Pierwsze 200 wierszy.
Di tanah mitos dan jaman sihir,
...takdir sebuah kerajaan besar berada di pundak seorang pemuda.
Ia bernama... Merlin.
Jadi, Emrys...
Morgana!
Saat kau ketemukan, kau pingsan di hutan.
Apa yang terjadi padamu?
Morgana? Siapa yang melakukan ini?
Emrys.
Pria tua itu? Tadi dia di sini?
Dia mengambil Fomorroh. Dia sudah menghancurkannya.
Dia tahu rencana kita membunuh Arthur?
Dia tahu semua rencana kita, semua rahasia kita. Dia tahu semuanya.
Ada yang memberitahunya.
Gaius!
Saat kutanya apa dia tahu Emrys, dia bilang tidak tahu.
Tapi dia bohong. Sudah kuduga dia bohong!
Gaius...
Dia satu-satunya di Camelot yang tahu tentang Fomorroh.
Sudah pasti dia.
Pasti dia memberitahu Emrys semuanya.
Bagus.
Maka dia bisa menuntun kita langsung ke Emrys.
Gaius setia dan sangat keras kepala.
Dia takkan bersedia melakukannya.
Siapa bilang dia harus bersedia?
Terjemahan Indonesia : RED_dahLIA Surabaya, 13 November 2011
Ayo bangun.
Untuk apa?/ Mandi.
Sarapannya mana?
Katakan "Ah"./ Ah...
Merlin!
Aku menyisihkan waktu latihanmu.
Bagus, untuk apa... tongkat pendek? Duel kapak?
Pidatomu.
Untuk siapa? /Serikat Pemoles Pelana Kuda.
Serikat apa? Aku tak tahu apapun tentang memoles.
Untungnya, aku tahu.
Butuh berjam-jam mempelajarinya.
Kau tak punya berjam-jam. Pertama, kau terima utusan Odin.
Apa aku harus berpidato? /Tidak, kau harus dengarkan pidato.
Lalu kau akan periksa para penjaga, melakukan upacara...
oh, dan jadi juri.
Memimpin sidang?
Kompetisi merangkai bunga!
Aku tak pernah punya waktu untuk diriku!
Aku tahu, ini nyaris seperti harus bekerja!
Ayolah, kita tak punya waktu untuk ini.
Keluar dari ranjang sekarang!
Kau melakukannya dengan baik, Arthur./ Menurutku tidak.
Semua orang mengatakannya.
Aku senang teman-temanmu di kedai minum merestuiku.
Aku serius. Kau akan jadi raja yang sangat hebat.
Trims. Kau tetap akan jadi pelayan terburuk yang pernah kukenal.
Masuk.
Selamat pagi, Paduka. Bolehkah kita berbincang?
Tentu.
Masalah yang ingin kudiskusikan sangat sensitif, Paduka.
Mungkin sebaiknya kita bicara empat mata.
Kita tahu ada pengkhianat di antara kita.
Tak bisa kubantah.
Kita harus pertimbangkan semua orang.
Bahkan yang paling kita sayangi.
Tak ada yang lepas dari kecurigaan.
Tentu.
Jadi... salah satu Ksatriamu?
Tidak./ Kau yakin?
Aku berani menjamin mereka satu persatu.
Well, aku pernah mengusulkan Gaius sebelumnya...
Tapi aku tak bisa percaya dia akan mengkhianatimu.
Aku juga. Gaius adalah abdi yang sangat setia.
Benar./ Seorang teman... bagiku dan ayahku.
Gaiuslah yang memberitahumu tempat menemukan penyihir...
...yang membunuh ayahmu, kan?
Dan kita tahu dia pernah melakukan sedikit sihir.
Bagaimana jika ia kembali tertarik pada ilmu hitam?
Aku selalu yakin aku bisa percaya Gaius.
Aku juga. Mungkin aku sedikit gegabah.
Tapi takkan rugi apa-apa jika menanyainya beberapa pertanyaan.
Aku yakin itu tak perlu.
Aku yakin perlu, Paduka. Kita membicarakan keselamatanmu...
...dan keselamatan seisi istana.
Seseorang berencana memberontak.
Dan aku wajib menginvestigasi setiap kemungkinan,
...bagaimanapun mustahilnya.
Aku yakin Gaius sendiri akan menghormati itu.
Aku ingin menemui Sang Catha.
Dia menungguku.
Kau Alator - Sang Catha, pejuang dan pendeta.
Kau Morgana Pendragon,
Pendeta Tertinggi dari Tiga Dewi.
Dan yang terakhir dari kaummu.
Apa yang kau cari di sini?
Aku ingin kau menculik seseorang dari Camelot.
Camelot tidak bersahabat dengan kaum kita.
Dari yang kudengar, sang Raja Muda mengikuti ajaran Uther.
Kau seorang Catha... hal itu takkan menghentikanmu.
Kenapa aku harus pertaruhkan nyawaku demi kau?
Karena aku rela memberimu sesuatu sebagai balasan.
Ini ditempa di Pulau Yang Diberkahi oleh seorang Pendeta Tertinggi.
Kekuatan Penyembuhnya tak tertandingi di Lima Kerajaan.
Ada kekuatan sejati di sini.
Ini hadiah yang berharga.
Orang yang kau cari pasti penting untukmu.
Ya.
Kuharap pria ini akan menuntunku ke musuh besarku....
Emrys.
Seperti keinginanmu.
Akan kulakukan tugas ini untukmu.
Silahkan duduk.
Kenapa aku dibawa kemari dengan cara seperti ini?
Sebagai kaki tangan Raja...
..salah satu tugasku adalah memastikan keselamatannya.
Dan jika itu berarti mengajukan pertanyaan,
...bahkan pada abdi paling terpercaya, akan kulakukan.
Tak ada yang bisa menghalanginya.
Apa aku melakukan kesalahan, Paduka?
Apa pendapatmu tentang sihir, Gaius?
Itu melanggar hukum.
Dan kau setuju itu?/ Aku paham ada alasannya.
Itu bukan jawaban untuk pertanyaan yang kutanyakan.
Hukum diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan...
...yang dilakukan oleh para penyihir.
Bisakah kuminta kau memberi jawaban yang lebih terus terang?
Apa kau setuju sihir harus dilarang?
Ya atau tidak?
Ya?
Kau pernah mempraktekkan sihir?
Sudah lama sekali./ Akhir-akhir ini?
Tidak.
Lalu bagaimana kau kenal penyihir yang membunuh Uther?
Aku pernah dengar tentang dia./ Kau beritahu Arthur letak rumahnya.
Ya./ Berarti kau memang kenal dia.
Aku diberitahu rumah di mana dia bisa ditemui./ Oleh siapa?
Aku tak bisa bilang.
Kau pernah bertemu dengannya?
Ini pertanyaan cukup mudah, Gaius. Pernah ketemu dia? Ya atau tidak?
Tidak.
Dan kau siap bersumpah?/ Ya.
Dalam sebuah sumpah?
Ya.
Terima kasih, Gaius. Sudah sangat informatif.
Sudah cukup?
Untuk hari ini.
Apa perlu memperlakukan dia seperti itu?
Nyawamu jadi taruhannya, Paduka. Kita tak boleh gampang takut.
Dan kau lihat sendiri tadi... dia berbohong.
Dia tentu menyembunyikan sesuatu.
Tapi kita tak bisa yakin.
Kita tak punya bukti.
Tidak. Kau benar, Paduka, kita tidak punya.
Tapi jika kita tidak terus selidiki, kita takkan menemukannya.
Masuk.
Tolong tutup pintunya.
Merlin, aku sadar kau adalah pelayan yang setia dan terpercaya.
Jadi, aku punya tugas kecil khusus untukmu.
Bagaimana menurutmu?
Itu indah.
Ini adalah hadiah untuk Arthur.
Ini dibuat oleh Pengrajin Pedang dari Gedref.
Tapi sayangnya...
...entah bagaimana mata pisaunya tumpul dalam perjalanan.
Bisa kau tajamkan itu untukku?/ Tentu.
Dan Merlin?
Buat agar sang Raja menemukannya besok pagi.
Dengan senang hati.
Ga on wuda!
Kalian terlambat!
Kalau begitu tak usah buang waktu.
Merlin?
Tidurlah sekarang.
Yang Mulia, dia terlihat berkuda keluar dari kota.
Itu tidak mungkin.
Paduka, anda benar.
Seekor kuda putih sudah dicuri dari Istal Kerajaan.
Kemana dia pergi selarut ini?
Tebakanku bisa salah, Paduka.
Tapi kupikir penggeledahan terhadap barang miliknya akan beri kita kebenaran.
Dan ini ditemukan di bilik Gaius?
Aku sangat kecewa sepertimu, Paduka. Orang yang sangat dekat, sangat terpercaya.
Dan itu bukan hanya karena tahu dia dulunya penyihir, benar?
Itu... itu kebohongan.
Kebohongan dan pengkhianatan bertahun-tahun.
Aku tahu./ Sulit dipercaya ya, Paduka?
Tapi kita berdua melihatnya menolak melarang sihir.
Kita berdua tahu dia menutupi sesuatu.
Kita tak ingin mempercayanya. Tapi... sekarang....
...dengan kepergian mendadak begini di tengah malam...
Itu bukan perbuatan orang yang tidak bersalah, Paduka.
Tak bisa diragukan lagi.
Gaius adalah pengkhianatnya.
Akan kukirim regu pencari sesegera mungkin.
Tidak. Untuk apa?
Biarkan dia lari.
Seperti keinginanmu, Paduka.
Bagaimana bisa kau percaya ini?
Aku tahu bagaimana perasaanmu.
Tapi kami sudah menanyainya.
Dia bekerja sama dengan penyihir.
Lebih atau kurang mengakuinya. Dan itu menjadikannya pengkhianat?
No comments yet. Be the first to leave one.