Finding Ola

Finding Ola (البحث عن علا)

Pobierz napisy Indonesian

Sezon 2

Informacje o wydaniu

Finding Ola S02 ARABIC WEBRip NF
Komentarz od tedi
Retail NF (6 eps)

Tagi

webdl
Opublikowano: 2024-09-26
Pobrania: 24
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

Kumohon, ya Tuhan.

Sudah empat jam dia di atas.

- Entahlah. - Ada apa?

Firasatku buruk.

Ayo.

Ibu.

Ibu.

- Ibu! - Nanti, Nadia!

Ibu!

Apa?

Jangan sampai telat di hari pertama masuk sekolah.

Apa?

Kenapa kau ini, Nadia?

Kau mengganggu saja. Ibu hampir...

Hampir apa?

Apa maksudnya?

Apa?

Cuma mimpi biasa.

Sudah waktunya bangun dan menghadapi kenyataan.

Aku kembali ke sekolah, Ibu ke grup pesan Para Mumi lagi.

Baiklah, Ibu bangun.

Pasti pria impianku akan mengantar Zeina ke sekolah.

Action!

Bantalnya tampak canggung.

- Ibu! - Apa? Kenapa?

FINDING OLA

Geser ke kiri. Action.

Selamat datang di kehidupan wanita mandiri, tangguh...

Maaf, maksudku, ibu tunggal.

- Apa? Maju! - Awas, Ibu!

Ingatkan lagi kenapa aku setuju mengantar mereka ke sekolah?

Aku terlalu tua untuk menyetir.

Ibu berjanji mau membantuku.

Aku tak bisa mengantar mereka setiap hari.

Memang SIM Ibu buat apa lagi? Toh, Ibu bisa menyetir.

Cukup mengeluhnya.

Kami juga sudah besar.

Bisa urus diri sendiri.

Lucu sekali.

- Itu Hisham. Bisa Ibu berhenti? - Bisa!

Kubilang "berhenti", bukan "tabrak".

Ibu, awas!

- Kenapa? Apa dia mati? - Tidak, syukurlah.

Ini bukan Fast and Furious.

Aku mau memastikan anak-anakku aman.

Mau bagaimana lagi?

Bisnis si ibu makin besar, si ayah lanjut studi.

Sudah nasibku membesarkan semua anak cucu.

- Ibu! - Apa?

Kunci mobil harus diambil, Ibu. Jangan ditinggal di mobil.

Dan pintu harus ditutup.

- Benarkah? - Benar.

Aku tak tahu itu.

- Selamat pagi, Hisham. - Pagi.

Hisham sudah banyak kesulitan. Dia akan pergi untuk menambah keahliannya.

Keahlian apa? Tak butuh keahlian untuk membuat orang tidur.

Namanya hipnoterapi.

Kau sukses menghipnosis Ola selama 13 tahun sampai kau bosan.

Kau sudah ahli.

Ibu.

Kami sepakat tak membahasnya lagi.

Hubungan kami selesai. Sudah sendiri-sendiri.

Rasanya cuma aku yang sendirian di sini.

Hei, Anak Muda!

Tunggu!

- Aduh! - Bibi, jangan!

- Rambutnya berantakan. - Jangan di depan temannya!

- Masuklah dulu bersama Salim. - Sisir rambutnya.

Berikan sisir itu.

Bu Kamilia datang.

Bu Kamilia!

Maaf, Hisham terburu-buru, jadi...

Halo. Doktor...

- Ola. - Ola. Tentu saja.

- Dokter Hisham. - Senang berkenalan.

Apa kabar, Salim?

"Salim". Benar.

Kuharap liburan kalian menyenangkan.

Apa kalian berdua...

Tidak!

Kami masih...

- Berpisah baik-baik. Bahkan, sangat baik. - Bagus.

Perkenalkan, ini ibu saya, Soheir.

Senang berkenalan.

Ola! Hai, Sahabatku!

- Aduh. Ayah beli minuman dulu. - Apa kabar?

Hai!

Kau menghilang selama libur sekolah!

Tega sekali.

Bisa-bisanya tak hadir di pesta gender reveal Zizette?

Aku sungguh tak bisa. Sedang mengembangkan bisnisku.

Second Chance berekspansi. Kalian pasti sudah dengar.

Jadi, tak ada waktu untuk acara-acara seperti itu.

Jangan tersinggung.

Omong-omong, itu sebabnya tahun ini ibuku yang mengurus anak-anak.

Jadi, tolong tambahkan nomor beliau ke grup pesan Para Mumi

dan ke grup pesan wali murid.

Sayangnya,

grup itu khusus untuk para orang tua. Beliau nenek-nenek, jadi...

Siapa yang nenek-nenek?

Permisi.

Keterlaluan!

- Ibu membuatnya takut! - Ola.

- Ya? - Kau tahu grup kita khusus ibu-ibu.

Kami tak bisa menambahkan Anda.

Khusus ibu-ibu?

Benar.

Dan dr. Marwan juga anggota grup itu?

- Ya. - Benar.

Apa dr. Marwan seorang ibu?

Bukan, tapi dia pengecualian.

Dia memang istimewa.

Kenapa begitu?

Karena dia begitu tampan dengan mata hijaunya yang menawan?

Apalagi dia seorang duda!

Aku tahu motif kalian.

Si Pengecualian sudah datang, Ibu. Itu Marwan.

Nak Marwan!

Dokter kesayangan kita.

Apa kabar, Bu Soheir?

- Halo, Ola. - Dokter Marwan.

- Zeina! - Apa kabar, Nak?

Aku merindukanmu.

Kelihatannya kau sudah berbaikan dengan Nadia. Bagaimana dengan kami?

Ibu, kami sepakat tak membahas soal kamp lagi.

Maksud Ibu soal bisnis, Sayang.

Ibu melihat TikTok Zeina.

Dia melakukan tarian viral, mempromosikan merek lain.

Akun Second Chance juga butuh perhatian!

Sekarang, waktu adalah uang bagiku.

Hebat sekali sekarang.

Ini gara-gara didikanku.

Senang kau sudah kembali ke kota.

Terima kasih. Aku butuh liburan kemarin.

Dan kau? Bagaimana bisnismu?

Lancar. Benar-benar lancar.

Sedang ekspansi bisnis.

Mulai membangun reputasi.

Bagaimana denganmu? Bagaimana kabar yang itu?

Yang mana?

Yang...

Apa kabar, Pak Dok?

Bung H. Bagaimana kabarmu?

- Lama tak jumpa. - Apa kabar?

- Bagaimana kabarmu? - Baik.

Dokter ini jago backgammon , tapi bisa kukalahkan.

- Dia kalah telak saat liburan. - Hisham jago.

Sungguh? Aku baru tahu.

Mau air minum?

Air minum, Dokter?

Maaf melewatkan acara kalian.

Datanglah saat tanding ulang.

Tantangan diterima.

Bagus sekali.

Ayo.

- Ke mana? - Pergi?

Benar juga! Hisham harus berkemas-kemas. Dia mau pergi.

Aku tahu. Dia cerita.

Sungguh?

- Bagus. - Ayo kita pergi.

- Ya. - Ayo.

- Oke. - Dah, Ola!

- Dah. - Sampai jumpa!

Kita akan sering bertemu, Dokter! Sekarang aku yang mengantar anak-anak.

Aku tak diterima di grup Para Mumi.

Katanya karena aku nenek-nenek, tapi Dokter pengecualian!

Ibu, sudahlah.

Berarti Zeina akan makan malam bersama kita lagi, ya? Masih vegan, 'kan?

Nanti Ibu daftarkan ke bus antar jemput. Pasti.

- Terima kasih! - Pasti.

- Ayo, Bu. - Ayo.

NANTI MALAM MAU BERTEMU?

Cepatlah.

Iya, iya.

Parfummu Scandale.

Bukan.

- Maksudku, Libre. - Bukan juga.

Apa maksudmu, "bukan"? Ingat-ingatlah!

Biasanya, orang lupa habis pakai parfum apa.

Terima kasih.

Begitu saja?

Selamat pagi.

Pagi.

Kau di sini sendirian?

Toujours seul. Selamanya sendiri.

Seperti biasa, kelihatannya Nesrine terlambat.

Walaupun besok ada presentasi penting.

Ini keterlaluan. Aku tak peduli dia sedang kasmaran...

Nanti kuhubungi.

- Hei! - Hai!

Hai!

Apa kabar? Siap menghadapi hari yang penting?

Siap? Kami lebih dari siap.

- Tentu. - Kau baik-baik saja?

Mari kita berbisnis.

Berbisnis. Benar. Tapi kami butuh Nesrine.

Sampai jumpa, Hadi.

Ayo masuk.

Apa setiap hari kau mau masuk kerja diantar diskotek berjalan itu?

Kenapa tidak? Beda dari seseorang, kami tak menyembunyikan perasaan kami.

Finding Ola subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Finding Ola

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left