Nobody Wants This

Nobody Wants This

Pobierz napisy Indonesian

Sezon 1

Informacje o wydaniu

Nobody Wants This S01 NF WEB H264-SuccessfulCrab
Komentarz od tedi
Retail NF (10 eps)

Tagi

webdl
Opublikowano: 2024-09-26
Pobrania: 165
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

Morgan, kusuruh parkir di ujung jalan.

Aku bukan sopirmu. Aku butuh uang tunai.

Tunai sudah tak zaman.

Ibu selalu bilang saat kiamat, harus punya uang tunai.

Ayo jalan.

- Aku tak mau dia menemukanku di sini. - Oke. Bagaimana tadi?

Dia tampak normal saat kami saling kirim pesan.

Terus, kami minum,

dan dia menangisi mendiang neneknya.

Sedihnya.

Tidak, Morgan, saat usianya 12.

Katanya itu masih menyakitkan.

Oke. Itu agak lebai.

Astaga. Dia tanya aku ke mana. Dasar psikopat.

- Kau tak bilang? - Kami baru jumpa.

- Aku harus terus melapor? - Astaga. Ceritakan di siniar.

Maaf, aku yang jahat, ya?

Tidak, nenek-nenek meninggal. Itu ciri khas mereka.

Kehidupan neneknya sangat menyenangkan.

Dulu dia Rockette.

Sudah 42 tahun bersama belahan jiwanya, William.

Tak seharusnya aku tahu banyak

karena kencan kami hanya 30 menit.

- Boleh kuwakili pendengar? - Silakan.

Baiklah. Terima kasih.

Siniar kita sudah sebanyak 119 episode, 'kan?

Ceritamu ini terdengar sangat familier.

Aku tak pernah kencani pria yang mencintai neneknya.

Maksudku kau bertemu pria biasa yang baik, tapi tetap menemukan kekurangannya.

Aku tak tahu apa kau memang ingin punya pacar.

- Aku ingin. - Oke.

Ingat Greg? Kami pacaran delapan bulan.

Aku tergila-gila padanya.

Ya, aku ingat dia. Dia tak mengakuimu di depan umum.

Ya.

Mungkin harus begitu agar kau suka seseorang.

Seseorang yang cuek.

- Semua paham maksudmu. - Oke.

Aku bisa membuat pilihan hubungan yang lebih sehat.

- Pasti. - Bagus.

Ke depannya.

Dia memasang fotonya dengan neneknya di profilnya.

- Sudah ada tanda-tandanya. - Ya, salahku.

Ada yang harus kukatakan. Jangan bereaksi berlebihan.

Aduh. Ada apa?

Esther selingkuh? Masa bodoh. Aku akan tetap bersamanya.

Bukan.

Kau harus berhenti membiarkan Ibu memotong rambutmu.

- Kenapa? - Kau sudah dewasa. Itu menyedihkan.

Kau cemburu?

Aku tampak berbeda jika bukan Ibu yang potong.

- Kami pulang! - Hei, Beck!

- Hai! - Hei.

- Pertandingan belum dimulai. - Baguslah.

- Cukup? - Untukku?

- Ya. Hai. - Terima kasih.

- Ini untukmu. Ayo makan. - Asyik. Pamplemousse.

Ayo makan langsung dari kotaknya.

Aku lebih suka memakai piring.

Oke.

Sash, kubujuk Esther datang, tapi dia menolak

saat tahu kita menonton pertandingan.

- Oh, wajar. - Ini dia.

- Itu... Apa kau... - Kau pakai apa?

Itu cincin tunangan.

Kalian bertunangan?

Tidak.

Aku...

Oke.

Aku menemukan ini tiba-tiba... Aneh sekali.

...beberapa bulan lalu di laci bawah mejamu.

Meja yang terkunci?

Ya, meja itu.

Ini lucu karena aku juga tiba-tiba menemukan kuncinya.

Entah bagaimana.

- Rebecca. - Ya, aku tahu.

Kau tak boleh membuka semua barangku.

Itu pelanggaran privasi.

Toh, kau berniat melamar, tapi entah kenapa lama sekali.

Kini kita bisa melewatkan bagian "Maukah kau menikahiku?"

karena aku bersedia.

Tapi bagian itu penting bagiku. Aku ingin itu romantis.

Aku mau membawamu ke tempat di Santa Barbara yang kau suka.

Kabarnya tempat itu sudah jelek.

- Oke. - Ya.

Aku baca juga.

Seluruh tempat itu bau air laut.

Silakan kalian selesaikan.

Soal tempat, aku bicara dengan ibumu, dan kami menemukan tempat pernikahan...

Kau membicarakan ini dengan ibuku?

Kami selalu mengobrol.

Astaga! Itu tidak baik.

Noah, entah apa yang tak sinkron di sini.

- Kau tak paham? - Ya.

Sayang, kita berpacaran, lalu kita menikah.

- Ini tak rumit. - Entahlah.

Kau seperti mencentang daftar yang diperlukan,

padahal seharusnya tak begitu.

Entah perasaan macam apa yang kau harapkan,

tapi ini sudah benar.

Oke? Inilah perasaan itu.

Maaf, Beck. Kurasa bukan.

- Serius? - Kompetisi menjadikannya seru.

Minta beberapa potong kue keju, ya.

- Dengan lilin. - Tentu.

Ada acara spesial?

Ini hari jadi kami.

Perceraian mereka.

Kenapa dirayakan tiap tahun?

Beberapa perceraian patut dirayakan.

Seperti perceraianmu.

Sementara, aku dan dia sudah bersama selama 32 tahun yang indah.

Kami cerai karena dia bingung soal seksualitasnya.

Tidak, Lynnie-bear. Aku amat yakin.

Jadi gay sangat trendi sekarang.

- Ibu. - Apa?

- Kau gay? - Jangan sembarangan.

- Tak bisa dipaksa. - Tidak. Kau... Pergilah.

- Jangan jawab. - Kuambilkan makanan penutupnya.

Terima kasih, Tampan.

Aku mau beri tahu kalian.

Aku menemui dokter tempo hari.

Dia temukan sesuatu yang mengerikan.

Apa?

Kuperhatikan sejak kau masuk, kulitmu sangat biru.

Taruh ponsel Ibu. Ada apa?

Ibu menemui Birch.

- Siapa dia? - Astaga.

Birch adalah terapis suaranya. Dia bukan dokter, Bu.

Kami pikir Ibu idap kanker. Jangan begitu.

- Dia ahli biologi suara. - Oke.

Dia tahu saat aku bicara, aku kehilangan nada C.

Oke.

Nada C berhubungan dengan usus besar.

Dan usus besar berhubungan dengan...

Tebaklah.

Kesedihan mendalam.

- Oke. Kita dapat diagnosis. - Ibu.

Berhentilah menemui wanita ini.

- Ini kode area New York. - Semoga kau tabah.

Ini soal siniar. Pasti.

Tak akan kujawab di sini. Ayah, Awas.

- Aku harus jawab ini. Awas! - Apa? Apa-apaan kau?

- Minggir! - Stop! Awas!

Tunggu.

Ya. Hai, James. Aku mendengarmu.

Hai, Joanne. Kita sambungkan ke kakakmu atau tak perlu?

- Dia bersamaku. - Hai. Aku penting. Hai, James.

Kami mengikuti siniar kalian sejak terakhir kita mengobrol.

Sudah saatnya bahas kemungkinan akuisisi.

- Astaga. - Benarkah?

Pendengarnya harus terus meningkat,

tapi semua suka dinamika dan cara kalian berinteraksi dengan fan.

Pertahankan itu. Semuanya harus pas.

Pasti. Acara ini berpotensi berkembang dan dijadikan buku.

Aku punya ide yang bisa kita buat...

Kami dapat kantor bagus?

- Sudah dulu, ya. Dah. - Oke.

- Baik. Terima kasih, James. Dah. - Terima kasih! Astaga.

Astaga!

Luar biasa!

Hai, Putri Tidur. Kau sedang apa?

Bekerja.

Sepertinya kau di ranjang.

Aku bisa kerja di mana saja, Ashley.

Pasti menyenangkan. Aku mengerjakan paket iklan untuk siniar.

Bisa dikerjakan di ranjang, tapi kita semua berproses.

Bisa fokus?

Kau datang ke pesta makan malam nanti?

Siapa saja? Sekelompok lesbian?

Tidak. Tak sebanyak biasanya.

Tapi ada beberapa pria yang mungkin menarik bagimu.

Duda beranak satu.

Pria yang kerja di keuangan dan seorang rabi.

Kukira itu lelucon tak lucu.

Semua mengerikan. Aku akan datang.

- Mantap. Dandanlah seperti pelacur. - Akan kupinjam baju ibumu.

Kau tahu ibuku meninggal, Jalang.

- Kau pun tak menyukainya. Dah! - Dah.

Sayang, aku pulang!

Akhirnya.

Kau bukan seleraku.

- Oke? - Aku coba.

Apa ini? Kau pakai apa? Menjijikkan.

Dua kata. Cincila.

Ini harus diboikot.

Kutemukan di belakang lemari ayahku, mungkin saja.

- Hai. Aku Joanne. - Apa kabar?

Tenang saja. Ini palsu.

Dia galak.

Rabi.

- Hai. - Hai.

- Bisa berikan kotrek itu? - Ya.

- Sini. Biar kubukakan. - Terima kasih.

Tapi kau yakin harus minum?

Tampaknya kau banyak pikiran.

Tidak. Aku selalu butuh perhatian.

Kuhargai itu. Aku pun suka perhatian.

Aku bilang tidak, padahal suka.

- Ya, 'kan? - Ya.

More Indonesian subtitles for Nobody Wants This

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left