Pierwsze 200 wierszy.
Akhirnya.
Siuman juga.
Bangunlah, Tikus Betina.
Selamat datang kembali di dunia nyata.
Kita tak bisa di sini terus.
Baron sudah menunggu kedatangan teman-temanmu di akhir pekan.
Jangan sampai mereka membusuk.
Kukira Geng Tikus dijebak oleh pasukan bersenjata lengkap.
Aku bergegas ke Jealousy demi mencegah mereka.
Aku sama sekali tidak menyangka
di balik jebakan itu hanyalah satu orang.
Ya.
Bukankah ini pacarmu?
Mistle.
Ya.
Itu namanya.
Kenapa ada yang menamai anaknya
dengan nama parasit?
Tumbuhan yang hidup dengan bergantung
dan menggerogoti inangnya.
Aku sendiri tidak tahu siapa sebenarnya pria ini.
Tapi…
dia yang membuatmu lembek dari ujung kaki hingga kepala, ya?
Karena itu kau bergegas ke alun-alun untuk menolongnya.
Karena kau sudah terjerat.
Menjadi keluarganya.
Itulah kelemahan terbesar mereka semua.
Tahu kenapa?
Kesetiaan dibutuhkan dalam keluarga,
tapi kesetiaan…
Ya, kesetiaan itu merusak nalar.
Melemahkan.
Menjerumuskan.
Bahkan mematikan.
Apa pun yang terjadi setelah ini, aku tak peduli sedikit pun.
Tapi kau masih punya harapan.
Kau sudah bebas dari beban-beban busuk itu.
Kini
kau bisa menjadi makin kuat,
makin tangguh.
Aku hanya perlu bertahan.
Yang penting jangan mengulangi kesalahan mereka.
Karena bagi kita,
kisah kita baru saja dimulai.
Kenapa kau melakukan ini?
"Kenapa" katamu?
Itu…
Itu cerita lain lagi.
Tapi menurutku kau perlu tahu.
Mainkan musiknya.
ENAM BULAN SEBELUMNYA
Mari, Hadirin.
Taruhan akan ditutup.
Ayo pilih jagoan kalian sekarang.
Kira-kira siapa pemenangnya?
Apakah sang doppler yang menakutkan?
Huu!
Ataukah sang witcher yang haus darah dan kejam?
Kau cemas, ya.
Aku mengawasi.
Kau curiga dia membawa pisau.
Begitu? Tahu dari mana?
Masih tak percaya aku bisa membaca pikiranmu?
Taruhan ditutup dan laga akan dimulai!
Saatnya beraksi.
Inilah dia pertarungan paling dinantikan di abad ini.
Kita sambut pembawa malapetaka yang buruk rupa, Doppler!
Tidak!
Ya, dia memang ganas.
Namun, bisakah dia menandingi
pedang perak
yang diayunkan mutan paling keji di Benua,
sang Witcher?
Dia tak kelihatan.
Sedang apa dia?
Sekali lagi, "Sang Witcher!"
Dia teler berat.
Mari mulai.
Berani taruhan 20 oren si Doppler menang?
Kuterima itu.
Ayo, bunuh!
Ayo, Doppler!
Hei, Kawan.
Kami butuh ruangan kosong.
- Ini bukan untuk publik. - Ayolah. Jangan pelit.
Jangan masuk.
- Terlalu mudah. - Ayo.
Taruhan ini tidak sah!
Masa itu doppler? Aku lebih berotot darinya.
- Keringatnya sudah mengucur. - Astaga.
Habisi. Ayo!
Dia lengah. Serang!
Ayo. Kau bisa!
Aduh. Saatnya kita beraksi!
Laga ini diatur!
Laga ini diatur!
- Diam. - Penipuan!
Diam kau.
Apa-apaan kau? Kubilang serang sisi kiriku saja.
- Tak sengaja. - Karena kau mabuk. Lagi.
- Kembalikan uangku! - Penipu!
- Penipu! - Yang benar saja.
Hei! Itu punyaku.
- Keluarkan dia! - Ayo.
Tidak!
Hei! Punyaku!
Ini milikku!
Bocah tengik!
Jangan sentuh itu.
Minggir!
Jangan ganggu aku!
Hei.
Hei!
Kembalikan uangku, Witcher!
Ayo, cepat!
Hei, jangan pergi.
Juniper!
Kumohon.
Jangan tinggalkan aku.
Kalian mencuri upahku.
Mistle, fokus!
- Ayo, rebut kalau bisa. - Hei!
Mistle, ayo! Mistle!
Yang benar saja.
- Tidak! - Asse, waktunya pergi!
- Ayo pergi! - Bajingan!
Dasar Tikus!
Hampir.
Terbuka.
- Apa-apaan ini? - Katamu peti ini penuh emas?
- Sebagian emas. - Ya, dan tak bisa dijual.
Atau dimakan. Aku lapar.
Akan kusiapkan.
Siapa yang bertaruh kapak?
Coba kemarikan.
Berapa orang yang dibunuh Raja Gemmera dengan ini?
Itu kapak dari Vicovaro.
- Oke, Raja Vicovaro. - Vicovaro itu imperium, bukan kerajaan.
Ya sudah, Imperator Vicovaro! Berapa korbannya?
Tak ada. Itu cuma atribut seremoni.
Jangan berisik. Aku suka lagu ini.
Mana ada lagu? Dasar gila.
Kau tidak dengar, tapi ada yang bernyanyi.
Kau bukan "orang pintar". Kau orang gila.
Hati-hati.
Beruntung.
Bagaimana hasilnya?
Setelah menstok makanan dan perbekalan,
ini cukup untuk beberapa hari.
Beberapa hari?
Cuma perasaanku atau misimu makin berbahaya dan tak sepadan?
Kau pun tahu keadaannya.
Nilfgaard sedang gencar menindak.
Memang aku harus bagaimana? Mengirim surat keluhan?
"Api Putih, perang ini membuat kami sulit merampok. Mohon arahannya."
- Diam kau, Reef. - Kau benar. Hasilnya tak sepadan.
Tapi yang berbahaya justru dirimu, Mistle.
Kau melamun lagi saat kita berusaha kabur.
Bayang-bayang yang menghantuimu itu?
Lupakan segera.
Sebelum kita tertangkap atau mati gara-gara kau.
Kita juga tak bisa begini terus.
Coba tanya Issy yang bisa menerawang.
Kita akan selamat atau tidak.
Mereka boleh kabur, tapi pasti kutemukan.
Kekuatanku bukan begitu.
Kita bertahan hidup dengan koin.
Sesederhana itu. Kita butuh uang yang pasti.
Kekuatan cenayang tak bisa diandalkan.
Mungkin bisa.
Wah.
Selamat datang.
Para roh membisikkan kedatangan kalian.
Kalian rupanya.
Lama tak berjumpa, Orla. Usahamu sepertinya sepi.
Akhirnya orang sadar kau cenayang payah?
Ke mana saja kalian berdua?
Sebelum pasukan Emhyr kemari dan merekrut mereka menjadi tentara,
anak jalanan di kota ini membantuku.
Mereka berdua yang terbaik, tapi malah bergabung dengan kalian.
Mereka selalu membawa hasil lebih dari yang kuminta.
Ternyata tak perlu mata batin untuk tahu siapa-siapa yang menipu
atau mengutil.
Orla tahu segalanya.
- Ya. Karena itu kami butuh pekerjaan. - Yang menguntungkan.
- Bukan perhiasan murah. - Sedikit perhiasan tak masalah.
Beri kami yang bagus. Kami bayar.
Sepertinya aku mulai diakui.
Konon, ada suatu harta warisan di Tyffi.
Ada juga pemilik bar di Glyswen
yang sering berbisnis gelap dengan geng Nissir.
Kurang menarik.
Entahlah. Ada satu lagi.
Uangnya banyak,
tapi berbahaya.
Pernah dengar Dom Houvenaghel?
Semua pasti pernah.
Dia pemilik arena pertarungan terbesar di wilayah ini.
Benar.
Rumornya, dia akan membuka arena baru di Amarillo.
No comments yet. Be the first to leave one.