Love Next Door

Love Next Door (엄마친구아들)

Pobierz napisy Indonesian

Sezon 1

Informacje o wydaniu

Love Next Door 2024 S01E06 KOREAN NF WEB h264-EDITH
Komentarz od tedi
Retail NF | 1:21:52

Tagi

webdl
Opublikowano: 2024-09-01
Pobrania: 125
Dla niesłyszących: No

Podgląd napisów Indonesian

Pierwsze 200 wierszy.

LOVE NEXT DOOR

TAMAN KANAK-KANAK HYEREUNG BAE SEOK-RYU

Gigiku lepas hari ini.

Gigiku imut, kurasa Peri Gigi akan menyukainya.

Buka mulutmu.

Sudah terikat.

Aku ingat semua pengalaman pertama Seok-ryu.

- Lihat! - Astaga.

Lihatlah ini. Imut, 'kan?

Kenapa kau menangis? Itu bukan gigimu!

Ini gigiku!

Seung-hyo!

Saat pertama kali giginya tanggal.

Kau tak bisa mengejar, Bodoh!

Kau sangat lambat!

Dasar bodoh!

Mereka berani memanggilku bodoh?

Aku akan membalap kalian semua!

Hei!

Hei, Seok-ryu!

Itu berbahaya!

Pertama kali dia mengendarai sepeda.

Aku ingin kembali!

Astaga, ada apa dengannya?

Pertama kali dia kabur dari rumah.

Hei!

Ini perasaanku kepadamu.

- Ambillah. - Tidak.

Aku ini kakak kelas.

Jangan berikan itu.

Jangan menyukaiku.

Mengerti?

Maaf.

Pertama kali dia mengajak kencan.

Hei, bertebaran ke mana-mana!

Apa yang dia lakukan?

Aku sudah lama mengenalnya.

Kukira aku tahu segalanya soal dia.

Dahulu ayahku seorang koki di hotel.

Lalu, dia bekerja di restoran.

Kini dia mengelola kedai tteokbokki.

Tteokbokki ayahku adalah yang terlezat di dunia!

Seok-ryu!

Hei, Seok-ryu!

Aku datang!

EPISODE 6 YANG PERTAMA

Seok-ryu!

Ibu memanggilku dari sejak fajar menyingsing.

Apa ini semua? Aromanya lezat.

Apa lagi? Ini lauk-pauk.

Antarkan ke rumah Seung-hyo.

Aku tak mau. Ibu memasak ini dengan kecap yang kubawa?

Ya, menurut Ibu rasa gurihnya menjadi makin terasa.

Ibu benar! Ini sangat lezat.

Ibu tambahkan apa?

Ibu masak kuah dari kaldu teri,

lalu dicampur dengan daun bawang iris, bawang putih, minyak wijen, dan kecap...

Kau takkan paham.

Aku mungkin paham.

Cukup omong kosongnya.

Antarkan selagi hangat.

Baiklah.

Geun-sik!

Ayo sarapan.

Aku sedang sarapan.

Kau juga mau?

Tidak usah. Nasi terlalu berat untuk pagi hari.

Itu Seok-ryu.

Seok-ryu!

- Bibi Hye-suk! - Hai.

- Lama tak jumpa. - Benar!

Terakhir kita bertemu di pembukaan Seung-hyo.

Sering-seringlah kemari.

- Ya. - Apa ini?

- Pak Choi! - Ada apa datang sepagi ini?

Aku antar makanan.

Kau kebetulan sedang makan.

Kebetulan. Ibu minta membawakan ini.

Benarkah?

Ya, dia membuatnya banyak. Kau tahu dia selalu memasak banyak.

Dia selalu memasak untuk kami.

Sampaikan terima kasihku.

Baik, Pak!

Apa Choisseung ada?

Ya, tentu saja.

- Aku akan menyapa dia! - Baik.

- Selamat menikmati. - Terima kasih.

- Silakan! - Baiklah!

Kenapa ini banyak sekali?

Astaga, tumis zukini dengan udang asin.

Daun wijen marinasi dan acar cabai.

Bukan main! Pakis bumbu!

Pakis...

Kau memanggang roti, tapi aroma ini terlalu menyengat?

Tidak apa-apa!

Makanlah.

Astaga, dia sungguh polos.

Enak!

Hei, Choisseung!

Dia di kamar mandi?

Kamarnya sama sekali tak berubah.

Aku masuk mesin waktu?

Kapsul waktu!

Aku yakin dia sembunyikan itu di sini.

Kau sembunyikan di sini?

Ketemu!

Kali ini aku akan mengungkapkan masa lalu kelammu.

KAU UTARAKAN PERASAANMU KE SEOK-RYU

KITA SELALU BERSAMA SEJAK KECIL

Maafkan aku.

Aku tak bermaksud membacanya diam-diam.

Kau membaca suratku, jadi aku merasa tidak adil.

Makanya kubaca.

Kenapa kau buang?

Kau membacanya?

- Ya. - Itu bercanda.

Bercanda?

Kurasa aku serius menggodamu dulu,

melihat sejauh apa leluconku.

Ya! Itu cuma bercanda, 'kan?

Hei, kau membuatku kaget!

Kukira itu lucu, tapi tidak.

Aku mau ganti baju, keluarlah.

Ya, tentu saja. Cepat ganti baju.

JANG TAE-HUI

Ada apa dengan surat apa itu?

Dia menyukaiku? Namun, itu bercanda?

Kenapa dia merencanakan lelucon 10 tahun? Memangnya reformasi ekonomi?

Dia bisa saja menyangkalnya.

Kenapa suratnya dia remas dan buang?

Apa? Ayah belum datang.

KEDAI AKAR

Tempat ini juga belum berubah.

Astaga, putri Ayah sangat hebat!

Kau mirip siapa bisa sehebat ini?

- Ayah. - Ayah?

Coba Ayah cicipi makananmu dan melihat seberapa lezatnya masakanmu.

Ya?

Coba kita lihat...

Lezat?

Astaga.

Apa? Tidak enak?

Sangat enak!

Sangat enak! Putri kesayangan Ayah, ini sangat enak!

Astaga, Ayah bangga.

Hei. Seok-ryu!

Ayah.

Sedang apa kau di sini? Kau mencongkel kuncinya?

Aku pakai kode.

Tidak ada orang lain?

Kenapa Ayah sangat gelisah?

Ayah khawatir ada pencuri?

Tidak ada yang bisa dicuri di sini.

Tidak, Ayah hanya khawatir karena pintunya terbuka.

Kenapa kau datang tanpa memberi tahu Ayah?

Apa Ayah ingat?

Aku sering ada di sini waktu kecil.

Kau seperti tinggal di sini.

Kau selalu mengikuti Ayah ke dalam dapur dan bermain-main.

Kau benar.

Di masa lalu, Ayah selalu bekerja di hotel dan bahkan restoran besar.

Namun, aku paling suka saat Ayah di sini.

Saat bekerja di hotel,

Ayah memakai topi tinggi dan aku hanya lihat dari foto.

Aku tak bisa lihat Ayah bekerja.

Restorannya pun ramai.

Namun, aku suka Ayah bisa selalu ada di sini.

Itu aneh, tapi aku ingat perasaanku dahulu.

Suara pisau memotong.

Kehangatan udara yang tenang.

Riuh rendah suara orang.

Ayah sedang bekerja.

Lalu tteokbokki terlezat di dunia.

Senang mendengarnya.

- Ayah? - Ya?

Bagaimana jika...

Bagaimana jika aku menjadi koki seperti Ayah?

Apa maksudmu?

Harusnya kau bersyukur!

Kenapa?

Kau giat belajar

agar tanganmu tak kotor atau kepanasan di depan kompor.

Serahkan pekerjaan ini ke Ayah.

- Seok-ryu. - Ya?

Mau tteokbokki sebelum pergi?

Boleh.

Baiklah.

Tunggu sebentar.

HARIAN CHUNGWOO

Tunggu!

Astaga. Terima kasih.

Akan kutekan "Tutup" jika tahu itu kau.

Itu akan memengaruhi laporan kinerjamu.

Yeon-du baik-baik saja?

Ya, dia sudah dipulangkan. Dia masuk sekolah pagi ini.

Syukurlah.

Anak-anak sering jatuh sakit pada saat peralihan musim.

Agar orang tuanya khawatir.

Boleh aku pindah ke bagian lain?

- Apa? - Kau telah banyak menolongku.

More Indonesian subtitles for Love Next Door

Komentarze

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left