Pierwsze 167 wierszy.
Meski dunia tidak membutuhkanku,
aku akan hidup untuk orang-orang yang membutuhkanku.
Aku hampir kehilangan hak asuhku.
Hak asuh?
Aku akan segera pindah.
Aku merasa lebih bersemangat saat sibuk bekerja.
Bagaimanapun juga, aku memiliki Tohru.
Tohru sangat manis.
Di dunia ini...
Tidak, dia gadis termanis di alam semesta!
Katsuya Honda...
Kau tidak mau menemuinya lagi?
Aku penasaran berapa kali kau akan tersesat.
Butuh berapa lama
untuk mencari jawaban sendiri?
[Itu karena aku terlahir untuk diremehkan.]
Ini bukan salahmu, Kyo.
Kau tidak melakukan kesalahan.
Tapi kau tidak boleh keluar.
Karena ada banyak orang jahat di luar sana.
Pulanglah bersama ibu.
Tinggal di rumah selamanya.
Kau harus patuh dan mendengarkan ibu.
Aku tidak akan memaafkanmu.
Ibu akan menunggumu di sana.
Patuhlah dan masuk.
Jika tidak,
hal yang lebih menakutkan mungkin akan terjadi.
Lihat ini.
Ini
Tohru.
Terima kasih.
Apa bisa matang kalau bentuknya seperti ini?
Tidak apa-apa.
Serahkan kepadaku.
Kyo, makan malam segera siap.
Kyo?
Apa dia tidur?
Dia akan turun sendiri nanti.
[karena keinginanku tidak realistis, bukan?]
[agar tidak terlalu memikirkan diri sendiri]
[Aku mengkhayal tentang sesuatu yang mustahil.]
Kau kabur dari pelayan
untuk berjalan-jalan sendirian lagi?
Sesekali aku perlu menghirup udara segar
dan mencari teman bicara.
Benar, Shigure?
Omong-omong,
Nyonya Ren,
tempo hari kau menyuruh Isuzu
membawakanmu kotak itu, bukan?
Astaga, kau mendengar semuanya.
Atau mungkin dia hanya bermulut besar.
Jahat sekali.
Kurasa kau yang jahat.
Bukankah aku menyuruhmu merahasiakannya?
Benarkah?
Aku pikir
kau menyuruhku mengambilnya.
Kau terlalu banyak berpikir.
Sayangnya, aku gagal.
Pasti jauh lebih cepat jika kau mengambilnya untukku.
Aku sudah menolak.
Sepertinya aku tidak bisa mengatasinya.
Benar. Kau tidak bisa.
Aku tidak bisa memercayai orang selain aku untuk menyentuh Pak Akira.
Entah jiwa atau raganya,
hanya aku yang bisa menyentuh
apa pun milik Pak Akira.
Kudengar mereka tidak bisa bersepakat soal pernikahan itu lagi.
Dokter bilang, waktunya tidak lama lagi.
Berkompromilah sedikit saja.
Karena itulah tidak bisa.
Ada masalah soal penerus.
Kau benar.
Jika orang luar mewarisi kekayaan keluarga,
itu akan menjadi masalah besar.
Kau pasti kesepian.
Kau takut, bukan?
Kau takut akan mati kesepian.
Tidak ada yang memahami perasaanmu.
Tapi aku berbeda.
Aku mengerti.
Berikan semua rasa sakitmu kepadaku.
Berikan semuanya kepadaku.
Tidak akan ada yang mengakui pelayan sepertimu.
Kami saling mencintai...
Tutup mulutmu.
Keluar sekarang juga. Jangan pernah datang ke rumah Soma lagi...
Dia memahami kesepianku.
Dia menangis untukku.
Hanya ada aku dan Pak Akira di dunia ini.
Hanya ada aku di dunia Pak Akira.
Itu saja sudah cukup.
Itu sudah lebih dari cukup.
Hei.
Kudengar Nona Akito akan dibesarkan sebagai laki-laki.
Kenapa jadi begini?
Kudengar akan bermasalah jika penerusnya seorang wanita.
Nyonya Ren memutuskan ini sejak lama.
Dia bahkan mengamuk dan bilang tidak akan melahirkan
jika putrinya tidak bisa dibesarkan sebagai laki-laki.
Mungkin dia hanya takut tidak akan lagi menjadi kesayangan Pak Akito.
Dia juga cemburu.
Kenapa kau tidak mau menggendong Akito?
Meski aku tidak menggendongnya,
bukankah sudah banyak orang yang mencintainya?
Dia terlahir untuk dicintai.
Sudah sewajarnya.
Gure, aku tidak mengerti.
Perkataan Gure selalu sulit dipahami.
Apa Nyonya Ren orang jahat?
Dia menyedihkan.
Begitulah semua anggota keluarga Soma.
Semua orang menyedihkan.
Kau juga
orang yang menyedihkan.
Karena ikatan kutukan lama,
Akito terus mempermainkanmu.
Lagi pula,
kau sama sekali tidak mencintai anak itu.
Kau hanya terikat oleh delusi.
Kau tidak sadar?
Caramu menatapku
sama seperti dahulu.
Tatapan seseorang yang menginginkanku.
Tentu saja.
Setiap kali melihatmu,
aku merasa kasihan.
Aku membayangkan jika dibesarkan sebagai perempuan,
dia akan secantik dirimu.
Ya.
Aku memang ingin kau mengambilnya.
Kau yang seharusnya memiliki kotak itu.
Melihatmu dihantui oleh Pak Akira
sudah cukup bagiku.
- Shigure... - Akito tidak butuh hal seperti itu.
Kalian semua memang gila.
Kalian pikir...
Kalian pikir siapa yang melahirkan anak itu?
Siapa yang menyelamatkan Pak Akira?
Semuanya karena aku bersamanya.
Pak Akira...
Kenapa?
Kenapa kau tidak memanggilku?
Aku tidak percaya Pak Akira
meninggal sendirian.
Diamlah.
Ini terjadi begitu mendadak.
Aku tidak sempat memberitahumu.
Lagi pula, Pak Akira tidak sendirian.
Pak Akito menemaninya.
Pak Akito mewarisi
surat wasiat Pak Akira.
Omong kosong.
Dia
hanyalah pengisi waktu luang Pak Akira.
- Tunggu. Jangan bicara seperti itu. - Karena Pak Akira sudah meninggal,
kami tidak butuh orang seperti kau lagi.
Tidak.
Aku istimewa.
Semua orang membuat janji abadi denganku.
Semua orang menungguku.
Jadi, aku dibutuhkan.
Itulah yang Ayah katakan.
Kau tidak menghormati perkataan Ayah.
Kaulah yang tidak dibutuhkan.
No comments yet. Be the first to leave one.