Pierwsze 200 wierszy.
Tim Putih?
SATU JAM LALU
Aku mundur dari jabatanku sebagai pemimpin Tim Putih.
Kau mundur?
Ya.
Lututku sakit setelah menebang pohon,
jadi, nenek Dong-pyo menggantikanku.
Mungkin tak kelihatan,
tetapi di tahun 1967, aku pernah ikut tim estafet SD Shinsu.
Waktu itu aku hampir lolos ke Festival Olahraga Nasional.
Tenang saja.
Tahun 1967?
Saat usia 12 tahun.
Begitu.
30 MENIT LALU
Ini saatnya menggunakan keterampilan Pembantai Cerita-ku.
Pak Hong, apa keadilan bagimu?
Keadilan?
"Keadilan".
"Fiat justitia ruat caelum."
"Tegakkan keadilan meski langit runtuh."
Itu kata Kant.
Dengan kata lain, aturan tak dipatuhi berdasarkan situasi,
tetapi harus dijalankan
betapa pun buruk konsekuensinya.
Aku memilih bola putih ini di hadapan para siswa.
Namun, jika hasil ini diubah karena itu merugikan timmu?
Itu melanggar aturan yang kita buat sendiri.
Wah.
Kau secerdas ini?
Kau selalu tutup mulut, mana mungkin aku tahu?
Kau pandai bicara.
Kalau begitu, langsung saja ke intinya.
Aku, Yoon Bom,
akan tetap di Tim Putih.
Keputusan ini hanya untuk satu alasan.
Sebagai guru etika,
aku harus menunjukkan keadilan kepada siswaβ¦
Ya, silakan saja.
Maaf?
Terserah kau saja.
Tim Putih, kalian siap menang?
Semangat!
- Semangat! - Semangat!
Hei, Sun Han-gyul.
Apa kau membohongiku?
Tidak.
Kata Se-jin, Bu Bom di Tim Biru.
Kita mulai.
- Semangat, Tim Putih! - Betul!
- Semangat! - Semangat!
Semangat.
Apa yang terjadi?
Bukankah gurumu ada di Tim Biru?
Siapa peduli dia Tim Biru atau Putih?
Kakak hanya harus peduli satu hal,
yaitu aku. Mengerti?
Kukira kalian berdua di Tim Biru.
Jadi, aku bekerja keras agar kalian menang.
- Tidak. - Pemanasan.
Aku ingin dia kalah.
Tanganmu juga.
- Hati-hati. - Kakak tahu
kenapa dia pindah dari Seoul ke sini?
Kau tahu dari mana?
Apa ini? Kakak tahu dari mana?
Apa Ayah memberitahumu?
Aku minta Sekretaris Jung mencari tahu.
Ternyata ada alasan kenapa guru Se-jin datang kemari dari Seoul.
Apa alasannya?
Tampaknya ada masalah dengan pria.
Apa? Ada-ada saja.
Aku baru ingat.
Katanya dia putri aktris Jeong Nan-hee.
Pantas dia cantik.
Jadi, apa masalahnya? Dia salah apa?
Itu menjjikkan.
Hubungan dengan orang tua siswa.
Astaga.
Jangan beri tahu siapa pun soal itu.
Mengerti?
Berarti Kakak harus menang.
Jika Han-gyul Jahat kalah,
aku akan menuruti Kakak.
Baiklah.
Mari kita mulai Festival Olahraga SMA Shinsu
dengan lomba pertama.
Lomba pertama adalah lari estafet. Bukankah menyenangkan?
Betul. Perhatikan atlet Tim Putih, Oh Dong-pyo,
pelari 100 m dalam 12 detik.
Choi Se-jin dari Tim Biru, 100 m dalam 15 detik.
Lalu nenek Oh Dong-pyo, Yang Bok-hee,
juga ikut sebagai pimpinan Tim Putih.
Ada Sun Han-gyul, siswa terbaik sekolah kita,
juga Yoon Bom, guru etika yang sedang naik daun.
TIM PUTIH
Barisan Tim Putih luar biasa.
Tim Biru juga sama kuatnya.
Hong Jung-pyo, guru sains dan Direktur Akademik.
Kim Min-guk, tukang jahil SMA Shinsu,
dan ibunya, Seo Hye-suk, pengajar Bahasa Korea.
TIM BIRU
Kita hanya tahu pemenangnya di akhir.
Itulah mengapa tak menyerah hingga akhir
bisa menjadi strategi kunci.
Benar sekali.
Apa ini?
Kau pikir ini final Olimpiade?
Kenapa?
Karena terlalu keren, kau tak mengenali?
Pelari estafet, majulah!
Semangat.
Kenapa?
Meski situasi berubah, janji kita tidak.
Aku
mengandalkan Paman.
Han-gyul, soal ituβ¦
Astaga. Tunggu.
Kakimu sakit karena menebang pohon. Kenapa kemari?
Biar aku yang jadi pimpinan orang tua.
Cepat istirahat!
Pergi!
- Sebentar⦠- Menyingkirlah dahulu.
- Namun⦠- Ayo, sudah dimulai.
Bu Bom. Akuβ¦
- Hei. - Ayolah.
Apa aku salah dengar?
- Pelari pertama⦠- Nenek Dong-pyo berlari?
- Ambil posisi! - Semangat!
Bu Bom.
"Fiat justitia ruat caelum", benar?
Mari kita kerahkan segalanya.
Kita akan melihat keadilan ditegakkan.
Kita menonton saja.
Ayo, Han-gyul!
Tunggu aba-abaβ¦
Pamannya⦠tak ikut serta?
Mulai!
Yoon Bom agak terlambat.
Cepat!
Wah, awal Hong Jung-pyo sangat baik.
Dia tak mengalah sama sekali.
Pakai lenganmu!
Yoon Bom makin cepat.
Cepat!
Dia hampir membalap!
Yoon Bom datang!
Tidak.
Lihat!
Curang!
Hong Jung-pyo, tak boleh begitu.
Curang!
Apa yang terjadi? Postur Yoon Bom salah.
Hong Jung-pyo menjauh lagi.
Astaga!
Yang benar saja!
Itu dia. Seo Hye-suk dan Yang Bok-hee dapat tongkatnya.
Nenek Dong-pyo.
- Nenek! - Nenek!
SUN HAN-GYUL TERBAIK SEALAM SEMESTA
- Nenek. - Nenek!
Apa ini? Nek!
Astaga.
Apa yang terjadi di sini?
Apakah Yang Bok-hee sungguh berlari sekuat tenaga?
Akankah Tim Putih kembali kehilangan kesempatan memimpin?
Ayo! Lebih cepat!
Bagaimana ini, Han-gyul Jahat?
Kurasa aku akan lewati pita lebih dulu.
-Kini pelari ketiga -Mari.
Sedang bersiap.
Han-gyul, cepat!
Ayo!
Nek, oper ke Han-gyul.
Cepat!
Han-gyul!
- Cepat! - Ayo!
PEMENANG KETAMPANAN
- Kenapa dia cepat sekali? - Tunggu.
- Sun Han-gyul! - Sun Han-gyul!
Apa ini?
Sun Han-gyul mengejar Kim Min-guk.
Sun Han-gyul membuatku gila!
Kau pemilik hatiku!
Sun Han-gyul membuatku gila!
Kau pemilik hatiku!
Sun Han-gyul membuatku gila!
Kau pemilik hatiku!
Sun Han-gyul sungguh membuat kita gila.
Dia tak mengampuni lawan.
Akankah dia membalap?
Dia membalap!
- Sun Han-gyul memimpin! - Dia memimpin!
Semangat!
Cepat!
Han-gyul.
Ini.
Apa yang terjadi?
Tongkatnya terbang!
Kemarin, kau bertanya
No comments yet. Be the first to leave one.