan kau menolak untuk bilang masalahmu sekarang, jadi?
Aku disini sekarang, iya kan?
Kita istirahat dulu.
Dan aku akan bicara sedikit denganmu secara terpisah.
Bagaimana menurutmu tentang kehidupan seksmu?
Dia tidak menyukaiku lagi.
Kenapa?
Kami tidak melakukan hal itu sudah lama.
Bahkan ketika kami lakukan, dia tidak berhasil sampai akhir.
Bisa kau beritahu aku lebih lagi?
Ketika dia memasukkannya, secepatnya menjadi lunak.
Bagaimana perasaanmu tentang kehidupan seksmu?
Aku tak merasa dia menikmati seks.
Dia hanya ingin mendapatkan seseorang untuk membuat dia hamil.
Tentu saja untuk punya anak. Apa lagi yang lainnya?
Kau benar ingin punya anak.
Tapi kita butuh untuk bersenang2
Aku bukan mesin ETC.
Barang yang bisa masuk dan keluar dengan hanya menekan tombolnya.
Semuanya membutuhkan waktu yang tepat.
Tapi dia selalu mendapatkannya salah.
- Hei, sayang. - Umm.
Jangan lagi membaca.
Aku mau...
Datang bulanku hari rabu.
Aku tahu, hari ini hari rabu.
Seharusnya Rabu depan.
Oh! Tidak
Kita lakukan nanti.
Sayang, ini hari Rabu lagi.
Baiklah.
Ya, ayo, ayo.
Ada apa?
Periksa temperatur dulu. 3 Menit.
Lagi?
Baiklah.
Oh, ya, ayo.
Cepat, cepat, cepat.
Sedang apa kau disana? Ayolah.
Hei, aku hampir sampai, Kau lebih baik tolong aku! Tolong aku
Apa yang kau lakukan?
Setiap orang punya kebutuhan mereka sendiri, ayolah.
Ayolah! Tolong aku.
Kau cabul! Begitu kotor!
Cabul! Cabul! Cabul!
Lalu bagaimana sekarang?
Tunggu sampai Hari Rabu depan.
Aku benci Hari Rabu.
Aku cabul? Bagaimana dengan dia?
Apa?
Hanya sekali! Aku merasa lebih baik dengan lampu menyala.
Tidak! Itu membuatku malu.
Tidak, kita pasangan.
Aku tak peduli. Aku tak mau lakukan dengan lampu menyala.
Apa?
Mengapa kau menciumku disini?
Ada apa?
Ludahmu itu kotor.
Apa?
Bersihkan untuk menghindari bakteri.
Baiklah, sekarang kau bisa menciumku disini.
Ada apa?
Kasihan, aku akan ijinkan kau menyalakan lampunya.
Itu bagus sekali. Terima kasih banyak.
Ada apa?
Mungkin masih ada waktu, Biar aku lakukan perawatan muka, kau kerjakan sendiri.
Aku butuh waktu 15 menit. Jika kau masih tidak siap,
Masakkan aku semangkok mie.
Istriku, apa kau akan pergi ke kantor? Aku yang antar.
Suamiku, maafkan aku.
Aku tidak harus beritahu pada yang lainnya.
Mempunyai bayi seperti mendapatkan taksi.
Mereka dimana2 saat kau tidak membutuhkan.
Kau bisa sulit mencari satu ketika kau butuh.
Jadi bersabarlah, Kau akan dapatkan segera.
Mari kita makan malam.
Tidak, aku harus buru2 kembali ke kantor.
Jika tidak, Boss akan marah padaku.
Kutelpon kau ketika senggang.
Baiklah.
Dah, Suamiku.
Dah, hati-hati.
Hei.
Apa yang kau lakukan disini?
Hanya berkeliaran.
Masih berpura2 untuk kerja?
Apa kau punya pekerjaan untukku? Ayolah.
Jika istriku tahu ini, aku dalam masalah.
Aku sekarang meneleponmu untuk wawancara.
Aku bisa pergi kapan saja
Kita ini teman, aku harus beritahu padamu dulu.
Kau mungkin tak mau menerima pekerjaan ini
Tak ada yang bisa lebih buruk dari sekarang
Kecuali jadi Gigolo, aku akan terima pekerjaan apa saja.
Baiklah, jangan mengeluh nantinya.
Aku telah memohon pekerjaan ini untukmu sudah lama.
Kau bercanda padaku, kawan.
Sebagai toko alat seks. Ini cukup rapi dan bersih.
Ini jauh lebih baik dari pada pekerjaanmu sebelumnya.
Bobo akan marah padaku jika dia tahu aku kerja disini.
Aku lebih baik pergi.
Hei, hei, hei...
Apa bedanya jika kau beritahu dia, kau kehilangan pekerjaanmu?
Tetap disini saja sampai kau dapat tawaran yang lebih baik.
Ming!
Pauline!
Biar kukenalkan, temanku, Hung!
Dia pekerja keras dan tangguh.
No comments yet. Be the first to leave one.