Pierwsze 200 wierszy.
Sebentar, aku nyalakan lampunya.
Bisakah anda mengikutiku?
KIM DA-MI
Galerinya ada di bawah.
Hati-hati melangkah
JEON SO-NEE
Silahkan, lewat sini.
BYUN WOO-SEOK
Disutradarai oleh MIN YONG-KEUN
Ini anda, kan?
Lihatlah lebih dekat.
Ini terlihat seperti foto tapi itu gambar.
Ini hiper-realisme.
Seluruh gambarnya menggunakan pensil.
Karya ini memenangkan kontes terbaru galeri kami,
selain nama Ha-eun, tidak ada informasi lain.
Direktur ingin mengontraknya sebagai seniman galeri kami,
tapi kami tidak bisa menghubunginya.
Kami mengirim email tapi tidak ada respon.
Aku tahu dia berteman dekat denganmu.
Jika masih berhubungan dengannya, Bisakah anda memperkenalkan kami?
Aku tidak begitu akrab dengannya
Saat kecil kami pernah bertengkar
Sepertinya tidak begitu
Saat mencari emailnya secara online
Kami menemukan sebuah blog.
Bima Sakti Musim Panas
Ada postingan tentang kalian berdua.
Sepertinya kalian berdua sangat dekat.
Ini cetakan dari blognya
Ahn Mi-so/Ko Ha-eun
Maaf, aku tak bisa membantumu.
Mi-soo!
Sudah lama.
Ya, sudah lama.
Apa kau masih berhubungan dengan Ha-eun?
Kami kehilangan kontak beberapa saat yang lalu.
Kupikir kalian berdua akan bertahan.
Kami masih kekanakan saat itu.
Omong-omong, apa yang membawamu ke sini?
Pak Ham Jin-woo?
- Halo. - Halo
Sebentar.
Terima kasih sudah datang.
Aku kurator Kang Mal-geum.
Bisa kita bicara di dalam?
Mi-so!
MUSIM SEMI, 2001, WISUDA
BIMA SAKTI MUSIM PANAS
Musim Panas, 1998
Aku ingat bunyi jangkrik, saat memikirkan tentang hari-hari itu.
Entah bagaimana mereka terdengar lesu
Hari itu panas, dan kelasnya membosankan.
Di hari yang lamban itu, kamu datang.
Siapa menunjukkan apa dan dari mana?
Sekarang, kita bisa mengganti 'siapa' dengan 'bibi', dan 'apa' dengan...
- Lokasi. - Itu benar.
Sebentar.
Halo.
Aku membawakanmu murid baru.
Oh, begitu.
Masuklah!
Kita punya murid baru dari Seoul.
Bisa kau perkenalkan dirimu?
Ahn Mi-so.
Ahn Mi-so.
Dan, apa ada yang ingin kau katakan untuk teman sekelasmu?
Baiklah, kau lihat meja itu?
Duduklah di sana.
Baik, mari kita lanjutkan.
'Di mana' adalah di mana? Ini mengacu pada apa?
Jadi ini harus menjadi lokasi.
Dan ketika terkait dengan pertemuan...
Ahn Mi-so!
Ahn Mi-so!
Kembali ke sini!
Ahn Mi-so! Berhenti di sana!
Hei!
Ahn Mi-so!
Tasmu!
Ambillah, kau meninggalkannya.
Naiklah, tangganya ada di sana!
Kenapa?
Aku tidak bisa pergi ke tempat yang tinggi, aku takut.
Kalau takut, pejamkan matamu
Itu tidak terlalu menakutkan.
Siapa namamu?
Ko Ha-eun.
Ha-eun?
Ha artinya 'musim panas' dan Eunhasu 'Bima Sakti'?
Bima Sakti Musim Panas?
Namaku bukan Eunhasu tapi Ko Ha-eun.
Musim panas yang lembut itu membosankan.
Pilih saja 'Musim Panas Bima sakti'.
Apa benar artinya Mi-so tersenyum?
Mungkin.
Lalu kenapa kamu tidak tersenyum?
Aku begitu?
Ya, tidak di sekolah, juga sekarang.
Mungkin karena itu Ahn Mi-Soo, Ahn berarti 'tidak' bukan?
Dia basah kuyup.
Tidak apa-apa.
Apa yang harus kita lakukan?
Tidak apa-apa
Bisa kau bersihkan dia?
Apa itu?
Kucing ini sendirian di tengah hujan, jadi aku membawanya.
Dan dia?
Teman
Cepat mandi, lalu makan.
Bukankah pengap memakai ini?
Memang.
- Kenapa memakainya? - Entahlah.
Perempuan yang nantinya menyusui,
Ini supaya kau jadi terbiasa
Aku tidak akan memakainya saat dewasa, aku benci merasa pengap.
Ko Ha-eun, kau menyisakannya lagi?
Wortel itu hambar
Aku bilang makan apa yang diberikan.
Ibumu dan aku susah payah menanamnya.
Aku masih membencinya!
Ambil kembali.
Kau mempermalukan dirimu sendiri di depan temanmu!
Biarkan saja, jangan memaksanya!
Saat dewasa dia memakannya sendiri nanti.
Dia jadi pemilih makanan karena kamu membiasakannya
Makan apa yang diberikan.
Cukup, kau keras kepala. Seperti orang di keluargamu.
Jangan berdebat di meja!
Aku tidak bisa makan ini...
Tapi aku suka wortel.
Asyik, aku akan makan brokoli.
Masalah terpecahkan.
Wortel untuk Mi-so, brokoli untuk Ha-eun.
Senang?
Astaga!
Ini.
Sebentar.
Ini.
Selamat malam, aku minta maaf.
Halo...
Kemarilah.
Tidak bisakah kau meneleponku dan memberitahuku kamu dimana?
Dan kenapa kabur seperti itu, kau membuat ibu malu.
Aku sudah bilang tidak ingin sekolah.
Lagian kita akan pindah lagi.
Sudah kubilang, tidak kali ini!
Saat di Bucheon kau mengatakan hal yang sama
Dan Gangneung juga.
Sudah berapa kali tahun ini?
Ahn Mi-so!
Saat situasinya membaik, Dia akan membawa kita kembali ke Seoul!
Kamu bukan satu-satunya, Ibu juga muak dengan ini!
Kau hanya peduli pada dirimu sendiri
Kelihatannya sama, Apa kau akan jadi seniman?
Tidak.
Kenapa? Gambaranmu bagus.
Ayahku bilang seniman bisa mati kelaparan.
Cobalah juga.
Aku tidak pandai menggambar...
Tidak masalah, siapa pun bisa melakukannya.
Kita harus memanggilnya apa?
Ada nama yang kupikirkan
Apa?
Omma
Ibu?
Kau tak boleh memanggil kucing seperti itu.
Tapi kamu bisa memanggilnya sayang.
Omma!
Omma!
Omma!
Ini kucing? mana yang di atas?
Ini matanya, kakinya di sini.
Dan perasaannya.
Dia punya perasaan? Kau menggambarnya juga?
Ya!
Apa ini aneh?
Tidak.
Saat itulah pertama kalinya aku menyadari, perasaan juga bisa ditarik.
Terkadang kamu menggerakkanku dengan kata-kata yang aneh.
Hal yang sama terjadi ketika ibumu kembali ke Seoul.
Aku tidak mengatakan apa-apa dan hanya merasa sedih,
Tapi kau bilang kita tidak akan pernah berpisah.
Kau lebih suka tinggal di Jeju
Kita bisa tetap bersama
karena apa yang kau katakan.
Mi-so.
Kau pikir kau Picasso?
Tetaplah pada dasarnya, oke?
Ya
Ayo bolos dan keluarlah lewat gerbang depan.
Maka puisi ini tentang menunggu bunga peony,
dan kesedihan yang datang setelah musim semi, tapi dia tetap menunggu.
Kesalahpahaman bahwa peony melambangkan 'kemerdekaan'.
Kau kenapa? Kau demam?
Tenggorokanku sakit sejak pagi...
Kurasa demamku semakin parah.
Baik, pulanglah!
Ko Ha-eun!
Ko Ha-eun, kau berkembang.
No comments yet. Be the first to leave one.